
Setelah semua dipindahkan ke tempat yang lebih luas , Marru memerintahkan Barru , Hellin dan Swie berunding mencari solusi untuk menyembuhkan teman-temannya,
Pada saat ini mereka berempat berada disebuah ruangan, posisi mereka berdiri mengelilingi ruangan tersebut
Saat ini Swie yang akan memandu mereka untuk mencari alat seadanya agar dapat mengobati semua teman-teman mereka ,
" Barru , aku ingin kamu mendapatkan bahan ini " Swie mengeluarkan energi miliknya membentuk sebuah partikel bahan yang akan digunakan,
" Baik aku akan mencarinya bersama Rais " jawab Barru yang segera meninggalkan ruangan tersebut,
" Kali ini Marru, maksudku Yang Mulia Pangeran apakah kamu memahami benda ini , alat ini yang kita butuhkan , sebab seperti analisa ku benda ini hampir mirip dengan yang berada di Negara Bintang Aries, jadi pastikan kamu mendapatkannya dengan segera " kata Swie yang menunjukkan sebuah benda yang hampir mirip seperti senjata atau elektronik canggih yang dapat mendeteksi keberadaan virus,
Alat itu harus memiliki layar yang dapat mendeteksi keberadaan semua unsur tubuh manusia ,
" Baiklah , aku akan mencoba mencarinya bersama Sena ataupun Langhe " kata Marru yang juga segera keluar dari dalam ruangan itu , ia mencari keberadaan Sena yang pada saat ini sedang mengikat tubuh Damin mengunakan tali ,
" Sena , kamu ikut aku ada hal yang harus kita cari " Marru segera mengeluarkan energi yang sama seperti Swie , terbentuk sebuah benda yang dimaksudkan oleh Swie ,
Sena mengetahui benda tersebut ia pun setuju menemani Marru mencari benda tersebut ,
" Aku tahu benda itu , kita akan mencarinya dekat Rumah sakit ataupun laboratorium pemerintah , letaknya lumayan juga dari sini , kita membutuhkan kendaraan " kata Sena yang menjelaskan kepada Marru ,
" Ayo segera mungkin , kita tidak punya waktu lama , Damin harus cepat kita tangani " kata Marru yang langsung saja keluar dari ruangan itu , setelah Sena berpamitan kepada Langhe dan yang lainnya ia segera menyusul Marru , Sena segera menuju tempat parkir mobil , ia segera mencari kunci dan menyalakan mesinnya,
" Marru , ayo kita berangkat " Sena yang sudah berada di dalam mobil segera membukakan pintu untuk Marru agar segera masuk ke dalam mobil , Marru langsung masuk kedalam mobil tersebut ,
Mobil segera melaju menuju gedung Rumah sakit ,
Dalam perjalanan Marru dan Sena hanya terdiam , tidak ada satu kata pun terucapkan , sampai akhirnya mobil tiba didepan parkir gedung Rumah sakit , buru-buru Sena memarkirkan mobil tersebut dan segera keluar dari dalam ,
Begitu juga dengan Marru yang saat ini sedang mengikuti langkah Sena yang saat ini sudah mencari ruangan penyimpanan alat tersebut , sesampai mereka didepan sebuah pintu masuk sebuah lab , Sena dan Marru segera memasuki ruangan tersebut , melihat alat medis yang begitu besar , Marru berpikir hal ini mungkin tidak akan bisa mereka membawanya begitu saja ,
" Marru apakah kita masih berencana untuk membawanya " tanya Sena yang masih melihat barang elektro itu ,
" Seharusnya begitu , tapi … apakah kita bisa melakukannya " Marru balik bertanya kepada Sena yang masih bingung apa yang akan dilakukannya ,
" Bagaimana jika kita menghubungi Swie " Sena memberikan pendapatnya ,
" Menurutku itu ide bagus " jawab Marru ,
Dengan seketika Marru mengeluarkan sesuatu dan sejurus kemudian ia mengunakan kekuatannya untuk dapat menghubungi Swie ,
Pada saat ini Swie masih memperhatikan tubuh Damin ,
" Swie , Marru memanggilmu " Hellin mendekati Swie yang saat ini masih dalam bentuk awan putih ,
" Oh , iya … apakah dia berhasil " kata Swie yang sebenarnya masih meragukan tugas yang diberikannya kepada Marru ,
" Entah , tapi dia ingin berbicara denganmu " kata Hellin yang sudah mengeluarkan sebuah benda transparan yang ternyata adalah alat komunikasi canggih dari negara Binatang Virgo ,
