
Xuan Lan semakin mendekat kesana. Ia lalu berjongkok untuk melihat tengkorak itu. Matanya menuju suatu objek yang dikenakan oleh tengkorak itu. Ia kemudian melihat gelang dan kalung yang ada disana.
"Ren Zu" ucap Xuan Lan sambil mengepalkan tangannya.
•••
Saat Xuan Lan masih sibuk dengan pemikirannya tentang Ren Zu tiba-tiba terdengar suara sirine polisi yang datang ke gudang tersebut. Para polisi segera membekuk kedua tersangka yaitu Jackson dan Xuan Xi beserta beberapa anak buah yang membantu mereka. Tak lupa mereka juga mengucapkan terimakasih kepada Zhao karena telah melaporkan tindakan kriminal seperti yang mereka berdua lakukan.
"Zhao apa kau sudah mengurus permintaanku saat itu?" tanya Xuan Lan tanpa menatap Zhao saat para polisi itu sudah pergi.
"Tentu saja, aku sudah mencari bukti-bukti seperti yang kau inginkan tetapi penyelidikan akan dilakukan esok hari. Bukankah kau ingin melihat drama terlebih dulu?" tanya Zhao sambil mengusap pipi Xuan Lan dengan lembut.
Xuan Lan yang pipinya terasa diusap langsung melihat mata Zhao dan menggenggam tangan Zhao yang berada di pipinya.
"Terimakasih" ucapnya sambil tersenyum tulus.
"Aku ini pasanganmu calon suamimu dan akan selamanya menjadi milikmu. Kau tidak perlu berterimakasih kepadaku Lanlan" ucap Zhao sambil membawa Xuan Lan ke dalam pelukannya.
Setelah dari gudang tersebut Zhao kemudian mengantarkan Xuan Lan untuk pulang ke rumahnya. Zhao mengantarkan Xuan Lan sampai ke dalam rumah dan tentu saja di ruang tamu sudah ada dua orang yang menunggu kedatangan mereka. Satu orang dengan wajah paniknya dan satu lagi dengan wajahnya yang merah padam menahan emosi.
"Xuan Lan" ucap ayahnya. Ia kemudian mendekat ke arah Xuan Lan dan mengecek kondisinya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya ayahnya khawatir.
"Ya" ucap Xuan Lan singkat.
Sedangkan ibu tirinya mulai berdiri. Ia memandang Xuan Lan dari atas ke bawah.
"Cabut tuntutanmu kepada saudarimu sendiri" ucapnya tajam.
Xuan Lan memandang Xiu Juan dengan tatapan remeh. Ia kemudian tertawa sinis.
"Dia bukan saudariku dan walaupun aku mencabut tuntutannya belum tentu namanya akan menjadi bersih. Oh, ya apakah beritanya sudah muncul di tv?" tanyanya sambil tersenyum mengejek.
"Kau!" ucap Xiu Juan sambil menunjuk wajah Xuan Lan.
"Tunggu! Apa maksudnya ini?" tanya ayah Xuan Lan bingung karena Zhao hanya mengatakan jika Xuan Lan sedang diculik dan ia tidak tau siapa pelakunya.
"Putri tertuamu bekerjasama dengan seseorang untuk menculik Xuan Lan" ucap Zhao datar sambil melipat kedua tangannya di dadanya.
"Apa?" tanyanya terkejut.
"Kau sudah mengetahuinya Xiu Juan?" tanya ayah Xuan Lan sedangkan yang diajak bicara hanya diam saja kemudian ia melenggang pergi begitu saja.
"Xuan Xi" gumam ayahnya.
"Itulah akibat terlalu memanjakan salah satu anakmu. Dia menjadi besar kepala dan ingin memiliki semua yang adiknya miliki bahkan cinta yang sudah dimiliki oleh Xuan Lan" ucap Zhao datar.
"Masuklah" lanjut Zhao berubah lembut kepada Xuan Lan.
"Ya, hati-hati pulangnya" ucap Xuan Lan lalu masuk ke kamarnya.
Setelah Xuan Lan memasuki kamarnya Zhao kemudian pergi tak lupa dengan mengucapkan kata-kata yang menusuk hati ayah Xuan Lan.
"Sekarang Xuan Xi sedang mendekam di penjara sebelum kejahatannya diproses besok dan aku harap kau menjaga Xuan Lan dari berbagai macam bahaya karena ia akan menjadi saksi kunci besok" ucap Zhao sambil melangkah pergi keluar dari rumah Xuan Lan.
Ayah Xuan Lan kembali duduk ke kursi yang berada di ruang tamu itu dengan lemas. Ia menetralkan segala pikiran dan batinnya yang sedang berkecamuk. Ia tidak menyangka jika Xuan Xi merencanakan penculikan untuk adiknya sendiri.
