PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
EMPAT PULUH EMPAT


Malam itu dipenuhi dengan penyesalan dan tangisan orang-orang. Mereka baru menyadari bahwa semua yang telah terjadi adalah guratan takdir, mereka tidak bisa mencegah, menghalangi bahkan menghentikannya. Mereka seharusnya bisa menerima dengan lapang dada atas semua yang telah terjadi bukan malah menyalahkan orang yang tidak bersalah. Apalah daya nasi sudah menjadi bubur, masa lalu tidak bisa diulang kembali.


•••


Mentari mulai malu-malu menampakkan sinarnya. Xiao Lan mulai memincingkan matanya yang sembab saat merasa tidurnya sudah cukup. Ia mulai membuka matanya lebar-lebar, dapat ia lihat kamar yang sangat berbeda dengan kamarnya.


"Dimana aku?" gumamnya,


Matanya kemudian beralih pada pria yang sedang tertidur di atas kursi,


"Zhan gege, apakah aku berada di kamarnya?"


Ia masih bertanya-tanya saat ia akan beranjak bangun kepalanya agak pusing karena efek menangis semalam,


"Ahh sakit sekali kepalaku kalau begitu aku tidak akan menangis lagi"


Ia mendudukkan dirinya di tepi ranjang,


"Kau sudah bangun?" suara bas yang serak khas orang baru bangun tidur mengagetkannya,


"Sudah gege"


Pangeran Zhan kemudian menyadarkan dirinya sepenuhnya ia beranjak dari posisinya menjadi duduk.


"Apakah tidurmu nyaman?" tanyanya lembut,


"Iya tidurku sangat nyaman, gege bagaimana paman Tao, paman Tae dan bibi Fu? Apakah mereka mencariku? Aku rasa aku harus kembali" ucapnya tergesa-gesa keluar dari kamar pangeran Zhan,


"Aku sudah memberitahu mereka jika kau ada disini, mana mungkin aku kuat mengangkatmu sampai ke kediamanmu jika kau saja" pangeran Zhan berhenti bicara ia lalu menggembungkan kedua pipinya,


"Zhan gege!" teriak Xiao Lan kemudian melemparkan bantal ke wajah pangeran Zhan ia memilih kembali ke kediamannya sendiri untuk mandi,


Pangeran Zhan hanya terkekeh geli saat melihat wajah Xiao Lan memerah seperti tomat sekarang menggoda Xiao Lan adalah hal yang paling disukainya.


Setelah mandi Xiao Lan segera keluar dari kediamannya menuju dapur istana. Ia sangat rindu dengan rasa masakan dari dunia modern saat ini ia berniat membuat berbagai hidangan dari dunia modern untuknya serta paman dan bibinya.


"Ada yang perlu kami bantu putri?" tanya seorang pelayan,


"Aku ingin menggunakan dapur ini untuk memasak" ucapnya dengan mata berbinar,


"Biar kami saja yang memasak untuk putri, putri bisa menunggu di kediaman saja" ucap pelayan itu lagi,


"Tidak, aku ingin memasaknya sendiri kau tau kan selama dua tahun aku tinggal di hutan iblis dan aku selalu memasak bersama bibi Fu jadi aku rindu rasa masakanku sendiri" ucap Xiao Lan meyakinkan,


"Baiklah putri, silakan memakai dapur ini untuk memasak tapi jika anda memerlukan bantuan tinggal ucapkan kepada kami" ucap pelayan tadi pada akhirnya, Xiao Lan mengangguk puas ia segera masuk dan mencari bahan-bahan yang diperlukannya.


Ia memilih memasak gurame saus asam manis, hainan chicken rice, fire popcorn chicken, dan tumis tomat telur. Ia menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam untuk menyelesaikan masakannya ia juga tak lupa menyisihkan beberapa untuk orang-orang yang sudah membantunya di dapur tadi.


"Cobalah makanan ini" ucap Xiao Lan kepada dua orang disampingnya,


Ragu-ragu mereka mengambil masakan itu tapi wangi yang keluar dari sana membuat mereka yakin untuk mengambilnya.


Satu suapan


Dua suapan


"Astaga putri, ini makanan yang paling enak yang pernah hamba makan" ucap salah satu pelayan,


"Benar putri, bagaimana putri bisa mendapatkan resepnya?"


Orang-orang yang berada di dapur bergegas menghampiri dua pelayan dan putri Xiao Lan.


