Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Pukulan Tapak Dewa Maut Melawan Pukulan Tapak Besi


Balung Wesi tidak mau memberi kesempatan Arya Soma untuk menghela nafas walaupun hanya barang sejenak,ia kemudian melempar kan gada besarnya ke arah Arya Soma dan gada itu lalu berputar-putar di atas kepalanya dengan mengeluarkan suara dengungan yang memekik telinga,


"Sialan suara ganda ini bisa membuat kepalaku pecah,",desah Arya Soma,lalu segera menghimpun tenaga dalamnya ,


"Pukulan kilat petir hiiiaat... duuuaaarrr....,"Arya Soma memukul gada itu hingga terlempar kembali kepemiliknya,Balung Wesi segera menangkap gadanya dengan terhuyung-huyung mau jatuh , rupanya Arya Soma memukul gada itu dengan kekuatan yang besar, pantaslah membuat Balung wesi terhuyung huyung melangkah mundur.


"baru kali ini ada orang yang sanggup lolos dari dengungan gada ku ini "ucap Balung Wesi, seakan tidak percaya dengan apa yang dilihat nya itu.


"Aku akan membantu mu Balung Wesi,"ucap Karang Kobar,


"baiklah ayo kita serang dia bersama,"ucap Balung Wesi,lalu mereka pun maju bersama menyerang Arya Soma,


menghadapi dua lawan tangguh sekaligus tidak membuat Arya Soma gugup ,ia langsung menggelar jurus belah raga dan seketika itu juga tubuhnya menjadi dua, melihat itu Balung Wesi segera menajamkan matanya untuk memukul Arya Soma yang asli ,namun tak semudah yang ia bayangkan,karena bayangan Arya Soma itu bergerak sangat cepat, berkali-kali Balung Wesi mengibaskan gadanya namun hanya ruang kosong yang ia pukul , begitu juga dengan Karang Kobar dengan pedang yang lemahnya ia berusaha menebas dan mencabik-cabik tubuh Arya Soma itu namun hasilnya sama seperti dengan Balung Wesi pedangnya hanya menebas angin belaka.


Merasa berhasil mengecoh mereka Arya Soma lalu melepaskan pukulan nya ke arah mereka masing-masing dan membuat mereka terpental dua tombak ke belakang.


Akh.... terdengar suara memekik tertahan kesakitan dari mulut mereka berdua .


"Benar-benar merepotkan jurus itu,"ucap Karang Kobar merasa kesal,


"kita serang lagi dia Karang Kobar kita tunjukkan kekuatan kita ,"ucap Balung Wesi .


"Tunggu...!!!,apa kalian yang sudah tua-tua tidak malu main keroyok seperti itu"ucap Rangga yang datang secara tiba-tiba.


Balung Wesi dan Karang Kobar pun membatalkan niatnya untuk menyerang Arya Soma begitu mendengar suara itu dan langsung menatap pada orang yang baru datang itu.


Melihat Rangga suda datang Arya Soma pun merasa senang,"selamat datang Gusti prabu "ucap Arya Soma dengan tersenyum menyambut kedatangan rajanya itu.


"kau tidak apa-apa kanda"tanya Rangga,


"Aku baik-baik saja Gusti prabu,"jawab Arya Soma.


"Jadi kaulah orang yang bernama Rangga raja Martapura itu,"ucap Karang Kobar,


"kisanak benar, akulah orang yang bernama Rangga itu,"jawab Rangga.


"kalau begitu kau berhutang nyawa padaku Rangga atas terbunuhnya perampok macan loreng beberapa waktu lalu "ucap Karang Kobar,


"memang apa hubungan mu dengan para perampok macan loreng itu Ki sanak"tanya Rangga ingin tahu,


"aku Karang Kobar adalah guru dari mereka"ucap Karang Kobar menjelaskan.


"Kalau begitu bersiaplah kau pergi ke neraka Karang Kobar karena para murid mu itu yang telah membunuh ibu ku dengan kejam"ucap Rangga sambil menatap tajam ke arah Karang Kobar,


"Mendengar itu Karang Kobar sangat terkejut,ia berfikir kalau sampai kalah dalam pertarungan ini ,ia tidak mungkin bisa lari dari istana ini, Karang Kobar segera bersiap siap dengan jurusnya, begitu juga dengan Rangga langsung menggelar kuda-kudanya dan pertarungan pun di mulai .


