
Darkala dan kedua muridnya memutuskan untuk kembali ke istana siluman setelah gagal mengejar orang yang mengambil dua pedang naga itu.
Perjalanan mereka berhenti ketika melewati tempat bekas pertarungan antara Rangga dan Raja Batara Derja, maharaja Dawung.
Darkala merasa heran melihat tempat itu yang rusak sangat parah seperti di hantam meteor.
Kerusakan akibat pertempuran itu sungguh luar biasa karena pepohonan banyak yang tumbang sehingga hutan yang tadinya rimbun kini tampak gundul .
"Apakah ini bekas pertempuran antara Rangga dan para orang orang istana siluman guru kenapa bekas begitu mengerikan seperti ini"tanya Warok Singa dengan tidak percaya.
"Ya kekuatan besar telah di pertunjukan dalam pertempuran yang baru saja terjadi di tempat ini "ucap Darkala.
"Benar benar luar biasa hutan seluas ini bisa langsung rata dengan tanah "ucap Kala Weling.
"Guru ...!!!"teriak Warok Singa memanggil gurunya.
Mendengar teriakkan Warok Singa itu Darkala dan kala Weling pun kemudian mendekati nya.
"Ada apa Warok Singa"tanya Darkala.
"Bukankah ini tubuh maharaja Dawung dan Raja Batara Derja guru"ucap Warok Singa.
"Benar , rupanya Rangga yang berhasil memenangkan pertarungan itu"ucap Darkala.
"Sebaiknya kita cepat tinggal kan tempat ini "ucap Darkala kepada dua orang muridnya.
"Kenapa buru buru begitu guru"tanya Warok Singa.
"Aku merasakan ada kekuatan besar sedang menuju kemari, sebaiknya untuk saat ini kita menyingkir dari tempat ini karena tujuan kita adalah untuk menemukan pedang bukan musuh"ucap Darkala kemudian berkelebat meninggalkan tempat itu.
Melihat guru nya sudah pergi mereka berdua pun lalu berkelebat menyusul nya.
Sementara itu di sebuah pinggir hutan tampak bayangan berkelebat cepat dengan membawa seseorang di pundaknya.
Tak berapa lama kemudian orang itu pun berhenti di sebuah gua yang letaknya di pinggir sungai dengan hati hati orang itu pun lalu menurunkan orang yang di bawanya itu.
Lalu orang itu pun bergegas masuk ke dalam gua untuk memastikan keadaan dalam gua itu aman dari binatang berbisa ,ia segera mengangkat orang yang di bawa nya tadi untuk di pindahkan ke dalam gua.
"Sepertinya Gusti prabu baru saja mengeluarkan seluruh kekuatan nya sehingga membuat nya begitu kelelahan "ucap orang itu yang tidak lain adalah Jaka Alap Alap sambil memandangi Rangga orang yang di bawanya tadi .
Rupanya setelah mengetahui Arya Soma berhasil membawa Arum ke Martapura, tanpa sepengetahuan mereka Jaka Alap Alap berangkat lebih dulu untuk menyusul Rangga, namun di saat ia sampai di sana ternyata pertarungan telah usai dan mendapati Rangga yang sudah tergeletak pingsan.
Jaka Alap Alap pun segera membawa Rangga pergi dari tempat itu untuk menjaga keselamatan dari orang orang yang mungkin akan menggunakan kesempatan untuk mencelakai nya di saat Rangga sedang tidak berdaya itu.
Jaka Alap Alap pun segera membuat perapian untuk menghangatkan badan serta untuk penerangan di hari yang mulai malam itu.
Rangga yang pingsan semenjak pertarungan senja tadi ,akhirnya pun terbangun ketika hari mulai tengah malam,ia heran mendapati dirinya sudah ada di dalam gua.
Mengetahui Rangga sudah terbangun Jaka Alap Alap pun segera menghampirinya.
"Apakah Gusti prabu baik' baik saja"tanya Jaka Alap Alap.
"Aku tidak apa-apa,tapi kenapa aku berada di sini Alap alap"tanya Rangga.
"Maaf Gusti prabu ,saya temukan Gusti tergeletak pingsan di hutan sebelah Utara istana siluman lalu saya membawa Gusti prabu kesini ,semula saya ingin membawa Gusti prabu langsung ke Martapura tapi karena hari sudah mulai gelap terpaksa saya membawa Gusti prabu ke tempat ini"ucap Jaka Alap Alap.
