
"Terima kasih kalian telah menolong saudara ku ,ucap"Sugati setelah di dekat Sugala dan Ariani Dewi,"jangan di pikirkan tuan lebih baik tuan periksa saudara tuan itu "kata Ariani Dewi sambil menunjuk ke arah Sugala, mendengar itu Sugati langsung menghampiri Sugala yang telah selesai dengan semedinya.
"bagaimana keadaan mu Sugala"ucap Sugati setelah sampai di dekatnya,
"kau tenang saja Sugati aku baik-baik saja,"jawab Sugala kemudian berdiri.
Lasmini yang melihat Sugati menghampiri temannya, ia pun segera buru buru mendatangi Rukmini yang tengah duduk bersandar di sebuah pohon dengan wajah terlihat pucat , melihat wajah Rukmini pucat pasih itu, Lasmini pun segera menyalurkan hawa murni ke tubuhnya,
namun tiba-tiba ia segera membatalkan niatnya itu karena merasakan sakit pada dadanya akibat kena pukulan Sugati tadi.
"Ternyata luka ku bisa bertambah parah kalau aku menggunakan tenaga dalam ku,"ucap Lasmini.
Sementara itu NYI Sarweda masih terlihat adu mulut dengan Ariani Dewi.
"Kalau kalian sayang dengan nyawa kalian sendiri sebaiknya cepat pergi dari sini, sebelum aku berubah pikiran,"ucap Nyi Sarweda, memperingatkan.
"Tutup mulut nenek tua, jangan bicara ngalor ngidul tidak jelas,"ucap Ariani Dewi yang merasa sangat muak dengan Nyi Sarweda, sejak pertemuan kemarin.
"Dari kemarin rasanya aku ingin memukul mulut tajam mu itu,"ucap Nyi Sarweda dengan amarah yang mau meledak ,
"jangan hanya bicara nenek tua ayo buktikan"tantang Ariani Dewi sengaja memancing kemarahan Nyi Sarweda.
"Dasar anak setan takkan ku biarkan mulut mu terus mengoceh tanpa aturan,hari ini juga ku cabut nyawa mu,"ucap Nyi Sarweda merasa marah sekali di panggil nenek tua.
"Ariani ku rasa pancingan mu mengenai sasaran,"ucap Pandan Wangi,
"memang itu tujuan ku Wangi"kata Ariani Dewi,
"kalian berdua akan menerima akibatnya "ucap Nyi Sarweda , langsung menyerang mereka dengan tongkatnya, mereka berdua pun langsung mencabut pedangnya dan menangkis serangan tongkat Nyi Sarweda itu,
bergetar lah tangan Ariani Dewi dan Pandan Wangi merasakan tenaga dalam Nyi Sarweda, mereka pun terjajar mundur kebelakang,"kita harus berhati-hati Pandan Wangi tenaga dalamnya cukup besar"ucap Ariani Dewi,diam -diam Nyi Sarweda pun terkejut merasakan tenaga dalam mereka berdua "ternyata tenaga dalam mereka tidak bisa ku anggap remeh, ucap Nyi Sarweda.
(Kita tinggal dulu pertarungan mereka sejenak)
Di Kumaya raja Sura heran melihat pangeran Lintang yang mengenakan pakaian layaknya orang biasa dan ia pun lalu bertanya kepadanya,
"kau mau kemana dengan pakaian seperti itu anaku,"ucap raja Sura penasaran,
"saya mau ke gunung semeru ketempat guru romo untuk menenangkan diri di sana"ucap pangeran Lintang.
Mendengar perkataan anaknya itu raja Sura pun mengerti dengan keadaan yang sedang di alaminya saat ini.
"Baiklah jika itu yang terbaik menurut mu,tapi jika keadaan mu sudah merasa baik pulanglah segera"ucap raja Sura,
"Baiklah ,aku pamit pergi romo,"ucap pangeran Lintang memeluk ayahnya dan langsung pergi keluar istana dengan menaiki kuda kesayangannya.
Pangeran Lintang langsung menggebah kudanya menuju ke arah Martapura karena letak gunung semeru berada di sebelah utara kerajaan Martapura.
Teriknya matahari tak di perduli kan pangeran Lintang, ia terus memacu kuda dengan cepat agar cepat sampai di tujuan.
