
Ariani Dewi segera melepaskan pukulan ke arah pintu gua duuuu aaaaar.... namun tidak terjadi apa-apa dengan pintu gua itu rupanya pintu itu begitu kokoh dan kuat.
Karena usahanya pertama gagal ia pun segera melepaskan pukulan nya yang kedua kali ini ia mengerahkan dengan segenap tenaga dalam nya wuusss.... duuuaaaarrrr duuuaaaarrrr sehingga menimbulkan guncangan di dalam gua itu.
Tapi hasilnya tetap sama tidak terjadi apa-apa pada juga pintu gua itu.
Arum yang melihat usaha Ariani Dewi gagal menghancurkan pintu gua itu ia pun berniat ikut membantu bibi gurunya.
"Bibi aku bantu untuk menghancurkan pintu itu"ucap Arum.
"Jangan Arum percuma saja, tidak usah kau buang buang tenaga mu, seperti ada energi yang kuat yang melapisi pintu gua itu"ucap Ariani Dewi dengan penuh rasa kesal.
"Lalu kita harus bagaimana bibi"tanya Arum.
"Aku akan cari cara untuk menghancurkan pintu gua itu sambil menunggu bantuan dari Pandan Wangi "ucap Ariani Dewi.
"semoga bibi Wangi tidak ada halangan di luar sana"ucap Arum.
Tapi ternyata keadaan Pandan Wangi tidak seperti yang Arum kehendaki rupanya Pandan Wangi dan Larasati sudah terkepung oleh anak buah Gondo Mayit.
"Menyerahlah kalian berdua jangan melakukan perlawanan yang sia sia"ucap Pradipto sambil melihat tangan nya penuh ketenangan.
"Kurang ajar rupanya kita sudah termakan jebakannya Larasati"ucap Pandan Wangi.
"Jangan jangan Yunda Arum dan bibi Ariani juga ...
"Ya Larasati seperti nya mereka berdua juga terjebak di dalam gua"ucap Pandan Wangi langsung memotong ucapan Larasati.
"Jangan harap aku akan menyerah pada kalian"ucap Pandan Wangi sambil menatap tajam ke arah Pradipto.
"Bunuh kedua wanita itu..!!!"teriak Pradipto kepada anak buahnya.
Mendengar perintah dari Pradipto seluruh anak buah nya itu segera mencabut pedang nya dan segera menyerang Pandan Wangi dan Larasati.
Pandan Wangi dan Arum pun juga tidak mau kalah segera mencabut pedangnya dan pertempuran langsung terjadi di tempat itu.
Satu persatu anak buah Pradipto pun tewas di tangan mereka berdua, melihat situasi yang seperti nya tidak menguntungkan itu Pradipto tetap tenang di tempatnya sambil tersenyum penuh arti.
Pandan Wangi dan Larasati semakin gencar mempercepat serangannya karena berniat mengakhiri pertempuran itu sesegera mungkin dan tidak lama kemudian seluruh anak buah Pradipto terkapar tak bergerak.
"Sekarang giliran mu untuk menyusul teman teman mu"teriak Pandan Wangi sambil mengacungkan pedang nya ke arah Pradipto.
"Ku akui ilmu kalian memang hebat , tapi apakah kalian yakin sudah mengalahkan mereka semua haaa....haaa...haa..."ucap Pradipto sambil tertawa terbahak bahak.
"Apa maksud perkataan mu itu"ucap Pandan Wangi tidak mengerti.
"Perhatikan mereka baik baik"ucap Pradipto sambil menunjuk ke arah anak buah nya yang tergeletak.
Pandan Wangi dan Larasati pun terbelalak melihat pemandangan di depan mereka itu.
"Bibi me...me..reka hidup kembali"ucap Larasati dengan tersendat sendat.
"Hmmn.... rupanya mereka semua adalah mayat hidup pantas saja serangan mereka membabi buta tidak karuan"ucap Pandan Wangi pelan setelah menyadarinya.
"Apakah bibi Wangi tahu cara mengalahkan mahluk mahluk itu"ucap Larasati setengah bergidik ngeri.
"Kau perhatikan baik-baik Larasati bibi akan mencoba menghancurkan mereka "ucap Pandan Wangi.
"baik bibi"ucap Arum.
