
Sementara di dalam mobil, Naziya sudah duduk mengikuti kemauan Bram. Wajahnya pucat karena jujur saja, tiba-tiba saja ada perasaan takut menyeruak di dalam dada. Tetapi, dia tidak ingin terus di bayang-bayangi Bram, karena itu dia setuju untuk obrolan akhir mereka.
Naziya berharap, benar ini terakhir kalinya Bram dan Putri mengusiknya, dan rela melupakan semua yang sudah terjadi.
Namun, Bram tidak sepolos yang Naziya bayangkan. Bram memeluk tubuh Naziya erat. ...