Pendekar Pedang Kembar

Pendekar Pedang Kembar
Pertarungan di malam buta


"Jadi mereka adalah para tamu yang di maksud oleh guru begawan Barnowo"ucap Pandan Wangi dengan menatap mereka satu persatu.


Pandangan pandan wangi itu terfokus pada Warok Singa yang menurut dugaan nya dia lah ketua kelompok itu dan berniat untuk menghadapinya.


"Tunggu apalagi Wangi ayo kita usir mereka dari sini"ucap Ariani Dewi sudah tidak sabar.


"ya kau benar Ariani ,paman kencana Loka"ucap Pandan Wangi sambil menoleh kepadanya.


"Serang...!!!"teriak Kencana Loka mengerti maksud dari perkataan Pandan Wangi itu.


Pertempuran pun segera terjadi Pandan Wangi langsung melesat menghadapi Warok Singa yang merupakan orang terkuat di dalam rombongan itu.


Begitu juga dengan Ariani Dewi ia langsung menyerang tengkorak putih dan Karang Bolong berdua sekaligus.


Sementara Kencana Loka dan Arum berhadapan dengan Kala Weling dan Rupaksa Dara.


Pertempuran sengit tak bisa di hindarkan di tengah malam itu, kedua belah pihak sama-sama mengeluarkan jurus dan ilmu andalan nya masing-masing.


Sehingga dalam waktu singkat sudah menggema pukulan tenaga dalam yang mereka keluarkan.


Duuuaaarrr.... duuuaaarrr... ledakan tenaga dalam pun menghiasi pertempuran kedua belah pihak pada malam itu.


Warok Singa yang berhadapan dengan Pandan Wangi yang semula menganggap remeh kini harus mencabut kata katanya setelah merasakan kehebatan jurus jurus nya.


"Ternyata aku salah menilai mu cah Ayu ,ku kira di balik wajah cantik mu tersimpan kelembutan tapi rupanya sangat mematikan jurus jurus mu itu",ucap Warok Singa sambil membetulkan posisi kuda-kuda nya.


"Kalau kau sudah tahu kenapa kau tidak cepat pergi dari sini "ucap Pandan Wangi dengan sinis.


"Haaa....haaa ...haaa... tentu saja aku akan pergi dari sini setelah aku mendapatkan barang yang aku cari "ucap Warok Singa.


"Yang kau cari itu adalah kematian "ucap Pandan Wangi.


"Setan alas kau hiiiaat.."teriak Warok Singa segera menyerang kembali Pandan Wangi.


Ia pun berkelebat menyambut serangan Warok Singa, pedang Warok Singa menari nari berusaha mencabik cabik tubuh Pandan Wangi,namun dengan gerakan yang lincah Pandan Wangi menghindari nya.


Pandan Wangi melompat ke atas sembari melepaskan pukulannya duuuaaarrr.... namun serangan itu masih terlalu lambat bagi Warok Singa hingga dengan mudah di hindari nya.


Tidak jauh di belakang Pandan Wangi ,Ariani Dewi yang berhadapan dengan Tengkorak putih dan Karang Bolong langsung menggunakan jurus tebasan seribu pedang nya, hingga membuat kedua lawannya itu harus berhati-hati dengan pergerakan Ariani Dewi yang sangat cepat dan mematikan itu.


Mengetahui kehebatan lawannya itu mereka berdua segera meningkat tenaga dalamnya karena tidak mau ambil resiko yang dapat merugikan diri sendiri.


Hawa panas pun menyelimuti area pertarungan itu setelah kedua belah pihak meningkatkan tenaga dalamnya masing-masing.


"Tidak ku sangka ternyata di Martapura penuh dengan orang orang yang berilmu tinggi"ucap tengkorak putih.


"kau benar Tengkorak putih sudah banyak jurus yang kita keluarkan namun tidak juga dapat menjatuhkan nya"ucap Karang Bolong merasa kesal.


"Kakek-kakek seperti kalian harus nya menimang cucu di rumah bukan nya berkeliaran di malam buta seperti ini"ucap Ariani Dewi.


Perkataan Ariani Dewi itu rupanya langsung membuat telinga Karang Bolong dan Tengkorak Putih kepanasan, mereka berdua tidak terima di katakan kakek kakek oleh lawannya itu.


"Kita tunjukkan padanya siapa kita sebenarnya Karang Bolong"ucap Tengkorak Putih dengan penuh amarah.


"Mari kita hajar perempuan ini"ucap Karang Bolong.


