Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Mendung Hitam di atas Martapura bagian 3


Ketika pasukan Ramapati sudah di dalam hutan jati sepenuhnya, tiba tiba "serang..!!!"teriak Wiro Kusumo dan anak panah pun meluncur menghujani pasukan bulan merah .


Melihat kejadian tidak terduga itu Ramapsti tampak terkejut bercampur marah,


"bentangkan perisai kalian"teriak Ramapati sambil menghalau anak panah yang datang ke arahnya.


Para prajuritnya pun segera menuruti perintah Ramapati,namun sepertinya sia sia belaka karena tempat itu sudah terkepung oleh para prajurit Martapura.


"Sialan rupanya mereka sudah mengepung tempat ini"ucap Ramapati dengan rasa kesal.


"Serang terus "teriak Wiro Kusumo sambil memperhatikan para prajurit bulan merah yang tampak panik itu.


Para prajurit bulan merah pun banyak yang tewas dalam hutan itu, mengetahui keadaan yang kurang menguntungkan itu Ramapati segera berkelebat ke atas pohon dan memperhatikan keadaan sekelilingnya.


Ramapati pun tersenyum menyeringai setelah melihat adanya pasukan di balik semak-semak.


"baiklah terima pembalasan ku"ucap Ramapati ,ia pun segera mengerahkan tenaga dalamnya , wuuusss.... sebuah pukulan meluncur ke arah semak semak duuuaaarrr....para prajurit yang ada di situ pun tewas dalam sekali serang.


"Kurang aja rupanya ia sudah tahu tempat persembunyian ini, prajurit cepat berikan aku panah"pinta Wiro Kusumo.


"Ini gusti "ucap seorang prajurit sambil memberikan sebuah anak panah dan busur nya.


Setelah menerima panah itu Wiro Kusumo segera mengambil ancang-ancang untuk membidik Ramapati yang ada di atas pohon itu.


"Rasakan ini"ucap Wiro Kusumo seraya melepaskan anak panahnya ke arah Ramapati anak panah itu pun meluncur deras ke arahnya,


"Sial "ucap Ramapati setelah merasakan bahaya ke arahnya ,,ia pun segera melesat dan berpindah ke pohon lain,tapi Wiro Kusumo tidak membiarkan ia bebas begitu saja ,ia kembali meluncurkan anak panahnya , hingga terpaksa membuat Ramapati turun ke bawah.


"Anak panah kita hampir habis Gusti "ucap seorang prajurit kepadanya.


Mendengar itu Wiro Kusumo segera memasukkan jarinya ke mulut untuk memberikan tanda ke pada kencana Loka,


mendengar bunyi suitan dari Wiro Kusumo kencana Loka pun tahu bahwa sekarang tiba saatnya untuk menyerang.


"Serang...." teriak Kencana Loka,para prajurit yang di pimpin nya pun segera berhamburan keluar dari tempat persembunyian nya.


Para prajurit Bulan Merah pun terkejut campur panik mendapat serangan tiba-tiba itu.


Namun kepanikan mereka segera terobati setelah dari belakang mereka tiba-tiba muncul pasukan yang di pimpin sendiri oleh raja kala Murka.


"Serang "teriak raja Kala Murka, para prajuritnya pun langsung berhamburan bagaikan kawanan laron melihat cahaya.


Mengetahui rajanya datang legalah hati Ramapati.


"Inilah saat nya untuk menghancurkan mereka semua"ucap Ramapati segera berkelebat menuju ke arah raja Kala Murka .


Terjadilah peperangan besar di hutan jati itu semangat prajurit yang di pimpin Ramapati yang tadinya terdesak itu kini bangkit kembali.


"Tampaknya mereka sudah mengeluarkan semua pasukannya paduka"ucap Ramapati, setelah di hadapan raja Kala Murka.


"Bagus ini saatnya meratakan mereka dengan tanah, Lanang Seta dan kau Ramapati cepat hancurkan mereka"perintah Kala Murka.


"Baik paduka"ucap Patih Lanang Seta seraya melesat ke arena pertempuran dengan di ikuti oleh Ramapati.


"Izinkan saya untuk terjun ke pertempuran itu paduka"ucap Ki Balung Waja,


"Silahkan Balung Waja jika kau sudah tidak sabar"ucap raja Kala Murka, tanpa menunggu lama Ki Balung Waja segera melesat arena pertempuran itu.


Dengan mengusung dendam setinggi langit Balung Waja pun mengamuk di tengah pertempuran itu tak ayal lagi korban pun berjatuhan.


Begitu juga dengan Patih Lanang Seta dan Ramapati juga melakukan hal yang sama, mereka bertiga bak singa yang kelaparan yang memangsa kawanan rusa.


