Marru Pahlawan Dunia Lain

Marru Pahlawan Dunia Lain
Tujuh


Keduanya segera bergegas meninggalkan tempat itu Swie yang saat ini masih berupa awan putih mengikuti dari arah belakang ,


" Hellin , segera cari sella dan yang lainnya , biar aku saja yang akan membantu Barru mengalahkan makhluk itu " Marru segera memerintahkan kepada Hellin agar dirinya segera pergi ke dalam ruang bagian bawah ,


" Baiklah , kamu hati-hati yah " kata Hellin yang langsung menuju lokasi ruangan tersebut , sedangkan Marru mencari keberadaan Barru yang saat ini sedang bertarung melawan monster itu ,


Marru dapat merasakan pancaran energi dari Barru ,


Setelah ia memastikannya Marru segera menuju ruangan tersebut , pada saat ini Barru dan Rais kewalahan menghadapi monster jelmaan itu , Marru segera berteriak memanggil Barru ,


" Barru , " suara Marru mengagetkan Barru , sehingga Barru hampir saja terkena serangan fatal , Marru segera melawan serangan makhluk itu Swie yang menyadari bahwa mereka berdua membutuhkan sebuah senjata ia pun mengintruksikan kepada Sang Pangeran Dunia lain itu agar dirinya membentuk sebuah energi dan menguatkan energi tersebut sampai pada titik agar terbentuk sebuah senjata yang dapat membunuh segala Monster ,


" Pangeran segera gunakan penguat energi yang didapat dari elemen , setelah itu tumpukan menjadi satu titik temu yang akan menjadi sebuah senjata " kata Swie mengajarkan kepada mereka ,


Barru dan Marru yang mendengar penjelasan dari Swie segera mengikuti ajarannya ,


Keduanya memperkuat energi itu pada satu titik , dengan begitu terbentuklah sebuah senjata yang terbuat dari kumpulan energi mereka berdua ,


Setelah kumpulan energi senjata itu telah terbentuk , keduanya menyunggingkan senyum kemenangan , sebab senjata yang mereka gunakan bukanlah senjata biasa , senjata tersebut terbuat dari kumpulan energi yang yang mereka padatkan ,


Pahlawan dari Dunia lain itu memiliki sebuah senjata penghancur yang cukup canggih dan modern , Bumi sendiri tidak dapat membuat senjata tersebut , dikarenakan semua bahan pembuatan senjata itu dari partikel yang berada didalam Planet Bintang ,


Barru yang sudah menghunus senjata tersebut segera menerjang ke arah mahkluk tersebut , keduanya bertarung sangat sengit , kali ini Raungan dari suara Monster itu melengking tinggi , seperti ingin menghancurkan gendang telinga orang Awan,


Tidak membutuhkan waktu lama monster itu dapat dikalahkan oleh Barru dan Marru , marru yang memang seorang Pangeran Planet Virgo itu telah di latih begitu ketat dan keras , sehingga setiap pukulan dan serangannya cukup mematikan ,


" Wauw , hebat sekali senjata ini Swie " kata Marru yang langsung menghilangkan energi dari senjata tersebut sehingga senjata itu menghilang ,


" Tentu Pangeran , semakin tinggi seseorang memiliki energi semakin kuat energi senjata yang dibuatnya " kata Swie menjelaskan kepada Marru yang di dengar juga oleh Barru dan Rais , Rais berdecap kagum melihat aksi pertarungan antara Marru dan Barru ,


" Swie kenapa kamu berwujud demikian , jika seranganku mengenai telak pasti kamu sudah hancur haa …. " kata Barru sambil tertawa , namun Swie yang mengetahui bahwa Barru hanya bercanda ia pun membalas perkataan dari Barru ,


" Barru , jangan main-main dengan kekuatan itu , jika tidak ada aku disaat ini entah berapa lama kamu dapat mengalahkannya " kata Swie yang saat ini membalas perkataan dari Barru ,


" Haaaa … aku bercanda " katanya yang langsung menyimpan kembali kekuatannya itu ,


" Hem … baguslah kamu dapat menghargai temanmu ini " kata Swie walaupun dirinya berbentuk awan namun terlihat dari nada suaranya Swie tersenyum senang ,


