
"Sabar Xuan Lan. Mungkin banyak hal yang akan menantimu di depan sana jadi jangan lengah dan jangan lelah. Aku harus segera menemukan petunjuk agar bisa segera keluar dari sini dan bertemu lagi dengan Zhan gege juga keluargaku yang berada jauh disana" ucap Xuan Lan lagi.
•••
DUA TAHUN KEMUDIAN...
Kekaisaran Li dan kekaisaran Xiao seakan berlomba untuk menjadikan kekaisarannya menjadi kekaisaran yang maju. Kekaisaran Li ingin tetap mempertahankan posisinya yaitu posisi terkuat kedua di seluruh daratan sedangkan kekaisaran Xiao yang dipimpin oleh kaisar Xiao Nan merasa jika mereka hanya ingin memajukan negerinya seperti yang Xuan Lan harapkan. Mereka tidak ada niatan untuk merebut posisi kekaisaran terkuat di daratan ini namun tetap saja kekaisaran lain memiliki artian yang berbeda-beda dengan hal ini.
Gold Tiger berjalan dengan stabil. Tabib Bao atau vice reine lebih memilih menjaga stabilitas Gold Tiger karena menurutnya Gold Tiger sudah terlalu maju untuk seluruh kekaisaran ditambah lagi saat-saat sebelum Xuan Lan pergi ternyata ia sudah memberi beberapa pergantian yang membuat Gold Tiger lebih maju dari sebelumnya.
Pangeran Zhan juga sudah melakukan berbagai latihan dengan kakek Shi. Setiap hari ia sangat bersemangat untuk melakukan latihan sehingga ia bisa melakukan lompatan energi. Sekarang ia berada di energi 5 tingkat 7. Kemajuan yang sangat pesat untuk orang-orang sekelas pangeran Zhan. Pangeran Zhan juga melatih kekuatan fisiknya. Bahkan kakek Shi juga sangat mengagumi kegigihan dan semangat pangeran Zhan yang ingin menaikkan level kultivasinya dan kekuatan fisiknya.
"Zhan, istirahatlah dulu kau pasti lelah" ucap kakek Shi menghentikan aktivitas pangeran Zhan yang sedang berlatih itu.
"Sebentar lagi kek" ucap pangeran Zhan.
Tak lama setelah itu pangeran Zhan berjalan menuju ke arah kakek Shi. Ia kemudian duduk dengan kakinya yang diluruskan.
"Kau sangat banyak berlatih" ucap kakek Shi sedangkan pangeran Zhan hanya tertawa karena bingung ingin menanggapi apa.
"Zhan bersihkanlah dirimu setelah ini aku ingin kau melakukan kultivasi" ucap kakek Shi sambil memandang lurus ke depan.
"Baik kek" ucap pangeran Zhan lalu mengambil pakaian gantinya dan kemudian berjalan menuju ke arah sungai.
Setelah membersihkan diri dan berpakaian dengan rapi pangeran Zhan kembali ke tempat kakek Shi.
"Minumlah ini" ucap kakek Shi sambil menyodorkan sebuah gelas bambu kepada pangeran Zhan.
Pangeran Zhan menerimanya kemudian ia mengarahkan bibirnya di bibir gelas itu. Perlahan ia mulai menengguknya. Rasanya sangat aneh. Ada campuran rasa pait, manis, asam dan sedikit sepat disana. Setelah meminum semuanya ia mengembalikan gelas itu kepada kakek Shi.
"Sekarang berkultivasilah" ucap kakek Shi kemudian pergi untuk melihat pangeran Zhan dari kejauhan.
Pangeran Zhan mulai berada dalam posisi lotus. Ia memejamkan matanya untuk menyerap seluruh energi yang berada di sampingnya. Setelah sekian lama ia merasa ada sesuatu yang ingin meledak dari dalam dirinya.
BOOM
Pangeran Zhan melakukan ledakan kultivasi untuk pertama kalinya. Kakek Shi kemudian menghampiri pangeran Zhan yang terlihat sedikit terkejut dengan semua hal itu.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya kakek Shi.
"Ya, aku baik-baik saja" ucap pangeran Zhan sambil mengatur nafasnya.
"Kau melakukan ledakan kultivasi. Sekarang kau sudah berada di energi 5 tingkat 10. Kau adalah orang terkuat di daratan ini" ucap kakek Shi sambil tersenyum.
"Setelah Xuan Lan" ucap pangeran Zhan sambil sedikit terkekeh tetapi ia kemudian diam. Ia sangat merindukan Xuan Lan. Sudah dua tahun ini dia belum juga kembali. Pangeran Zhan kemudian melihat ke arah air terjun dimana itu adalah tempat terakhir ia bertemu dengan Xuan Lan.
