
"Maka dari itu kalian harus segera kembali ke tempat kalian. Mereka semua membutuhkan kalian Zhan dan Xuan Lan" ucap kakek Shi.
•••
Para kaisar beserta rombongan prajuritnya sudah sampai di medan perang. Mereka belum melihat tanda-tanda adanya musuh di hadapan mereka. Yang mereka khawatirkan sekarang adalah jika musuh hanya menipu mereka, alih-alih berada di medan perang tetapi mereka malah menyerang rakyat kekaisaran.
Namun semua hal yang ada di pikiran mereka sirna tatkala mereka melihat barisan bintik-bintik hitam seperti semut yang sedang menuju ke medan perang. Mereka yakin jika itu adalah orang-orang dari bekas kekaisaran Moon.
"Mereka sudah mulai datang! Persiapkan diri kalian!" teriak kaisar Wang kepada seluruh pasukannya.
"Ingat tetap fokus dan jangan pernah takut kepada mereka!" ucap pangeran Xian lantang yang semakin membakar semangat seluruh pasukan yang akan bertarung.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya bintik-bintik hitam yang mereka maksud mulai terlihat. Seluruh pasukan agak terkejut tatkala melihat lawannya adalah kurcaci-kurcaci kecil yang berbentuk seperti goblin. Mereka ingin tertawa karena mereka yakin bisa mengalahkan kurcaci-kurcaci itu dalam sekali tebasan.
"Jangan terlena dengan bentuk fisik yang dimiliki mereka!" teriak putra mahkota Wang kepada mereka semua yang membuat seluruh orang sadar jika mereka tidak bisa meremehkan apapun dari bentuknya saja.
Tak lama kemudian muncul seseorang dengan topengnya yang maju ke depan menghadapi seluruh pasukan dari gabungan lima kekaisaran.
"Kita belum pernah bertemu sebelum perang ini terjadi jadi aku ingin kita membuat kesepakatan untuk perang ini" ucap seseorang dari balik topeng itu.
Kaisar Wang sebagai panglima perang lalu maju ke depan untuk lebih mendekat kepada orang yang sedang berbicara tadi.
"Kesepakatan apa yang kau inginkan?" tanya kaisar Wang kepada orang tadi.
"Kesepakatan yang aku inginkan adalah jika kalian semua kalah maka seluruh kekaisaran akan bergabung dan berada di bawah kendaliku. Gabungan dari seluruh kekaisaran itu akan dinamakan kekaisaran Moon" ucap seseorang yang datang diiringi dengan langkah tegas yang terdengar dari derap kudanya.
"Lord" ucap si penunggang kuda yang pertama sambil memberikan hormatnya.
Kaisar Wang menatap orang itu. Ia membatin dalam hatinya.
"Mungkin dia adalah orang yang merencanakan semua kejadian ini"
"Lalu jika kau yang kalah apa kesepakatanmu?" tanya kaisar Wang.
"Cihh" decih orang tadi.
"Aku yakin jika kami tidak akan pernah kalah dari kalian semua para manusia rendahan yang bisanya hanya menyerang dengan kepicikan. Bahkan kalian semua bersatu untuk menghancurkan kekaisaran Moon dalam semalam dan sekarang giliranku untuk menghancurkan lima kekaisaran sekaligus dalam satu hari" ucapnya dengan tegas dan dengan dagunya yang terangkat seperti tidak akan pernah turun.
"Kenapa kau tidak ingin mengatakan kesepakatannya? Apakah kau takut akan termakan ucapanmu sendiri?" tanya kaisar Wang mencoba memancing emosi pria di hadapannya.
Orang tadi tertawa hambar. Ia kemudian mengarahkan netranya untuk menatap kaisar Wang dengan tajam.
"Aku tidak akan pernah takut kepada siapapun" ucapnya.
"Jika pasukanku kalah maka keturunan dari kaisar Moon akan hilang dan itu berarti kalian harus bisa membunuhku terlebih dahulu dan itu juga berarti aku tidak akan pernah mengganggu kesenangan sampah-sampah kecil seperti kalian" ucapnya sambil menyeringai.
Kaisar Wang menatap arah belakangnya terlebih dahulu. Semuanya dalam kondisi hening dan tidak ada yang berani berbicara sedikitpun. Mereka menatap ke arah kaisar Wang dengan tatapan yang sangat yakin jika kaisar Wang bisa menjalani ini semua. Setelah itu kaisar Wang kembali menatap pria di hadapannya.
