
Dalam kamar nya Pandan Wangi dan Ariani Dewi terlihat belum bisa memejamkan matanya , dalam pikiran mereka masing-masing masih bertanya tanya tentang siapa orang yang menurunkan jurus pedang kepada Arum, Pandan Wangi berharap Rangga yang mengajari Arum seperti apa yang di katakan oleh Ariani Dewi.
Pandan Wangi yang merasa jenuh karena tidak bisa memejamkan matanya itu , ia pun lalu bangun dari tempat tidur nya dan berjalan ke arah jendela kamarnya kemudian membukanya lebar-lebar.
Pandan Wangi berdiri di depan jendela sambil memejamkan matanya menghirup udara malam dalam dalam.
Namun tiba-tiba insting nya yang sudah terlatih itu menangkap sebuah gerakan halus di sekitar sekitar kedai ,ia pun cepat cepat menutup jendela itu kembali dan mengambil pedangnya.
"Ariani apakah kau merasakan sesuatu"tanya Pandan Wangi sambil mengedarkan pandangannya ke atap kamar nya.
"Benar Wangi sepertinya kita kedatangan tamu"ucap Ariani Dewi setengah berbisik ,ia segera mendekati Pandan Wangi.
"Sebaiknya kita periksa keluar"usul Pandan Wangi.
"Baiklah ,tapi bagaimana dengan Arum"tanya Ariani Dewi.
"Biarkan dia tidur kita berdua saja yang keluar"jawab Pandan Wangi.
"Kalau begitu ayo cepat"ucap Ariani Dewi sambil melangkah ke luar.
Pandan Wangi pun bergegas mengikuti Ariani Dewi di belakang nya dan sesaat kemudian sampailah mereka halaman kedai.
"Tidak ada siapa-siapa Wangi"ucap Ariani dengan sikap waspada.
"Tapi firasat ku mengatakan ada yang datang Ariani "ucap Pandan Wangi dengan mantap.
"Tunjukkan diri mu dan apa maksud kedatangan mu kemari"ucap Ariani Dewi sambil berjalan menuju ke sebuah pohon.
Tapi tidak ada jawaban atau sahutan apa pun atas perkataan Ariani Dewi itu.
"Awas... Ariani....!!!"teriak Pandan Wangi ketika melihat sesuatu meluncur deras dari arah samping Ariani Dewi.
Mendengar teriakkan Pandan Wangi itu Ariani Dewi langsung mencabut pedang di pinggangnya dan menangkis serangan itu wessss...traap , ternyata serangan itu membuat Ariani Dewi harus berjumpalikkan di udara beberapa kali karena saking kuatnya.
"Apa ...daun kenapa begitu sangat kuat , hanya orang orang yang berilmu tinggi yang bisa menggunakan daun sebagai senjata"ucap Ariani Dewi setelah pedangnya berhasil menangkis serangan tadi.
"kau tidak apa-apa Ariani"tanya Pandan Wangi.
"Aku baik baik saja Wangi"jawab Ariani Dewi.
"lalu yang barusan itu apa Ariani"tanya Pandan Wangi.
"Ini lah yang baru tadi menyerang ku"jawab Ariani sambil menunjukkan sebuah daun yang sudah terpotong menjadi dua.
"Daun ..."ucap Pandan Wangi.
"Hati hati Wangi tamu kita ini bukan orang sembarangan"ucap Ariani Dewi mengingat kan.
"Rupanya kalian berdua pendekar pendekar yang tidak bisa di anggap remeh"ucap seseorang tiba-tiba muncul dari balik pohon.
Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun terkejut tiba tiba ada orang di depannya.
"Rupanya kau yang baru tadi menyerang ku"ucap Ariani dengan marah.
"Anggap saja itu salam perkenalan dari ku "ucap orang itu.
"Apa kamu bilang salam, jangan membual kau ,,.."ucap Ariani, hiaaaat.... Ariani Dewi langsung menyerang orang itu.
"Tunggu... tunggu nona.."teriak orang itu, namun Ariani Dewi tidak menghiraukan nya dan terus menyerang.
Ariani Dewi menyerang orang itu dengan gencar , tanpa memberikan kesempatan kepada nya untuk menyerang balik.
Sementara Pandan Wangi belum mau ikut campur karena Ariani Dewi terlihat menguasai jalannya pertarungan itu.
"Tunggu nona ... tunggu... "teriak orang itu lagi sambil menghindari serangan Ariani.
Ariani Dewi yang telah di bakar api kemarahan tetap tidak mau menggubris nya.
"Kenapa kau hanya terus menghindar apakah kau meremehkan ku"teriak Ariani Dewi merasa jengkel karena di remeh kan.
