Marru Pahlawan Dunia Lain

Marru Pahlawan Dunia Lain
delapan belas


Marru dan yang lainnya kembali menuju kearah dimana mini bus itu terparkir ,


Setelah mereka tiba di depan mini bus yang sedari tadi terparkir , keenam pemuda itu segera memasuki badan mini Bus ,


" Syukurlah , kalian semua selamat " ternyata Harris sangat mencemaskan keadaan mereka ,


" Iya , maaf membuat kalian khawatir , sebab monster kali ini sangat kuat sekali " kata Marru yang sudah lebih dulu memasuki mini bus ,


Mereka semua segera memasuki badan mini Bus ,


Sena yang sudah stay dari tadi segera melajukan kendaraannya , mereka semua melanjutkan perjalanan ,


" Marru , kita akan kemana lagi " Sena yang duduk di depan kemudi ia pun menanyakan perjalanan selanjutnya ,


" Rais , bagaimana … " Marru melimpah pertanyaannya kenapa Rais yang wajahnya mirip dengan dirinya itu ,


" Kita akan keluar dari kota ini menuju kota selanjutnya " kata Rais , Sena yang mendengar ucapan Rais ia pun dapat memahami , ia segera melajukan Mini Bus itu menuju ke arah luar Perkotaan ,


Sesampainya Mini Bus di depan gapura pintu masuk kota H , Sena terus melanjutkan perjalanan menuju kota lainnya ,


Dalam perjalanan , wanita cantik yang mereka temukan itu kembali tertidur , ia dengan rileks membaringkan tubuhnya di semerata tempat , tanpa malu-malu ia tidur dengan lelapnya ,


Sedangkan Marru dan Hellin duduk bersebelahan dengan posisi wanita itu tertidur , Hellin tersenyum kearah wanita itu yang lebih mirip seperti bocah kecil ,


Sedangkan cord ia sedang tertidur sambil memeluk tubuh Missel , disampingnya ada Sandres dan saudara perempuannya ,


Damin juga merasa sangat lelah sekali , walaupun dirinya tidak ikut bertarung , namun dikarenakan kondisinya yang baru pulih dan menyesuaikan dengan kristal buatan dari Swie , ia pun tertidur sangat pulas , pada saat ini Langhe duduk di sebelah Sena ia ingin menggantikan Sena menyetir mobil bersama Harris yang menjadi pemandu kendaraan Mini Bus ,


Sudah hampir seharian Mini Bus itu bergerak , namun mereka belum mendapatkan tanda-tanda adanya pintu masuk kota selanjutnya , sepertinya perjalanan kali ini cukup jauh sekali ,


Tidak lama kemudian sebuah tugu masuk dengan bertuliskan selamat datang di Kota Bloks ,


Ternyata mereka telah tiba di Kota Bloks ,


" Rais lihat , kita akan tiba di rumahku " kata wanita berambut putih yang sangat cantik itu ia yang sudah terbangun dari tidurnya saat ini sedang ingin mengajak Rais berbicara dengan dirinya ,


" Hem … Rumah , kamu tinggal dimana , dan siapa namamu " Rais yang disebut oleh wanita itu balik bertanya ,


" Aku dari Kota itu , namaku maddu , tapi tuan yang sudah memeliharaku telah hilang , aku tidak bisa menyelamatkannya " kata wanita itu yang membuat Rais dan yang lainnya meras curiga , wanita itu memiliki tuan , apakah jangan-jangan dia sama seperti komodo yang mereka temukan ,


" Maddu , kamu ini sebenarnya apa " Swie mencoba bertanya kepada Wanita yang menyebut dirinya bernama Maddu ,


" Aku , ini ada ekor " kata Maddu sambil menunjukkan ekor miliknya yang di sembunyikan ,


" Hakks .. ternyata kamu bukan manusia , pantas saja prilakumu seperti itu " kata Cord yang memang sudah curiga dengan wanita yang mereka temukan ,


" Tapi , Maddu tidak jahat dan dapat berbicara " kata Maddu yang saat ini sedang membela dirinya sendiri ,


" Iyah , Maddu wanita baik dan sangat cantik " kali ini Marru yang menanggapi perkataan dari Maddu , Maddu yang dipuji oleh Marru ia tersipu malu ,


" Ada apa Maddu , kenapa tingkahmu seperti itu " Barru juga nimbrung diantara percakapan mereka ,