Mereka berdua pun kembali menyerang Ariani Dewi ,kali ini serangan mereka berdua benar benar membuat Ariani Dewi harus berjuang keras untuk melayani nya.


Tusukan tusukan pedang Tengkorak Putih yang cepat membuat Ariani Dewi harus ekstra hati-hati demikian pula tebasan pedang dari Karang Bolong yang mengincar bagian kakinya membuat Ariani harus beberapa kali jungkir balik di udara.


Tengkorak Putih dan Karang Bolong yang merupakan dedengkot aliran hitam itu seakan mengerti kesulitan yang di rasakan oleh Ariani Dewi itu sehingga ketika Ariani Dewi di udara mereka berdua pun mengirim kan pukulannya wuusss.... duuuaaarrr..... duuuaaarrr...dua pukulan pun menyerang Ariani Dewi namun sayangnya Ariani Dewi dapat membaca serangan itu hingga dengan mudah ia menghindari nya.


Hupp...Ariani pun mendarat , namun Tidak cukup sampai di situ mereka berdua pun segera menyerang Ariani Dewi kembali dengan gencar.


Ariani Dewi yang melihat mereka akan kembali menyerangnya, ia segera mengirimkan


Pukulan badai menerjang ombak hiiiaat... wuuusss.... .. Tengkorak Putih dan Karang Bolong pun membatakan niat untuk maju dan segera membuang tubuh nya ke arah kiri dan kanan begitu melihat sebuah serangan menuju ke arah nya dan duuuaaarrr.... pukulan Ariani Dewi pun menerpa ruang kosong .


"Haaa.. haaaa.... haaaa.... untung kalian dapat menghindari kalau tidak nyawa kalian berdua pasti sudah terbang ke alam baka "ucap Ariani Dewi nada mengejek.


Tengkorak Putih dan Karang Bolong saling pandang mereka hafal betul dengan pukulan jurus tadi karena mereka pernah menghadapi kedahsyatan pukulan itu.


"Apa mungkin dia itu murid nya raja Alam Tengkorak Putih "tanya Karang Bolong.


"Tidak salah lagi Karang Bolong dari semula aku sudah curiga setelah merasakan jurus pedang nya itu tapi kini aku yakin setelah dia mengeluarkan pukulan badai menerjang ombak itu, bahwa dia benar-benar murid si Raja Alam"ucap Karang Bolong.


"Memang benar aku adalah murid nya Raja Alam "ucap Ariani Dewi setelah mendengar perkataan mereka berdua.


"Kebetulan sekali kalau begitu kau harus membayar hutang guru mu pada kami"ucap tengkorak Putih


"Kalian berdua tidak usah banyak bicara hari ini juga akan ku bayar hutang guru ku beserta bunganya pada kalian "ucap Ariani Dewi.


Setelah berkata begitu Ariani Dewi langsung melesat ke arah mereka berdua yang sudah berdiri menanti nya.


"Tebasan seribu pedang , hiiiaat"Ariani Dewi dengan tenaga yang berlipat ganda menerjang mereka berdua duuuaaarrr.... duuuaaarrr... duuuaaarrr... Tengkorak Putih dan Karang Bolong pun saling terlempar keduanya.


Ternyata tenaga dalam mereka berdua masih kalah kuat di bandingkan dengan Ariani Dewi yang sudah meminum Air terjun bidadari beberapa waktu lalu.


Arum yang berhadapan dengan Rupaksa Dara juga terlibat pertarungan yang cukup sengit, walaupun masih tergolong masih mudah tapi kehebatan Arum ternyata mampu menandingi kekuatan Rupaksa Dara yang merupakan tokoh dunia persilatan yang sudah cukup tersohor itu.


Spontan saja hal itu membuat Rupaksa Dara berang antara percaya dan tidak dengan kenyataan yang di hadapi nya itu.


Duuuaaarrr.... duuuaaarrr.... duuuaaarrr...Arum dan Rupaksa Dara pun terlibat saling serang dengan mengeluarkan tenaga dalamnya.


"Hiaaaat.... mampus lah kau anak bau kencur"teriak Rupaksa Dara dengan bergerak cepat mengirimkan tusukan pedang nya.


"Arum melompat ke atas dengan memutar badannya sembari mengirimkan tendangan ke arah Rupaksa Dara dessss.... walaupun tidak begitu keras tapi tendangan Arum itu sudah cukup membuat Rupaksa Dara kesakitan dan yang jelas ia marah sekali.


