
Arjuna melirik Naziya yang sedang memejamkan mata, bersama itu dia menyambungkan data yang di terima dari kamera kacamata ke layar dashboard. Nomor polisi di mobil itu menunjukkan identitas kepemilikan, itu milik Bramasta Prayoga.
Arjuna menyunggingkan sudut bibirnya, berseringai sinis. “Kita lihat apa kamu masih bisa mengikuti kami!” desis Arjuna seorang diri.
“Hah?”
“Ah, tidak, aku hanya sedang bersenandung,” kelit Arjuna. “Tidurlah, akan ...