Raja Kala Murka dan Cakra Lembayung terus memperhatikan pertarungan itu dengan duduk di atas kudanya.


"Kanda prabu seperti nya ketiga orang itu sudah cukup untuk membantai para prajurit prajurit Martapura itu kanda"ucap Cakra Lembayung.


"Benar Lembayung kita cukup memperhatikan saja dari sini dulu untuk melihat perkembangan selanjutnya"ucap raja Kala Murka.


Dalam pertarungan itu banyak para prajurit Martapura yang mati di ujung senjata tiga perwira bulan merah itu.


Kemampuan tiga jagoan kerajaan bulan merah menjadi momok yang menakutkan bagi para prajurit Martapura, karena sepak terjangnya mereka bertiga sanggup memporak porandakan pertahanan Martapura.


"kencana Loka apa kau lihat tiga orang itu"ucap Wiro Kusumo yang dari tadi mengawasi pergerakan Ki Balung Waja,Ramapati dan Patih Lanang seta.


"Sepertinya mereka adalah jagoan jagoan yang di turunkan bulan merah untuk menghancurkan pasukan kita kakang"ucap kencana Loka.


"Jika begini terus kita tidak akan bisa bertahan lebih lama Kencana Loka"ucap Wiro Kusumo sambil menghadapi serangan para prajurit bulan merah yang ada di depannya.


"Kita tahan mereka sebisa mungkin ,sambil menunggu kedatangan Gusti Patih dan Gusti prabu"ucap kencana Loka.


Dalam pertempuran itu sebenarnya para prajurit Martapura lebih kuat di bandingkan dengan prajurit bulan merah ,tapi karena kehebatan Patih Lanang Seta, Ramapati dan Ki Balung Waja akhirnya mereka dapat di kalahkan dengan mudah.


"Hari ini ku balaskan dendam mu ayah"ucap Ki Balung Waja sambil membantai para prajurit Martapura.


Dalam tempo singkat Martapura pun akhirnya terdesak oleh pasukan bulan merah, mengetahui keadaan itu pun Wiro Kusumo segera memutar otak nya,


"para pasukan pemanah mundur kalian"teriak Wiro Kusumo.


Mendengar perintah dari pemimpinnya itu prajurit pemanah pun segera mundur pelan pelan.


"Kencana Loka apa kau bisa menahan mereka sejenak untuk memberikan waktu kepada para prajurit pemanah untuk mundur "ucap Wiro Kusumo.


"baiklah serahkan pada ku"ucap Kencana Loka segera memerintahkan pasukannya untuk menghalangi para prajurit bulan merah yang berusaha mengejar para prajurit pemanah itu.


"Jangan biarkan mereka mengatur siasat "teriak Patih Lanang Seta setelah melihat pergerakan pasukan Martapura mencoba mundur.


Para prajurit bulan merah pun mencoba mendobrak pertahanan Kencana Loka dan pasukannya ,namun selalu saja dapat dihalau olehnya.


Ramapati yang melihat pasukannya mengalami kesulitan ia pun segera bergerak maju.


crash...crash...dua trisula Ramapati merobek perut para prajurit Martapura yang mencoba menghalangi nya.


"Dia benar-benar kurang ajar"maki kencana Loka setelah melihat para prajuritnya dapat di robohkan dengan mudah.


Duuuaaarrr..... duuuaaarrr....para prajurit bulan merah pun terlempar dengan nyawa melayang setelah sebuah pukulan dahsyat menghujam ke arah mereka.


Melihat kejadian itu kencana Loka dan Wiro Kusumo segera menoleh ke belakang, mereka berdua tampak lega setelah tahu siapa yang datang itu.


Arya Soma yang baru datang bersama ratu Gandari dan Danuraka tampak terkejut melihat banyak pasukannya yang telah tewas dalam waktu singkat itu.


"Sepertinya keadaan Martapura sang buruk Gusti Patih"ucap Ratu Gandari,


"benar ,ternyata pasukan mereka jauh lebih banyak yang masih hidup di bandingkan pasukan Martapura"ucap Arya Soma dengan menatap tajam ke pasukan bulan merah.


"Sepertinya orang orang kuat Martapura mulai muncul kanda"ucap Cakra Lembayung setelah merasakan adanya pancaran tenaga yang begitu besar.


"Tampaknya tiga orang yang baru muncul itu mempunyai kekuatan yang besar"ucap raja Kala Murka sambil menatap tajam di kejauhan.Namun sikapnya masih terlihat tenang dan tidak terlalu memikirkan kedatangan Arya Soma itu.


Tiba-tiba wuuusss....sebuah pukulan melesat dari arah tengah pertempuran menuju ke arah Arya Soma yang masih berdiri terpaku .