"Akh.... kurang ajar cepat sekali gerakan "ucap Rupaksa Dara sambil memegangi bahunya.


"Maaf bibi kalau aku sedikit kasar pada bibi "ucap Arum dengan meledek nya.


"Jangan senang dulu kau anak bau kencur ,aku akan menghajar mu sampai kau lupa bagaimana rasanya sakit "ucap Rupaksa Dara.


Rupaksa Dara terus menghujani Arum dengan serangannya,Arum yang sudah cukup terlatih itu sebisa mungkin menghindarinya, dalam pertarungan itu Arum yang masih belum mencabut pedangnya di paksa harus menari nari layaknya seorang penari yang mengikuti sebuah musik untuk menghindari sabetan pedang Rupaksa Dara yang mematikan itu.


"Apakah kau tidak mempunyai senjata hai anak bau kencur"ucap Rupaksa Dara sambil terus menyerang Arum tanpa henti.


Arum tidak memperdulikan ucapan Rupaksa Dara itu ia hanya fokus pada pertarungan itu , hingga pada satu kesempatan ia melihat titik buta yang di tinggalkan oleh Rupaksa Dara ,lalu ia pun segera mengambil kesempatan itu dan segera mengirimkan pukulan yang dengan telak mengenai nya.


"Akh......"teriak Rupaksa Dara terjatuh sempoyongan.


"Kurang ajar "maki Rupaksa Dara sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sakti.


"Ini benar benar sangat memalukan kalau aku sampai tidak bisa mengalahkan nya" ucap Rupaksa Dara sambil menatap tajam Arum dengan penuh kebencian.


Kemudian Rupaksa Dara segera menghimpun tenaga dalamnya ia bermaksud untuk menghabisi nya.


Tidak lama kemudian Rupaksa Dara pun melepaskan pukulannya wuusss... wuuusss....Arum yang juga sudah siap dari tadi itu pun segera melepaskan pukulan nya wuuusss.... wuuusss... kedua pukulan tenaga dalam pun bertemu duuuaaarrr.... duuuaaarrr. Rupaksa Dara pun terpental jauh dalam adu tenaga dalam itu.


huuuuuuf.... terdengar Arum menghirup nafas panjang setelah mengeluarkan tenaga dalam yang begitu besar.


" Rupanya Gabung jurus lembur gunung dan badai menerjang ombak begitu sangat menguras tenaga dalam ku"ucap Arum dengan jatuh berlutut .


Di lain sisi Kencana Loka yang berhadapan dengan Kala Weling juga terlibat pertarungan yang sengit,di mana kedua orang itu sudah mengerahkan kekuatan nya masing-masing, namun tak kunjung juga ada yang terlihat kalah dari keduanya.


Malam pun semakin larut namun pertarungan mereka terus berlanjut sebelum salah satu pihak ada yang kalah.


Sementara itu Arya Soma dan Lingga yang bermaksud menyusul Rangga harus menghentikan langkahnya setelah melihat Sendawa berlari ke arahnya.


"Gusti gawat Paman kencana Loka Pandan Wangi, Ariani Dewi dan Gus putri Arum sedang berhadap-hadapan dengan orang orang yang Sepertinya mengincar pedang itu "ucap Sendawa dengan nafas memburu.


"Dimana mereka"tanya Arya Soma.


"Di sana Gusti mari ikut aku"ucap Sendawa.


"Kalau begitu cepat kita bantu mereka"ucap Arya Soma .


Mereka bertiga pun bergegas menuju ke tempat Kencana Loka berada.


"Hiiiaat... desssss... duuug... tendangan Warok Singa berhasil mengenai punggung Pandan Wangi hingga membuat nya terjatuh.


Melihat Pandan Wangi terjatuh itu Warok Singa segera memburu berniat untuk segera menghabisinya, namun Pandan Wangi segera bangun dan menyalurkan tenaga dalam ke seluruh tubuh nya dan bersiap menyambut kedatangan Warok Singa.


"Baik sudah cukup main mainnya "ucap Pandan segera menyatukan kedua telapak tangannya , rupanya dia berniat mengeluarkan pukulan lembur gunungnya.


"Rasakan ini..!!"teriak Pandan Wangi sembari melepaskan pukulannya wuusss... wuusss....


Mendapatkan serangan dadakan itu Warok Singa pun terkejut bukan main ia melompat ke atas untuk menghindari nya.


