
Setelah Swie dapat mendeteksi keberadaan mobil yang ditumpangi oleh Putri dari Bintang Aries itu , ia pun sudah mengkonfirmasikan kepada Marru sang Pangeran ,
" Sang Putri berada disebelah sana " kata Swie yang akhirnya berlari mendekati rimbunan semak belukar , ia terus berlari dan menyibak rumput yang menghalangi jalannya , dari arah belakang , Marru berserta timnya mengikutinya , tidak beberapa jauh mereka dapat melihat jelas mobil tersebut , dan akhirnya mereka membuka pintu mobil dan segera masuk kedalamnya ,
" Tuan Putri kami datang " Swie yang terlebih dahulu membuka pintu mobil itu dengan wajah sumringah nya ia tersenyum kepada semua yang berada di dalam mini Bus ,
Hellin membalas senyuman dari Swie , di susul dari arah belakangnya Marru yang memasuki badan mini Bus , Hellin seketika berdiri ia berhambur kearah Marru , mereka berdua saling berpelukan , dalam hati Hellin selalu mencemaskan keadaan Marru Namun side effect dari Hellin selalu memberitahukan bahwa dirinya baik-baik saja ,
" Hellin syukurlah kamu baik-baik saja " kata Marru , Hellin tersenyum kearah Marru ,
" Iyah aku baik-baik saja " katanya menjawab ucapan dari Marru ,
Merlina yang merasa aneh dengan kehadiran wanita yang sangat cantik itu iapun bertanya kepada Barru ,
" Barru , siapa dia " Merlina bertanya kepada Barru ,
Barru yang ditanya melihat ke arah wanita itu sejenak , lalu ia menjawabnya
" Aku kurang tahu siapa dia , kami menemukannya di Ruang bawah tanah , dia sedikit aneh jadi jangan usik " kata Barru ia segera mencari tempat duduk ,
Namun Marlina sedikit penasaran dengan kata aneh yang diucapkan oleh Barru ,
" Aneh , maksudmu " Marlina kembali bertanya , namun Swie menjawab pertanyaan dari Merlina ,
" Dia bukan manusia biasa " kata Swie yang langsung duduk di samping wanita cantik itu , sedangkan cord ia lebih memilih duduk bersama Missel dan Sandres ,
Disana ia mulai bercengkrama dengan kedua bocah tersebut , sepertinya Cord begitu akrab dengan keduanya ,
Damin hanya terdiam melihat kearah Cord yang mengajarkan Missel membuat sesuatu , sepertinya Cord menemukan suatu benda dan menunjukkan kepada Missel ,
" Papa itu sangat bagus sekali " dengan cerianya Missel bertanya kepada Cord bagaimana menggunakan benda tersebut , ternyata itu adalah sesuatu yang ia buat dengan menggunakan salah satu tulang dari monster yang dibunuh oleh wanita tersebut , diantara tulang tersebut memang ada yang berbeda dari yang lainnya ,
Cord terus mengajarkan putri kecil yang saat ini sudah menjadi anaknya , Cord begitu senang sekali dengan gadis kecil putrinya itu ,
Berbeda dengan Marco dan Reus , ia saat ini terus memandangi wanita cantik yang duduk disebelah Swie , disaat ia sedang begitu seriusnya , Sena mengalihkan semuanya yang saat ini sedang disibukkan dengan kegiatan masing-masing ,
" Apakah kita akan melanjutkan perjalanan , atau kembali ke hotel " kata Sena sambil melihat ke arah mereka semua ,
" Rais , bagaimana pendapatmu " Marru yang juga tidak tahu harus Bagaimana ia pun bertanya kepada Rais ,
" Sebaiknya kita coba berkeliling kota terlebih dahulu , setelah itu kita akan melanjutkan perjalanan " Rais memberikan pendapatnya agar perjalanan dilanjutkan dengan mengelilingi kota terlebih dahulu ,
" Yah , itu tidak buruk .. ayo kita mengelilingi kota H untuk kesekian kalinya " Harris sangat bersemangat sekali , ia sendiri ingin kembali kerumahnya sejenak , ada hal yang ingin ia lakukan ,
" Yah sudah ayo kita lakukan " Sena menghidupkan mesin mobil , selanjutnya ia pun melajukan mini Bus itu ,
