
Zhao kemudian menelpon seseorang. Ia lalu menanyakan kepada satpam yang berada disana siapa yang bertugas menjaga saat kejadian ini terjadi. Setelah mendapat jawaban Zhao segera pergi dari tempat itu.
•••
Setelah beberapa menit mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi Zhao kemudian berhenti di suatu rumah yang terlihat sangat sederhana. Ia lalu langsung mendobrak pintu rumah itu kemudian mencari pemilik rumah itu.
"Ada apa tuan kenapa mendobrak pintu rumah saya?" tanya seorang lelaki dengan usia dekitar empat puluh tahunan dengan emosinya.
"Siapa yang menyuruhmu menghiraukan cctv di kampus x?" tanya Zhao to the point.
Wajah pria itu terlihat pias. Ia tidak bisa menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya.
"S-saya ti-tidak tau tuan" ucapnya terbata-bata.
Kesabaran Zhao sudah habis. Ia mencengkeram kerah baju pria setengah tua itu.
"Katakan siapa" ucap Zhao yang masih menekan emosinya.
"S-saya t-t-tidak" ucap pria itu terpotong tatkala bogeman Zhao sudah mendarat di pelipisnya.
*BUGH
BUGH*
Dua pukulan kembali didaratkan oleh Zhao karena pria itu tak kunjung menjawab pertanyaanya.
"Katakan siapa!" teriak Zhao menggelegar sampai ada beberapa tetangga yang kepo dan masuk ke rumah si bapak tadi.
"Maaf tuan" ucap pria itu menunduk.
BUGH
Zhao meninju hidung pria itu sampai mengeluarkan darah. Saat kejadian itu istri dan anak dari pria tadi sudah tiba di rumah dan langsung masuk ke rumahnya karena melihat beberapa tetangga yang melihat ke arah dalam rumahnya.
"Ayah" pekik mereka serempak.
"Apa yang tuan lakukan. Saya akan melaporkan tuan ke polisi" teriak istri pria itu.
Zhao hanya menarik senyum sinis.
"Silakan tapi bersiaplah hidup menjadi gelandangan karena suamimu yang akan membusuk di penjara jika kau melaporkanku" ucapnya.
"Siapa dia hah?!" tanya Zhao lagi dan ia kembali menarik kerah baju pria itu yang membuat istri dan anaknya kembali berteriak histeris.
"Katakan!" bentak Zhao.
"No-na Xuan Xi dan tu-tuan Jackson" ucap pria itu terbata.
Wajah Zhao langsung menghitam. Ia menghempaskan pria tadi sekasar mungkin sehingga pria tubuh pria tadi menghantam tembok setelah itu ia segera keluar dari rumah itu dan memasuki mobilnya.
"Kalian salah mencari masalah dengan Zi Zhao" ucap Zhao sambil tersenyum menyeringai. Ia kemudian melajukan mobilnya ke sebuah rumah sambil tangannya yang lain menelpon seseorang.
*Ting nong
Ting nong*
ceklek
"Ya, tuan mencari si-?" ucapan wanita tadi mendadak berhenti karena memandang tamunya. Sedangkan Zhao langsung menarik tangan wanita tadi menuju mobilnya, entah kemana ia akan pergi namun ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi yang membuat wanita di sebelahnya ketakutan.
Sementara di lain tempat.
"Kenapa dia tidak segera bangun" ucap seorang wanita sambil memandang wanita lain yang terikat di atas kursi di hadapannya.
"Dosis yang digunakan untuk membiusnya sangat tinggi jadi wajar jika ia belum bangun" ucap seorang pria menjawab pertanyaan wanita tadi.
"Ahh, kau terlalu lama" ucap wanita tadi kemudian ia mengguyurkan satu ember air ke wanita tadi.
BYURR
"Apa yang kau lakukan!" teriak si pria tidak terima.
Perlahan mata gadis yang tadi diikat itu mulai terbuka. Kepalanya masih terasa sangat pusing ia juga mendengar samar-samar suara orang sedang bertengkar.
"Aku dimana" ucap Xuan Lan.
"Kau berada di tempat sebelum kau bisa pergi ke neraka haha" ucap Xuan Xi sambil maju ke hadapan Xuan Lan.
Xuan Lan ingin berdiri namun sial badannya terikat di kursi itu bahkan tangannya diikat ke belakang kursi tersebut.
*PLAKK
PLAKK*
Xuan Xi menampar pipi Xuan Lan sebanyak dua kali. Ia juga meludahi wajah Xuan Lan dengan senyum sinisnya.
"Kau tidak bisa melakukan apapun lagi saat ini" ucapnya.
"Kenapa kau menamparnya hah?" tanya Jackson yang tidak suka dengan perlakuan Xuan Xi kepada Xuan Lan. Jackson kemudian mengelap ludah yang menempel di wajah Xuan Lan dengan sapu tangan yang berada di dalam sakunya.