"baiklah aku harus mengambil jalan pintas supaya dalam setengah hari bisa sampai di wilayah Martapura,"ucap pangeran Lintang, dengan terus menggebah kudanya
Suatu keanehan pun tiba-tiba terjadi tanpa ia sadari ada kekuatan tak terlihat yang membawa kudanya berlari seperti terbang,namun pangeran lintang benar benar tidak mengetahui hal itu.
(Kita kembali ke pertarungan antara Ariani Dewi dan Pandan Wangi melawan NYI Sarweda)
Pertarungan dua lawan satu terus berlanjut , dengan tongkatnya berkali kali Nyi Sarweda menyerang mereka, namun serangannya itu selalu dapat di mentahkan oleh Pandan Wangi dan Ariani Dewi, merasa serangan selalu gagal Nyi Sarweda segera mengganti jurus dan kembali menyerang mereka, dengan tongkat yang telah di aliri tenaga dalam serangan Nyi Sarweda terasa kuat dan mematikan sehingga Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun di paksa harus bekerja keras menghadapinya,lalu ia menyapu kaki mereka dengan tongkat , Pandan Wangi dan Ariani Dewi melompat ke atas,
tapi Nyi Sarweda tidak membiarkan begitu saja dengan bantuan tongkatnya ia melompat ke atas dan langsung memberikan tendangan ke perut mereka masing-masing hingga mereka pun berjatuhan,
melihat itu Sugati yang dari tadi hanya menjadi penonton berniat maju untuk membantunya ,namun Sugala segera mencegahnya.
"Tunggu Sugati ....!!! tetaplah di sini belum saatnya kita membantu mereka"ucap Sugala.
"kenapa Sugala"tanya Sugati,
" ku rasa mereka berdua belum kalah , jadi sebaiknya kita lihat dulu jalannya pertarungan ini"ucap Sugala.
Mendengar perkataan Sugala itu ,ia pun menuruti perkataannya saudaranya itu.
"Aku sangat muak dengan tongkatnya itu Wangi,"ucap Ariani Dewi kesal .
"Kalau begitu kita buat dia berpisah dengan tongkatnya itu"ucap Pandan Wangi,
"caranya bagaimana Wangi"tanya Ariani Dewi tidak mengerti.
"Akan aku potong menjadi dua dengan pedang ku ini tongkat merepotkan itu"jawab Pandan Wangi dengan yakin dan mantap.
Pandan Wangi segera mengalirkan tenaga dalam ke pedangnya, seketika itu juga cahaya ke emasan muncul dari pedang itu.
Pandan Wangi langsung kembali bergerak menyerang Nyi Sarweda yang sudah menanti nya dari tadi itu.
"Minggir Wangi....!!!!" teriak Ariani Dewi, mendengar teriakan itu Pandan Wangi pun cepat melompat mundur .
Ariani Dewi segera melesat ke arah Nyi Sarweda tebasan seribu pedang hiaaaat.... Ariani Dewi menggunakan jurus yang telah di sempurnakan nya itu, Nyi Sarweda segera menangkis dengan tongkatnya.
Nyi Sarweda benar benar harus ekstra hati-hati menghadapi jurus warisan pendekar legendaris ini,ia berkali-kali menangkis tebasan tebasan pedang Ariani Dewi dengan memutar tongkatnya.
Namun karena gerakan Ariani Dewi sangat cepat tak luput pahanya pun tersayat oleh pedang Ariani Dewi,darah pun menetes membasahi pakaian wanita tua itu.
"Akh... cepat sekali gerakan nya"ucap NYI Sarweda setelah merasakan perih di bagian pahanya.
Biar pun sudah terkena sabetan pedang itu tapi NYI Sarweda masih tetap melanjutkan pertarungan itu tanpa memperdulikan lukanya hingga membuat darah nya pun kian banyak yang keluar.
"Saat nya menghabisi mu nenek tua"ucap Ariani Dewi dalam hati.
Ariani lalu mengarahkan serangan ke perutnya namun Nyi Sarweda langsung melompat ke belakang menghindarinya .
Namun ternyata bahaya belum berakhir bagi dirinya karena Pandan Wangi segera berkelebat ke arahnya dengan mengayunkan pedangnya .
