
Suasana sore yang sangat menyenangkan. Beberapa makanan ringan dan secangkir teh hangat menemani meja bundar di teras rumah Farida.
Langit cerah, suara burung berkicauan dan semilir angin sejuk menambah kenyamanan sore itu.
Beberapa kali Farida melirik ke arah Naziya. Sepertinya ada yang berubah dari putri semaya wayangnya tersebut. Selain lebih dewasa, putrinya itu terlihat lebih putih—pucat—dari biasanya.
“Kenapa ibu lihat Naziya begitu?” Naziya bertanya set...