"Aku harus bagaimana" desahnya bingung.
"Nak" panggil ayah Xuan Lan.
Xuan Lan hanya melirik sejenak kemudian ia kembali fokus ke ponsel genggam miliknya.
"Bisakah kau mencabut tuntutan untuk Xuan Xi? Bagaimanapun dia itu saudarimu" ucap ayah Xuan Lan. Ia tidak bisa membayangkan jika salah satu anaknya mendekam di dalam jeruji besi.
"Hah" Xuan Lan menarik nafas kemudian menghembuskannya.
"Kenapa kau mengatakan itu? Dia bahkan menyuruh orang untuk melecehkanku untung saja Zhao segera datang ke tempat itu jika tidak entah bagaimana nasibku" ucap Xuan Lan dengan nada yang sangat kecewa.
"Kenapa kau selalu mendahulukan Xuan Xi daripada aku?" tanya Xuan Lan setelah sekian lama ia memendamnya.
Ayahnya menjadi diam. Ia tidak menyangka jika Xuan Xi sampai ingin melakukan hal sekeji itu ditambah lagi dengan pertanyaan Xuan Lan yang terakhir.
"Karena kau sudah mendapatkan semua yang kau mau saat kau kecil. Ayah ingin memberikan Xuan Xi yang ia inginkan karena saat kecil ia tidak mendapat kasih sayang dari ayah" ucap ayah Xuan Lan tanpa ragu.
Xuan Lan tersenyum miring. Ia menatap ayahnya dengan pandangan tak terbaca.
"Kau akan menyesal setelah ini" ucapnya sambil menghapus air mata yang keluar dari matanya.
"Setelah kasus ini berakhir aku ingin segera menikah dan pindah bersama Zhao. Aku tidak memerlukan persetujuanmu untuk melakukan semua yang aku inginkan dan bagaimanapun aku tidak akan melepaskan Xuan Xi dari genggaman polisi" ucap Xuan Lan kemudian pergi menghampiri Zhao yang sudah datang di halaman rumahnya.
Zhao yang melihat Xuan Lan bersedih mengernyit heran. Bukankah Xuan Lan seharusnya senang karena ia akan segera memasukkan Xuan Xi ke penjara?
"Kenapa?" tanya Zhao lembut sambil menggenggam tangan Xuan Lan.
"Kapan kau ingin menikahiku?" tanya Xuan Lan tanpa menatap Zhao.
Zhao yang mendengar pertanyaan itu matanya membulat sempurna. Ia tidak menyangka pertanyaan seperti itu akan keluar dari mulut Xuan Lan.
"Sekarang pun aku sanggup jika disuruh menikahimu" ucap Zhao mantap yang membuat senyum terbit di wajah Xuan Lan.
"Apa kau sudah tidak kuat berada di dalam sana?" tanya Zhao hati-hati yang dibalas anggukan oleh Xuan Lan.
"Setelah semuanya selesai aku akan segera menuntaskan janjiku" ucap Zhao sambil mengecup tangan Xuan Lan.
Setelah memberi beberapa keterangan kepada polisi Xuan Lan akhirnya keluar dengan wajah yang sumringah. Xuan Xi dan Jackson langsung diadili hari itu juga dan Xuan Xi dijatuhi hukuman yang setimpal sedangkan Jackson ternyata memiliki kewarganergaraan lain sehingga negaranya meminta agar Jackson diadili di negaranya.
Ayah Xuan Lan dan ibu Xuan Xi mematung mendengar putusan hakim. Mereka menatap putrinya untuk terakhir kalinya sebelum mereka bisa mengunjunginya lagi beberapa minggu ke depan di dalam jeruji besi.
Xiu Juan kemudian menatap Xuan Lan dengan nyalang. Tangannya sudah siap menjambak rambut Xuan Lan namun tangannya ditahan oleh Zhao yang membuat senyum miring timbul di wajah Xuan Lan.
"Semua yang kalian lakukan kepadaku sudah terbayar" ucap Xuan Lan.
Karena keributan yang terjadi membuat polisi yang berjaga di sekitar pengadilan masuk ke dalam.
"Xuan Lan kenapa kau tidak memberi keringanan kepada saudarimu sendiri?" tanya ayah Xuan Lan kecewa.
"Aku sudah mengatakan jika dia bukan saudariku!" teriak Xuan Lan di depan wajah ayahnya. Ia sudah tidak peduli imagenya akan rusak yang penting Zhao masih mencintainya.
Ia kemudian melempar sebuah amplop kepada ayahnya. Ayahnya menerima amplop berwarna coklat itu lalu membukanya. Tangannya bergetar dan matanya memerah.
"I-ini?" tanyanya.
•••
jangan lupa vote komen rate dan like