
"Aku akan pulang jika si brengsek itu sudah pulang" ucap Zhao yang sudah duduk di kursi yang berada di dapur milik Xuan Lan.
"Terserah" ucap Xuan Lan datar.
•••
Xuan Lan memutar bola matanya malas saat mendengar ketukan pintu di kamarnya. Ia dengan gontai melangkahkan kakinya ke arah pintu dan membukanya. Ternyata Xuan Xi dengan senyumnya yang sinis sudah berdiri di hadapan Xuan Lan.
"Ada apa?" tanya Xuan Lan malas.
"Aku hanya ingin memberitahumu kembalilah pada Jackson" ucap Xuan Xi.
Xuan Lan mengernyitkan dahinya bingung.
"Maksudmu? Bukankah kau menyukai Jackson sampai-sampai kau merelakan tubuhmu agar dinikmati olehnya? Meskipun dia bukan pria pertama sih upss" ucap Xuan Lan kemudian berpura-pura menutup mulutnya.
"Kau!" ucap Xuan Xi sambil menunjuk wajah Xuan Lan.
Ting nong ting nong
Suara bel berbunyi menghentikan tatapan tajam kedua kakak beradik berbeda ibu itu. Xuan Lan memilih kembali masuk ke dalam kamarnya sedangkan Xuan Xi keluar ingin melihat siapa yang sudah datang ke rumahnya. Pucuk dicinta ulam pun tiba, Zhao datang dengan senyum manisnya namun ketika melihat Xuan Xi wajahnya berubah menjadi sangat datar dan dingin.
"Tuan, ada gerangan apa sampai tuan datang kesini?" tanya Xuan Xi yang dibuat seramah mungkin.
"Mencari Xuan Lan" ucap Zhao datar dan dingin.
Xuan Xi masih tersenyum padahal di dalam hatinya sedang bergemuruh karena Xuan Lan selalu mendapatkan perhatian pria-pria tampan seperti Jackson dan Zhao. Zhao memiliki ketampanan di atas rata-rata sehingga Xuan Xi berambisi ingin memiliki Zhao.
"Mari tuan silakan masuk" ucap Xuan Xi sambil mempersilahkan Zhao untuk masuk.
Zhao mengikuti Xuan Xi dari belakang. Ia kemudian duduk di ruang tamu yang ada di rumah milik Xuan Lan.
"Nona, bisakah kau panggilkan Xuan Lan kemari?" tanya Zhao.
"Tentu tuan" ucap Xuan Xi sambil tersenyum. Ia lalu melenggang ke belakang bukan menuju kamar Xuan Lan melainkan ia hanya berdiam diri di dapur sambil menyiapkan minuman untuk Zhao.
Setelah sekian waktu, Xuan Xi kemudian keluar sambil membawa nampan berisi minuman ke ruang tamu.
"Silakan diminum tuan" ucap Xuan Xi sambil tersenyum.
"Dimana Xuan Lan?" tanya Zhao.
"Xuan Lan mengatakan jika ia sedang tidak ingin diganggu" ucap Xuan Xi dibuat senatural mungkin.
"Jika begitu aku akan pulang" ucap Zhao kemudian berdiri namun tangannya dipegang oleh Xuan Xi.
"Setidaknya habiskan minuman ini dulu tuan" ucap Xuan Xi sambil menggesekkan tangan Zhao ke dadanya.
Zhao yang risih kemudian melepaskan tangannya dari genggaman Xuan Xi dengan kasar.
"Jaga batasanmu" desis Zhao tidak suka. Ia lalu kembali duduk dan melihat minuman yang sudah disediakan oleh Xuan Xi.
Zhao lalu mengambilnya. Bibir gelas itu sudah sampai di bibirnya ia tinggal menengguk air di dalamnya maka air itu akan langsung sampai ke mulutnya sampai sebuah tangan melemparkan gelas itu dengan paksa dari tangan Zhao.
pyarr
Gelas itu pecah ke lantai. Xuan Xi menatap Xuan Lan dengan nyalang tetapi Zhao hanya tersenyum dengan tindakan Xuan Lan.
"Apa yang kau lakukan?" bentak Xuan Xi kepada Xuan Lan.
"Aku tidak sengaja" ucap Xuan Lan lalu duduk di sebelah Zhao dan memeluk lengan kekar milik Zhao.
"Kenapa kau memecahkannya hm?" tanya Zhao sambil merapikan anak rambut Xuan Lan yang menutupi wajahnya.
