
"Paling mereka sudah pergi" ucapnya kemudian keluar dari ruang dimensi itu.
•••
Xiao Lan sedang mengamati para prajurit yang sedang berlatih dengan tekun itu. Ia tidak melatih mereka hari ini, Xiao Lan meminta mereka berlatih sendiri sedangkan dia hanya mengawasi saja. Ia senang karena mereka berlatih dengan semangat dan tanpa memiliki beban.
"Adik ke empat" panggil seorang wanita,
Xiao Lan menoleh sebentar kemudian memfokuskan matanya lagi melihat para prajurit yang masih berlatih itu.
"Apa kau masih marah masalah kemarin?" tanya Xiao Xi,
"Tidak" ucapnya datar,
Belum juga putri Xiao Xi membuka mulutnya sudah ada yang menyela ucapannya,
"Xiao Lan" panggil pangeran Zhan,
"Ada apa gege?" ucap Xiao Lan yang masih fokus akan para prajurit,
"Apa kau sudah membeli pakaian untuk acara kaisar dua hari lagi?" taya pangeran Zhan,
"Belum, memangnya harus ada pakaian baru ya?" tanya Xiao Lan menurutnya semua pakaian disini sama saja yang membedakan hanya kualitas bahannya,
"Tentu, hari ini aku akan menemanimu berbelanja" ucap pangeran Zhan girang,
"Itu pasti hanya akal-akalanmu agar aku mau pergi bersamamu" Xiao Lan mendecih menatap pangeran Zhan,
"Ayolah Xiao Lan kita pergi ke pasar ya ya biarkan saja mereka berlatih sendiri atau utus saja paman Tae kesini" ucap pangeran Zhan merengek,
"Baiklah aku akan kesana" putus Xiao Lan,
"Xiao Lan bolehkah aku ikut? Aku bisa memilihkan baju yang terbaik untukmu" ucap putri Xiao Xi,
"Tidak boleh, aku sudah susah payah membujuknya untuk keluar dan kau tiba-tiba ingin ikut" ketus pangeran Zhan, ia lalu menarik Xiao Lan menjauh dari sana.
"Cepat ganti pakaianmu" ucap pangeran Zhan,
"Memangnya harus?" tanya Xiao Lan polos,
"Ah! tidak perlu ayo kita pergi sekarang" ucap pangeran Zhan kemudian menarik tangan Xiao Lan menuju gerbang istana,
Saat berada di gerbang mereka bertemu dengan putra mahkota. Putra mahkota melirik sekilas dan bertanya,
"Kalian mau kemana?"
"Bukan urusanmu" jawab pangeran Zhan ketus sedangkan Xiao Lan memilih diam karena sudah pasti pangeran Xiao Zhan akan mengatasinya,
Xiao Zhan lalu menarik tangan Xiao Lan dan memeluk pinggangnya posesif,
"Gege apa yang kau lakukan" bisik Xiao Lan,
"Menurutlah nanti kau diculik orang" ucap pangeran Zhan, mereka berdua lalu pergi meninggalkan putra mahkota yang masih memandangi mereka.
"Gege apa kau selalu menghadiri pesta perayaan seperti ini?" tanya Xiao Lan dalam perjalanan menuju pasar,
"Ya, tapi mungkin aku hanya ikut satu jam atau setengah jam setelahnya aku kabur" ucapnya santai,
"Kenapa kau kabur gege?" tanya Xiao Lan heran,
"Tidak ada yang menarik disana paling yang ada hanya tarian para gadis yang membosankan" ucapnya lagi,
"Kita nanti masuk ke toko itu ya" ucap pangeran Zhan menunjuk salah satu toko pakaian dan Xiao Lan hnya menganggukkan kepalanya,
"Selamat datang tuan terhormat, adakah yang kami bisa bantu?" ucap seorang pelayan yang berada di toko itu,
"Lan'er pilihlah kain yang kau sukai" ucap pangeran Zhan,
Xiao Lan kemudian berkeliling untuk mencari kain yang ia inginkan pandangannya jatuh kepada sebuah kain dengan warna biru muda dengan sedikit garis-garis di baju itu serta kainnya yang dingin dan menyerap keringat tidak seperti pakaian lainnya. Ia mengambilnya dan memberikannya pada pelayan tadi.