Rangga pun akhirnya teringat dengan pertempuran nya melawan maharaja Dawung dan Raja Batara Derja.
"Jaka Alap Alap cepat bantu aku untuk memulihkan tenaga ku"ucap Rangga.
"Baik Gusti prabu"ucap Jaka Alap Alap.
Kemudian Jaka Alap Alap pun menyalurkan tenaga dalamnya ke tubuh Rangga , ternyata jurus gabungan yang Rangga gunakan waktu melawan keempat orang dari kerajaan siluman tadi benar benar menguras tenaga dalamnya untung tidak sampai menyebabkan kerusakan pada tubuh nya .
"Cukup Jaka Alap Alap , terima kasih atas bantuan nya"ucap Rangga lalu menghirup nafas dalam dalam.
"Terima kasih kembali Gusti prabu"jawab Jaka Alap Alap.
"Oh,ya Jaka Alap Alap bagaimana dengan putri ku Arum apakah sudah sampai ke Martapura"tanya Rangga.
"Benar Gusti prabu Gusti putri sudah sampai di istana dengan selamat bersama dengan Gusti Patih tadi siang"ucap Jaka Alap Alap.
"Aku sudah lega kalau putri ku tiba di istana dengan selamat"ucap Rangga.
"Lalu bagaimana dengan nasib pedang naga itu Gusti prabu karena saya dengar dari Gusti Patih bahwa pedang itu sekarang telah lenyap entah kemana "tanya Jaka Alap Alap.
"Ya pedang itu sekarang hilang entah di mana dan kita harus cepat bergerak untuk mencari nya Jaka Alap Alap ,coba kau lihat sendiri di langit bulan purnama penuh hampir tiba"ucap Rangga sambil menunjuk ke arah atas.
"Sepertinya lima hari lagi purnama penuh Gusti prabu"ucap Jaka Alap Alap.
"Kau benar,kalau pedang itu tidak sampai ketemu aku bisa malu sama Pandan Wangi dan Arum juga pada kakek begawan Barnowo karena mereka telah mempercayakan nya pada ku"ucap Rangga.
"Apakah Gusti prabu mengetahui siapa yang mengambil pedang itu"tanya Jaka Alap Alap.
"Aku tidak mengetahui siapa yang mengambil pedang itu tapi menurut ku kemungkinan orang dari kerajaan siluman lah pelakunya "ucap Rangga.
"Kenapa Gusti prabu bisa menyimpulkan seperti itu"tanya Jaka Alap Alap.
"Karena dalam kabut itu aku sedikit mencium adanya bau belerang"ucap Rangga.
"Bau belerang , bukan kah di istana siluman tidak ada belerang Gusti"ucap Jaka Alap Alap.
"Aku tahu itu , tapi sepertinya waktu itu aku merasakan sudah ada persiapan dari seseorang yang menunggu ku mengeluarkan pedang itu "ucap Rangga.
"Apa mungkin sebelum Gusti prabu sampai di sana ada seseorang yang sudah menyiapkan sesuatu alat yang bisa menyebabkan munculnya kabut itu"ucap Jaka Alap Alap.
"Tepat sekali itulah yang aku maksud Jaka Alap Alap"jawab Rangga.
"Lalu siapa yang harus di curigai atas hilangnya pedang itu Gusti prabu"tanya Jaka Alap Alap penasaran.
"Yang jelas orang itu sudah hafal seluk beluk tentang istana siluman ,sehingga ia dapat bergerak bebas sesuka hati"ucap Rangga.
"Mmmm... begini saja kamu pergilah besok pagi ke gunung ceremai dan selidiki lah di sana , karena tempat terdekat dari sini adalah gunung ceremai yang banyak menghasilkan belerang aku rasa pedang itu di bawa ke sana "ucap Rangga merasa yakin.
"Benar juga Gusti prabu,besok pagi hamba akan segera berangkat ke sana "ucap Jaka Alap Alap.
"Sementara kamu ke gunung ceremai,aku akan pergi ke istana siluman untuk menyelidiki di sana"ucap Rangga.
"Maaf Gusti apa tidak sebaiknya Gusti prabu kembali ke istana dulu supaya Gusti Ratu Dewi Sekar tidak merasa cemas Gusti "ucap Jaka Alap Alap mengingat kan.
"Mengenai itu aku akan mengirimkan pulang Geni untuk memberikan kabar pada Dinda Sekar bahwa aku baik baik saja"ucap Rangga.