Ariani Dewi mempercepat serangan nya , namun tetap saja belum bisa mengenai orang itu.
Ariani Dewi pun segera menyimpan pedang nya itu dan berganti mengeluarkan pedang kembarnya kemudian bersiap menggelar jurus tebasan seribu pedang nya.
"Bisa gawat kalau seperti ini bisa bisa aku kehabisan waktu"ucap orang dengan khawatir setelah mengenali jurus yang akan di keluarkan Ariani Dewi itu.
"Pergilah ke neraka "ucap Ariani Dewi , akan segera menyerang.
"Tunggu Ariani Dewi"teriak Pandan Wangi.
Ariani Dewi yang hampir menyerang dengan jurus tebasan seribu pedang itu segera menghentikan serangannya setelah mendengar perkataan Pandan Wangi.
"Ada apa Wangi kau jangan terpengaruh oleh dia "ucap Ariani Dewi dengan posisi siap menyerang.
"Kelihatannya dia tidak bermaksud jahat, karena dari tadi saya perhatikan ia tidak membalas serangan mu"ucap Pandan Wangi.
Ariani Dewi pun segera menurunkan pedangnya sambil memperhatikan orang itu dalam dalam.
"Benar apa yang di katakan oleh teman mu itu kedatangan ku ke sini tidak ada niat untuk berbuat jahat pada kalian"ucap orang itu menjelaskan.
"Siapa kamu dan apa maksud mu tadi menyerang ku"ucap Ariani Dewi masih merasa jengkel.
"Baiklah akan aku jelaskan pada kalian,nama ku Jaka Alap alap ,aku datang ke sini karena di utus oleh seseorang untuk memperingatkan kalian agar cepat pergi dari tempat ini , karena sebentar lagi seseorang yang sangat kuat akan datang ke tempat ini untuk merebut pedang naga mas dan pedang naga hijau yang di miliki oleh kalian itu,lalu tadi aku menyerang mu cuma sekedar ingin menguji mu itu saja "ucap orang itu yang mengaku bernama Jaka Alap Alap.
Mendengar penjelasan Jaka Alap Alap itu mereka berdua pun tersentak.
"Apa merebut pedang naga mas dan pedang naga hijau"ucap Pandan Wangi terkejut.
"Tunggu dulu , kenapa kamu bisa tahu kalau dua pedang itu ada pada kami dan siapa orang yang telah menyuruh mu kemari"tanya Pandan Wangi.
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan nya sekarang, tapi percayalah pada ku sebaiknya kalian bertiga cepat pergi dari tempat ini"ucap Jaka Alap Alap.
"Maaf Jaka aku tidak bisa mempercayai ucapan oleh orang yang baru kami kenal,jadi kau pergi lah sendiri dari tempat ini"ucap Ariani Dewi.
"Benar apa kata Ariani aku juga tidak bisa mempercayai kata kata mu ,bisa jadi orang yang kau maksud itu kamu sendiri"ucap Pandan Wangi.
Mendengar jawaban Ariani Dewi itu Jaka Alap Alap merasa kesal.
"Aku mohon pada kalian jangan mempersulit aku pergi dari tempat ini, selagi sempat"ucap Jaka Alap Alap .
"Hai Jaka apa kau tuli, bukan kah tadi aku bilang aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan"ucap Ariani Dewi dengan emosi.
"Apa boleh buat, kalau kalian tidak mau pergi baiklah terpaksa aku temani kalian di sini"ucap Jaka Alap Alap sambil menyandarkan dirinya pada sebuah pohon.
"Wangi bagaimana menurut mu dengan orang itu"ucap Ariani Dewi.
"kita biarkan saja orang itu mari kita masuk"ucap Pandan Wangi .
"Sial mereka datang , kalian berdua bersiaplah mereka datang"teriak Jaka Alap Alap pada Ariani Dewi dan Pandan Wangi.
"Ariani apa kau merasakan tenaga yang begitu kuat menuju ke mari "tanya Pandan Wangi.
"Ya sepertinya benar apa yang di ucapkan oleh orang yang bernama Jaka itu"jawab Ariani Dewi.
Kemudian slap...slap... muncullah dua orang pria dan wanita di hadapan mereka dengan wajah penuh kebengisan.
Ariani dan Pandan Wangi pun terkejut melihat mereka tiba-tiba sudah ada di hadapannya.
"Raja Batara Derja dan Ratu Durgapali ada apa kemari"ucap Ariani Dewi dengan pelan.
"Kau kenal dengan mereka Ariani"Pandan Wangi.
"Apa ..!!! raja dan Ratu kerajaan siluman.."ucap Pandan Wangi dengan rasa terkejut.