Kakek Shi yang memahami hal itu lalu menepuk bahu pangeran Zhan.
___
"Xiao Lan, Xiao Zhan kalian sedang berada di tempat apa? Sudah dua tahun tapi kalian belum juga menemuiku lagi" ucap seseorang yang ternyata adalah kaisar Xiao yang sedang memandang kosong ke langit gelap yang berada jauh di atas kepalanya.
Ia memang sudah bisa menjalankan tugasnya sebagai kaisar dengan baik. Ia selalu mengingat ucapan Xuan Lan bahwa ia harus menjadi kaisar yang memakmurkan rakyatnya dan ia sudah melakukan hal itu tetapi kenapa kedua anaknya, Xiao Lan dan Xiao Zhan belum juga kembali. Apa mereka berdua menipunya?
Ia hanya bisa tersenyum getir. Sesekali kaisar Xiao juga menangis mengingat betapa buruknya ia kepada Xiao Lan. Rasanya ia ingin menyerah dan kembali pada yang menciptakannya agar ia mendapat balasan yang setimpal disana tetapi ia selalu mengingat ucapan Xuan Lan yang mengatakan bahwa ia tidak boleh mati sebelum Xuan Lan kembali.
Kaisar Xiao bahkan sengaja melupakan marga Xuan yang berada di dalam nama putrinya. Bagaimanapun ia mengenal putrinya itu sebagai Xiao Lan.
"Xuan Lan? Apakah aku terlalu kejam sampai ia mengubah marganya sendiri di depan banyak orang" gumam kaisar Xiao.
"Kau memang sangatlah kejam Xiao Nan. Harusnya kau menjaga satu-satunya putri milikmu malah kau menjaga putri milik orang lain" ucapnya lagi sambil tertawa getir.
___
Di tempat lain.
Kaisar Li juga sedang menatap bintang yang bertaburan di langit malam. Meskipun bulan tidak terlihat namun langit masih terlihat sangat indah.
"Li Xuan" gumamnya sambil tersenyum.
Kaisar Li sekarang sudah bertindak agak lembut tidak seperti kaisar Li yang dulunya terkenal sangat kejam terhadap siapa saja sejak kehadiran Xuan Lan. Ia bersikap kejam dan dingin karena ia ingin jika anaknya kelak bisa mewarisi sifatnya dengan melihat sikap dinginnya setiap hari.
Namun entah mengapa seorang gadis bisa mendobrak pertahanannya yang kokoh. Ia bisa menjadi lebih lembut kepada semua orang yang ada di dekatnya.
"Mungkin aku tidak akan pernah merasakan nikmatnya hidup jika kau tidak muncul di kehidupanku Lan'er" gumam kaisar Li sambil tersenyum.
Di dalam hatinya kaisar Li sebenarnya sangat berterimakasih kepada kaisar Xiao yang pernah membuang anaknya sendiri. Jika kaisar Xiao tidak membuang putrinya maka kaisar Li mungkin sudah mati dan ia tidak bisa menjadi manusia seperti sekarang. Namun tidak dipungkiri rasa kesalnya kepada kaisar Xiao sangat besar karena ia sudah menelantarkan anaknya sendiri dan sudah dua tahun ini ia tidak pernah lagi bertemu dengan kaisar Xioa karena ia sengaja menghindarinya dan ia tidak ingin emosinya meledak saat melihat wajah kaisar Xiao. Ia juga ingin fokus kepada kekaisaran yang dipimpinnya seperti dulu.
___
Di markas Gold Tiger, tabib Bao memasuki kamar pangeran Zhan setelah itu ia kemudian memasuki kamar milik Xuan Lan.
"Tidak ada yang berubah dari kedua kamar ini" ucap tabib Bao.
"Kapan kalian akan kembali? Jika kalian kembali aku akan langsung memeluk kalian dengan erat dan tidak akan membiarkan kalian berdua pergi lagi" ucap tabib Bao lirih sambil menyeka air matanya yang keluar.
"Kenapa aku menjadi secengeng ini?" gumamnya sambil tertawa getir.
Tabib Bao tidak bisa lagi mengatakan bagaimana rasa sayang dan rindunya kepada Xuan Lan dan juga pangeran Zhan. Dua kakak beradik itu sudah memberinya arti sebuah keluarga yang sesungguhnya. Mereka berdua hidup di tengah-tengah situasi yang sangat sulit, tabib Bao sendiri tidak bisa membayangkan jika ia menjadi salah satu di antara mereka berdua mungkin ia akan memilih bunuh diri karena begitu kejamnya kehidupan istana yang sebenarnya.
•••
jangan lupa vote komen rate dan like