"Saya rasa itu lebih baik begitu Gusti "ucap Jaka Alap Alap.
"Sebaiknya malam ini kita bermalam di sini Jaka Alap Alap kurasa gua ini lumayan hangat "ucap Rangga.
"Kalau begitu hamba akan mencari kayu bakar Gusti prabu dan berjaga jaga di depan mulut gua"ucap Jaka Alap Alap , kemudian ia pergi meninggalkan Rangga.
Setelah kepergian Jaka Alap Alap Rangga menyandarkan dirinya pada sebuah dinding gua di belakang nya lalu pikirannya pun melayang ke beberapa tahun silam di mana pertama kali dirinya bertemu dengan Jaka Alap Alap.
Rangga pernah di tolong oleh Jaka Alap Alap dan guru nya waktu dirinya luka parah akibat pertarungan dengan Kala Murka beberapa tahun lalu.
Waktu itu Jaka Alap Alap yang masih sangat muda ia di perintahkan oleh guru nya untuk mencari bahan obat obatan karena saat itu sang guru kehabisan bahan yang sangat di butuhkan untuk mengobati pasiennya ,yaitu sebuah jamur berwarna ungu atau jamur ungu yang hanya bisa tumbuh di atas bukit.
Demi melaksanakan perintah gurunya Jaka alap alap sudah berangkat sewaktu hari masih agak petang supaya sampai di tempat yang ia tuju tidak kesiangan.
Karena berangkat pagi-pagi sekali dalam waktu hampir tengah hari ia pun sudah sampai di bukit itu.
Huuuuuuf .... terdengar Jaka Alap Alap mengambil nafas panjang karena kelelahan karena baru saja mendaki jalan yang lumayan tinggi.
"Akhirnya aku sampai di puncak bukit ini sebaiknya aku istirahat dulu untuk memulihkan tenaga"ucap Jaka Alap Alap ,lalu ia pun mengeluarkan bekal yang di bawa dan langsung memakannya untuk memulihkan tenaganya yang sudah habis terkuras.
Setelah beristirahat sejenak ia pun segera melanjutkan tugasnya di tempat itu untuk mencari jamur yang di minta oleh gurunya .
Jaka Alap Alap pun segera menjelajahi sekitar bukit itu dan setelah lama mencari nya ia pun akhirnya menemukan jamur warna ungu yang itu.
Dengan perasaan senang ia langsung memetik seluruh jamur itu dan tanpa terasa penuh lah tempat untuk menampung jamur itu.
Karena jamur yang di butuhkan sudah dapat banyak ia pun memutuskan untuk kembali supaya tidak sampai kemalaman di tempat gurunya.
Jaka Alap Alap pun segera menuruni jalan berbukit itu karena sudah terbiasa dalam waktu yang tidak begitu lama ia pun sudah sampai di bawah.
Ia pun segera mengambil jalan pintas dan segera mempercepat langkahnya karena pasti guru nya sudah lama menunggu kepulangan nya.
Namun di tengah jalan ia harus menghentikan langkahnya saat melihat sebuah sosok tubuh seseorang tergeletak di jalan yang akan di lewati nya.
Jaka Alap Alap menatap tubuh yang tergeletak di depannya itu sambil memperhatikan dua buah pedang yang menancap di tanah dekat tubuh itu.
Ia pun segera mendekati tubuh itu ingin melihatnya lebih dekat,namun sebelum sampai menyentuh tubuh itu, dirinya langsung terpental hingga membuat seluruh jamur yang di bawanya berjatuhan.
"Akh..aduuh...apa itu tadi "ucap Jaka Alap Alap bertanya pada diri nya sendiri sambil menahan rasa sakit akibat terpental tadi.
"Sebaiknya aku segera kembali dan melaporkan ini pada guru"ucap Jaka Alap Alap segera melesat dari tempat itu.
Dalam perjalanan nya Jaka Alap Alap bertanya tanya mengenai orang yang tergeletak itu.
Jaka Alap Alap berlari kencang sekali seperti di kejar kejar setan.
Dan tidak lama kemudian ia pun sampai di tempat gurunya dengan nafas naik turun tidak beraturan.
Melihat muridnya datang dengan wajah pucat dan nafas ngos-ngosan sang guru yang bernama Ki Sawung segera menanyainya.
"Ada apa Jaka kenapa kau berlari seperti di kejar kejar setan"tanya Ki Sawung.
"Anu guru...anu..."ucap Jaka Alap Alap tergagap.