" Maddu .. sayang sama Pangeran Marru " jawab Maddu sambil berkedip-kedip , semakin cantik saja Maddu dalam ekspresi wajah seperti itu , bahkan Hellin dan Merlina juga sella kagum akan kecantikan dari Wanita yang bernama Maddu ,


Missel yang masih kecil seketika mendekati Maddu , naluri anak kecil yang ingin bermain dengan binatang kesayangan menghinggapi perasaan Missel , dengan spontanitas ia kearah Maddu yang memeluknya , Maddu yang mendapatkan perlakuan sedemikian dari missel ia pun merasa kegirangan dan senang sekali , mereka berdua tertawa dan tersenyum bersama ,


Setelah kejadian itu Langhe yang saat ini berada di depan kemudi bertanya kepada semua temannya yang pada saat ini sedang berada di belakangnya ,


" Kita akan kemana nih " pertanyaan Langhe itu di jawab oleh Harris ,


" Kita ke jantung kota , disebelahnya ada sebuah penginapan dan minimarket , lokasinya juga tidak terlalu jauh dari penginapan , kemungkinan kita akan membutuhkan perbekalan lagi '' kata Harris yang menjelaskan kepada semua orang yang berada di dalam mini Bus ,


mereka pun akhirnya setuju Dengan saran Harris ,


" Baiklah , Harris tunjukkan jalannya kepadaku " Kata Langhe yang diangguki oleh Harris , Mini Bus terus bergerak kedepan , mereka saat ini menuju sebuah penginapan yang sudah di rekomendasikan oleh Harris sendiri ,


Akhirnya mereka tiba di depan parkiran penginapan , semua keluar dari dalam mini Bus dan terus menuju penginapan ,


Tempat itu seperti penginapan milik sendiri , sebab orang yang memilikinya sudah tidak ada lagi , mereka bebas melakukan apapun , diantara teman-temannya lebih memilih ruangan sendiri ,


" Marru , kami ingin tempat tidur terpisah " kata cord yang diangguki oleh beberapa temannya yang lain ,


" Baiklah , boleh .. tapi kalian harus memberitahukan kepada kita jika ada hal yang mencurigakan " kata Marru mengingat kepada teman-temannya ,


Mereka semua sudah memasuki ruang kamar pilihan nya masing-masing ,


Damin yang saat ini sedang tertatih dibantu oleh Langhe dan Sena menuju ruangan yang akan ditempati oleh mereka berdua , sebab Damin fisiknya belum stabil ,


Setelah memberi salam kepada Marru dan Hellin ketiganya memasuki ruangan tersebut , sedangkan Sena telah keluar dari ruangan itu , ia segera menuju ruangan Cord ,


Cord meminta dirinya agar menjaga Missel dan Sandres juga Merlina ,


Setelah Sena memasuki ruangan tersebut , Cord keluar dari dalam ruangan itu , ia menuju ruangan Marru dan Hellin ,


Pada saat ini didalam ruangan Marru sudah ada , Barru dan Rais ,


Mereka akan ditugaskan Swie untuk mencari bahan pembuatan senjata melawan makhluk Dunia lain itu ,


" Kalian sudah siap , Swie sebentar lagi akan datang , kita semua akan berangkat setelah Swie memberikan lebel itu " kata Marru yang melihat Cord yang sudah duduk di samping meja yang berada di ruangan tersebut , tidak lama kemudian Swie datang dengan membawa sebuah lempeng terbuat dari energi yang ia miliki ,


" Ini yang mulia , semua sudah tertera di dalamnya " kata Swie menunjuk label yang terbuat dari energi milik Swie ,


Marru menerima lempeng energi tersebut , kemudian ia membaca dan mengamati , Rais juga menerjemahkan bahan apa saja yang tidak dimengerti oleh Marru , Bahan yang hampir sama seperti di negara asalnya yaitu bintang Aries ,


" Baiklah , ayo semua kita berangkat mencari bahan yang kita butuhkan " kata Marru yang segera bergegas keluar ruangan , sebelum itu ia mencium kening Hellin dan berpesan kepada Swie agar menjaga Hellin dengan baik ,


Tim Marru keluar dari penginapan , mereka menuju area sekitar yang paling terdekat ,


Marru , cord , Barru dan Rais mereka terus berjalan sambil berlari , mereka juga terkadang mengamati area sekitarnya , walaupun mereka belum mengenal Kota Bloks namun karena kecerdikan dari Rais mereka selalu mendapatkan lokasi yang di butuhkan ,