" Marru , bisakah kita berhenti di rumahku , ada sesuatu yang ingin aku ambil di rumah , itu sangat penting untukku " Harris yang memang ingin mengajukan permohonan itu berharap Marru juga yang lainnya dapat mengabulkan permintaannya ,
" Boleh , tapi jangan lama-lama " Marru menjawabnya , Harris sangat senang sekali Marru mau mengabulkan permintaannya ,
Mini Bus itu terus bergerak melaju di jalan raya ,
Sesekali Harris memberikan informasi jalan agar mereka dapat mengetahui seluk beluk Kota H ,
Sesampainya mini Bus itu dirumah Harris , ternyata rumah Marlina dan dua orang teman Harris masih dalam wilayah sekitarnya , mereka berempat bersama Sandres adik Marlina turun dari mini bus , keempat pemuda itu segera menuju rumah masing-masing ,
Sedangkan Marru juga yang lainnya masih ingin berada di dalam mini Bus ,
" Rais , aku pikir aku tidak dapat melihatmu lagi " ternyata Damin dapat mengenali Rais yang saat ini duduk disebelah Barru ,
" Damin , bagaimana keadaanmu kawan " Rais menyapa Damin yang saat ini masih dalam keadaan setengah berbaring ,
" Aku sudah agak membaik Rais , terimakasih semuanya , termasuk Kak Swie yang mau membantuku menyembuhkan tubuh ini " kata Damin yang begitu senang sekali , sebab ia tidak menyangka perjuangan Swie dalam mengobati dirinya tidaklah sia-sia , usahanya cukup berhasil ,
" Damin aku harap kamu dapat hidup lebih lama lagi " kali ini Swie yang angkat bicara , Damin tersenyum kearah Swie sambil berkata ,
" Terimakasih kak Swie , semua ini berkat bantuanmu " kata Damin sambil mengepalkan kedua tangannya menjadi satu , tanda dirinya menghormati Swie juga berterimakasih kepada Swie ,
" Iyah , tidak apa sebab Pangeran dan Tuan Putri yang memerintahkanku secara langsung " kata Swie yang menjawab perkataan dari Damin ,
" Iya , meskipun demikian aku harus berterimakasih kepadamu " kata Damin lagi ,
Sudah cukup lama juga mereka menunggu , sedang didalam rumah Harris , pada saat ini ia sedang membereskan semua barangnya , ada sebagian yang ingin ia bawah , semua barang ia masukkan kedalam tas ransel miliknya ,
Begitu juga dengan Merllina dan Sandres ia juga mengemas semua barang yang akan ia bawah , setelah selesai dengan semua urusannya Merlina segera keluar dari dalam rumahnya , ia akan kembali ke tempat Marru dan teman-temannya , ternyata dari arah lain Reus dan Marco juga membawa sesuatu di bahunya , mereka berjalan beriringan dari arah rumah lainnya , Harris baru keluar dari rumahnya , mereka akhirnya bergegas menuju mini Bus yang mereka naiki ,
" Akhirnya kalian datang juga , aku pikir kami akan menunggu lama " kata Sena yang sudah menghidupkan mesin mini Bus , kembali mereka melanjutkan perjalanan berkeliling kota ,
Perjalanan itu terus di intruksi oleh Harris sebagai pemandu jalan ,
Mini Bus terus melaju , Harris mengarahkan mereka pada suatu tempat di tepi hutan , disana biasanya dia dan semua Remaja berkumpul ,
Disana juga terdapat sebuah rumah pondok terbuat dari papan dari anak kayu ,
Setelah mini Bus tiba di lokasi , tempat itu sangat sunyi , lampu yang sudah mulai padam itu semakin membuat suasana sangat mencekam ,
Lampu sorot pada mini Bus menerangi area sekitarnya , Marru dan beberapa temannya keluar dalam mini Bus , Harris ikut turun dari mini Bus , Harris memandu mereka menuju rumah yang terbuat dari kayu ,
Dari arah belakangnya , Marru , Rais , cord , Barru dan Swie ke-lima orang tersebut mengikuti Harris dari arah belakang ,
Sesampainya mereka di depan pintu masuk rumah tersebut Harris segera membuka pintu tersebut ,
" Ckrekk " pintu dibuka lebar-lebar dari arah luar Rumah ,
