
Setelah mereka bertiga mendekati pintu yang digedor dari dalam ruangan , Marru , Rais dan Barru berhati-hati membuka knop pintu ,
Ketiganya secara perlahan-lahan membukanya ,
Setelah membuka pintu tersebut , seorang bocah berusia 11 th berdiri tepat di depan pintu ,
Marru , Rais dan Barru , bersiaga namun setelah melihat bahwa yang berada di depannya hanyalah seorang bocah ketiganya mengurungkan niatnya untuk membuat serangan ,
" Barru , Rais , tahan .. dia hanya seorang bocah " kata Marru yang saat ini sudah menghadang kedua temannya itu ,
Rais dan Barru seketika terdiam , ia sendiri dapat melihat wajah polos bocah itu ,
" Hai .. mengapa kamu berada di dalam ruangan ini " pada saat ini Marru mencoba bertanya kepada bocah tersebut ,
" Itu … " ia pun menjawab pertanyaan Marru sambil menunjuk pada sosok saudaranya yang saat ini sedang terbujur diatas lantai ,
Marru , Rais dan Barru seketika menyeruak masuk ke ruangan tersebut , ternyata didalam ada beberapa pemuda dan pemudi yang hampir seusia dirinya ,
" Marru , Bagaimana ini " pada saat ini Rais sangat panik , namun kondisi tubuh pemuda dan pemudi itu tidak seperti Damin ,
" Mereka tidak terkena dampak Blue Hole Raksasa , jadi sebaiknya kita mencari obat sambil memanggil Swie untuk datang kemari " kata Marru yang langsung keluar dari dalam ruangan tersebut sambil menggandeng tangan bocah itu , setelah Marru berada di depan makanan , ia segera mengambil sebuah roti dan minuman agar bocah itu dapat memakannya ,
Sedangkan Marru segera mencari obat-obatan yang diperlukan , Rais dan Barru mengikuti Marru yang saat ini sudah mengambil berbagai macam jenis obat ,
" Barru segera hubungi Swie , agar dia dapat membantu kita " kata Marru yang sudah membungkus semua barang yang ia butuhkan ,
Dengan segera mungkin , Barru mengikuti perintah Marru , dari energi yang ia keluarkan Nampak Swie sedang berbaring dan menguap , Barru yang melihat ekspresi Swie ingin sekali ia mengunakan kekuatannya untuk menyerang dirinya ,
" Swie , pangeran ingin kamu kesini membantu kami " kata Barru yang tidak ingin berbasa-basi dengannya sebab Barru merasa tidak senang dengan tingkah Swie ,
" Iya , baiklah " jawabnya , ia segera berdiri dari tempat ranjang tidur itu , kemudian ia berpamitan kepada Hellin dan Sena ,
Entah apa yang terjadi , asap tebal menggumpal kemudian asap itu hilang dari pandangan Hellin dan Sena ,
Ternyata asap itu sudah sampai didepan mata Barru , Barru serta merta membuat serangan terhadap Swie yang saat ini baru tiba di lokasi ,
" Barru , apa yang sudah kamu lakukan " kata Swie yang pada saat ini sedang menghindari serangan Barru , dari kejauhan suara Marru berteriak memanggil nama keduanya ,
" Barru , Swie , cepat segera mereka harus kita tangani " kata Marru yang kembali kehadapan Barru dan Swie,
Mau tidak mau keduanya akhirnya menghentikan pertikaiannya ,
Barru dan Swie mengikuti dari arah belakang Marru yang saat ini sudah memasuki ruangan itu ,
Bocah yang sudah ditolong oleh Marru ia sendiri berdiam diri berada di tepi dinding Ruangan ,
Swie yang melihat kondisi beberapa pemuda dan pemudi itu mencoba memeriksa keadaannya ,
Setelah mengetahui keadaan seluruh pemuda dan pemudi itu, segera Swie mengambil obat yang sudah dibawah Oleh Marru ,
" Aku akan mencobanya " kata Swie seolah dirinya sedang berbicara sendiri ,
Swie mendekati para pemuda dan pemudi itu , dari telapak tangannya mengeluarkan sebuah energi , energi tersebut ia salurkan pada salah satu pemuda , setelah cahaya dari energi itu hilang pemuda tersebut telah siuman alias sadar ,
Kembali Swie mendekati tubuh pemuda yang lainnya , sampai seterusnya ia melakukan pemulihan terhadap mereka ,
Pemuda itu akhirnya siuman dan terduduk di atas lantai , kondisi mereka masih lemas ,
" Terimakasih telah menolong kami " kata salah satu pemuda yang pertama diobati oleh Swie ,
" Siapa namamu " Barru mencoba bertanya kepada pemuda yang baru siuman itu ,
" Harris , namaku Harris , yang disana Marco , Reus dan merllina , yang kecil adiknya Merlina namanya sandres " Harris menyebutkan nama teman-temannya yang sudah ditolong oleh Swie ,
Kini giliran Barru memperkenalkan dirinya ,
Harris dan lainnya hanya menganggukkan kepalanya saja , tanda bahwa mereka senang berkenalan dengan Barru juga teman-temannya ,
" Iya salam kenal semuanya " jawab Harris sambil tersenyum kearah mereka ,
" Harris , sebaiknya kita berkumpul dengan teman-temanku , mereka pasti akan senang mendapatkan teman baru " kata Marru yang saat ini sudah berdiri ,
" Apakah keadaanmu sudah membaik , aku akan membantumu sebab Sena teman kami sudah menunggu di bawah " Swie juga ingin segera meninggalkan tempat tersebut , sebab ia sendiri tidak ingin meninggalkan Hellin sendirian ,