" Lantas bagaimana dengan kondisimu ini " Barru bertanya kepada Swie tentang kondisinya saat ini , Swie yang mengerti maksud dari Barru ia pun menjawabnya ,


" Aku hanya butuh wadah logam untuk wujudku ini " jawab Swie yang tidak ingin menjelaskan terlalu panjang ,


" Hem …. Yah sudah yang terpenting saat ini kamu berada di sini , ada sedikit masalah yang ingin kami tanyakan kepadamu " kata Barru yang sudah mau menyusul Marru yang hampir berjalan keluar dari Ruangan tersebut ,


" Apa itu … yang aku tahu tuan putri memanggilku untuk menemaninya " jawab Swie dengan cara seperti biasanya ia berbicara , namun Marru yang mendengar sedikit kurang memahami maksud Swie ,


" Maksudmu …. Untuk apa kamu menemani kekasihku itu " kata Marru yang sudah berbalik melihat kearah Swie , Swie yang merasa dirinya telah menyinggung sang Pangeran dengan badan yang berbentuk awan putih itu bergerak-gerak ,


" Swie … apa yang terjadi denganmu " Barru yang tahu Swie sangat takut dengan sang Pangeran ingin sekali ia menggodanya , namun situasi saat ini sangatlah berbeda , ia pun hanya pura-pura tidak memahami keadaan Swie , lain halnya dengan Rais yang masih berada di posisi paling belakang , ia juga melihat tubuh Swie yang berbentuk awan itu bergetar ,


Ia juga menahan tawanya agar tidak memperkeruh suasana ,


" Oh , tidak Pangeran anda tahu kalau Swie adalah pengawal kepercayaan Tuan putri " jawab Swie sambil masih bergetar ,


Marru yang melihat Swie seperti itu rasanya ia pun tidak tega , Marru juga memiliki pemikiran yang sama dengan Barru , namun hal itu ia urungkan sebab situasi yang tidak tepat ,


" Ah , sudahlah ayo kita lanjutkan kembali keruang bawah , kita harus memeriksa keadaan mereka " kata Marru yang kembali berjalan , dari arah belakang Rais menyusul Marru ,


" Oh.. itu Swie yang kami maksudkan , dialah yang dapat membantu teman-teman kita " kata Marru yang masih terus berjalan menuju arah bawah gedung sekolah ,


" A..apa … dia Swie , maksudnya awan putih itu " Rais tercengang mendengar perkataan Marru ,


" Iyah , dia Swie yang belum mendapatkan tubuhnya " jawab Marru yang sudah sampai di depan pintu masuk ruangan , ia segera membuka pintu tersebut ,


" Ckreek " pintu pun terbuka , Marru dan yang lainnya segera memasuki ruangan , dari arah pintu yang lainnya muncul Hellin , sella juga yang lainnya ,


" Kalian tidak apa-apa , apakah kalian sudah mengalahkan makhluk itu " tanya Hellin yang perlahan-lahan mendekati Marru ,


" Iyah , sudah tidak apa-apa , ayo tunjukkan aku pada yang lainnya , agar Swie dapat membantu kita " kata Marru yang mendekati Hellin yang saat ini berdiri di samping Sella ,


" Baiklah , ayo ikut aku mereka juga akan kita pindah ditempat yang lebih luas sedikit " sella segera membimbing mereka kesebuah ruangan besi ,


Mereka semua memasuki ruangan tersebut , disana ada salah satu temannya dengan kondisi tubuh yang hampir biru kehitaman di sekujur tubuh ,


Langhe terlihat panik , sebab terkadang suara temannya tersebut terdengar berbeda , suara tersebut layaknya seperti suara Raungan hewan buas ,


" Marru , Barru , Rais ... Damin …. Dia .. dia meraung seperti hewan " kata Langhe dan Sena yang saat ini sedang memegangi tubuh pemuda yang bernama Damin ,


" Swie , bisakah kamu membantu dirinya " Hellin setengah bertanya dan memohon kepada Swie agar membantu Damin dari siksaan tersebut ,


