
"Aku tidak perlu menjelaskan apa tujuan saya kemari , karena saya yakin kakek sudah mengetahuinya"ucap Jaka Alap Alap.
"Mmmm.....ya..ya... dunia persilatan sekarang sedang ramai karena pedang itu,tapi sayang nya barang yang tuan cari tidak ada di sini"ucap Ki Rangin sambil mengelus jenggotnya yang panjang dan sudah memutih itu.
Mendengar ucapan Ki Rangin itu Jaka Alap Alap tidak langsung mempercayai nya,ia berfikir bahwa Ki Rangin pasti menyembunyikan nya.
"Saya harap kakek tidak mempersulit tugas saya ini"ucap Jaka Alap Alap.
"Memang sulit dalam situasi seperti ini untuk berkata jujur apa lagi menyangkut dua pedang itu ,tuan tentu tidak percaya pada perkataan saya ini"ucap Ki Rangin.
"Kakek benar, terus terang saja aku tidak bisa langsung percaya begitu saja pada kata kata kakek itu "ucap Jaka Alap Alap.
Disaat mereka sedang mengobrol datang lah Rang Rang dengan membawa sebuah gelas bambu yang berisi air minum untuk tamunya itu.
"Ini minuman nya silahkan tuan"ucap Rang Rang.
"Terima kasih kalau saya membuat nona repot"ucap Jaka Alap Alap sembari tersenyum menatap Rang Rang.
Rang Rang hanya mengangguk mendengar ucapan Jaka Alap Alap itu.
"Tuan boleh percaya boleh tidak pada ucapan saya ini karena itu adalah hak tuan"kata Ki Rangin melanjutkan perbincangan nya.
"Tapi dugaan saya tidak mungkin salah kek, karena waktu pedang itu lenyap di istana siluman ada asap yang berbau belerang dan kakek sendiri tahu hanya di gunung ceremai lah belerang itu berasal jadi kakek patut untuk saya curigai karena hanya kakek dan murid kakek lah orang yang tinggal di sini "ucap Jaka Alap Alap.
"Ya tuan benar , hanya di sinilah tempat sumber belerang tapi tuan salah sangka kalau menurut tuan pedang itu berada di sini"ucap Ki Rangin.
Rang Rang yang mendengar percakapan Ki Rangin dan tamunya itu akhirnya mengetahui maksud dari kedatangan tamunya itu.
"Kakek guru kenapa tidak langsung katakan saja yang sebenarnya tentang kejadian kemarin itu "ucap Rang Rang.
Jaka Alap Alap menatap Rang Rang dan mengerti bahwa mereka menyembunyikan sesuatu lewat ucapan Rang Rang tadi.
"Tenang lah Rang Rang kita tidak perlu buru buru karena kita tidak tahu siapa tamu kita ini sebenarnya"ucap Ki Rangin nampak berhati hati dengan tamunya itu
"Saya mohon atas nama Gusti prabu Rangga pada kalian berdua untuk mengatakan yang sebenarnya di mana pedang itu "ucap Jaka Alap Alap.
"Hmmm... rupanya tuan ini utusan Prabu Rangga,tapi maaf aku harus berhati-hati dalam situasi seperti ini untuk tidak mempercayai orang yang belum kami kenal begitu saja"ucap Ki Rangin mengangguk angguk kan kepalanya.
"Ternyata orang tua ini sangat berbelit belit"ucap Jaka Alap Alap dalam hati sedikit kesal.
"Kalau begitu tidak ada cara lain,aku harus memaksa kakek untuk mengatakannya"ucap Jaka Alap Alap.
"Jika tuan bermaksud memaksa apa boleh buat saya akan melayani apa kemauan tuan"ucap Ki Rangin dengan tenang.
Merasa tidak ada pilihan lain Jaka Alap Alap pun segera mengerahkan tenaga dalamnya hingga membuat udara di ruangan itu tiba-tiba menjadi panas.
Ki Rangin dan Rang Rang pun langsung mengerahkan tenaga dalamnya untuk membentengi dirinya setelah merasakan hawa panas menerpa tubuhnya.
Makin lama ruangan itu makin panas setelah ketiga orang dalam ruangan itu sama sama mengeluarkan tenaga dalamnya.
Hiiiaat..... Jaka Alap Alap meningkatkan tenaga dalamnya hingga membuat rumah itu bergetar, Rang Rang terpental oleh hempasan tenaga dalam Jaka Alap Alap karena tidak kuat menahannya.