Lalu duuuaaarrr..... terdengar ledakan besar , setelah Ratu Gandari yang ada di sebelah Arya Soma menapaki pukulan itu .


"Kau baik baik saja ratu"tanya Patih Danuraka ,setelah melihat ratu Gandari surut beberapa langkah ke belakang.


"Aku tidak apa apa paman , sepertinya kekuatan orang itu sangat kuat"ucap Ratu Gandari sambil menunjuk ke arah Patih Lanang Seta yang menatap tajam ke arah nya.


"Akan ku beri pelajaran orang itu"ucap Arya Soma dengan marah, kemudian ia pun segera meluncur ke arah pertempuran itu .


Melihat Arya Soma meluncur ke arah nya Lanang Seta pun segera melesat untuk menyambut nya wuuusss..... dengan cepat.


"Rupanya rupanya dia sudah tidak sabar untuk aku hajar"ucap Arya Soma,ia segera memutar tubuhnya sambil mengirimkan tendangan ke arahnya , tidak mau menanggung malu di hadapan raja nya Lanang Seta pun melakukan hal yang sama ia pun segera memutar tubuhnya dan segera menyiapkan tendangan untuk menyambut serangan Arya Soma itu dan adu tendangan pun tak terelakkan duuug.... keduanya pun sama sama terpental tapi tidak sampai jatuh mereka berdua mendarat dalam keadaan masih berdiri.


"Ternyata tenaganya benar benar kuat "ucap Patih Lanang Seta sambil menatap Arya Soma dengan tatapan yang sangat tajam.


"Kalau aku bisa mengalahkan orang ini, mungkin aku bisa sedikit mengurangi kekuatan mereka"ucap Arya Soma sambil menghimpun tenaga dalamnya.


Ratu Gandari dan Patih Danuraka pun segera terjun ke arena pertempuran itu, walaupun belum bisa membalikkan keadaan paling tidak bisa memberikan sedikit semangat untuk para prajurit Martapura yang diam diam sempat kendur.


Sepak terjang Ratu Gandari dan Patih Danuraka banyak membuat para prajurit bulan Merah meregang nyawa, dalam perang ini Ratu Gandari benar benar mengumbar permainan pedang dan tendangan geledek nya .


Sudah puluhan prajurit yang ia jatuh kan, begitu juga dengan Patih Danuraka ia juga tidak mau kalah dengan ratunya itu dengan pedangnya ia terus membabat para prajurit bulan Merah laksana membabat rumput.


"Sepertinya aku harus segera turun tangan kanda prabu"ucap Cakra Lembayung merasa sudah tidak tahan melihat para prajuritnya dibantai.


"Tahan dulu lembayung belum saatnya karena aku lihat mereka masih mampu untuk mengatasi nya"ucap Kala Murka.


"baiklah kanda"jawab Cakra Lembayung dengan terpaksa menuruti ucapan kakaknya itu.


"Wanita sialan rasakan ini"teriak Balung Waja dengan marah setelah melihat Gandari membantai para prajurit bulan merah ,kemudian ia mengirimkan pukulan tapak besinya ke arah Ratu Gandari yang lagi sibuk bertarung dengan para prajurit bulan merah di depan nya.


Dengan insting nya yang sudah terlatih itu ratu Gandari dapat merasakan bahaya yang mengancamnya ,ia pun segera melompat ke atas dan beberapa kali salto di udara menghindari serangan Balung Waja itu, duuuaaarrr...... pukulan tapak besi yang dahsyat itu menghantam prajurit nya sendiri.


Huup....Ratu Gandari pun mendarat dengan sempurna lalu dengan rasa marah ia menatap tajam ke arah Balung Waja yang beberapa tombak di depannya.


"Akan ku remukkan mulutnya agar orang tua itu tidak berbicara sembarangan "ucap Ratu Gandari segera melesat ke arahnya.


Melihat Ratu Gandari menuju ke arahnya Balung Waja tampak tersenyum penuh arti,


Hiaaaat.... Ratu Gandari tanpa basa-basi langsung mengayunkan pedangnya,namun dengan gerakan yang cepat balung Waja menghindarinya.


Ratu Gandari meningkatkan tempo serangan nya dengan menghujani Ki Balung Waja dengan tebasan tebasan pedang nya, merasakan serangan yang begitu gencar Balung Waja segera memainkan pedangnya,trang... pedang mereka berbenturan , Ratu Gandari segera memutar tubuhnya dan mengirim kan tendangan geledek ke arah kepala Ki Balung Waja, tidak ingin kepalanya hilang Ki Balung Waja segera menangkis nya dengan pukulan tapak besi ,desss.... keduanya pun saling terpental ke belakang akibat benturan itu.