"Lan'er kenapa kau memilih bahan itu? Ada bahan yang lebih baik dari itu" ucap pangeran Zhan,
"Walaupun kualitas bahan yang aku gunakan tidak terlalu baik yang penting aku nyaman dengan pakaian ini nanti gege, kau pasti akan terkagum karena melihat penampilanku nanti" ucapnya angkuh,
"Terserah" pangeran Zhan memutar bola matanya malas,
Pelayan awalnya bingung dengan selera gadis di hadapannya ini tapi ia tetap menuruti kemauannya. Setelah badannya diukur mereka harus menunggu proses penjahitan terlebih dahulu.
Kurang lebih tiga jam mereka menunggu karena baru ada permintaan pakaian yang seperti Xiao Lan inginkan. Biasanya mereka hanya memakan waktu setengah sampai satu jam untuk menyelesaikan satu potong pakaian.
Xiao Lan kemudian mencoba pakaian itu,
"Bagaimana penampilanku gege?" ucapnya sambil menaik turunkan alisnya,
"Pakaianmu bagus sekali Lan'er, tidak kusangka kau bisa membuat yang sebagus ini" ucap pangeran Zhan berdecak kagum,
Mereka lalu menuju kasir akan membayar pakaian Xiao Lan,
"Berapa harganya?" tanya pangeran Zhan,
"Tujuh puluh lima koin perak tuan" ucap pelayan tadi,
Saat akan mengeluarkan uang tiba-tiba ada seseorang yang sudah membayarnya,
"Ini aku bayar satu koin emas" ucap seseorang yang ternyata adalah putra mahkota,
"Terimakasih tuan" ucap pelayan tadi,
"Apa yang kau lakukan bodoh?" tanya pangeran Zhan geram,
"Membayar pakaian adikku" ucapnya tanpa beban,
"Sejak kapan kau mengakuinya sebagai adikmu? Bahkan dulu kau selalu mengolok-oloknya" ucap pangeran Zhan sinis,
"Aku masih bisa membayar semua keperluannya dan kau tidak perlu ikut campur" mata pangeran Zhan sudah mulai mengeluarkan percikan permusuhan,
Xiao Lan yang sadar akan hal itu langsung bersuara agar tidak terjadi keributan di toko ini,
"Sudahlah gege biarkan dia yang membayarnya kau masih bisa memberikan koinmu itu kepada orang yang membutuhkan di luar sana" ucap Xiao Lan menengahi,
Pangeran Zhan mendengus kesal ia tau Xiao Lan berusaha menengahi mereka berdua,
"Ayo kita pergi" ucapnya kembali memeluk pinggang Xiao Lan dengan posesif tak lupa tatapan permusuhannya yang ditujukan kepada putra mahkota Xiao Gui,
"Gege aku lapar" ucap Xiao Lan di tengah jalan,
"Kasihan sekali adikku ini lapar, ayo kita ke kedai langgananku" ucapnya.
Mereka berdua kemudian mendatangi kedai yang biasa pangeran Zhan datangi. Pelayan yang melihat kedatangan dua orang bangsawan langsung menghampiri mereka dan menempatkannya di lantai dua.
"Silakan, mau pesan apa?" tanya pelayan tadi ramah,
"Pesankan menu kesukaanku" ucap pangeran Zhan,
Pelayan menatap sebentar pada pangeran Zhan lalu ia ingat jika ada seorang pria yang mengatakan 'pesankan menu kesukaanku' berarti dia harus segera ke dapur untuk memberitahukan kepada koki. Pelayan tadi kemudian undur diri.
"Gege sepertinya sering sekali kesini" ucap Xiao Lan,
"Begitulah karena aku malas makan bersama mereka" balas pangeran Zhan,
"Ya, pasti muka mereka yang angkuh itu yang membuat selera makanmu menurun hahaha" ucap Xiao Lan lalu tertawa bersama pangeran Zhan,
"Benar, apalagi dua orang yang ingin terlihat cantik dan anggun itu malah semakin membuat selera makanku hilang hahaha" imbuh pangeran Zhan,
Saat mereka sedang bercanda tiba-tiba ada yang menghampiri meja mereka dan langsung duduk di kursi yang berada di sebelah pangeran Zhan.
"Kau!" pekik pangeran Zhan sambil menunjuk orang itu.
•••
JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE
maaf ya baru bisa up jam segini tugas sekolah bener-bener banyak banget soalnya😭😭
TERIMAKASIH
chiccacaaa