"Haii...!!! kau boleh merasa senang tapi jangan kau sangka aku tidak bisa menghancurkan boneka boneka sialan mu itu"teriak Pandan Wangi dengan lantang.
Pandan Wangi segera mengeluarkan jurus andalannya yaitu pukulan lembur gunung, seketika itu juga tangan nya menyala merah setelah ia melafalkan jurus itu dan tanpa menunggu lama ia pun langsung melepaskan ajian itu.
Hiaatt.... duuuaaaarrrr.... duuuaaaarrrr... terjadi ledakan hebat hingga beberapa orang anak buah Pradipto pun tubuhnya pun hancur lebur tanpa bentuk.
Pandan Wangi mengamati hasil serangan nya tadi dan ternyata pukulan lembur gunung miliknya benar benar berhasil menghancurkan nya ia pun tersenyum puas.
"Larasati kau sudah paham dengan apa yang baru saja lakukan dengan boneka mayat hidup itu"tanya Pandan Wangi.
"Benar bibi akan aku gunakan pukulan tapak maut untuk menghancurkan mereka "jawab Larasati.
"Bagus Larasati ku serahkan mereka pada mu sementara aku akan menghadapi manusia sialan itu"ucap Pandan Wangi sambil menatap tajam ke arah Pradipto yang tampak terkejut setelah melihat serangan Pandan Wangi tadi.
"Apakah kau masih bisa tersenyum setelah melihat anak buah mu tidak bisa bangkit lagi"ucap Pandan Wangi pada Pradipto.
"Kurang ajar ,kau harus membayar apa yang telah kau lakukan pada mereka perempuan sialan"ucap Pradipto dengan geram.
Ia pun melesat langsung menyerang Pandan Wangi dengan segudang kemarahan di hati nya, Pandan Wangi pun segera menyambut serangan Pradipto dengan pedang di tangan nya.
Pertarungan diantara mereka pun terjadi , Pradipto mengirimkan pukulan nya, Pandan Wangi menangkis serangan itu dengan pedang nya dan langsung menyerang balik Pradipto , namun serangannya itu dapat di mentah kan dengan mudah oleh nya.
Pradipto segera mengeluarkan pedang nya dan langsung menyerang Pandan Wangi, sehingga adu pedang pun terjadi di antara mereka.
Sementara itu Larasati terus mengumbar serangan tapak dewa mautnya untuk menghancurkan para pasukan mayat hidup yang terus menyerang nya, walaupun pukulan tapak maut pemberian Arya Soma ayahnya belum di kuasai dengan sempurna tapi cukup ampuh untuk menghadapi para pasukan mayat hidup itu.
Pandan Wangi dan Pradipto masih terus saling serang dengan kekuatan masing-masing yang di milikinya , namun tampaknya Pradipto bukan lah lawan yang enteng bagi Pandan Wangi itu terbukti dengan beberapa kali Pandan Wangi harus jatuh bangun menghindari serangan serangan Pradipto yang mematikan.
Seandainya pedang naga nya masih ada mungkin Pandan Wangi tidak akan terlalu sulit untuk mengalahkan Pradipto dalam pertempuran itu.
Hiaaaaaat... duuuaaaarrrr..... sebuah serangan dahsyat menghujam ke arah Pandan Wangi dan ia pun terpental cukup hebat.
"Bibi.......!!!!!"teriak Larasati segera menghampirinya.
"Bibi Wangi "ucap Larasati tampak cemas.
"Apakah bibi baik baik saja"tanya Larasati.
"Aku tidak apa-apa Larasati "jawab Pandan Wangi sambil menyeka darah dari bibirnya.
"Untung aku bisa memisahkan mereka berempat kalau tidak aku pasti kerepotan menghadapi mereka "ucap Pradipto dalam hati .
"Haa...haaa....haaa.... kalian berdua akan ku jadikan daftar tumbal untuk ku serahkan pada tuan Gondo Mayit "ucap Pradipto sambil tertawa terbahak bahak.
"Pradipto cepat selesai kan pertarungan mu dan bawa kedua perempuan itu"ucap Si pemburu bayangan yang tiba-tiba datang.
"Oh kakang pemburu bayangan kenapa kakang tiba tiba datang kemari"ucap Pradipto.
"Aku di perintahkan Gondo Mayit dan tuan ku raja Gandara untuk secepatnya membawa mereka ke hutan larangan "ucap Si pemburu bayangan sambil menunjuk Pandan Wangi dan Larasati.