"tenangkan diri mu ,lalu bicaralah "ucap Ki Sawung.
"Cepat katakan kenapa kau tadi berlari lari seperti itu"tanya Ki Sawung.
"Di sana guru aku melihat mayat seseorang dan dan dua buah pedang kembar, sewaktu aku mau mendekati nya tubuh ku langsung terpental entah kenapa"ucap Jaka Alap Alap.
Mendengar perkataan murid nya itu Ki Sawung pun merenung sejenak, ia langsung teringat dengan mimpinya semalam yang melihat seorang pemuda minta pertolongan padanya.
"Apa mungkin ini jawaban dari mimpi ku itu"ucap Ki Sawung dalam hatinya.
"Mari kita ke sana kita lihat mayat itu dan cepat pegang tangan ku"ucap Ki sawung.
Lalu dengan ajian saipi angin nya Ki Sawung pun melesat menuju ke tempat yang di maksud oleh muridnya itu.
Tak berapa lama kemudian mereka berdua pun sampai di tempat itu.
"Itu mayatnya guru"ucap Jaka Alap Alap sambil menunjuk ke tempat itu.
"Kau tetap di sini Jaka biar aku saja yang melihat mayat itu"ucap Ki Sawung lalu mendekati nya.
"Baik guru"jawab Jaka alap alap.
Ki Sawung pun merasakan kekuatan luar biasa ketika mendekati tempat itu sehingga membuat dirinya tidak bisa untuk melanjutkan langkah kakinya.
"Sepertinya itu adalah pedang pusaka milik orang itu yang melindungi nya "ucap Ki Sawung, ia pun segera memejamkan matanya untuk berkomunikasi dengan dua pedang pusaka itu.
"Aku tidak bermaksud jahat pada tuan kalian jadi izinkan lah saya untuk menolong nya"ucap Ki Sawung.
Setelah berkata demikian kekuatan yang melindungi tubuh orang itu pun lenyap seketika , Ki Sawung pun segera mendekati dan langsung memeriksa nya, setelah mengetahui masih hidup ia pun segera membawanya pergi dari tempat itu dan menuju ke tempat tinggalnya.
Setelah sampai di tempat kediaman nya Ki Sawung pun segera memeriksa lukanya dan ternyata ,ia menderita luka dalam yang sangat parah akibat pengerahan tenaga dalam yang sangat berlebihan dan menyebabkan seluruh urat syaraf nya rusak selain itu detak jantung nya pun sangat lemah.
Ki Sawung dapat mengetahui orang yang di hadapan nya itu bukanlah orang sembarangan setelah melihat dengan mata batin nya, karena biasanya orang yang mengalami luka separah itu biasa tidak akan bisa bertahan lagi.
"Tampak nya aku tidak perlu lagi mengkhawatirkan Jaka Alap Alap untuk masa depannya , aku akan menyuruh dia untuk mengikuti orang ini nantinya kalau pemuda ini sudah sembuh "ucap Ki Sawung dalam hati di sertai senyum di bibirnya.
Ia segera mengerahkan segala kemampuannya untuk mengobatinya , hingga beberapa hari kemudian keadaannya pun makin hari makin membaik walaupun masih jauh dari kata sembuh ,karena Rangga masih juga belum siuman.
Ki Sawung yang merupakan seorang tabib hebat serta sakti mandraguna dengan tekun merawat dan mengobati Rangga tanpa mengenal lelah, hingga tanpa terasa sudah hampir satu bulan lebih ia merawat nya.
"Jaka pergilah kau ke bukit dan cari jamur itu lagi karena aku membutuhkan nya lebih banyak untuk mengobati pemuda itu"ucap Ki Sawung.
"Apa luka paman itu parah sekali guru"tanya Jaka Alap Alap.
"Benar Jaka, seperti nya butuh waktu bertahun-tahun untuk menyembuhkan lukanya"ucap Ki Sawung.
"Memang kenapa dengan paman itu guru"tanya Jaka Alap Alap.
"Seluruh urat syaraf nya rusak karena pengerahan tenaga dalam yang begitu besar dan butuh waktu lama untuk menyembuhkannya"ucap Ki Sawung.
"Kasihan sekali paman itu guru"ucap Jaka Alap Alap.
"Ya Jaka , sekarang pergilah cari jamur itu"ucap Ki Sawung.
"baik guru "jawab Jaka alap alap.
