
Dengan terburu buru rombongan raja Anggara Dewa memacu lari kudanya dengan kencang ,seakan-akan mereka sedang berlomba dengan waktu buang sebentar lagi malam.
Di senja yang mulai gelap itu tiba-tiba langit bergemuruh menandakan sebentar lagi hujan akan turun ,
"cepatlah gerimis sudah mulai turun,!!"teriak raja Anggara Dewa kepada seluruh prajuritnya.
"Sepertinya itu pemukiman penduduk gusti,!!"teriak patih Kencana Loka yang ada di samping raja Anggara Dewa,
"kau benar Kencana cepatlah,!!"seru raja Anggara Dewa,
hujan pun turun mulai deras, sementara itu jarak desa masih sekitar seratus tombak,
"benar-benar merepotkan hujan ini,"gerutu seorang prajurit, blaarrr... blaarrr..petir pun menyambar membuat semua rombongan itu terkejut.
Hujan kian deras di sertai petir menjadi-jadi kraak.....blaarrr... mereka pun tiba akhirnya tiba di desa dengan pakaian basah kuyup.
Tok...tok...tok...adakah orang di dalam ,"teriak patih Kencana Loka setelah tiba di rumah salah satu orang penduduk,
"ayah sepertinya ada orang yang mengetuk pintu,"teriak seseorang dari dalam rumah,lalu bangkit lah seorang pria paruh baya itu dan melangkah menuju pintu dan tak lama kemudian pintu pun terbuka,
"maafkan aku kisanak kalau mengganggu istirahat kisanak , bolehkah kami numpang berteduh di sini,"ucap patih Kencana Loka ,
"siapa kalian ini dan dari mana,"tanya pria itu,
"kami rombongan dari kerajaan Pradajaya kisanak habis berburu di hutan sana"ucap raja Anggara Dewa yang menjawab pertanyaan itu.
Pria itu pun tersentak mendengar pengakuan mereka yang mengatakan dari kerjaan Pradajaya
"maafkan aku Raden yang tidak tahu ini, silahkan masuk,"ucap pria itu dengan ramah
"Silahkan gusti prabu ,"ucap patih Kencana Loka mempersilahkan masuk , lalu raja Anggara Dewa pun masuk beserta para prajuritnya kedalam rumah yang tidak begitu besar itu tapi cukup untuk menampung mereka.
"Maafkan saya Raden jika tempat saya ini jauh dari kata nyaman,"ucap pria itu,
"tak perlu minta maaf kisanak kami sudah merasa terima kasih di perbolehkan berteduh di sini,"ucap raja Anggara Dewa.
"Jika melihat dari pakaian kisanak ini apakah kisanak ini seorang begawan ,"tanya pria tua pemilik rumah itu dalam hati,
"Maaf aki siapakah nama aki ini "tanya raja Anggara dewa.
" Hamba yang hina ini bernama Pakuan dan orang-orang di sini biasa memanggil hamba begawan Pakuan Raden,"ucap pria separuh baya itu menyebutkan namanya.
"lalu siapa nama Raden Raden ini,"tanya begawan Pakuan ingin tahu nama tamunya itu.
"Yang ada di depan begawan ini adalah gusti prabu Anggara Dewa, begawan,"ucap patih Kencana Loka,
begawan Pakuan pun terkejut , tidak menyangka tempatnya akan kedatangan seorang raja besar Pradajaya,
"sembah hormat saya gusti prabu , maafkan hamba yang benar-benar tidak tahu ini,"ucap begawan Pakuan.
"Tidak apa-apa begawan aku bisa maklum , karena tempat ini jauh dari jangkauan kerajaan Pradajaya jadi wajar kalau begawan belum pernah melihat baku sebenarnya"ucap raja Anggara Dewa,
"lalu raden yang satu ini siapa,"tanya begawan Pakuan kepada patih kencana Loka,
"dia adalah patih Kencana Loka begawan,"ucap raja Anggara Dewa segera menjawab pertanyaan dari begawan itu, mendengar itu begawan Pakuan pun langsung menghormat pada patih Kencana Loka .
"Sudahlah begawan tidak perlu bersikap seperti itu"ucap Patih Kencana loka.
"kalau begawan tidak keberatan kami ingin menginap di sini begawan,"ucap raja Anggara Dewa,
"silahkan saja kalau gusti prabu berkenan,"ucap begawan Pakuan,
"saya ucapkan terima kasih atas kebaikan begawan ini,"ucap raja Anggara Dewa dengan tulus,
"gusti prabu jangan berkata seperti itu sudah sepatutnya kita tolong -menolong ,"ucap begawan Pakuan, tanpa terasa malam pun semakin larut dan mereka pun mengakhiri perbincangannya.