"Kau tidak suka?" tanya Xuan Lan ketus.
"Iya, jika aku meminumnya aku akan langsung berlari ke kamarmu dan pasti kita bisa melakukan hal yang iya-iya" ucap Zhao sambil tersenyum nakal tetapi sejurus kemudian senyumannya berubah menjadi ringisan karena Xuan Lan mencubit perutnya dengan gemas.
"Maaf, sayang maaf" ucap Zhao sambil melepaskan jemari Xuan Lan dari perutnya.
"Ayo kita jalan-jalan baru aku memaafkanmu" ucap Xuan Lan tanpa menatap ke arah Zhao.
"Baiklah, apapun yang tuan putri inginkan hamba akan mengabulkannya" ucap Zhao sambil mengerlingkan matanya.
"Tuan putri dari Hongkong" ucap Xuan Lan sambil tertawa.
"Bukankah kau itu benar-benar tuan putri?" tanya Zhao dengan wajah yang serius.
Xuan Lan menghentikan tawanya. Ia memandang Zhao dengan aneh.
"Diamlah bodoh" ucapnya sambil sedikit melirik ke arah Xuan Xi yang mulai mukanya mulai merah padam.
"Cepat bergantilah pakaian. Jangan memakai pakaian yang terbuka" ucap Zhao sambil mengecup sekilas dahi Xuan Lan.
Xuan Lan kemudian pergi ke kamarnya dan melewati Xuan Xi dengan senyum sinisnya. Ia berlalu ke kamarnya dengan wajah yang bahagia.
"Tuan kenapa anda membiarkan Xuan Lan menjatuhkan minuman yang ingin anda minum? Saya sudah membuatnya dengan susah payah" ucap Xuan Xi dengan nada yang memelas dan suara yang bergetar seperti akan menangis.
Zhao menatap Xuan Xi dengan tajam. Ia lalu tersenyum miring.
"Apa menurutmu aku tidak tau akal wanita penggoda sepertimu?" tanya Zhao.
"Jikapun aku sudah meminumnya maka aku akan memilih pergi ke kamar Xuan Lan atau kembali pulang" imbuhnya.
Mata Xuan Xi mulai memerah. Ia tidak menyangka Zhao akan mengetahui triknya apalagi Zhao mengatakan jika ia adalah wanita penggoda, harga dirinya terasa jatuh dengan bebas saat Zhao mengatakannya.
"Jaga ucapan anda tuan!" bentak Xuan Xi kepada Zhao.
"Aku hanya mengatakan kenyataan. Bukankah hampir semua lelaki yang mendekati Xuan Lan selalu kau berikan ini? Yang langsung menidurimu tanpa menggunakan obat ini siapa ya aku lupa tetapi yang aku ingat hanya Jackson" ucap Zhao kembali tersenyum miring.
Tubuh Xuan Xi menegang. Ia tak menyangka Zhao mengetahui semua kelakuannya.
"Jangan pernah kau mengganggu aku dan Xuan Lan jika kau ingin hidupmu tenang" desis Zhao kemudian ia melihat Xuan Lan yang sudah rapi dengan dandanannya menuju ke arah mereka.
"Kau cantik sekali" puji Zhao yang membuat hati Xuan Lan berbunga-bunga.
Zhao lalu menggandeng tangan Xuan Lan. Sebelum ia keluar, kepalanya berbalik dan menatap Xuan Xi dengan tajam. Mulutnya bergerak mengatakan sesuatu tetapi tidak bersuara.
"Ingat perkataanku" begitulah yang dapat Xuan Xi lihat dari pergerakan mulut Zhao.
Xuan Xi mengepalkan tangannya. Ia tidak rela harga dirinya diinjak-injak oleh pria seperti Zhao.
Xuan Lan dan Zhao kemudian memasuki mobil milik Zhao. Zhao melajukan kuda besi itu dengan perlahan tak lupa dengan tangannya yang selalu menggenggam tangan Xuan Lan dengan erat dan lembut.
"Kita mau kemana?" tanya Zhao kemudian mengecup tangan Xuan Lan.
"Terserah" ucap Xuan Lan yang bingung kemana ia dan Zhao akan pergi.
"Bagaimana kalau mall?" usul Zhao.
"Mau apa kita ke mall?" tanya Xuan Lan.
"Aku tidak mau" ucapnya.
"Cafe?" tanya Zhao dan Xuan Lan menggelengkan kepalanya lagi.
