
“Apa ini sakit?”
Naziya menyentuh bekas luka di perut sebelah kiri Arjuna, lembut. Wanita itu menatap penuh arti, ada rasa khawatir tergambar disorot matanya yang dalam.
Setelah semalam mereka menyalurkan hasrat bersama, Naziya tercengang dengan beberapa titik luka di tubuh suaminya itu.
Mereka saling berpelukan. Arjuna sendiri tak henti-hentinya mencumbu Naziya. Rasanya dia tidak akan pernah bosan dan puas dengan istri cantiknya itu.
Arjuna menggeleng seraya m...