" Yang mulia , apakah anda sudah mendapatkannya " Swie langsung bertanya kepada Marru yang saat ini fokus melihat wajah Swie yang tak terlihat ,
" Iyah , tentu … tapi ada kendala , bagaimana kita akan membawanya " Marru segera mengarahkan alat komunikasi itu pada alat yang saat ini berada dibelakangnya ,
" Iyah , itu dia bawah kemari " kata Swie serta merta ,
" Jadi apakah kita akan mencabut semua selang dan perangkat yang lainnya " Marru segera menanyakan kendala yang dihadapinya ,
" Hem , mungkin sebaiknya kita pindahkan mereka ke tempat itu " jawab Swie yang memang seharusnya demikian ,
" Oke , kita akan kesana dengan tranformasi yang agak besar " kata Marru yang didengar oleh Sena ,
" Baik , kita akan menunggumu " setelah percakapan itu sambungan tersebut langsung terputus ,
Sena dan Marru segera mencari kendaraan yang lebih besar untuk memuat semua teman-temannya ,
Setelah menemukan sebuah bus , ia segera mengendarai mobil tersebut menuju gedung sekolah ,
Sesampainya mereka ditempat tersebut , tidak membuang waktu lama semuanya segera dievakuasi kedalam bus , agar mereka secepatnya mendapatkan pertolongan ,
Mobil kembali melaju kearah Rumah sakit ,
Setelah menghubungi Barru , Sena dan Marru segera mempercepat kendaraannya ,
Setibanya mereka didepan gedung Rumah sakit kembali mereka membawa tubuh teman-teman mereka kedalam Ruang yang sudah di informasikan oleh Sena ,
Tubuh teman-temannya sudah ditempatkan pada Ruangan yang sudah tersedia , sedangkan tubuh Damin segera dibawa kedalam ruangan yang memiliki alat tersebut ,
Pada saat ini tubuh Damin dibaringkan pada sebuah meja putih yang panjang dan lebar sebesar tubuh manusia ,
Proyektor itu segera dinyalakan oleh Swie mengunakan energi yang ia miliki ,
Tidak lama kemudian layar monitor menyala menampakkan tubuh Damin yang tersendiri oleh sinar ultra dari perangkat tersebut ,
Terlihat jelas tubuh Damin penuh dengan Bakterial Verius dampak dari Blue Hole Raksasa ,
Swie memberikan energi yang lainnya agar menghasilkan deteksi yang lebih akurat pada layar monitoring ,
Arus virus itu mengikuti aliran darah Damin ,
" Aku berharap agar Barru mendapatkan Bahan itu secepatnya , tubuh bocah ini tidak dapat bertahan lama , ia harus segera diatasi " kata Swie yang masih mencoba menganalisa virus tersebut ,
Marru dan yang lainnya juga melihat apa yang sudah dilakukan oleh Swie ,
Setelah hampir beberapa jam kemudian Barru datang , ternyata Barru dan Rais telah pergi menuju sebuah Toko penjual bahan-bahan herbal , ternyata bahan tersebut cukup banyak didalam kediamannya , berbagai jenis bahan pun ada , sebagian sudah dimasukkan ke dalam botol kemasan dan ada pula masih berbentuk daun ataupun yang lainnya ,
Barru yang baru tiba di lokasi itu ia pun mencari ruangan yang sudah didapatkan dari Swie ,
Pada akhirnya ia pun tiba diruangan tersebut dan memberikan semua bahan yang ia dapatkan ,
Swie yang melihat bahan itu masih dalam bentuk mentahan ia pun kebingungan , sebab ternyata ia sendiri tidak tahu bagaimana harus mengolah dan menyatukan bahan-bahan tersebut ,
Setelah berunding dengan mereka semua yang berada di ruangan tersebut , akhirnya Marru dan Rais berinisiatif untuk mencari laboratorium pembuatan bahan kimia dan obat-obatan ,
" Biar aku saja dan Rais mencarinya " kata Marru yang menginginkan tugas tersebut ,
Setelah mendapatkan persetujuan dari Swie juga yang lainnya akhirnya Swie sendiri , Marru dan Rais yang akhirnya pergi ke tempat tersebut ,
" Ayo cepat , kita harus sesegera mungkin , jika ingin Damin selamat " kata Swie yang langsung meninggal ruangan tersebut , disusul oleh Marru dan Rais yang akhirnya berjalan mendahului Swie yang memang belum mengenal seluk beluk wilayah itu ,