Jaka Alap Alap pun kemudian bergegas pergi ke bukit yang kemarin itu untuk mencari jamur ungu.
Rangga yang baru saja siuman dari tidur panjangnya (koma) dari dalam mendengar percakapan itu ia merasa terharu atas bantuan yang mereka berikan kepada dirinya.
Setelah Jaka Alap Alap pergi,Ki Sawung pun segera masuk ke dalam untuk melihat keadaan Rangga .
"Aku ucapkan terima kasih atas pertolongan aki kepada saya"ucap Rangga dengan suara yang sangat lemah.
Mendengar orang yang di tolong telah sadar Ki Sawung pun merasa gembira.
"Sudahlah anak mudah tidak perlu berterima kasih pada ku, karena aku merasa beruntung bisa mengulurkan tangan tua ini untuk membantu mu anak muda"ucap Ki Sawung.
"Sebaiknya anak muda jangan bicara dulu "sambung Ki Sawung.
"Nama ku Rangga dan aki siapa"ucap Rangga tidak memperdulikan ucapan Ki Sawung itu dan terus bicara.
"Anak muda kau bisa memanggil ku Ki Sawung"ucap Ki Sawung memperkenalkan dirinya.
"Sebaiknya anak muda istirahat dan jangan banyak bicara dulu"ucap Ki Sawung.
"iya Ki"jawab Rangga.
Rangga pun akhirnya menuruti nasihat dari Ki Sawung itu dan tidak bicara lagi,ia tidak menyangka bahwa pertarungan nya dengan Kala Murka dapat menyebabkan luka yang sangat parah pada dirinya.
Ki Sawung memperhatikan Rangga yang sedang terbaring itu secara dalam dalam ,dirinya dapat merasakan kalau orang yang ada di depannya itu memiliki kekuatan yang begitu besar .
Di pagi yang cerah itu seperti biasa Ki Sawung melatih ilmu Kanuragan pada Jaka Alap Alap ,ia menurunkan semua ilmu dan keahliannya kepadanya karena dialah murid satu satunya.
"Jaka terus kan latihan nya jangan berhenti sebelum aku menyuruh mu berhenti"ucap Ki Sawung pada Jaka Alap Alap lalu masuk kedalam mengambil air minum.
"Bagaimana keadaan mu nak Rangga "tanya Ki Sawung.
"Sudah semakin baik Ki ,luka di dada sudah tidak terlalu sakit lagi,apakah anak di depan itu murid mu Ki"tanya Rangga.
"Benar nak Rangga dia lah murid ku satu satunya"ucap Ki Sawung.
"Aku melihat potensi yang luar biasa pada anak itu Ki "ucap Rangga.
"Benar ,dia adalah anak yang sangat berbakat dan juga cerdas , setelah aku tiada nanti aku bermaksud agar dia mengikuti dan mengabdi kepada mu nak Rangga"ucap Ki Sawung.
Rangga terkejut mendengar perkataan Ki Sawung itu ,ia tidak mengira kalau Ki sawung akan berkata seperti itu.
"Apakah Ki Sawung tidak salah kalau dia nanti ikut bersama ku , sedangkan Ki Sawung belum pernah mengenal aku sebelum nya"tanya Rangga.
"Sama sekali tidak karena aku yakin nak Rangga adalah seorang pendekar yang patut untuk di contoh dan di tiru"ucap Ki Sawung.
Rangga tersenyum mendengar perkataan Ki Sawung itu.
"Kenapa Ki Sawung berkata begitu yakin kalau aku ini adalah orang baik,saya pikir Ki Sawung terlalu cepat mengambil keputusan"ucap Rangga.
"Tidak nak Rangga aku tidak salah ambil keputusan karena pedang yang di miliki nak Rangga adalah pedang pembela kebenaran"ucap Ki Sawung.
"Orang tua ini ternyata memiliki penglihatan mata batin yang luar biasa "ucap Rangga dalam hati.
"Jika Ki Sawung berkata begitu baiklah saya tidak akan menolaknya"ucap Rangga.
"Oh ya,mengenai luka nak Rangga ,saya sarankan dalam waktu yang lama nak Rangga sebaiknya jangan dulu menggunakan tenaga dalam ,karena jika itu nak Rangga lakukan dapat menyebabkan efek yang buruk untuk tubuh nak Rangga sendiri"ucap Ki Sawung.
"Memangnya kenapa Ki"tanya Rangga.