"Taman kota?" tanya Zhao.
"Tidak" ucap Xuan Lan.
"Danau kemarin yang kita kunjungi?" tanya Zhao lagi.
"Kau ini monoton sekali. Baru kemarin malam kau mengajakku kesana masa kau mau mengajakku kesana lagi" ucap Xuan Lan.
"Lalu kau mau kemana?" tanya Zhao frustasi.
"Terserah" ucap Xuan Lan lagi.
"Kalau begitu kau tidak boleh menolak saat aku menjalankan mobil ini kemanapun yang aku mau" ucap Zhao.
"Terserah" ucap Xuan Lan sambil menggidikkan bahunya yang membuat Zhao semakin frustasi.
"Dasar wanita itu mengatakan terserah tetapi saat ditunjukkan tempatnya ia malah tidak mau" kesal Zhao di dalam hatinya sambil sesekali melirik ke arah Xuan Lan.
"Tidak perlu menjelek-jelekkan orang di dalam hatimu" ucap Xuan Lan tanpa menatap Zhao.
"Aku tidak menjelekkan siapapun" ucap Zhao berkilah.
"Terserah" ucap Xuan Lan lagi.
"Apakah tidak ada kata lain selain terserah huh" batin Zhao di dalam hatinya lagi.
Setelah dua jam perjalanan Zhao akhirnya menepikan mobilnya untuk parkir di suatu tempat.
"Ayo kita turun" ucap Zhao kemudian menggandeng Xuan Lan untuk keluar dari mobilnya.
Xuan Lan mematung di tempatnya saat ia mengetahui tempat apa yang ada di hadapannya. Ia kemudian melihat ke arah Zhao yang sedang tersenyum itu.
"Ini istana kekaisaran?" tanya Xuan Lan. Ia tidak mengingat jelas istana kekaisaran apa yang ada di hadapannya karena bentuknya sudah tidak sebagus dulu lagi.
"Benar, itu adalah istana kekaisaran Xiao" ucap Zhao.
"Ayo kita masuk" ucap Zhao kemudian kembali mengaitkan tangannya dengan tangan Xuan Lan untuk masuk ke dalam sana.
"Hanya istana ini yang masih utuh seperti sekarang sedangkan istana kekaisaran yang lain sudah rata dengan tanah" ucap Zhao memberi penjelasan kepada Xuan Lan.
Zhao kemudian membelokkan langkahnya ke suatu tempat. Disana terjejer banyak buku seperti yang pernah Xuan Lan lihat.
"Perpustakaan istana" ucap Xuan Lan.
"Benar, aku rasa ingatanmu masih sangat jelas ya" ucap Zhao sambil mengacak rambut milik Xuan Lan.
"Zhao hentikan" ucap Xuan Lan sebal kemudian ia menata rambutnya lagi.
"Aku tau kau merindukan mereka semua. Disini sejarah seluruh kekaisaran tersimpan dengan utuh. Kau bisa membacanya jika kau ingin tau kondisi keluargamu" ucap Zhao sambil mengarahkan Xuan Lan ke sebuah rak buku yang berada tak jauh dari hadapan mereka.
Xuan Lan lalu mengambil salah satu buku yang terletak disana. Ia kemudian membukanya dan duduk di sebuah kursi yang memang sudah disediakan disana. Buku yang ia baca hanya berisi sejarah umum lima kekaisaran. Ia lalu mengembalikan buku itu dan mengambil buku yang lainnya.
Saat ia membacanya air matanya menetes. Zhao yang melihat itu kemudian menghapus air mata Xuan Lan dengan lembut.
"Kenapa menangis?" tanya Zhao.
"Aku menangis karena senang mereka semua ternyata hidup bahagia" ucap Xuan Lan sambil kembali menangis. Zhao kemudian memeluk Xuan Lan untuk menenangkannya.
"Aku ingin sekali melihat wajah keponakanku pasti mereka sangat lucu dan ternyara Zhan gege menggunakan dua marga untuk anaknya. Marga Xiao dan marga Xuan" ucap Xuan Lan.
"Kau bisa membaca kisah yang lainnya" ucap Zhao dan mengambilkan sebuah buku untuk Xuan Lan.
Xuan Lan menerimanya. Ia melihat judul yanh tertera di dalam buku itu.
"Ini buku tentangku?" tanya Xuan Lan yang dibalas anggukan oleh Zhao.
