Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Banjir Darah di hutan Gede (bagian 3)


Sementara itu pertarungan antara Pandan Wangi dan Kala Hitam masih berjalan dengan sengitnya,berkali kali Pandan Wangi mengibaskan pedangnya namun belum juga membuahkan hasil seperti yang di harapkan nya.


Kala Hitam yang merasa mendapatkan lawan berat itu terus meningkatkan pola serangannya, ia marah sekali setelah setelah sabetan pedang Pandan Wangi mengenai bajunya, ia merasa di lecehkan.


hiaat ... Pandan Wangi melepaskan pukulan lembur gunungnya wuusss... Kala Hitam yang tidak sudi dirinya menjadi sasaran ia pun lalu menapaki pukulan itu duuuaaarrr ....suara dentuman kembali menghiasi hutan Gede pagi itu, mereka pun sama sama terpental kebelakang sepuluh tombak,tapi naas bagi para prajurit yang ada di dekatnya mereka menjadi korban ledakan itu.


"Benar-benar kuat bocah perempuan itu,benar apa kata Elang Hitam ternyata para pendekar Martapura tidak bisa di anggap remeh,"ucap Kala Hitam, bersiap menyerang kembali.


Di lain tempat patih Danuraka dan putri Gandari juga mendapatkan perlawanan yang sengit dari para murid gabungan Ki Brajadara dan Ki Manggala, berkali -kali putri Gandari dan patih Danuraka harus menguras tenaga untuk menghindari serangan mereka yang seperti tiada habisnya itu.


"tebasan seribu pedang ia hiaaaat... Ariani Dewi melesat dengan cepat ke arah Ki Brajadara ,"datanglah kemari ,"ucap Ki Brajadara dengan senyum tersungging di bibirnya, Ariani Dewi menebaskan pedangnya ke arah Ki Brajadara dengan yakin mengenainya ,


namun tiba-tiba ia lenyap lalu muncul dari arah belakang dan memukul dengan tendangannya tak ayal Ariani Dewi jatuh terjerembab dengan keras,


"ku akui jurus mu memang berbahaya tapi sayang belum sempurna sehingga gerakan mu masih terlalu lambat,"kata Ki Brajadara,


Ariani Dewi mencoba bangun dengan batuan pedangnya ia kemudian dapat berdiri walaupun dengan sempoyongan.


"Kau benar jurus pedang ku ini memang belum sempurna, tapi dengan jurus yang belum sempurna itu aku akan menghabisi mu,"ucap Ariani Dewi sambil menyeka darah dari mulutnya,"haaa.....haaa...jangan bermimpi kau ,"kata Ki Brajadara dengan tertawa lepas.


"Akan ku buktikan pada mu demi yang mulia serta janji ku pada guru ku untuk tidak mengecewakannya,"ucap Ariani Dewi,lalu bersiap untuk menyerang kembali, kemudian ia menyalurkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya ,"ini adalah serangan ku yang terakhir ,demi membantu yang mulia akan ku pertaruhkan nyawa ku", ucapnya,


lalu ia berlari menuju Ki Brajadara, jurus tebasan seribu pedang hiaaaat... Ariani Dewi kembali menggunakan jurus itu.


"Majulah hasilnya akan tetep sama,"ucap Ki Brajadara, sambil menunggu serangan itu.


Ariani Dewi melompat tinggi lalu ia mengarahkan pedangnya ke kepala Ki Brajadara,namun Ki Brajadara kembali menghilang dari depan matanya dan lalu ia tiba-tiba di belakangnya , mengetahui itu memutar badannya serta mengubah jurusnya dengan pedang membelah bulan dan crash.... tusukan pedang nya berhasil menembus perut Ki Brajadara, dengan mata melotot Ki Brajadara menatap Ariani Dewi ia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya,


kemudian Ariani Dewi mencabut pedang dari perutnya lalu sreet...crash kepala Ki Brajadara terpisah dari badannya dan tumbang lah Ki Brajadara menyusul Ki Manggala,"aku telah memenuhi janji ku guru,"ucap Ariani dengan pelan lalu ambruk kehabisan tenaga.


Melihat putri Gandari dan patih Danuraka, serta pasukannya terdesak Arya Soma kemudian langsung membantunya,


pukulan tapak maut hiaaaat.... dengan ganasnya Arya Soma menggempur para murid padepokan bukit tengkorak itu,


duuuaaarrr... duuuaaarrr ledakan demi ledakan menggelar membuat suasana pertarungan semakin ramai,


melihat bantuan datang, putri Gandari dan patih Danuraka bagaikan mendapatkan angin segar .


Sehingga kepercayaan diri mereka kembali lagi ,tendangan gledeg..hiaat dengan luapan semangatnya putri Gandari kembali mengamuk,bertubi-tubi ia melancarkan tendangan gledeg nya serta menebaskan pedangnya hingga membuat para prajurit itu bergelimpangan."Paman aku mau mencari Kala Hitam, apakah paman tidak apa-apa kalau aku tinggal,"tanya putri Gandari sambil membunuh prajurit prajurit itu,"baiklah balaskan kematian yang mulia"ucap patih Danuraka, kemudian putri Gandari melesat dengan cepat.