Tendangan kakinya benar benar tidak bisa di anggap remeh"ucap Ki Balung Waja sambil memandangi tangannya yang terasa ngilu itu , kemudian ia segera menyalurkan tenaga dalamnya untuk mengusir rasa ngilu di tangannya.


Setelah benturan dengan Ki Balung Waja ratu Gandari pun juga merasakan hal yang sama dengan Ki Balung Waja ,ia pun buru buru menyalurkan tenaga dalam ke seluruh tubuh nya.


"pukulan tapak besi benar sangat berbahaya"ucap Ratu Gandari setelah ia merasakan kehebatan pukulan itu.


Sementara itu Ramapati yang berniat menghabisi para prajurit Martapura harus menunda niatnya karena terhadang oleh Wiro Kusumo dan Kencana Loka.


Menghadapi kedua Senopati Martapura itu nampaknya membuat Ramapati harus bekerja keras karena pertahanan kedua Senopati itu sangatlah rapat.


Hiaa...trang...trang...terdengar kedua trisula Ramapati menangkis sabetan pedang Wiro Kusumo dan Kencana Loka.


Wiro Kusumo segera menyerang bagian bawah sedangkan kencana Loka terus mengirimkan tusukan dan sabetan sabetan pedangnya.


Menghadapi dua lawan yang sudah berpengalaman bertarung itu Ramapati tidak mau berbuat ceroboh ia harus ekstra hati-hati .


Ramapati segera melompat ke atas dan bersalto dan dengan cepat ia mengirimkan tendangan ke bahu mereka dess.... Wiro Kusumo dan Kencana Loka terhuyung huyung ke depan, mereka berdua segera memutar tubuhnya ,


namun gerakan Ramapati lebih cepat dari mereka dengan trisula di tangan nya ia bersiap menghabisi mereka berdua, hiiiaat..... teriak Ramapati sambil mengarahkan trisulanya ke bagian perut mereka berdua.


Ting..... terdengar trisula Ramapati berbenturan dengan sebuah pedang, hiaaaat...dess.... Ramapati pun terhuyung huyung ke belakang setelah Patih Danuraka yang mengirimkan tendangan nya.


Rupanya Patih Danuraka melihat saat kedua Senopati Martapura itu terdesak dan tanpa pikir lama ia pun segera membantunya.


"Untung kedatangan mu tepat Gusti Patih"ucap Wiro Kusumo,


"Sepertinya dia cukup kuat untuk kalian berdua"ucap Patih Danuraka.


"Apakah Gusti Patih mau ikut menghajar orang itu "ucap Kencana Loka,


"Baiklah "ucap Danuraka segera maju menyerang Ramapati.


Hiiiaat... Patih Danuraka langsung mengayunkan pedangnya kearah Ramapati, dengan kedua trisulanya Ramapati menangkis dan dengan cepat mengirimkan tendangan nya, mendapatkan serangan seperti itu Patih Danuraka segera mengangkat kaki kanannya untuk menangkis tendangan itu,


dan segera mengirimkan sabetan pedangnya kembali wuusss.... Ramapati dengan cepat memiringkan tubuhnya segera melompat sekitar dua tombak menjauh dari Patih Danuraka.


"Ternyata di Martapura benar benar perkumpulan orang-orang kuat"ucap Ramapati sambil menatap Pati Danuraka .


"Kita Serang dia bersama Gusti "ucap Wiro Kusumo .


"Ayo kita maju bertiga ucap"ucap Patih Danuraka langsung berlari ke arah Ramapati di ikuti oleh Wiro Kusumo dan Kencana Loka.


Melihat mereka maju bersama Ramapati tampak tersenyum,


"majulah kalian semua aku tidak mau berlama-lama untuk menghabisi kalian bertiga sekaligus karena itu dapat menghemat waktu ku"ucap Ramapati segera menunjukkan kekuatan yang sebenarnya.


Pertarungan satu lawan tiga pun tidak terelakkan , dalam pertarungan kali ini Ramapati tampaknya tidak menemukan kesulitan untuk menghadapi mereka bertiga.


Ramapati langsung memainkan jurus trisula andalannya dengan gerakan yang sangat cepat hingga sulit di ikuti oleh permainan pedang mereka bertiga tak ayal lagi mereka bertiga pun kewalahan lalu crash..crash... trisula Ramapati berhasil menusuk paha Wiro Kusumo, hingga membuat nya jatuh berlutut.


Melihat rekannya terluka kencana Loka dan patih Danuraka langsung meningkatkan tempo serangannya mereka berdua menyerang Ramapati habis habisan,namun tampaknya Ramapati masih terlalu tangguh bagi mereka berdua.