"Aku ingin menyiksa j****g ini terlebih dulu baru kau bisa menikmatinya" ucap Xuan Xi yang membuat darah Xuan Lan mendidih.
"Kau tidak bisa menyentuhnya sedikitpun! Kita sudah impas sekarang pergilah dan temuilah Zhao dan katakan semua yang kau inginkan!" ucap Jackson.
"Baiklah, kali ini aku akan menurutimu tapi pastikan aku tidak akan melihatnya lagi karena aku sudah pasti akan membunuhnya jika aku melihatnya lagi!" ucap Xuan Xi penuh penekanan kemudian keluar dan membanting pintu dengan kasar.
Jackson menatap Xuan Lan dengan pandangan mata tak terbaca. Saat ia mulai mendekati Xuan Lan tiba-tiba pintu dibuka dengan kencang.
"Wah, wah ternyata ada yang ingin berpesta di gudang ini" ucap seorang wanita paruh baya yang ternyata adalah Xiu Juan.
"Bibi" ucap Jackson. Ia mulai panik karena takut jika ibu dari Xuan Xi ini akan memenjarakannya karena menculik anak bungsunya.
"Jangan khawatir. Dengan senang hati aku akan mempersilahkanmu melakukan segala hal padanya bahkan jika kau membunuhnya sekalipun karena ia adalah anak sialan yang selalu mengganggu kesenanganku" ucapnya sambil tersenyum sinis.
Sedangkan Xuan Lan memandang Xiu Juan dengan nyalang. Xiu Juan kemudian mendekat ke arah Xuan Lan. Ia menjepit dagu Xuan Lan menggunakan kukunya yang panjang dan tajam.
"Selamat menikmati akhir riwayatmu disini bocah sialan" ucap Xiu Juan kemudian ia menghempaskan dagu Xuan Lan dengan kasar. Xiu Juan kemudian keluar dari tempat itu dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Jackson mengikuti Xiu Juan yang keluar dari pintu. Ia kemudian memerintahkan kepada dua orang yang berjaga disana untuk menjaga ruangan ini dan tidak ada yang boleh masuk ke dalamnya karena ia akan bersenang-senang.
Setelah memastikan Xiu Juan keluar Jackson kembali mendekat ke arah Xuan Lan. Jackson mulai menjongkokkan badannya. Ia lalu membelai wajah Xuan Lan.
"Seharusnya kau tidak boleh menolakku" ucap Jackson sambil tersenyum.
Jackson kemudian mendekatkan kepalanya ke arah Xuan Lan namun Xuan Lan terus menghindar. Xuan Lan tau apa yang akan dilakukan Jackson sehingga ia selalu menghindarinya.
"Apa kau tidak bisa diam ha!" bentak Jackson karena Xuan Lan terus menghindar darinya. Ia kemudian menahan kepala Xuan Lan agar menghadap ke arahnya. Ia semakin mendekatkan bibirnya ke bibir Xuan Lan. Kurang sedikit lagi ia menyentuh bibir itu pintu ruangan kembali terbuka dengan kasar.
BRAKK
"Sialan! Siapa yang menggangguku!" umpat Jackson kemudian membalikkan dirinya ke belakang.
Jackson terkejut bukan main di saat ia melihat Xuan Xi sudah terjatuh di lantai dengan memar di wajahnya. Ia juga melihat orang yang sangat ia kenali sedang berdiri di belakang Xuan Xi.
"Aku sudah pernah bilang jangan pernah mengganggu Xuan Lan dan Zi Zhao namun kalian sepertinya tuli" ucap Zhao dengan suara dinginnya.
Namun Jackson malah tersenyum mengejek. Ia kemudian kembali mendekat ke arah Xuan Lan. Ia menyentuh kepala Xuan Lan dan menciumnya. Ia kemudian menodongkan sebuah pisau ke leher Xuan Lan.
"Jika kau berani macam-macam maka nyawanya akan terancam" ucap Jackson sambil tersenyum mengejek.
Zhao segera menarik wanita yang ia jemput tadi ke arah depannya. Ia juga melakukan hal yang sama dengan yang Jackson lakukan. Mata Jackson membulat sempurna saat melihat siapa yang dibawa Zhao ke hadapannya.
"Ka-kakak" ucapnya terbata.
"Aku juga punya dua kado untukmu" ucap Zhao. Ia kemudian memberi kode kepada bawahannya untuk masuk ke dalam.
Jackson tambah terkejut tatkala mengetahui orang yang dibawa Zhao adalah dua orang paruh baya yang sangat dikenalnya.
"A-ayah, i-ibu" ucap Jackson masih terbata.
•••
**jangan lupa vote komen rate dan like
selamat libur panjang ya semuanyaa**