"Rang Rang.."ucap Ki Rangin khawatir dengan murid tunggalnya itu.
"Tenaga dalam pemuda ini tidak bisa ku anggap remeh"ucap Ki Rangin dalam hati.
Tidak ingin gubuk bambu nya roboh Ki Rangin segera melesat keluar menembus atap begitu juga dengan Jaka Alap Alap segera melesat mengejar Ki Rangin.
Jaka Alap Alap Langsung menyerang Ki Rangin yang baru saja mendarat di tanah dengan mengirimkan tendangan pada nya,
,tapi dengan gesit Ki Rangin menghindari nya serangan itu dengan membungkuk kan badan nya sembari memberikan sapuan pada kaki Jaka Alap Alap.
Jaka Alap Alap pun melompat menghindarinya sapuan kaki Ki Rangin hingga pertarungan pun terjadi yang makin lama makin sengit.
Jaka Alap Alap menggempur Ki Rangin dengan jurus jurus maut nya karena ia ingin secepatnya menundukkan lawannya itu.
Melihat kehebatan lawannya yang masih tergolong cukup mudah itu , Ki Rangin tidak bisa main main apa lagi menganggapnya remeh setelah melihat kehebatan ilmunya.
Rang Rang yang melihat guru nya bertarung itu berniat untuk membantu nya apa bila keadaan sang guru terdesak.
Ki Rangin di paksa oleh Jaka Alap Alap untuk mempertahankan diri nya dari gempuran gempuran serangan nya bergerak cepat dengan menggunakan ajian saipi anginnya.
Melihat lawannya bergerak begitu cepat Jaka Alap Alap pun segera menggunakan ajian saipi angin nya untuk mengimbangi kecepatan Ki Rangin itu .
Diam diam Ki Rangin terkejut karena mengenali semua jurus jurus yang di peragakan oleh Jaka Alap Alap itu.
Jaka Alap Alap pun juga di buat terkejut oleh kakek tua itu yang ternyata mempunyai ajian saipi angin seperti dirinya ,ia pun segera menghentikan serangannya bermaksud untuk menanyakan nya hal itu padanya apakah suatu kebetulan atau memang ada hubungannya dengan dirinya.
"Aku ingin bertanya pada kakek sebelum melanjutkan pertarungan ini, karena aku tidak ingin salah dalam membunuh orang "ucap Jaka Alap Alap.
"Aku yang lebih tua yang seharusnya bertanya lebih dahulu pada orang yang lebih muda"ucap Ki Rangin.
"Baiklah silahkan kakek mau tanya apa pada ku"ucap Jaka Alap Alap.
"Melihat jurus jurus mu tadi kau mengingat kan ku pada seseorang tuan"ucap Ki Rangin.
"Siapa kah seseorang yang kakek maksud itu"tanya Jaka Alap Alap.
"Dia adalah adik seperguruan ku yang bernama Sawung seorang tabib seperti ku"ucap Ki Rangin.
"Apa...!!!! ternyata kakek adalah kakak seperguruan dari guru ku pantas saja menguasai ajian saipi angin"ucap Jaka Alap Alap dengan rasa tidak percaya.
"Jadi tuan ini ternyata murid dari adik seperguruan ku"ucap Ki Rangin merasa terkejut.
"Benar kek, maaf kan atas klancangan ku tadi pada Kakek guru"ucap Jaka Alap Alap dengan penuh rasa hormat.
"Aku benar benar tidak menyangka kalau Sawung memiliki murid sehebat kamu tuan"ucap Ki Rangin dengan tersenyum.
"Nama ku Jaka Alap Alap kek, jangan panggil aku tuan lagi"ucap Jaka Alap Alap.
"Lalu apakah yang akan nak Jaka tadi tanyakan pada ku"ucap Ki Rangin.
"Saya rasa pertanyaan ku tadi sudah terjawab setelah mengetahui bahwa kakek ini adalah saudara seperguruan dari guru kakek Sawung "jawab Jaka Alap Alap.
"Apakah guru tidak apa-apa"tanya Rang Rang setelah sampai di dekat guru nya.
"Ya aku baik baik saja Rang Rang, kenal kan Rang Rang ini adalah Jaka Alap Alap yang ternyata adalah murid dari Sawung adik seperguruan ku"ucap Ki Rangin.