"Sekarang kita selesaikan urusan kita berdua ,"ucap Arya Soma tanpa basa-basi lagi ,ia langsung menyerang Balung Wesi dan pertarungan sengit pun kembali terjadi,


Arya Soma mengelak dan menghindar dari serangan gada besar itu,Balung Wesi mengibaskan gadanya dan serangkuman angin pun datang bergulung-gulung menerjang Arya Soma,


tidak mau terlempar oleh terjangan angin itu Arya Soma segera merapal ajian batu karang membelah ombak dan seketika itu juga tubuhnya menjadi berat dan kokoh seperti batu karang di lautan,


merasa serangan tidak berpengaruh pada Arya Soma ,Balung Wesi segera melesat dan langsung memukul nya dengan gada nya, Arya Soma segera memiringkan tubuhnya dan memukul gada besar itu dengan kepalan tangannya yang telah di lapisi dengan pukulan kilat petir , duuuaaarrr...... duuuaaarrr tak elak lagi, Balung Wesi pun terpental dan gadanya pun terlepas dari genggaman tangannya.


"Uhuk...sialan kurang ajar"maki Balung Wesi segera menyalurkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh nya.


Pertarungan Rangga dan Karang Kobar pun tidak kalah seru, Rangga mengelak dan menghindari tarian pedang Karang Kobar yang seperti ular itu, muka Karang Kobar tampak senang dapat mendesak Rangga,tapi ia tidak berfikir bahwa ia akan mudah mengalahkannya.


"apa kau tidak punya senjata sehingga kau hanya menghindar saja Rangga"ucap Karang Kobar karena merasa di remeh kannya.


"aku takut kau akan kecewa jika melihat senjata ku yang jelek itu Ki,"ucap Rangga ,


"benar benar sombong kau Rangga"ucap Karang Kobar dengan marah,


"tapi biar kau tidak penasaran akan ku tunjukkan pada mu senjata ku ini"ucap Rangga.


Lalu ia pun segera mengeluarkan dua pedang kembar dari tangannya,


"apa...!!! Pedang kembar"ucap Karang Kobar tercekat begitu melihat dua pedang kembar di tangan Rangga ,


"punya hubungan apa kau dengan Raja Alam,"tanya Karang Kobar dengan keterkejutannya,


"siapa yang tidak kenal dengan dia , bahkan aku masih ingat dengan jelas waktu Raja Alam membunuh teman-teman ku dulu dengan pedang kembar itu "ucap Karang Kobar dengan gigi gemertakan .


"Ku beri tahu pada dia adalah guru ku,apakah kau akan mundur setelah mendengar aku muridnya Raja Alam"tanya Rangga,


"jangan harap aku mundur selangkah pun dari pertarungan ini,"ucap Karang Kobar walaupun dalam hatinya merasa sedikit gentar.


,Baiklah akan ku tunjukkan pada mu sepak terjang dari pedang ini,"ucap Rangga, segera menyerang Karang Kobar dan pertarungan pun kembali berlanjut.


Dengan gerakan memutar Arya Soma melepaskan pukulannya, tapi dengan sigap Balung Wesi dapat menghindarinya ,


"coba kau terima pukulan ku ini" ucap Balung Wesi lalu segera merentangkan tangannya kemudian mengangkat tangan kanan nya ke atas sambil mengepal, melihat lawannya akan mengeluarkan aji Pamungkas, Arya Soma segeralah menghimpun tenaga dalamnya.


Tangan Balung wesi nampak menyala merah bagaikan besi yang sedang di tempa oleh seorang empu,udara di sekitarnya pun seakan tak mampu untuk menahan kekuatan Balung Wesi itu hingga terasa panas, sementara itu tubuh Arya Soma bergetar berkali-kali menandakan dia juga mengerahkan ajian pamungkasnya,


Rangga dan Karang Kobar pun juga tidak luput dari pengaruh kekuatan Balung Wesi itu , mereka juga ikut merasakan panasnya udara di sekitar mereka bertarung,namun mereka tidak memperdulikannya dan terus melanjutkan pertarungannya.


Pedang lemas Karang Kobar terus menari-nari bagaikan seekor ular yang ingin mematuk mangsanya, namun Rangga tidak sudi membiarkan dirinya di cabik-cabik oleh pedang Karang Kobar itu ,ia menangkis pedang karang Kobar itu dengan kedua pedangnya,namun pedang Karang Kobar seakan mempunyai mata, karena setiap di tangkis pedang itu selalu berubah arah sehingga membuat Rangga harus cepat-cepat menghindari dan menyerang balik.