Setelah berjalan berkeliling , keluar masuk koridor akhirnya mereka mendapatkan tempat tersebut , secepatnya Swie menyalakan semua proyeksi pembuatan bahan dan beberapa obat yang akan digabungkan ,
Dimulai dari bahan mentah , sampai pembuatan kristal bintang Aries Alias bahan yang dipadatkan menjadi kristal yang akan mengatur suhu tubuh manusia , jika hal itu sudah dilakukan , tersisa pembuatan chip yang dapat mengendalikan otak jaringan didalam tubuh Damin ,
Chip itu bahan yang terbuat dari energi yang dimiliki alkemis Negara Bintang Aries ,
Yaitu milik Swie , sebab kristal yang sangat ampuh didapatkan adalah Kristal Bintang Aries ,
Swie bekerja keras agar pembuatan Kristal tersebut berjalan sesuai rencananya ,
Semua yang berada di dalam ruangan membantu Swie dalam membuat Kristal yang terbuat dari bahan mentah itu ,
Tubuh Marru mengeluarkan cahaya energi untuk membekukan bahan tersebut sampai terlihat sempurna ,
Bahkan bahan itu harus mirip seperti Kristal Bintang Aries , berkilau dan mengkilat ,
Swie yang mengerjakan pencampuran dan membuat alat yang tidak semestinya itu terus melanjutkan sesuai keinginan Swie , dengan energi yang ia miliki Swie terus berusaha melakukan tugasnya dengan baik , selain ia sendiri harus terus mempertahankan kekuatan program monitoring agar ia tetap dapat mengakses virus yang saat ini berada di dalam tubuh Damin
Sudah cukup lama juga mereka mengerjakan pembuatan duplikat Kristal Bintang Aries tersebut , sampai akhirnya tersisa Swie dan Barru yang harus menyelesaikannya ,
Rais dan Marru telah menyelesaikan tugasnya ia pun keluar dari dalam ruangan tersebut hanya tersisa Barru yang masih ingin membantu Swei ,
" Marru , apakah ini akan berhasil " tanya Rais yang sedikit ragu ,
" Swie adalah seorang ilmuwan dari Negara Bintang Aries , ia sangat handal membuat segala macam penemuan , menurut aku Swie mungkin bisa melakukannya , sebab Swie memiliki program perentas yang tidak biasa " kata Marru menjelaskan kepada Rais ,
Rais dan Marru lebih mirip seperti saudara kembar , walaupun terlihat sama keduanya terlahir berbeda , Marru tinggal disebuah desa yang maju bersama Hellin , sedangkan Rais ia sosok yang sangat disukai oleh semua orang , kedua orang tuanya yang memiliki kekayaan itu adalah sumber kekuatannya dalam mengatur pertemanannya , banyak sekali orang yang ingin berteman ataupun sekedar sebagai kekasih , namun anehnya Rais memiliki sifat yang sama seperti Marru tidak gampang untuk menyukai seseorang , ia cenderung bersosialisasi ataupun membuat kegiatan yang menurutnya menantang andrenalin ,
Bahkan organisasi yang saat ini dibuatnya juga usul dari dirinya , dengan bantuan dari keluarganya ia dengan mudah membentuk organisasi tersebut ,
" Rais , aku sendiri merasa heran mengapa kita memiliki fisik yang sama , padahal kita bukan saudara " tanya Marru serta merta kepada Rais , Rais yang mendengar hanya mengangkat bahunya saja ,
" Entahlah " katanya singkat mereka berdua menuju koridor ,
Ingin sekali ia berada diatas rood toof bagian atas ,
" Marru kita kelantai atas sambil melihat area sekitarnya " Rais berbalik melihat kearah Marru agar ia setuju akan ajakannya ,
" Tapi .. Rais aku takut Swie membutuhkan kita " Marru yang merasa ragu ia juga menghentikan langkah kakinya , justru ia malah berbalik kearah ruangan yang saat ini Swie sedang membantu pemulihan Damin teman mereka ,
" Oh ya , aku lupa .. baiklah ayo kita kesana " ia juga berbalik arah kembali ke ruangan tersebut ,
Ternyata didalam Ruangan itu masih sama , Barru yang masih membantu Swie ia juga sesekali memperbaiki arus energi milik Swie ,
Marru yang melihat demikian ia juga akhirnya membantu Swie menyalurkan arus energi ,