Rang Rang pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum menatap Jaka Alap Alap begitu juga dengan Jaka Alap Alap melakukan hal yang sama.
"Tapi maaf kakek guru, soal masalah pedang naga itu kalau memang ada di sini aku akan tetap merebut nya walaupun harus bertempur mati Matian dengan kakek guru ini demi tugas yang Gusti prabu Rangga berikan pada ku "ucap Jaka Alap Alap.
"Apa boleh buat Jaka Alap Alap baiklah akan aku ceritakan tentang pedang itu pada mu "ucap Ki Rangin sambil melangkah menuju ke dalam pondok nya.
Jaka Alap Alap dan Rang Rang pun mengikuti Ki Rangin menuju ke dalam pondok bambu itu.
"Rang Rang cepat ambil air putih, untuk ku dan untuk Jaka Alap Alap karena sepertinya dia juga merasa kehausan seperti aku setelah bermain main tadi"ucap Ki Rangin.
Rang Rang pun segera masuk ke dalam untuk mengambil sebuah kendi yang terbuat dari tanah liat juga dengan gelas bambu yang sudah tersedia di meja.
"Ini guru air putih nya "ucap Rang Rang sambil menyerahkan sebuah kendi kepada gurunya dan langsung masuk ke dalam.
"terima kasih Rang Rang, silahkan nak Jaka pasti kau juga lelah dan haus "ucap ki Rangin sambil menuangkan air putih ke dalam gelasnya.
"Iya terima kasih kakek guru"ucap Jaka Alap Alap.
"Dengar Jaka kamu tidak salah datang ke sini untuk mencari pedang itu, namun sayangnya pedang itu lepas dari tangan kami berdua sewaktu membawanya ke sini karena di tengah perjalanan aku dan Rang Rang dihadang oleh orang yang aku sendiri tidak tahu tapi kesakitan nya sungguh hebat hingga aku dan Rang Rang di buatnya tidak berdaya"ucap Ki Rangin.
"Kira kira seperti apa orang yang merebut pedang itu kakek guru "tanya Jaka Alap Alap.
"Ciri-ciri orang itu kalau tidak salah berpakaian serba hitam dengan pedang besar di punggung nya "ucap Ki Rangin.
"Apa... jangan jangan itu raja Gandara...!!!"ucap Jaka Alap Alap dengan terkejut.
"Jadi kamu tahu orang itu Jaka"tanya Ki Rangin.
"Ya ,dia adalah raja Gandara dari kerajaan Markuraka waktu itu aku dan gusti prabu pernah bertemu dengan nya dia bersama ratu Sarjani"ucap Jaka Alap Alap.
"Kalau begitu kamu akan semakin sulit untuk merebut pedang itu darinya Jaka, kamu tahu sendiri bagaimana kesakitan orang itu"ucap Ki Rangin.
"Tapi bagaimana pun juga aku akan tetap mencarinya kek , biar pun itu di tangan orang sakti mandraguna sekalipun"ucap Jaka Alap Alap.
"Aku kagum pada tekad mu itu Jaka, Gusti prabu beruntung mempunyai seorang seperti mu"ucap Ki Rangin.
"Karena aku sudah bersumpah dihadapan guru untuk setia dan patuh pada Gusti prabu Rangga seberat apa pun tugas yang Gusti prabu berikan pada ku"ucap Jaka Alap Alap.
"Kalau begitu aku akan menyuruh Rang Rang untuk membantu tugas mu itu Jaka"ucap Ki Rangin.
"Saya rasa itu tidak perlu kakek guru"ucap Jaka Alap Alap.
"Haaa...haaa...haaa....kau tidak perlu sungkan Jaka ,karena aku bermaksud menitipkan Rang Rang pada mu"ucap Ki Rangin.
"Aku tidak mengerti apa maksud kakek guru menitipkan Rang Rang pada ku"ucap Jaka Alap Alap.
"Sebenarnya aku dan Rang Rang telah lama bekerja untuk Gusti Dewi Kara untuk mencari pedang itu tanpa sepengetahuan dari siapa pun termasuk Gusti Patih Arya Soma sendiri"ucap Ki Rangin membuka rahasia nya kepada Jaka Alap Alap.
"Apa...!!!! "ucap Jaka Alap Alap dengan tersentak.
" Kamu akan lebih terkejut lagi jika kamu tahu bahwa aku telah berbuat salah pada Gusti Dewi Sekar karena pernah meracuni beliau"lanjut Ki Rangin.