Seorang putri bernama Xiao Lan mengubah namanya menjadi Xuan Lan. Saat itu banyak sekali orang yang mengejeknya karena ia tidak bisa melakukan apapun sampai akhirnya ia dikirim ke hutan iblis oleh ayahnya sendiri. Saat kembali dari hutan iblis putri yang awalnya memiliki sifat lemah lembut kemudian berubah menjadi pribadi yang garang dan pemberani bahkan satu hari setelah kepulangannya ia sudah bisa mengatasi masalah yang melanda lima kekaisaran selama bertahun-tahun.
Putri Xiao Lan mengubah namanya menjadi Xuan Lan saat ia sedang berada di acara ulang tahun ayahnya sendiri. Awalnya ayahnya tidak setuju tetapi mereka kemudian membicarakan sesuatu yang hanya diketahui oleh mereka berdua dan akhirnya kaisar saat itu mengizinkan putri Xiao Lan untuk mengubah namanya.
Putri Xuan Lan menjadi semakin garang. Ia kemudian membongkar kejahatan permaisuri Xiu Juan beserta antek-anteknya yang sudah membuat kacau kekaisaran Xiao dan kekaisaran Wang. Putri Xuan Lan menghabisi permaisuri Xiu Juan beserta putrinya dan dua orang antek-anteknya bersama dengan putri dari kekaisaran Wang dan juga kakak dari putri Xuan Lan.
Setelah memberi pelajaran kepada permaisuri Xiu Juan, putri Xuan Lan kemudian pergi dari istana. Yang mengejutkan adalah di saat putri Xuan Lan mengatakan bahwa ia adalah sang reine dari Gold Tiger. Gold Tiger adalah sebuah organisasi di bawah naungan seorang reine yang bergerak dalam berbagai bidang kehidupan.
Setelah kejadian itu, putri Xuan Lan dan kakanya, pangeran Zhan bagaikan menghilang dari daratan selama dua tahun lebih. Gold Tiger bahkan hanya diurus oleh wakilnya pada saat itu. Putri Xuan Lan dan pangeran Zhan kembali saat terjadi peperangan besar yang merenggut nyawa banyak orang.
Pangeran Zhan menggantikan posisi kaisar Wang sebagai jenderal perang melawan seluruh goblin yang ada di medan perang sedangkan putri Xuan Lan ia melawan otak dari peperangan yang terjadi. Orang itu adalah Moon Zhao Yang, kekasih putri Xuan Lan sendiri.
Mereka berdua bertarung menggunakan pedang legendaris yang mereka miliki. Moon Zhao Yang menggunakan pedang nerakanya sedangkan Putri Xuan Lan menggunakan pedang Swazi miliknya. Mereka berdua juga masing-masing memiliki seekor naga tetapi naga mereka sedang bertarung dengan letak yang agak jauh dari mereka.
Setelah naga milik Moon Zhao Yang mati, Moon Zhao Yang malah menyerang putri Xuan Lan dengan brutal. Mereka kembali bertarung dengan sengit dan pertarungan mereka berakhir saat pedang mereka menancap di jantung milik masing-masing. Putri Xuan Lan mematahkan cintanya untuk melindungi seluruh rakyat di lima kekaisaran. Kisah cinta putri Xuan Lan dan Moon Zhao Yang akan menjadi kisah cinta paling menyayat hati yang ada di seluruh dunia. Setelah tiada pun, putri Xuan Lan masih meninggalkan beberapa keahliannya yang menjadikan kondisi lima kekaisaran lebih cepat pulih. Putri Xuan Lan benar-benar putri berharga yang dimiliki oleh kekaisaran Xiao.
Xuan Lan kemudian menutup buku itu. Pandangannya terlihat agak tidak suka setelah membacanya.
"Kenapa cemberut seperti itu? Apa ada kisah di buku itu yang tidak sesuai dengan kenyataannya?" tanya Zhao.
"Ya, kenapa disini mereka mengatakan jika Moon Zhao Yang adalah kekasihku padahal aku tidak pernah memiliki kekasih" ucap Xuan Lan malas. Sedangkan Zhao hanya tertawa saat mendengar ucapan Xuan Lan.
Xuan Lan kemudian berdiri. Ia menuju ke bagian belakang perpustakaan istana. Ia lalu menggeser sebuah buku sama seperti yang ia lakukan dulu dan benar saja ada sebuah pintu yang terbuka dari balik tembok itu. Xuan Lan lalu masuk ke dalamnya.
•••
jangan lupa vote komen rate dan like