PUTRI BERHARGA

PUTRI BERHARGA
SERATUS TUJUH


Pagi harinya pangeran Zhan mengerjapkan matanya. Ia masih tersenyum tatkala mengingat mimpinya semalam. Ia lalu menyadari jika ia sedang memeluk sesuatu, ia lalu melihat ke benda yang sedang di peluknya. Matanya tiba-tiba terbuka lebar, ia spontan berteriak.


"Xuan Lan!"


•••


"Kau ini masih berisik seperti dulu" gerutu Xuan Lan kesal.


"Jadi ini benar Xuan Lan?" tanya pangeran Zhan bodoh.


"Tentu saja aku Xuan Lan" ucap Xuan Lan sambil bangun dari tidurnya tetapi tiba-tiba pangeran Zhan menerjangnya dengan pelukan yang sangat erat, sesekali pangeran Zhan juga menciumi pucuk kepala Xuan Lan karena ia sangat merindukannya.


"Adikku sayang" lirih pangeran Zhan saat berada di pelukan Xuan Lan.


Xuan Lan membalas pelukan pangeran Zhan tak kalah eratnya. Ia sangat merindukan gegenya yang cerewet ini.


"Kau tambah cantik saja Lan'er. Kau harus menggunakan cadar setiap saat setelah ini" ucap pangeran Zhan kepada Xuan Lan.


"Malas, aku akan tetap membiarkan wajahku yang cantik ini bisa dipandangi semua orang dan gege juga semakin tampan pasti banyak gadis yang akan menyukai gege" ucap Xuan Lan tak ingin kalah dari pangeran Zhan.


"Termasuk Wang Yuan" bisik Xuan Lan yang membuat wajah pangeran Zhan agak memerah. Xuan Lan tertawa terbahak-bahak saat mengetahui reaksi pangeran Zhan yang seperti ini.


"Xuan Lan kau sudah kembali?" ucap kakek Shi yang keluar dari arah dapur.


"Iya kek" ucap Xuan Lan sambil tersenyum.


"Sarapanlah dulu" ucap kakek Shi lalu pergi begitu saja.


Pangeran Zhan kemudian mengajak Xuan Lan untuk memakan makanan yang sudah disiapkan oleh kakek Shi. Kakek Shi memang selalu memasak untuk pangeran Zhan karena ia tau jika pangeran Zhan sudah kelelahan jadi ia yang memasakkan makanan untuk pangeran Zhan.


Setelah makan mereka kemudian menyusul kakek Shi ke depan.


"Hai kek lama tidak bertemu" ucap Xuan Lan agak canggung.


"Hmm, apa kau tidak ingin memelukku seperti kau memeluk gegemu hah?" tanya kakek Shi sambil merentangkan kedua tangannya ke arah Xuan Lan.


Xuan Lan menyambut rentangan tangan kakek Shi. Ia masuk ke dalam pelukan itu kemudian pangeran Zhan juga ikut memeluk mereka berdua.


"Sudah saatnya kalian pergi" ucap kakek Shi sambil mengakhiri acara pelukan mereka.


"Kakek mengusir kami?" tanya Xuan Lan dengan nada tidak suka. Ia masih ingin menikmati pesona gunung harapan lagi.


"Bukannya mengusir. Kalian akan mendapatkan tugas berat yang menanti kalian di tempat asal kalian" ucap kakek Shi sambil menepuk pelan kepala Xuan Lan dengan gemas.


"Kalian berdua adalah orang terkuat di daratan ini. Kekuatan kalian adalah kekuatan yang suci karena tidak ada kejahatan di dalam hati kalian. Zhan sudah menembus energi 5 tingkat 10 dan kau Xuan Lan, kau sudah menembus energi Swazi bukan?" ucap kakek Shi sambil memandang mereka berdua dengan tatapan hangatnya.


"Tapi kek" ucap Xuan Lan ingin membantah.


"Apakah kau tidak rindu dengan keluargamu? Mereka semua akan segera berada di dalam bahaya jadi cepatlah kembali dan Zhan ingat yang aku katakan kemarin" ucap kakek Shi.


"Kenapa keluargaku berada dalam bahaya kek?" tanya Xuan Lan sedikit panik.


"Mereka akan berada di dalam bahaya Xuan Lan bukan sedang berada dalam bahaya. Peperangan besar akan segera terjadi. Semua kekaisaran sedang menyiapkan pasukannya saat ini" ucap kakek Shi sambil menghembuskan nafasnya.


"Ayo gege kita kembali" ucap Xuan Lan kepada pangeran Zhan.