"Setelah aku memeriksa nak Rangga dengan teliti ternyata aku menemukan adanya kerusakan pada saraf otot-otot di seluruh tubuh nak Rangga akibat pengerahan tenaga dalam yang melampaui batas,
jadi karena itulah untuk waktu yang lama saya sarankan agar nak Rangga jangan menggunakan tenaga dalam sebelum benar benar pulih luka itu"ucap Ki Sawung.
Rangga tercekat mendengar penuturan Ki Sawung itu,ia tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya tapi seluruh rakyat Martapura yang menjadi beban pikirannya saat ini.
Hari berganti hari dan bulan terus berlalu tanpa terasa sudah hampir tujuh tahun Rangga di tempat itu ia pun sudah bisa berjalan tapi belum bisa untuk berlatih.
Setiap hari Rangga hanya bisa menonton Ki Sawung dan Jaka Alap Alap yang sedang berlatih jurus, ingin rasanya ia berlatih bersama mereka namun tangan dan badan nya masih belum juga bisa di gerakan secara bebas.
Jaka Alap Alap pun kini tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan tangguh serta memiliki kesaktian yang mumpuni hingga saat ia bisa di sejajarkan dengan pendekar pilih tanding berkat bimbingan guru nya Ki Sawung.
Dalam satu kesempatan Rangga pun berterus terang kepada Ki Sawung dan Jaka Alap Alap tentang siapa dirinya yang sebenarnya, mendengar penjelasan Rangga itu Ki Sawung dan Jaka Alap Alap pun terkejut dan segera menjura hormat padanya.
Dalam perasaan mereka berdua sangat gembira serta bangga dapat menolong sekaligus bertemu dengan seorang Raja agung Martapura yang terkenal baik dan juga sakti mandraguna itu.
"Kami berdua benar benar tidak menyangka kalau ternyata nak Rangga adalah seorang raja dari Martapura"ucap Ki Sawung.
"Begini Ki aku mau minta izin pada Ki Sawung untuk menyuruh Jaka Alap Alap menyelediki Martapura aku ingin tahu bagaimana keadaan di sana"ucap Rangga.
"Gusti prabu tidak perlu sungkan aku sudah bicara pada Jaka Alap Alap untuk mengabdi pada Gusti prabu dan ia pun dengan tulus serta ikhlas untuk mengabdi pada Gusti"ucap Ki Sawung.
"Benar apa yang guru katakan Gusti mulai saat ini izinkan lah aku untuk mengabdi kepada Gusti prabu"ucap Jaka Alap Alap.
"Jika itu sudah menjadi keputusan mu baiklah sekarang juga berangkat lah kau ke Martapura untuk melihat lihat keadaan di sana dan jangan katakan keberadaan ku pada siapa pun ,karena jika mereka tahu keadaan ku saat ini aku hanya akan jadi beban mereka saja karena keadaan ku belum pulih "ucap Rangga.
"Baik Gusti prabu"ucap Jaka Alap Alap kemudian melesat dengan ilmu saipi angin nya.
Semenjak itulah Rangga dapat memantau dan mengetahui suasana serta keadaan di Martapura berkat adanya Jaka Alap Alap.
"Gusti prabu sebaiknya Gusti kedalam karena malam semakin dingin biarkan hamba yang berjaga di luar"ucap Jaka Alap Alap.
Rangga pun langsung tersadar dari bayangan masa lalu begitu mendengar perkataan Jaka Alap Alap itu.
"Sebaiknya kau juga kedalam Jaka Alap Alap , entah kenapa malam ini udara begitu sangat dingin"ucap Rangga.
"Baik Gusti prabu"ucap Jaka Alap Alap.
Sementara itu setelah tidak menemukan adanya Rangga, Arya Soma pun bergegas meninggalkan tempat itu dan kembali di istana dan segera melapor kepada Dewi Sekar.
"Maaf Gusti ratu saya tidak menemukan Gusti prabu"ucap Arya Soma.
Kakang Patih tidak perlu minta maaf karena kanda prabu sudah mengirimkan pesan bahwa dia baik baik saja"ucap Dewi Sekar.
Arya Soma, Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun langsung lega begitu mendengar perkataan dari Dewi Sekar itu.
"Apakah Gusti prabu masih di sana Gusti ratu"tanya Arya Soma.
"Mengenai hal itu Kanda Prabu tidak memberi tahu , tapi dia saat ini sedang bersama Jaka Alap Alap mungkin ada keperluan lain"ucap Dewi Sekar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...