"Rasakan ini... hiiiaat....!!!", teriak Pandan Wangi dengan pedang terayun.
"Sialan...!!!maki NYI Sarweda.
Tak ingin dadanya terbelah ia pun segera memegang tongkatnya dengan kedua tangannya untuk menangkis serangan Pandan Wangi itu.
Namun kraak ... patah lah tongkat Nyi Sarweda itu menjadi dua oleh pedang naga mas Pandan Wangi , ia pun terkejut melihat tongkatnya pusaka nya bisa patah menjadi dua bagian.
Pandan Wangi segera mengirim satu tendangannya ke dadanya,tak ayal lagi Nyi Sarweda pun terjengkang kebelakang.
Melihat guru terjatuh itu Lasmini pun berlari menghampirinya.
"Guru tidak apa apa"tanya Lasmini.
"Kau tenang saja Lasmini aku masih kuat melanjutkan pertarungan ini"ucap NYI Sarweda.
"Guru... Rukmini...... dia sekarat"ucap Lasmini
"diam kau apa kamu tidak lihat aku sedang terdesak begini"ucap Nyi Sarweda,tidak menghiraukannya.
"Cepat menjauh dari sini Lasmini"perintah NYI Sarweda.
"Baiklah guru"ucap Lasmini yang juga sedang terluka itu.
"Sialan mereka mematahkan tongkat pusaka ku,"ucap Nyi Sarweda sambil memegangi dadanya yang sesak akibat tendangan Pandan Wangi barusan, lalu ia membalut luka di pahanya dengan merobek pakaiannya itu.
"Mana perkataan mu tadi nenek tua"ucap Ariani Dewi dengan nada mengejek.
"jangan merasa senang dulu kau anak setan"ucap Nyi Sarweda marah sampai ke ubun-ubun seperti mau meledak,lalu Nyi Sarweda, segera menghimpun tenaga dalamnya dengan menyatukan kedua tangannya dan bau busuk pun tiba tiba muncul di sekitar mereka bertarung itu terlihat pula aura hitam pekat menyelimuti tangannya.
"Mampusah kalian berdua...!!! teriak NYI Sarweda lalu ia melepaskan pukulan beracun nya ke arah mereka.
"Ariani mari kita sambut serangan nenek itu,"ucap Pandan Wangi,
"baiklah "ucap Pandan Wangi lalu iapun segera bersiap-siap menggelar kuda-kuda nya dan segera menghimpun tenaga dalamnya .
Hiaaaat... ia melepaskan pukulan lembur gunung nya bersamaan dengan Ariani Dewi yang juga melepaskan pukulan badai menerjang ombaknya, wuusss..wuusss... duuuaaarrr,, terdengar bunyi dentuman ,mereka bertiga sama sama terlempar,
Nyi Sarweda segera bangun dengan berdiri sempoyongan sambil memegangi dadanya dan darah pun kian terus menetes dari lukanya,
"siapa mereka sebenarnya dari "ucap Nyi Sarweda penasaran karena kedua lawannya dapat mengimbangi nya.
Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun, sudah berdiri kembali walaupun merasakan sedikit sesak di dada mereka masing-masing.
"Apakah kau murid begawan Barnowo"ucap Nyi Sarweda pada Pandan Wangi,
" benar aku murid beliau"ucap Pandan Wangi,
"pantas saja jurusnya sama persis ternyata kau muridnya musuh ku"ucap Nyi Sarweda dalam hati,
"lalu apa hubungan mu dengan raja alam tanya Nyi Sarweda kepada Ariani Dewi,
"aku adalah salah murid nya"jawab Ariani Dewi acuh,
"ternyata aku sedang berhadapan dengan murid-murid pendekar jempolan masa lalu,kalau pertarungan ini di teruskan aku bisa celaka melihat Lasmini dan Rukmini juga sedang terluka "ucap Nyi Sarweda dalam hati.
"Kali ini aku mengaku kalah tapi suatu saat aku akan balas kekalahan ini"ucap Nyi Sarweda lalu menghampiri Lasmini dan Rukmini dan kemudian pergi dengan membawa kekalahannya.
"Baguslah kalau mereka pergi"ucap Ariani Dewi,"benar mari kita temui dua orang itu"ucap Pandan Wangi bermaksud menghampiri Sugala dan Sugati.