Hutan Gede yang tadinya hijau dan sunyi itu kini menjadi merah darah dan penuh kebisingan bau anyir darah di mana- mana.


"Aku kagum dengan kemampuan mu bocah manis,aku tak mengira orang semuda kamu begitu sulit di kalahkan,"ucap Kala Hitam,


"Aku cukup tersanjung dengan kata-kata mu itu tuan,"kata Pandan Wangi,


"Tapi sayang kemampuan mu itu akan terkubur di sini ,"ucap Kala Hitam.


"Tidak ,kaulah yang akan aku kubur di sini,"kata putri Gandari tiba tiba muncul,


"bagus kau berada di sini putri ,hari ini juga keturunan Gandara akan ku hancurkan,"ucap Kala Hitam.


"Haaa...haaa... sebenarnya sudah lama aku ingin menyingkirkan raja Gandara, tapi tidak ada kesempatan . Untung kau membawa pemuda itu, sehingga aku bisa mengkambing hitamkan dia"kata Kala Hitam


Kemarahan putri Gandari sudah mencapai ubun-ubun mendengar itu ,apa lagi jika mengingat ayahnya di bunuh dengan secara licik.


"Hari ini juga akan ku bunuh kau dengan tangan ku sendiri,"ucap putri Gandari dengan teramat marah.


Lalu putri Gandari langsung menerjang Kala Hitam dengan gencarnya,Kala Hitam tersentak kaget ia tidak mengira putri yang selama ini terlihat manja dan tidak bisa apa apa ternyata mempunyai kemampuan yang begitu mengejutkan.


Kala Hitam menangkis serangan putri Gandari dengan pedangnya sambil melangkah mundur, Wuusss Kala Hitam lenyap dari pandangan matanya.


Kala Hitam menggunakan jurus yang sama seperti yang di peragakan Kelabang Ireng,Ki Brajadara dan juga Karang Hitam karena mereka satu perguruan yaitu jurus halimun.


Putri Gandari meningkatkan ke waspadaan nya, ia mengedarkan pandangan ke sekelilingnya,tiba tiba "hiaaaat ...mampus kau,"teriak Kala Hitam,


merasakan ada serangan yang datang lalu putri Gandari seketika memutar tubuhnya , tendangan geledek wuusss... sabetan pedang


Kala Hitam di sambut oleh tendangan geledek duaaarrr... Kala Hitam terpental sekitar sepuluh tombak,


ia mencoba berdiri sambil memegangi dadanya yang terasa panas ,uhuuk...uhuuk... Kala Hitam memuntahkan darah segar dari mulutnya,laku ia dapat berdiri walaupun pun sempoyongan.


" Tidak akan ku biarkan dia menghirup udara walau pun untuk sesaat,"ucap putri Gandari yang melihat Kala Hitam sedang mengatur nafasnya,


ia lalu berlari ke arah Kala Hitam yang terluka itu, hiaaat ... tendangan geledek wuusss ..duaaarr.. tendangan geledek putri Gandari mengenai kepala Kala Hitam itu sehingga putus kepala itu dari lehernya."Hari ini telah ku bayar kematian mu romo "ucap putri Gandari.


"Kau tidak apa-apa putri,"tanya Pandan wangi,"ya aku baik baik saja"jawab putri Gandari,


"mari kita bantu paman patih dan patih Arya Soma ,"kata putri Gandari,"baiklah tuan putri,"ucap Pandan Wangi lalu pergi ketempat itu.


"Tunggu putri,"ucap Pandan Wangi,"Ada apa Wangi,"tanya putri Gandari,"itu sepertinya Ariani Dewi,"kata Pandan Wangi,"ku rasa kau benar cepat kau ke sana biar aku yang membantu paman patih,"ucap putri Gandari,


"baiklah putri,"jawab Pandan Wangi lalu segera pergi ke arah Ariani Dewi.


Dengan berlari Pandan Wangi menuju ketempat itu dan tak lama kemudian ia pun sampai.


"Kau tidak apa-apa Dewi,"tanya Pandan Wangi setelah melihat Ariani Dewi duduk bersandar di bawah sebuah pohon dengan keadaan terluka,"ya aku baik-baik saja, jawab Ariani Dewi,'biar ku periksa luka mu,"Pandan Wangi,"tenaga dalam mu sangat kacau,"ucap Pandan Wangi,


"bisakah kau salurkan tenaga dalam mu ke tubuhku,"ucap Ariani Dewi,"balikkan badan mu ,"perintah Pandan Wangi,


lalu kemudian ia pun menyalurkan hawa murni ke tubuhnya ,


"bagaimana sekarang rasanya "tanya Pandan Wangi,"ku rasa agak baikan sekarang," jawab Ariani Dewi.


"Kalau begitu mari ku bawa kau ketempat yang aman,"kata Pandan Wangi.


Setelah itu kemudian Pandan Wangi pun membawanya pergi menjauh.


Sementara itu pertarungan antara Rangga dan Karang Hitam pun terus berlangsung dengan seru.