"Jadi , sewaktu Gusti ratu Dewi Sekar di kabar kan meninggal itu karena terkena racun kakek guru"ucap Jaka Alap Alap.
"Ya ,kau tentu pernah mendengar sewaktu Dewi Sekar di kabar meninggal sewaktu melahirkan bukan"tanya Ki Rangin.
"Benar kakek guru"jawab Jaka Alap Alap.
"Itu salah satu kesalahan ku karena pada waktu itu aku menuruti kemauan Dewi Kara untuk mencelakakan Dewi Sekar karena bernafsu untuk meraih kedudukan menjadi ratu Martapura "ucap Ki Rangin.
"Tapi masalah itu sudah selesai setelah Dewi Kara mengakui kesalahannya dan gusti Patih Arya Soma pun sudah memberikan hukuman padanya "ucap Jaka Alap Alap.
"Kau benar Jaka masalah itu sudah selesai, tapi aku sendiri masih merasa bersalah pada Gusti Dewi Sekar dan untuk menebus kesalahan ku itu biarlah Rang Rang ikut dengan mu untuk membantu mencari pedang itu sekaligus untuk mengabdi kan diri nya pada Martapura "ucap Ki Rangin.
Mendengar permintaan Kakek guru nya itu Jaka Alap Alap tampak bingung untuk menjawab nya.
"Aku tahu kebimbangan mu Jaka tapi percayalah Rang Rang tidak akan merepotkan mu apa lagi membebani mu, karena semua ilmu ku telah ia kuasai dengan baik dan kemampuan nya tidak kalah dari mu baik itu pengobatan mau pun kanuragan"ucap Ki Rangin.
Mendengar penjelasan dari kakek guru nya itu Jaka Alap Alap pun tidak bisa menolak lagi.
"Baiklah, aku tidak mempermasalahkan hal itu kakek guru,tapi bagaimana dengan Rang Rang sendiri apa dia mau untuk ikut dengan ku mencari pedang itu"ucap Jaka Alap Alap.
"Dia mau atau tidak kamu bisa dengar dari mulut sendiri nanti Jaka, Rang Rang cepat kesini ada sesuatu yang penting yang ingin ku bicara kan pada mu"ucap Ki Rangin memanggilnya.
"Aku sudah mendengar semua apa yang guru bicara dengan kakang Jaka Alap Alap barusan dan menurut ku tidak masalah jika aku harus ikut dengan nya untuk mencari pedang itu serta mengabdi kan diri ku untuk Martapura"ucap Rang Rang.
"Bagus-bagus jawaban seperti itulah yang aku harapkan Rang Rang, bagaimana Jaka kau sudah dengar sendiri kan apa yang Rang Rang bilang tadi"ucap Ki Rangin tersenyum senang mendengar jawaban dari muridnya itu.
"Kalau begitu bersiaplah Rang Rang kita harus segera berangkat"ucap Jaka Alap Alap.
"Baik Kakang"ucap Rang Rang segera masuk ke dalam.
"Apa tidak sebaiknya malam ini kau menginap di sini dulu Jaka, karena sebentar lagi hari menjelang malam akan sangat berbahaya sekali berjalan menuruni bukit di malam hari"ucap Ki Rangin.
"Benar sekali apa yang kakek guru katak kan, baiklah malam ini aku menuruti kakek guru untuk menginap di sini "ucap Jaka Alap Alap.
"Aku merasa senang karena malam ini mendapatkan seorang teman untuk mengobrol karena aku ingin melanjutkan perbincangan dengan mu mengenai kabar guru mu saat ini Jaka"ucap Ki Rangin.
"Silahkan kakek guru mau tanya apa aku akan menjawab semua pertanyaan dari kakek guru "ucap Jaka Alap Alap.
Kedua orang itu pun akhirnya melanjutkan perbincangan nya sampai larut malam, Ki Rangin seakan akan melepaskan rasa rindu nya kepada adik seperguruan nya lewat Jaka Alap Alap.
...****************...
Setelah menyelesaikan pertarungan nya dengan si pemburu bayangan Rangga pun melanjutkan perjalanan nya dan kini ia pun sudah sampai di istana kerajaan Markuraka.
Mendapat kunjungan Rangga yang mendadak itu Ratu Gandari merasa senang dan bertanya tanya ada apa kiranya Rangga datang ke mengunjunginya***.