Hari pun sudah siang tanpa mereka sadari sinar matahari pun sudah terasa panas menyengat kulit ,ketika patih Kencana Loka membuka matanya,
"bangun-bangun " teriak patih Kencana Loka kepada para prajurit yang saat itu masih tertidur.
"ada apa gusti" tanya salah seorang prajurit itu,
"ada apa, lihat di langit matahari atau bulan, benar-benar memalukan"ucap patih Kencana Loka dengan muka merah menahan malu melihat begawan Pakuan telah ada di sampingnya.
"Saya bisa maklum Gusti Patih dan janganlah gusti marah para prajurit itu, karena aku tahu mereka semua kelelahan akibat perjalanan semalam ,"ucap begawan Pakuan,
"benar begawan kami semua kelelahan setelah menempuh perjalanan kami semalaman maka aku juga bangun kesiangan, apakah begawan tahu kemana perginya gusti prabu,"tanya patih Kencana Loka kemudian,
"Gusti prabu bilang dia mau pergi ke sungai"jawab begawan Pakuan.
"Apakah sungai dari sini jaraknya jauh begawan"tanya patih Kencana Loka,
"tidak gusti patih ,kalau gusti patih ingin ke sungai lurus saja ke sana,"jawab begawan Pakuan sambil menunjukkan sebuah jalan lurus kepadanya.
"baiklah begawan aku akan menyusul gusti prabu ke sungai "jawab Patih Kencana,
"Silahkan gusti patih,"jawab begawan Pakuan,Patih Kencana Loka pun lalu pergi menuju ke sungai.
"Benar-benar cantik siapa gerangan gadis itu,"ucap raja Anggara Dewa ketika melihat seorang gadis sedang mencuci di sungai,
"sungguh aku tak menduga di tempat terpencil ini ada bunga yang seindah dia ,"lanjut raja Anggara Dewa, baiklah aku dekati saja dia,"ucap raja Anggara Dewa.
" pergi kau..pergi!! "kata gadis itu dengan terkejut ,sambil mencari-cari sesuatu.
untuk menghalau ular sebesar lengan orang dewasa yang tiba tiba muncul berjarak dua tombak dari arah samping nya ,ia pun segera mengambil batu kecil dan kemudian melemparkannya ke arah ular itu , namun ular itu seakan-akan mengejek gadis itu dan terus mendekatinya,
"tolong...tolong "teriak gadis itu,
raja Anggara Dewa yang mendengar teriakkan itu segera mempercepat larinya dan wuusss...kress... sebuah keris menancap tepat mengenai kepala ular itu dan ular itu pun langsung mati seketika.
"apakah nona tidak apa-apa,"tanya raja Anggara Dewa,
"saya tidak apa-apa tuan,"jawab gadis sambil mengemasi cuciannya,
"terima kasih atas pertolongan tuan tadi,"lanjut gadis itu dengan malu malu.
"sama-sama nona ,tapi mengapa nona begitu terburu-buru,"ucap raja Anggara saat melihat gadis itu akan segera pergi,
"saya sudah selesai tuan,"ucap gadis itu,
"tunggu nona ,kalau boleh saya tahu siapa nama nona ini,"tanya raja Anggara Dewa,
"nama saya Saraswati tuan,"jawab gadis itu yang ternyata bernama Saraswati lalu pergi begitu saja dengan meninggalkan raja Anggara dewa.
Sebenarnya kalau tadi pagi Saraswati tidak lewat pintu belakang saat pergi ke sungai ia akan tahu bahwa orang yang menolongnya itu adalah orang yang tadi malam mengetuk pintu waktu saat hujan itu dan menginap di rumahnya.
"Walaupun tidak sempat ngobrol paling tidak aku sudah tahu namanya,"ucap raja Anggara dan segera membuang bangkai ular itu kemudian ia pun mencuci tangan dan mukanya dengan air sungai itu.
setelah selesai mencuci muka nya, kemudian ia segera kembali ke rumah begawan Pakuan,namun langkahnya terhenti ketika melihat Patih Kencana Loka berjalan ke arahnya,
"ada apa Kencana Loka,"tanya raja Anggara Dewa,
"saya kira gusti ada apa-apa makanya hamba menyusul gusti prabu kemari"ucap patih Kencana Loka,
"apakah kita akan segera melanjutkan perjalanan kita kembali ke istana gusti,"lanjut patih Kencana,
"soal itu kita bicarakan nanti Kencana loka karena ada sesuatu yang harus ku lakukan di sini,"ucap raja Anggara Dewa lalu pergi.
Patih Kencana loka tidak mengerti maksud dari ucapan dari raja Anggara dewa itu,
"Melakukan sesuatu apa kah Gusti prabu ingin berburu lagi "tanya Patih Kencana loka dalam hati, kemungkinan segera menyusulnya.