"Apa kau setuju dengan kesepakatanku?" tanya pria tadi.
"Katakan jika itu tidak merugikanku" ucap pria tadi acuh.
"Jangan pernah mengirim pasukanmu untuk menghancurkan rakyat yang masih berada di dalam kekaisaran" ucap kaisar Wang.
Pria tadi kembali tertawa hambar. Ia masih menatap dengan intens pria yang memiliki umur yang terpaut jauh darinya ini.
"Kau seperti memberi ide untukku. Bukankah dulu kalian semua juga menghabisi seluruh rakyat kekaisaran Moon? Lalu kenapa aku tidak bisa menghabisi seluruh rakyat kalian?" tanyanya lagi.
"Jangan bertindak bodoh! Kau sudah mengajukan kesepakatan jadi aku berhak mengajukan syarat kepadamu" ucap kaisar Wang yang mulai terpancing emosinya tetapi secepat mungkin ia kembali menetralkan emosinya itu.
"Baiklah, baiklah" ucap pria tadi sambil mengibas-ibaskan tangannya ke udara.
"Apakah aku perlu menekankan sekali lagi jika aku bukanlah kalian yang suka bermain dengan kepicikan? Aku juga tidak akan pernah mengusik ketentraman rakyat yang berada di kekaisaran kalian karena mereka juga akan menjadi rakyatku" ucapnya lagi.
"Jika aku menghabisi mereka semua maka aku tidak akan memiliki rakyat lagi dan jangan pernah kau berpikir aku akan melakukan tindakan bodoh seperti itu" imbuhnya sambil tersenyum sinis.
Kaisar Wang bernafas lega setelah mendengarnya. Paling tidak semua rakyat yang berada di dalam kekaisaran bisa aman dan mereka tidak akan terdampak apapun dari perang ini kecuali kehilangan keluarga mereka. Hal itu tidak bisa kaisar Wang syaratkan dan janjikan kepada siapapun karena ia yakin semua orang memiliki waktu masing-masing untuk hidup di dunia ini.
"Jika seperti itu maka aku anggap kau setuju dengan semua kesepakatan yang telah aku berikan" ucap pria tadi.
"Ahh, aku belum berkenalan denganmu. Bukankah kau adalah kaisar Wang?" tanyanya.
"Perkenalan namaku adalah Moon Zhao Yang" ucapnya sambil tersenyum sinis.
Kaisar Wang menatap pria di depannya.
"Jadi d-dia adalah cucu dari kaisar Moon? Apakah putra mahkota Moon saat itu masih hidup?" batinnya bertanya-tanya.
Tak lama setelah itu terdengar bunyi terompet panjang yang menandakan jika perang sudah dimulai.
"Serang!" teriak orang yang berada di samping Moon Zhao Yang.
Kaisar Wang dengan cepat membalik kudanya ke arah pasukannya. Ia kemudian juga berteriak.
"Serang! Kalahkan mereka semua!" teriaknya menggelegar ke seluruh penjuru medan perang.
___
Sementara itu Xuan Lan dan pangeran Zhan sedang menuju medan perang menggunakan qingqong mereka. Kakek Shi sudah memperingatkan kepada mereka jika mereka tidak perlu mengeluarkan Ran saat menuju kesana. Kakek Shi juga berpesan Xuan Lan hanya boleh mengeluarkan Ran jika ia merasa musuhnya nanti sudah mengeluarkan naga miliknya. Sedangkan untuk Kuma, mereka bisa mengeluarkannya kapan saja karena ia hanyalah seekor rubah jadi ia bisa membantu sebisanya.
Alasan kakek Shi melarang Ran agar tidak dikeluarkan adalah untuk keselamatan Ran sendiri. Kakek Shi tau jika mereka semua sedang berhadapan dengan orang licik. Bisa saja orang itu akan menyerang Ran dan ia akan menyerang titik vital Ran, bagaimanapun orang itu juga memiliki seekor naga dan setelah ia menyerang titik vital Ran maka naganya akan dengan mudah untuk membunuh Ran.
"Butuh berapa lama lagi agar kita bisa sampai di medan perang" erang Xuan Lan frustasi.
•••
jangan lupa vote komen rate dan like