Setelah Harris membuka pintu masuk , terlihat bahwa rumah tersebut sangatlah gelap , sepertinya sudah tidak ada manusia yang berada didalamnya ,
" Sepi " kata Harris yang sudah membuka pintu rumah ,
" Masuk saja , kita periksa … cord buat penerangan " kata Marru memerintahkan Cord agar membuat lampu penerangan ,
‘’ Baiklah pangeran ‘’ jawab cord , dengan seketika ia mengeluarkan energinya , cahaya terang keluar dari kedua belah tangan cord , ruangan itu mulai terang oleh cahaya yang dibuat oleh cord , bahkan semua barang yang sudah lama ditinggalkan terlihat berserakan , sarang laba-laba memenuhi ruangan itu , Harris memasuki rumah tersebut , begitu juga dengan yang lainnya mereka mencoba berkeliling mencari hal yang mencurigakan ,
Cord memasuki ruang satu demi satu ruangan , sedangkan Swie ia melihat keluar dari jendela , sesekali mata Swie mengeluarkan energi cahaya , ternyata energi tersebut untuk mendeteksi keberadaan makhluk lain atau hal yang mencurigakan ,
Marru berjalan berkeliling ia bersama Barru yang senantiasa selalu bersamanya , Harris memasuki sebuah ruangan , ternyata ruangan tersebut memiliki pintu yang berbeda , ia segera membuka knop pintu dan langsung memasuki ruangan tersebut , Marru dan Barru mengikutinya dari arah belakang , ternyata ruangan itu memiliki tempat rahasia , Harris sejenak memeriksa keadaannya , setelah ia menemukan sesuatu ia pun segera membuka tempat rahasia tersebut ,
Ternyata tempat itu juga tidak ada apapun ,
" Harris , apa yang sedang kamu cari " Marru yang sedari tadi mengikutinya , ia pun penasaran bertanya kepada Harris ,
" Aku ingin memastikan bahwa diruangan ini masih ada orang atau tidak , ternyata tidak ada " kata Harris yang langsung keluar menuju pintu luar , ia dengan cepat berjalan menuju hutan kecil ,
" Harris , tunggu kamu mau kemana " Marru kembali bertanya kepada Harris yang langsung berjalan keluar menuju Hutan ,
" Aku mencoba mencari sesuatu ditengah hutan , disana masih ada Rumah tua , biasanya kami juga kesana " kata Harris menjelaskan kepadanya , ia terus berjalan menuju arah tengah Hutan ,
Ternyata benar di tengah Hutan masih ada Rumah Tua ,
Rumah itu tidak ada yang memiliki , Rumah yang sudah lama ditinggalkan ,
Harris segera masuk kedalam rumah tersebut , didalam nampak sama seperti Rumah yang terbuat dari papan kotor dan berantakan ,
Harris , Barru dan Marru segera memeriksa seluruh ruangan yang berada di dalam Rumah ,
Namun Rumah itu masih kosong tidak ada satupun orang yang ditemukan ,
" Disini kosong " kata Barru yang sedari tadi terdiam , ia sengaja tidak mau bertanya banyak tentang hal apapun , yang ingin dilakukan Barru hanya mengikuti Marru saja ,
Sedangkan Marru ia sudah memasuki ruangan yang lebih besar dari ruangan yang lainnya ,
Barru yang menunggu Marru belum keluar dari dalam ruangan ia pun segera masuk kedalam ruangan tersebut , begitu juga dengan Harris ternyata ruangan itu sangat besar dan luas , pada saat ini Marru sedang membuka sebuah lemari terbuat dari kayu , nampak almari itu sangat tua namun interiornya masih terlihat kokoh dan kuat ,
Sudah cukup lama juga mereka memeriksa nya namun tidak ada satupun yang mereka temukan , akhirnya ketiganya keluar dari dalam ruangan itu ,
Harris , Marru dan Barru segera keluar dari dalam rumah , ia kembali menuju rumah yang terbuat dari papan ,
Disana Cord dan Swie sedang menunggu mereka ,
" Dari mana kalian bertiga , aku pikir Hantu Hutan sudah menyembunyikan kalian " kata Cord yang merasa tidak nyaman dengan keadaannya , sebab ia tidak bisa membiarkan Marru begitu saja , ia sangat bertanggung jawab atas keselamatan dari Pangeran Bintang Virgo itu