" Hem , sangat mengerikan , sebagain tubuhnya hampir seperti monster yang kalian kalahkan " kata Swie yang segera mendekati tubuh Damin ,


" Hem .. tidak ada cara lain kecuali membunuhnya " jawab Swie tanpa rasa bersalah , Barru yang mendengar segera mengeluarkan energi yang cukup besar agar dirinya dapat mengeluarkan senjata energi tersebut ,


Swie yang melihat situasi yang mengerikan segera menghampiri punggung Hellin dan bersembunyi dibelakangnya ,


" Oh , ternyata kamu beneran takut mati yah , bagus mungkin kamu juga bisa merasakan bagaimana kamu mati " kata Barru yang sudah mengeluarkan senjata energi tersebut ,


" Tidak … tidak Barru bukan begitu maksudku , biar aku menjelaskannya " katanya sambil gemetaran menahan rasa takut , ia sendiri juga tidak dapat menahan serangan dari Barru terlebih lagi dalam kondisi seperti ini , dapat bertahan dan menghindari serangan itu adalah suatu keberuntungan tersendiri ,


" Mau menjelaskan " Barru mengulangi perkataan dari Swie , semua yang berada di tempat itu merasakan kepanikan , terlebih mendengar perkataan Swie yang saat ini sudah ketakutan , sebab Barru mengancam dirinya ,


" Baiklah , jelaskan " kata Barru lagi sambil membentak keras kearah Swie ,


" Ba…baik , keadaan kita yang tidak dapat membantunya , disebabkan kita tidak memiliki Batu Bintang Kristal Aries yang didapatkan dari tempat kami yaitu Negara Bintang Aries , yang keduanya kita tidak memiliki alat , membuat alat itu butuh waktu berbulan-bulan lamanya dan itu juga membutuhkan bahan , kita juga tidak memiliki bahan tersebut " mendengar dua penjelasan dari Swie sontak saja semua terkulai lemas , mereka kehilangan daya semangat , seolah-olah tubuh mereka tidak memiliki tulang semuanya hampir terduduk diatas lantai sedangkan Marru dan Rais menyandarkan tubuhnya di samping dinding Ruangan , sedangkan Barru masih memegang senjatanya ,


" Kamu tidak sedang bercanda bukan " kata Barru yang masih menghunus senjatanya ,


" Tentu tidak , untuk apa aku membohongimu , disini ada Tuan putri yang sudah lama aku layani , beliau sangat percaya kepadaku " kata Swie yang ingin dirinya tidak dikatai pembohong ,


" Bagus , jadi cara apa yang cepat untuk menyembuhkan mereka tanpa bahan tersebut " Barru menggoyang-goyangkan senjatanya , supaya Swie dapat mengetahui bahwa ia sangat serius dengan keadaan saat ini ,


" Apa kamu gila ya , aku sudah katakan padamu bahwa kita tidak memiliki alat ataupun bahan " jawab Swie setengah berteriak , merasakan dirinya terimindasi oleh Barru ia mengeluarkan kekesalannya ,


" Oh , jadi kamu sudah mau melawanku " kata Barru , Marru yang mendapati situasi saat ini iapun melerai mereka berdua ,


" Sudah-sudah , Swie tolong cobalah melakukan dengan cara lain yang sangat cepat , lihatlah kondisi Damin yang sudah mulai menghitam keseluruhannya " kata Marru setengah memohon kepada Swie agar memikirkan cara lain untuk menolong Damin dan yang lainnya ,


" Aku tidak yakin , sebab jika kita tidak memiliki kristal bintang Aries dan alat itu percobaan ini tidak akan berhasil , kita akan menuai kegagalan " jawab Swie , terdengar dari nada suaranya yang memang dia memiliki kesulitan untuk membantu Damin dan yang lainnya ,


" Tidak apa , yang terpenting kita mencobanya " kali ini Hellin setuju dengan rencana Swie dan Marru ,


" Baiklah , jika itu perintah dari tuan putri " jawab Swie yang akhirnya mencoba melakukan sesuatu yang kemungkinan besar hal itu tidak dapat membantu Damin , walaupun hal itu seperti rencana yang sia -sia saja