Pada saat ini mereka sedang berada di sebuah toko herbal , cukup lama juga mereka mencari bahan yang dibutuhkan dan akhirnya mereka pun dapat menemukan bahan tersebut , setelah mereka mendapatkan barang yang diinginkan , kembali mereka mencari bahan yang lainnya , kali ini mereka tiba disebuah toko bahan kimia dan bahan material ,


Kembali mereka mencari bahan yang mereka inginkan , tanpa kendala mereka mendapatkan bahan tersebut dengan cepat , akhirnya mereka mendapatkan bahan yang kedua , kembali mereka berempat mencari bahan selanjutnya , kali mereka menuju apotik dan rumah sakit terbesar di Kota Bloks ,


Di dalam apotek mereka tidak menjumpai alat yang mereka cari , namun mereka mendapatkan bahan yang lainnya , setelah itu mereka kembali melanjutkan kearah rumah sakit , di sana mereka merasa bingung , Rais yang melihat kondisi itu segera mengemas bahan dan barang yang dibutuhkan ,


Setelah mereka sampai didepan area parkiran , Rais segera menggendor sebuah pintu mobil , cord yang mengetahui usaha Rais segera membantunya ia pun mencoba membuka pintu mobil tersebut dengan kekuatannya ,


Mobil pun akhirnya terbuka , mereka segera mengemasi barang-barang yang ingin mereka bawah termasuk salah satu alat yang ada di rumah sakit itu ,


Setelah seluruh barang mereka kemas , keempat pemuda itu yang saat ini sedang mengendarai mobil segera menuju area penginapan ,


Pada saat ini didalam ruang penginapan , Swie dan Hellin bersama beberapa temannya sedang menunggu kedatangan Tim Marru ,


Hari sudah sangat malam tapi mereka belum datang juga , sudah hampir seharian mereka belum kembali ,


Terdengar suara dering telepon seluler ,


" Ringg … ringg " Sena segera mengangkat telpon tersebut ,


" Halo siapa ini " Sena mencoba bertanya kepada sang penelepon ,


" Aku , ini aku Barru " ternyata yang menelepon mereka adalah Barru yang beberapa jam yang lalu telah menghubungi mereka ,


" Barru , ada apa " Sena kembali bertanya kepada Barru sang penelpon ,


" Oh itu , anu … bilang Tuan putri Hellin jika tengah malam kami belum sampai , kemungkinan besok pagi kami akan kembali " kata Barru yang ternyata telah mengabari mereka bahwa pada saat ini mereka sedang berusaha mencari bahan yang dibutuhkan oleh Swie ,


Setelah percakapan itu sambungan tertutup , sudah hampir tengah malam Mereka menunggu tapi Tim Marru belum juga ada tanda-tanda untuk kembali ke penginapan ,


Penantian yang lama membuat Hellin tertidur , sedangkan yang lainnya hanya tersisa Swie dan Langhe saja yang masih betah menunggu kedatangan mereka ,


Swie juga menyuruh Hellin agar segera beristirahat terlebih dahulu , biarkan Swie dan Langhe yang menunggu kedatangan Tim Marru ,


Hari yang semakin larut menyisakan pagi yang akan datang , rupanya mentari pagi sudah mulai bersinar , terlihat kilau keemasan yang mulai menyeruak diantara awan hitam ,


Swie semakin cemas , ia merasa tidak nyaman dengan hatinya , Swie melirik kearah tuannya yang saat ini sedang berbaring di atas tempat ranjang tidur ,


Kembali dirinya merasa bertanggung jawab atas diri sang putri dari kerajaan Aries itu ,


Swie sadar bahwa ia di perintahkan untuk mengawal dan melindungi putri tersebut , walaupun tubuh yang saat ini bukan milik sang putri sebenarnya , ia merasa memiliki tanggung jawab penuh melindunginya dari apapun ,


Deting jam dinding terus berbunyi seirama dengan detak jantung Swie , sadar dirinya tidak bisa menahan kekawatiran Swie mencoba berjalan kearah depan , kemudian ia berbalik dan seterusnya ia lakukan , membuat Langhe yang menahan kantuk akhirnya tidur di samping dinding Ruangan ,


Sedangkan Swie masih mondar-mandir berjalan sambil menenangkan perasaannya ,