
Kedua mata Naziya terbuka, perlahan. Seketika dia merasakan kepalanya memutar, dadanya sesak seperti terhimpit hingga menciptakan rasa mual di ulu hati. Pandangannya yang kabur pun semakin berangsur menjadi jelas.
Terakhir yang dia ingat. Dirinya sedang berada di toilet sebuah supermarket, lalu tiba-tiba penglihatannya menjadi gelap, mulut dan hidungnya dibekap dengan sesuatu yang berbau sangat menyengat. Setelahnya, dia tidak bisa mengingat apa-apa lagi.
“Ya, Tuhan. Dimana ini? Siapa mereka?” teriak Naziya dalam hati. Mulutnya di tempeli dengan lakban, tangannya diikat kebelakang begitu juga...