"Ariani Dewi kau harus membayar perbuatan mu pada Putri ku Kencana Wungu dengan nyawa mu"ucap raja Batara Derja.
"Oh jadi , Kencana Wungu sudah bercerita pada kalian berdua tentang kejadian tadi sore"tanya Ariani Dewi.
"Dan hari ini kau harus membayar perbuatan mu "ucap Ratu Durgapali langsung melepaskan pukulan ke arah Ariani wuuusss.... Ariani Dewi segera membuang tubuhnya ke samping dan ia pun lolos dari pukulan Ratu Durgapali.
"Untung aku masih sempat menghindar"ucap Ariani Dewi.
"kurang ajar kau wanita sinting "ucap Pandan Wangi langsung menyerang Ratu Durgapali.
Pandan Wangi melepaskan pukulan wuusss.... duuuaaarrr.... ternyata pukulan Pandan Wangi tak berarti di di hadapan Ratu Durgapali.
"Apa cuma begini kemampuan mu "ucap Ratu Durgapali ,lalu mengibaskan tangannya dan Pandan Wangi pun langsung terpental dan jatuh beberapa tombak dari nya.
"Wangi ....!!!!"teriak Ariani Dewi setelah melihat nya terjatuh.
Ariani Dewi langsung menggelar jurus tebasan seribu pedang dan ia pun segera melesat menyerang Ratu Durgapali.
Melihat Ariani Dewi bergerak cepat ke arahnya Ratu Durgapali tidak mau menunggu ia pun segera menyambut kedatangannya.
Hiiiaat.... dengan gerakan yang cepat Ariani Dewi menyerang Ratu Durgapali dengan jurus andalan nya itu... pertarungan sengit pun terjadi,
Dengan gerakan yang cepat Ratu Durgapali menghindari dan menangkis serangan Ariani Dewi yang ganas itu, dalam hatinya Ratu Durgapali sedikit terkejut .
Hiaaaat... benturan tenaga dalam pun terhindar kan hingga membuat keduanya sama-sama terpental.
"Pantas saja kencana Wungu tidak bisa mengalahkan Ariani Dewi ternyata jurus pedangnya tidak bisa di buat main main"ucap ratu Durgapali sambil menatap tajam penuh kebencian.
Setelah benturan tenaga dalam tadi tenaga Ariani Dewi segera memulihkan tenaga dalamnya dan menarik nafas dalam-dalam.
Pandan Wangi yang dari tadi menyaksikan pertarungan itu ia segera berlari mendekati Ariani Dewi.
"Tampak nya wanita yang bernama Durgapali itu kuat sekali Ariani"ucap Pandan Wangi.
"Kau benar Wangi belum lagi Yang pria yang bernama Batara Derja itu"ucap Ariani Dewi.
"Mari kita serang dia bersama sama"ucap Pandan Wangi.
Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun segera bersiap menyerang Ratu Durgapali dengan menggelar jurus andalan nya masing-masing.
Sementara itu baik Raja Batara Derja dan Jaka Alap Alap masih ingin tahu siapa yang terkuat di antara mereka dan belum mau turun tangan.
"Dinda Durgapali sepertinya mereka akan bertarung bersama jadi berhati-hatilah "ucap Raja Batara Derja menyarankan.
"Kanda tenang saja akan ku buat mereka berdua mampus di tangan ku"ucap Ratu Durgapali.
Tak mau berlama-lama pertarungan pun di mulai Ariani Dewi langsung melesat dengan menggunakan jurus tebasan seribu pedang nya sementara Pandan Wangi bersiap dengan pukulan nya.
Ariani Dewi menebaskan pedangnya kembar nya ke kiri dan kanan ,Ratu Durgapali mengelak menghindarinya kemudian ia melompat melewati kepala Ariani Dewi dan segera memutar badannya berusaha menyerang Ariani Dewi dari belakang,tapi dengan refleks yang cepat Ariani Dewi menangkis serangan itu,dan mengirim tendangan nya.
Ratu Durgapali menggeser tubuhnya ke samping menghindarinya, namun Ariani Dewi juga segera langsung memutar tubuhnya .
"Gerakan benar benar cepat"ucap Ratu Durgapali setelah melihat gerakan dari Ariani Dewi itu.
Hiiiaat..... traang.... pedang Ariani Dewi berhasil di tangkis oleh Ratu Durgapali,
"inilah saatnya "ucap Pandan Wangi langsung melepaskan pukulan lembur gunungnya wuuusss..... Ariani Dewi segera menarik dirinya agar tidak terkena pukulan Pandan Wangi itu.
"Kurang ajar ..."ucap Ratu Durgapali setelah merasakan tenaga dalam yang kuat meluncur.