"Baiklah kakang tapi yang dua orang lagi saat ini berada di dalam gua saya kurung mereka di sana"ucap Pradipto.
"Baiklah akan aku urus yang ada di gua sementara cepat kau ringkus mereka dan ingat jangan sampai kau membunuhnya karena kita butuh mereka hidup hidup"ucap Si pemburu bayangan segera berkelebat pergi menuju ke gua.
"Menyerahlah kalian baik-baik jangan paksa aku untuk berbuat kasar "ucap Pradipto seraya mendekati mereka berdua.
Mendengar perkataan Pandan Wangi itu Larasati pun terbelalak.
"cepat lah kau pergi dari sini dan laporan kan pada Gusti ratu bahwa perempuan perempuan itu di bawa ke hutan larangan"ucap Larasati.
"Tapi bibi ,aku tidak mau meninggalkan bibi di sini sendirian"ucap Larasati.
"Cepat Larasati kita tidak punya banyak waktu,kau larilah cepat aku akan tahan dia supaya kau bisa lolos dari sini "ucap Pandan Wangi.
"Ta...Pi...bibi"ucap Larasati dengan ragu ragu.
"Cepat Larasati.....!!!"teriak Pandan Wangi dengan marah.
"iya bibi baiklah"ucap Larasati.
"Jangan harap bisa lari dari cengkeraman ku"ucap Pradipto seraya melepaskan sebuah pukulan ke arah Larasati.
Namun dengan sigap Pandan Wangi menangkis serangan itu, sehingga membuat Larasati bisa meneruskan pelarian nya.
"Hai orang jelek aku lah lawan mu ", ucap Pandan Wangi dengan tatapan tajam.
"kurang ajar , baiklah akan aku lumpuhkan dulu kau"maki Pradipto.
Pradipto langsung melepaskan pukulan kepada Pandan Wangi wuusss..... Pandan Wangi pun segera berkelebat cepat menghindari nya dan pukulan Pradipto hanya mengenai ruang kosong.
Pradipto terkejut dengan perempuan yang menjadi lawannya itu padahal ia sudah terluka oleh serangannya tadi , bagaimana mungkin ia bisa menghindari pukulan ajian andalannya dengan gerakan secepat itu.
"Aaaaakh...... kurang ajar"pekik Pradipto setelah punggung tersayat sebuah pedang hingga mengeluarkan darah segar.
"sialan cepat sekali gerakan nya"umpat Pradipto merasa tercengang.
"Apakah tadi ia sengaja mempermainkan aku dengan menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya"ucap Pradipto dalam hati.
Ia pun meningkatkan kewaspadaan nya tinggi tinggi untuk menghadapi serangan berikutnya.
wuusss..... sebuah pukulan melesat menuju ke arah nya,.
Tiiiiing... terdengar dua pedang beradu rupanya Pradipto berhasil menangkis pedang Pandan Wangi .
Pradipto segera mengeluarkan seluruh tenaga dalam nya sampai ketitik akhir,ia berniat ingin membunuh Pandan Wangi dan tidak menghiraukan pesan dari si pemburu bayangan.
Aakhh...... Pradipto berteriak keras setelah pukulan Pandan Wangi mengenai dirinya.
"Kurang ajar rupanya dari tadi ia benar-benar menyembunyikan kekuatan yang sebenarnya"umpat Pradipto sambil berusaha berdiri,namun usahanya itu sia-sia karena Pandan Wangi sudah berdiri di depan nya dan tanpa ampun lagi ia pun menebas leher Pradipto crash..... Pradipto pun ambruk tak berkutik lagi.
Setelah mengalahkan Pradipto Pandan Wangi pun segera berkelebat menuju ke gua di mana Arum dan Ariani Dewi di sana.
Sementara itu di dalam gua.....
Duuuaaaarrrr.... duuuaaaarrrr..... duuuaaaarrrr.... terdengar ledakkan di dalam gua itu , rupanya telah terjadi pertarungan antara pemburu bayangan Ariani Dewi dan Arum.
Arum dan Ariani Dewi merasakan sesak di dadanya setelah beradu tenaga dalam tadi , seperti nya mereka berdua bukan lah lawan si pemburu bayangan.