" Sepertinya kondisiku sudah membaik , mungkin juga dengan temanku yang lainnya " kata Harris sambil mencoba untuk berdiri , begitu juga dengan Marco , Reus dan merllina , sedangkan sandres sudah menggandeng tangan Marry untuk meninggalkan tempat tersebut ,
Akhirnya mereka sepakat untuk mengikuti kelompok Marru , Rais , Barru dan Swie ,
Setelah mereka berjalan tak jauh dari gedung Hotel , mobil pun segera memasuki tempat parkiran , mereka pun segera masuk kedalam Hotel ,
Ternyata Hellin dan yang lainnya sedang menyiapkan makanan ,
" Kalian sudah kembali , ayo kita makan bersama " kata Hellin yang menyambut kedatangan mereka semua , dari tangan Marru dan teman-temannya sudah banyak barang makanan yang diambil dari supermarket itu ,
Setelah acara makan selesai mereka segera bergegas membersihkan diri dan mengganti pakaian ,
Pada saat ini Harri bercerita kisah yang telah menimpanya ,
Ia bersama teman-temannya awalnya tidak saling mengenal ataupun mengetahui , namun disebabkan insiden Blue Hole Raksasa itu akhirnya kelimanya bersepakat untuk bekerja sama , namun Radiasi Blue Hole itu membuat keempatnya tidak sadarkan diri , tubuh mereka seperti kehilangan daya energi , satu demi satu mereka tergeletak di atas lantai ruangan tempat mereka bersembunyi , dan herannya Sandres tidak terkena dampak tersebut sehingga ia terus menggedor-gedor pintu ruangan itu , sampai pada akhirnya Marru dan kawan-kawannya datang menyelamatkan mereka semua ,
" Jadi semua penduduk kota H hilang juga " Langhe yang memang sedang menyimak kisah Harris mencoba bertanya keberadaan para penduduk kota H ,
" Sepertinya begitu , sebab setelah kami tidak sadarkan diri entah apa yang sudah terjadi " kata Harris menjelaskan kepada Marru juga yang lainnya ,
Mereka dapat memastikan bahwa mereka juga mengalami nasib yang sama seperti penduduk kota tempat Rais dan yang lainnya tinggal ,
" Baiklah , ini adalah tim kita semua harus dapat bekerja sama " kata Marru kepada mereka ,
" Dan … kita akan terus mencari semua penduduk atau apapun yang masih bisa kita selamatkan " Rais menambahkan kalimat Marru yang diangguki oleh teman-teman mereka yaitu , Barru , Sena , Langhe juga yang lainnya ,
" Swie , bagaimana kondisi Damin " Marru bertanya kepada Swie perkembangan dari kondisi Damin teman Rais yang mereka selamatkan ,
" Dia belum siuman , namun kondisinya semakin membaik " jawab Swie yang memang sedari tadi berada didekat tubuh Damin ,
Terlihat tubuh Damin mengalami perubahan secara perlahan-lahan , sepertinya obat yang dibuat oleh Swie sangat berkhasiat ,
" Apa yang sudah terjadi pada teman kak Marru " Merlina yang saat ini juga hampir dekat dengan ranjang tempat Damin berbaring , Merllina penasaran dengan kondisi Damin yang sedikit aneh ,
Akhirnya Rais menjelaskan apa yang sudah terjadi pada teman-temannya termasuk Damin , yang pada akhirnya semua teman yang ingin mereka selamatkan telah menjadi monster dan terbunuh oleh mereka sendiri , Rais hampir menangis mengingat kejadian yang sudah terjadi pada teman-temannya ,
" Jadi , semua orang yang tertarik oleh Blue Hole Raksasa itu terpapar Virus Blue Hole , yang pada akhirnya jika tidak dapat tertolong mereka akan menjadi monster " Harris hampir tidak percaya dengan cerita Rais , namun melihat ekspresi Rais yang sangat sedih akan kehilangan teman-temannya , dapat disimpulkan bahwa Rais sangat kehilangan mereka ,
" Itu benar , tubuh mereka secara perlahan-lahan bermutasi dan pada akhirnya tidak dapat tertolong lagi " kata Swie menambahkan cerita Rais , sebab dirinya juga bersusah payah menolong Damin dalam proses pembuatan kristal bintang Aries , hal itu saja sudah cukup memakan energi yang sangat banyak , mereka semua hampir kuwalahan menghadapi Monster tersebut pada saat itu , dengan Trik dan kelincahan Marru serta Barru dapat mengatasi monster yang brutal itu ,
" Jadi begitu , kasian juga kak Damin yang berjuang untuk bertahan hidup " kata Merllina yang dapat merasakan kesedihan Rais ,
" Iyah , kalian beruntung tidak terinfeksi , jika iya kami tidak tahu apakah dari sekian kalian dapat kami tolong " kata Swie lagi ,
" Apakah membuat Kristal Bintang Aries itu sangat sulit " kali ini Reus bertanya kepada Swie ,
" Sangat , sebab selain kita kekurangan bahan juga daya energi serta alat yang memadai " Swie memberitahukan kepada Reus kesulitan apa yang mereka hadapi disaat mereka menyelamatkan teman-temannya ,
" Apakah kami bisa membantu , jika hal itu terjadi pada salah satu dari kita " Marco pun angkat bicara sambil bertanya dia ingin dirinya berguna untuk siapapun ,
" Tidak , tugas kalian hanya dapat mencari bahan dan alatnya saja " jawab Swie lagi , sebab memang mereka tidak dapat membantu dalam proses pembuatan kristal bintang Aries ,
Cara pembuatan kristal bintang Aries itu membutuhkan energi para Pahlawan Dunia Lain, bukan manusia biasa ,