Duuuaaarrr.......asap hitam menyelimuti Ratu Durgapali yang tidak sempat untuk menghindar itu.
"Apakah pukulan ku berhasil mengenainya "ucap Pandan Wangi pada dirinya sendiri.
Belum sempat asap hitam itu lenyap sebuah pukulan tenaga dalam keluar dari arah Ratu Durgapali tadi dan meluncur ke arah Pandan Wangi.
"Awas nona" teriak Jaka Alap Alap melihat sebuah serangan ke arah Pandan Wangi.
"Apa....!!!!"kejut Pandan Wangi, ia segera mengeluarkan pedang naga mas.
Hiiiaat.... duuuaaarrr... duuuaaarrr... Pandan Wangi berhasil menangkis serangan itu dengan pedangnya.
"Hampir saja "ucap Pandan Wangi.
"Jadi kau lah pemilik pedang itu"ucap Raja Batara Derja muncul dari asap hitam yang menyelimuti Ratu Durgapali.
"Rupanya pria itu yang menangkis pukulan ku tadi pantas saja wanita itu berhasil selamat"ucap Pandan Wangi dengan kesal.
"Serahkan pedang itu secara baik-baik pada ku nona"ucap Batara Derja.
"Jadi orang ini yang mengincar pedang ku"gumam Pandan Wangi.
"Kalau kau ingin pedang ini ambillah dari tangan ku"ucap Pandan Wangi.
"Jika itu yang kau minta baiklah"ucap Raja Batara Derja .
Melihat Pedang naga mas di tangan Pandan Wangi itu Jaka Alap Alap segera melesat mendekatinya.
"Tunggu...!!!! nona berdua sebaiknya cepat pergi dari sini biar aku yang menghadapi dia"ucap Jaka Alap Alap setelah berada di dekat Pandan Wangi.
"Apa kau meremehkan kami Jaka Alap Alap"ucap Ariani Dewi merasa di rendahkan.
"Ini bukan masalah meremehkan atau tidak kalian berdua tidak tahu peristiwa apa yang bakal terjadi jika sampai pedang itu jatuh ke tangannya"ucap Jaka Alap Alap.
"Memang nya apa yang akan terjadi nanti jika pedang itu sampai jatuh ke tangan nya"ucap Ariani Dewi.
"Ku peringatkan pada kalian cepatlah pergi dari sini selagi sempat dan jangan keras kepala"ucap Jaka Alap Alap tampak gusar.
Mendengar perkataan Jaka Alap Alap yang tegas dan serius itu Pandan Wangi memandang Ariani Dewi seperti minta persetujuan.
"Kali ini kita turuti kemauan dia Wangi ,mari kita pergi dari sini"ucap Ariani Dewi.
"Kalau begitu kita bangun kan Arum sekarang juga"ucap Pandan Wangi.
Pandan Wangi dan Ariani Dewi pun segera melangkah pergi meninggalkan Jaka Alap Alap, namun sebuah pukulan meluncur ke arah mereka berdua duuuaaarrr.... Ariani Dewi dan Pandan Wangi pun terpaksa melompat menghindarinya.
"Kalian pikir aku akan membiarkan kalian pergi begitu saja"ucap Raja Batara Derja setelah melepas kan pukulannya.
"Jangan hiraukan dia cepat pergi dan bawa teman kalian yang satunya lagi"ucap Jaka Alap Alap dengan panik.
"Batara Derja dan kau Durgapali akulah lawan kalian"ucap Jaka Alap Alap sambil menatap tajam ke arah nya.
Ratu Durgapali langsung melesat ke arah Pandan Wangi dan Ariani Dewi bermaksud merebut pedang naga mas di tangan Pandan Wangi, namun dengan gerakan yang cepat Jaka Alap Alap muncul di hadapan nya.
"Kau mau ke mana Durgapali"ucap Jaka Alap Alap.
"Akan ku buat menyesal karena berani menghalangi tujuan ku"ucap Batara Derja , langsung menyerang .
"Cepat kalian pergi jangan hanya berdiri saja ..!!!"teriak Jaka Alap Alap kepada Ariani Dewi dan Pandan Wangi.
"Ayo cepat Pandan Wangi kita pergi menyingkir dari sini "ucap Ariani Dewi sambil menarik tangan Pandan Wangi masuk ke dalam kedai untuk membangunkan Arum.
Jaka Alap Alap mengembangkan tangan nya dan muncullah ratusan daun menyambut serangan Raja Batara Derja.
Batara Derja dengan ilmu ringan tubuhnya melayang dan memukul daun itu duuuaaarrr.... duuuaaarrr......daun itu pun sirna seketika itu juga.