"Kalian berdua jangan melakukan perlawanan yang sia sia sebaiknya menurut saja untuk aku bawa ke hutan larangan sebelum aku bertindak lebih kasar pada kalian"ucap Si pemburu bayangan dengan geram.
"Kurang ajar orang ini benar benar kuat "umpat Ariani Dewi dengan rasa tidak berdaya.
Di saat Ariani Dewi dan Arum sedang terdesak itu tiba-tiba....
Hiiiaaaat..... duuuaaaarrrr... sebuah pukulan dahsyat menerpa si pemburu bayangan hingga membuat nya terpental beberapa tombak kedepan.
"Akh... kurang ajar siapa yang membokongku tadi "umpat si pemburu bayangan.
"Kalian tidak apa-apa "teriak orang yang menyerang si pemburu bayangan tadi, yang tak lain adalah Pandan Wangi.
"Kami baik baik saja Wangi "ucap Ariani Dewi.
"Bibi "ucap Arum dengan merasa lega.
"Biadab rupanya kau perempuan sialan "ucap si pemburu bayangan setelah melihat Pandan Wangi yang ternyata adalah orang yang bertarung dengan Pradipto.
"Jangan jangan Pradipto sudah kau.."ucap si pemburu bayangan tidak melanjutkan kata katanya.
"Ya ,dia sekarang sudah mampus sekarang giliran kau menyusul dia, Ariani, Arum mari kita gulung orang ini"ucap Pandan Wangi.
Ariani dan Arum pun segera berdiri dan bersiap siap menyerang, ia merasa yakin dengan menyerangnya secara bersamaan dapat mengalahkan musuhnya itu.
"Haaa.....haaa....haaa....haaa.... kalian jangan bodoh menyamakan aku dengan Pradipto,akan aku perlihatkan kekuatan ku yang sebenarnya pada kalian "ucap si pemburu bayangan.
Ia pun segera mengerahkan kekuatan nya sampai ketingkat puncak, sehingga membuat gua itu menjadi bergetar.
"Kekuatan nya benar benar besar"ucap Arum yang berdiri di samping Ariani Dewi.
"Kau jangan lengah Arum , tampaknya kali ini dia bermaksud bertarung habis habisan"ucap Ariani Dewi.
"Baik bibi"ucap Arum ,ia pun lalu membentengi dirinya dengan mengerahkan seluruh tenaga dalam nya , seperti yang di lakukan oleh Ariani Dewi dan Pandan Wangi agar tidak terpental oleh getaran tenaga si pemburu bayangan.
Hiiiaaaat....si pemburu bayangan pun segera melesat menyerang mereka bertiga, Ariani Dewi, Arum dan Pandan Wangi pun segera menyambut serangan itu, terjadilah pertarungan sengit di dalam gua itu.
Ternyata dalam beberapa saat nya si pemburu bayangan sudah membuat mereka bertiga berjatuhan oleh serangan nya.
Mereka benar benar tidak berdaya dengan gerakan lawan nya yang sangat cepat itu.
"Ternyata tidak omong kosong dia menyandang gelar si pemburu bayangan serangan nya begitu cepat dan sulit di tebak"ucap Pandan Wangi.
"Wangi bagaimana keadaan mu "ucap Ariani Dewi.
"Lumayan , gerakan nya seperti bayangan orang itu cepat sekali"ucap Pandan Wangi.
"Ya kau benar Wangi,tapi pasti ada suatu cara untuk mengalahkan nya "ucap Ariani Dewi.
"Ku peringatkan sebaiknya kalian cepat menyerah "ucap si pemburu bayangan sambil mempermainkan pedang nya.
"menyerah tidak ada dalam pikiran ku"ucap Ariani Dewi,ia pun segera berkelebat menyerang dengan jurus tebasan seribu pedang nya.
Si pemburu bayangan pun segera menyambut kedatangan Ariani Dewi dan pertempuran pun terjadi antara keduanya.
Dengan jurus tebasan seribu pedang itu ternyata kecepatan gerakan Ariani Dewi mampu mengimbangi kecepatan serangan si pemburu bayangan walaupun masih di bawah nya.
Melihat situasi itu Arum pun juga menggunakan jurus yang sama dengan Ariani Dewi dan langsung terjun ke pertempuran itu.
Si pemburu bayangan terpaksa di buatnya harus bekerja keras menghadapi serangan dua lawan nya itu.