"Ada apa ini?" tanya kepala koki istana,


"I-ini putri membuat makanan yang sangat lezat" ucap pelayan yang memakan masakan Xiao Lan tadi,


"Hemm, kalian semua cobalah makanan yang ada disana aku sudah menyisihkannya untuk kalian semua tapi ingat jangan berikan makanan ini untuk keluarga kaisar aku takut mereka akan muntah saat memakan makanan ini" ucapnya memperingati,


"Baik putri" ucap mereka serempak,


Xiao Lan dibantu beberapa orang mengantar masakannya ke kediamannya.


"Astaga ini enak sekali bagaimana mungkin keluarga kaisar bisa muntah saat memakannya" ucap kepala koki,


"Mungkin maksud putri adalah muntah karena saking enaknya masakan ini" timpal yang lainnya,


___


"Gege" panggil Xiao Lan,


"Darimana saja kau? Aku sudah menunggumu dari tadi tapi kau malah menghilang" ucap pangeran Zhan cemberut,


"Bukankah usianya sudah 17 tahun tapi kenapa ia sangat imut saat cemberut seperti itu" batin Xiao Lan terkikik geli,


"Aku habis memasak lihat makanan di belakangku ini, oh ya kalian letakkan saja makanan itu di depan Zhan gege" ucap Xiao Lan kepada orang yang membantunya tadi,


Mereka lalu meletakkan makanan itu di depan pangeran Zhan,


"Terimakasih" ucap Xiao Lan,


"Anda tidak perlu berterimakasih putri, ini memang pekerjaan kami" ucap salah satu pelayan,


"Ya ya terserah kalian" ucap Xiao Lan malas,


"Kalau begitu kami undur diri putri, pangeran" ucap mereka menunduk kemudian pergi meninggalkan mereka berdua,


"Apakah benar ini masakanmu Lan'er?" tanya pangeran Zhan yang perutnya mulai keroncongan saat mencium harum masakan Xiao Lan,


"Tentu saja, kau meragukanku? Tapi jangan makan dulu aku akan memanggil paman dan bibi" ucap Xiao Lan masuk ke dalam untuk memanggil paman dan bibinya sedangkan pangeran Zhan hanya mencebik kesal karena ia sudah sangat lapar,


Xiao Lan bersama paman dan bibinya sudah berjalan menuju gazebo yang terdapat banyak makanan itu.


"Kalian lama sekali aku sudah sangat lapar" gerutu pangeran Zhan,


"Hei kau itu sangat tidak sopan kepada tuan rumah disini" ucap Xiao Lan kesal,


"Sudah-sudah kita makan dulu bertengkarnya dilanjutkan nanti" ucap paman Tao,


Mereka pun makan dengan lahap,


"Lan'er masakanmu sangat enak" ucap pangeran Zhan dengan mulut yang masih penuh dengan makanan,


"Tentu saja apa yang tidak bisa aku lakukan" ucap Xiao Lan mulai besar kepala,


"Cihh, aku menyesal sudah memujimu"


Setelah mereka selesai sarapan Xiao Lan memilih untuk merawat pot-pot yang sudah ia tanami bunga.


"Lan'er kediamanmu sangat indah, bagaimana jika aku pindah saja ke samping sana" pangeran Zhan menunjuk harem kosong di dekat kediaman Xiao Lan,


"Tidak usah, nanti kau merepotkanku" ucapnya acuh,


"Kau menyebalkan" dengus pangeran Zhan,


___


"Gege aku sangat bosan" Xiao Lan merengek pada pangeran Zhan,


"Diamlah" ucap pangeran Zhan yang sudah memeluk Xiao Lan selama dua jam,


Ia sangat merindukan Xiao Lan sampai-sampai setelah Xiao Lan menyelesaikan urusannya dengan tanaman tadi ia langsung menarik Xiao Lan ke dalam pelukannya.


"Gege ini sudah dua jam kau memelukku lama-lama aku bisa mati kehabisan nafas" gerutunya,


"Aku memelukmu dengan sangat lembut tidak mungkin kau akan kehabisan nafas" sangkal pangeran Zhan,


Xiao Lan hanya bisa menggerutu sebal karena pangeran Zhan tidak mau melepas pelukannya.


•••


JANGAN LUPA VOTE KOMEN RATE DAN LIKE


sebenernya aku bingung pas mau buat part ini hehe masa langsung pas ulang tahun kaisar, kurang gimana gitu menurutku. kalo ada saran boleh dong komen di bawah hihi.


TERIMAKASIH


chiccacaaa