Namun.. hiiiaat.... Pandan Wangi yang sudah dapat membaca gerakan Warok Singa itu ia bergerak cepat menyambut nya lalu dengan mengirimkan satu tendangan nya hingga membuat Warok Singa terjatuh cukup keras duuug.... rintihan pun terdengar dari mulut Warok Singa.


"Kurang ajar kapan dia bergerak tahu tahu sudah di atas ku"maki Warok Singa., merasakan seluruh tubuhnya rembuk akibat jatuh tadi.


"Ku akui kecepatan mu memang tinggi nona ,tapi aku belum kalah " ucap Warok Singa segera bangkit.


Kemudian ia menyatukan telapak tangannya dan seketika itu juga tampak sinar kemerahan muncul dari kedua belah telapak tangannya itu, rupanya Warok Singa sudah tidak sabar ingin mengakhiri pertarungan itu.


Cahaya kemerahan dari telapak tangan Warok Singa makin lama makin membesar hingga membuat udara sekitar area pertarungan itu makin panas.


Pandan Wangi tidak tinggal diam ia segera menghimpun tenaga dalamnya untuk menghadapi serangan yang akan di keluarkan oleh Warok Singa itu.


Dari kedua telapak tangan Pandan Wangi pun juga mengeluarkan cahaya putih yang bersinar terang ini adalah pukulan lembur gunung tingkat akhir yang akan ia keluar kan.


Suasana malam itu benar benar sangat mencekam dalam pertarungan itu , karena salah sedikit saja nyawa mereka pun langsung melayang meninggalkan badan nya.


Hiiiaat.....Warok Singa pun melepaskan pukulannya begitu juga dengan Pandan Wangi ,ia pun juga melepaskan pukulannya wuusss.... wuuusss.. duuuaaarrr... duuuaaarrr.... ledakan besar pun menggema di sekitar pertarungan.


Baik Pandan Wangi maupun Warok Singa pun sama sama terpental cukup jauh rupanya tenaga dalam mereka berdua sama kuatnya .


"Pandan Wangi.........!!!"teriak Ariani Dewi .


Ariani Dewi yang melihat Pandan Wangi terlempar itu sedikit khawatir hingga perhatian nya pun terpecah dalam pertarungan dua lawan satu itu, hingga pukulan Karang Bolong berhasil mengenainya desss....desss... Ariani Dewi pun terlempar ke belakang .


Buug....akh... terdengar rintihan dari mulut Ariani Dewi setelah merasakan sakit pada bagian perut nya.


Melihat lawannya terjatuh itu tengkorak putih dan Karang Bolong tampak senang dan bermaksud ingin segera menghabisinya.


"Ayo kita habisi perempuan yang merepotkan orang itu Karang Bolong"ucap tengkorak putih.


"Dengan senang hati Tengkorak Putih"ucap Karang Bolong.


Keduanya pun segera melesat cepat menuju ke arah Ariani Dewi yang terjatuh dengan pedang terhunus.


Ariani Dewi yang sedang merasakan kesakitan itu tak sempat mempersiapkan dirinya karena serangan lawannya itu datang begitu cepat .


"Matilah kau perempuan sialan hiiiaat... namun tiba-tiba... pukulan tapak dewa maut hiiiaat ....duuuaaarrr... duuuaaarrr... duuuaaarrr.. tengkorak putih dan Karang Bolong pun terlempar cukup jauh , rupanya kedatangan Arya Soma tepat di saat nyawa Ariani Dewi sedang di ujung tanduk.


"Gusti Patih"ucap Ariani Dewi begitu melihat orang yang ada di hadapannya itu.


"Bagaimana keadaan mu Ariani "tanya Arya Soma dengan menatap tajam tengkorak putih dan Karang Bolong yang masih dalam keadaan tergeletak itu.


"Saya tidak apa-apa Gusti "ucap Ariani Dewi segera berdiri dengan sempoyongan.


Melihat keadaan Ariani Dewi itu Lingga pun segera menghampiri untuk membantunya.


"Apakah mereka berdua sudah mati Gusti"tanya Lingga.


"Entahlah saya kurang tahu pasti, tapi jika di lihat dari saya memukul mereka tadi seharusnya mereka tewas karena pukulan saya tadi tepat mengenai mereka berdua"ucap Arya Soma.


Dan benar lah apa yang di katakan oleh Arya Soma itu tengkorak putih dan Karang Bolong pun tewas seketika itu juga setelah pukulan tapak dewa maut nya tepat mengenai dada mereka berdua.


"Gusti sebaiknya kita cepat bantu Pandan Wangi"ucap Ariani Dewi.