Merasa pedangnya tidak bisa melukai lawannya, kemudian Karang Kobar merapal ajian petir membelah langit, hiaaat... Karang Kobar segera melepaskan ajian ke arah Rangga berdiri tiga tombak di depan nya,merasakan ada tenaga besar yang menuju ke arahnya ,Rangga langsung menggelar jurus andalannya yang ke dua yaitu jurus pedang membelah bulan, Rangga menyilang kan dua pedang dan seketika itu pedang mengeluarkan cahaya ,ia langsung menyambut serangan Karang Kobar itu hiiiaat... duaarrr......terdengar dentuman di malam yang buta itu, Rangga berjumpalikan beberapa kali di udara dan mendarat dengan sempurna.


sementara karang Koba terpental satu tombak ke belakang dan segera memperbaiki berdirinya,


"Kurang ajar dia dapat menangkis serangan ku dengan mudah"gerutu Karang Kobar dan bersiap menyerang kembali dengan pedang di tangannya.


"Hiaaaat.. Balung Wesi melepas pukulan tapak Wesi nya ke arah Arya Soma, pukulan itu meluncur seperti gulungan api ke arahnya,


Arya Soma yang juga telah siap dari tadi ,ia pun langsung melepaskan pukulan tapak dewa maut nya , gemuruh angin dahsyat seakan menggoncang arena pertarungan mereka itu dan pukulan mereka pun beradu duuuaaarrr... Balung wesi dan Arya Soma pun sama-sama terpental ,tapi Arya Soma tampaknya lebih kuat dalam adu tenaga itu, karena ia terpental hanya sekitar lima tombak , sedangkan Balung Wesi terlempar sampai keluar melewati tembok istana .


"Pukulannya benar-benar kuat,"ucap Arya Soma segera menyalurkan tenaga dalamnya ke seluruh tubuh dan mengatur nafasnya.


Melihat Balung Wesi dapat di kalahkan oleh Arya Soma, seketika itu juga timbul dalam pikiran Karang Kobar untuk bisa melarikan diri, namun tidak semudah yang dia pikirkan,karena Rangga terus mengurung Karang Kobar dengan permainan pedangnya,


"kalau begini tidak ada jalan bagi ku untuk kabur dari sini"desah Karang Kobar seperti menyesal tindakan nya itu,


"aku tahu apa yang ada dalam pikiran mu Karang Kobar,jadi tak usah kau bermimpi untuk bisa kabur dari sini,"ucap Rangga.


Mendengar ucapan Rangga tersebut seketika itu juga Karang Kobar menjadi nekad,ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyerang Rangga,


Karang Kobar kembali memainkan pedang lemasnya dengan cepat menyerang Rangga secara bertubi-tubi, tapi Rangga tidak kalah cepat dia menangkisnya lalu melompat dua tombak menjauhi Karang Kobar lalu dengan cepat Rangga melepaskan pukulan badai menerjang ombak ke arahnya,


merasakan sebuah pukulan datang Karang Kobar pun lalu melompat menghindarinya,


tapi sayangnya Rangga tidak membiarkan itu,ia segera melesat dengan jurus tebasan seribu pedang ke arahnya,


Karang Kobar yang baru saja memperbaiki sikap berdirinya itu tidak menyangka akan mendapatkan serangan yang secara tiba-tiba itu dan akhirnya ia pun tak sempat untuk menghindarinya kecepatan pedang Rangga itu ia pun roboh ke tanah dengan terpisah nya kepala dari badannya.


Rangga pun segera menyimpan kembali pedang nya itu setelah melihat lawannya tewas.


"Benar-benar bukan omong kosong belaka, ternyata kesaktian Arya Soma benar-benar tinggi,"ucap Balung Wesi setelah berada di tengah hutan dengan tubuh penuh luka.


"Tahu begini aku tidak akan bertindak gegabah seperti ini benar benar sial"ucap Balung Wesi sambil mengumpat umpat.


"Apakah dinda prabu tidak apa-apa,"tanya Arya Soma ,


"saya tidak apa-apa kanda patih ,lalu bagaimana dengan orang itu kanda,"tanya Rangga,


"maksud dinda prabu Balung Wesi"tanya Arya Soma,


"benar dia yang aku maksud,"jawab Rangga,


"dia berhasil kabur dinda prabu"jawab Arya Soma,


"ku harap dia tidak berani lagi bermain-main dengan Martapura kanda"ucap Rangga.


"Maaf dinda prabu kenapa saya tidak melihat dinda Dewi Sekar dinda prabu,"tanya Arya Soma setelah mengedarkan pandangannya ke sekeliling istana,


"dinda Sekar masih ada di Argara kanda patih,"jawab Rangga.