"Kita masih memiliki sebuah tugas sebelum kita bisa kembali pulang" ucap pangeran Zhan sedangkan kakek Shi hanya tersenyum ke arah pangeran Zhan.


"Tugas?" tanya Xuan Lan bingung.


___


Sementara itu di tempat lain.


"Tutup gerbang selatan!" teriak seorang prajurit kepada prajurit yang lainnya.


Mereka semua segera menutup gerbang yang dimaksud oleh prajurit tadi. Terlihat kurcaci-kurcaci seperti goblin yang mulai berjalan ke arah gerbang selatan itu. Mereka kemudian menaiki satu sama lain sehingga tinggi mereka bisa sama dengan gerbang yang sudah tertutup.


"Kami hanya ingin memberikan ini" ucapnya dengan suara khasnya yang sedikit serak dan kecil lalu melempar sebuah gulungan kepada salah satu prajurit yang berada di bawahnya.


Setelah itu mereka membubarkan diri dan kembali entah kemana. Para prajurit bernapas lega. Salah satu dari mereka kemudian mengambil gulungan tadi dan menyerahkannya kepada kaisar mereka.


"Semoga yang mulia diberi umur seribu tahun" ucap prajurit tadi sambil menunduk hormat.


Ia kemudian menyerahkan gulungan itu kepada ajudan kaisar. Ajudan itu kemudian menyerahkan gulungan itu kepada kaisarnya. Kaisar kemudian membaca apa yang berada di gulungan tersebut. Ia lalu berdiri dan memerintahkan kepada seluruh bawahannya untuk pergi menuju medan perang.


Seluruh kaisar mendapatkan gulungan yang sama. Mereka juga sudah berjalan menuju medan perang yang dimaksud. Seribu langkah sebelum mereka sampai ke medan perang, mereka akan berhenti sejenak untuk menunggu yang lainnya.


Sementara Gold Tiger mereka memilih untuk melindungi keamanan rakyat di setiap kekaisaran. Semua ketua dan vice reine sudah sepakat jika mereka hanya akan melindungi rakyat dari ancaman perang juga mereka akan mengirim beberapa tim medica dan tim combat untuk berada di medan perang. Tim combat akan melindungi tim medica yang ingin mengobati orang-orang yang terluka. Paling tidak ini semua bisa meminimalisir kekalahan yang akan terjadi.


Kaisar Zhong sampai lebih awal daripada kaisar yang lainnya. Ia sedang menunggu dan tak lama kemudian kaisar Xiao datang ke tempat itu.


"Apakah kau sudah lama?" tanya kaisar Xiao yang baru saja sampai.


"Zhen belum lama sampai. Kita masih harus menunggu kaisar Wang, kaisar Li dan kaisar Tang setelah ini" ucap kaisar Zhong yang dibalas anggukan oleh kaisar Xiao.


Setelah itu kaisar Wang juga datang bersama pasukan yang ia siapkan. Mereka kemudian membicarakan taktik perang terlebih dahulu agar tidak membuang waktu yang lama sembari menunggu dua kekaisaran untuk datang.


"Kita perlu berjaga-jaga. Rencana kedua akan kita bahas setelah kaisar Li dan kaisar Tang datang kemari" ucap kaisar Wang kepada kaisar Xiao dan kaisar Zhong.


Setelah sekian lama menunggu, kaisar Li dan kaisar Tang datang secara bersamaan. Mereka segera menuju ke arah dimana para kaisar berada.


"Maaf Zhen terlambat" ucap mereka bersamaan.


"Tidak masalah" ucap kaisar Wang, kaisar Zhong dan kaisar Xiao bersamaan.


"Kemarilah, kami sudah membicarakan taktik perang kita. Sekarang saatnya kita membahas rencana kedua" ucap kaisar Wang.


Kaisar Li dan kaisar Tang lalu duduk di antara para kaisar yang lain. Wajah mereka agak menegang saat membahas rencana kedua. Ada sedikit pertentangan dari kaisar yang lainnya jika mereka merasa hal itu tidak terlalu sesuai untuk rencana kedua tetapi mereka bisa mengatasinya.


Setelah berunding dan menyepakati rencana kedua para kaisar kemudian keluar lalu melanjutkan perjalanannya menuju ke medan perang. Para pangeran dan para prajurit kemudian mengikuti kelima kaisar itu dari belakang.


"Malam ini kita menginap disini. Perang akan dimulai esok hari jadi kalian semua harus segera beristirahat" ucap kaisar Wang kepada mereka semua setelah tenda sudah didirikan.


•••


jangan lupa vote komen rate dan like