
Pada saat ini Marru dan Rais terlibat perdebatan , Rais menanyakan siapa wanita yang dapat menemukan Swie,
" Maksudmu , siapa putri bintang Aries itu " Rais yang penasaran memberikan pertanyaan kepada Marru ,
" Itu … " Marru menunjuk kearah Hellin yang saat ini masih berdiri ditempat nya ,
" Dia … Hellin , apa kamu tidak sedang bercanda " Rais yang sangat terkejut mendengar pernyataan dari Marru bahwa Hellin adalah putri bintang Aries ,
" Iya .. " jawab Marru mantap ,
" Haisss …. " Rais mendesah , semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut ikut terkejut , melihat semua temannya terdiam Marru menggandeng tangan Hellin keluar dari dalam ruangan , Rais yang melihat reaksi tersebut tidak dapat mencegah , begitu juga dengan yang lainnya ,
Mereka sadar bahwa kekuatan yang mereka miliki tidak ada apa-apanya , membuat mereka hanya pasrah dengan keputusan Marru pahlawan dari Dunia lain pangeran bintang Virgo ,
Setelah tidak melihat bayangan Marru dan Hellin mereka kembali pada posisi semula , keadaan saat ini semakin buruk tubuh teman-teman mereka yang terkena dampak Blue hole raksasa itu berwarna biru kehitaman ,
Suara erangan menahan rasa sakit keluar dari bibir mereka , mendengar saja rasanya ibah , sampai Rais keluar dari dalam ruangan tersebut , disusul oleh Barru dan Sena , kedua orang itu mengikuti Rais dari arah belakang ,
Sesampainya mereka diluar gedung , Rais menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya dengan kasar ,
Beban dalam hatinya begitu berat sekali ia rasakan , terlebih ia mendengar suara erangan dari teman-temannya ,
" Rais , kamu mau kemana " tanya Sena yang saat ini berada dibelakangnya ,
" Tidak ada , aku tak kemana " kata Rais menjawab pertanyaan dari Sena temannya ,
" Jadi … " Barru mencoba bertanya kepada Rais apakah dirinya memiliki Rencana ,
" Tidak ada … aku hanya merasa terbebani , itu saja " jawab Rais yang saat ini ingin kembali masuk ke gedung , namun kali ini ia ingin menuju ruang UKS sekolah , Sena dan Barru masih mengikuti langkah Rais yang saat ini sudah berada di depan pintu masuk ruangan ,
" Ckreek " pintu ruangan terbuka lebar , Rais dan kedua temannya masuk kedalam ruangan tersebut , namun dari dalam ruangan itu terdapat almari penyimpanan barang , almari itu bergerak keras seakan sesuatu ingin keluar dari dalamnya ,
" Braaakkk... Braaakkk" suara almari yang akan didobrak paksa ,
" Rais mundur .. " kata Barru yang sudah siaga dan mulai memakai Jirah prajurit yang ia miliki ,
" Ada apa Barru " sena yang merasa ada yang aneh memberikan pertanyaan kepada Barru ,
" Ada makhluk asing " kata Barru yang saat ini sudah siaga , Rais yang melihat reaksi Barru segera mengikuti perintah dari Barru ia mundur sampai keluar dari ruangan , begitu juga dengan Sena , baru saja kaki mereka keluar dari ruangan tersebut pintu almari itu terbuka lebar ,
" Braaakkk .. " suara pintu terbuka dengan paksa ,
Muncullah satu sosok mengerikan , tubuhnya masih seperti manusia namun ia memiliki tanduk dan ekor , taring yang panjang dengan gigi yang tajam mencuat keluar , makhluk itu lebih mirip serigala atau manusia setengah srigala , perbedaannya adalah dia tidak memiliki bulu dan berkulit tebal ,
Barru segera menyerang makhluk tersebut , keduanya terlibat pertarungan sengit , Rais dan Sena tidak dapat melihat pertarungan itu , justru ia memerintahkan Sena agar cepat bersembunyi dan memberitahukan kepada Langhe juga yang lainnya agar mencari tempat persembunyian yang aman ,
" Sena , cepat beritahu Langhe dan yang lainnya untuk segera bersembunyi di tempat yang tidak terjangkau oleh makhluk itu " kata Rais yang memerintahkan Sena ,
" Bagaimana denganmu … " tanya Sena balik kepada Rais ,
" Aku disini mencoba mencari kesempatan dan situasi darurat " kata Rais yang tidak dapat menjelaskan kepada Sena , namun Sena dapat memahami maksud dari Rais ia segera bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut , Sena segera berlari kencang , menuju ruang bagian bawah ,
Setelah sampai ia segera masuk dan bergegas memberitahukan kepada Langhe dan yang lainnya ,
" Gawat Langhe , ada monster diruang UKS sekolah , Rais memerintahkan agar kita mencari tempat yang aman " kata Sena , sella segera mendekati Langhe dan Sena , ia juga mendengar perkataan dari Sena ,
" Aku tahu tempat yang aman " katanya yang langsung berjalan ke arah sebuah ruangan pintunya yang terbuat dari besi ,
Sella segera memutar sebuah buku , dan ada satu pintu besi di ruangan tersebut ,
" Ini , ruangan ini persembunyian yang aman" kata Sella , Sena dan Langhe baru teringat pintu itu , akhirnya Langhe dan Sena membopong tubuh teman-temannya dan meletakkan satu persatu teman mereka kedalam ruangan tersebut , ternyata ruangan itu cukup luas untuk beberapa orang , setelah itu Sena menutup pintu depan ruangan dan selanjutnya ia menutup pintu besi itu , ruangan itu cukup terang ada pencahayaan dan ada pintu darurat untuk keluar dari gedung tersebut yang menuju belakang gedung sekolah ,
Sella dan yang lainnya merasa cukup aman diruang tersebut , ia merasa tenang , Sena mendekati Langhe mereka terlibat percakapan , ternyata Sena menceritakan tentang monster yang saat ini dilawan oleh Barru , sedangkan Rais akan mencari kesempatan untuk membantu Barru ,
" Jadi , Rais dan Barru bertarung melawan monster itu " sella yang mendengar hampir terkejut ,
" Iyah , hanya Barru dan Marru lah harapan kita untuk bertahan hidup " kata Sella sambil tertunduk lemah ,
" Iya , kita serahkan saja hal itu pada mereka " kata Langhe yang menambahi ,
Ketiganya terdiam , sedangkan Barru bertarung sengit dengan monster tersebut , tiba-tiba saja satu serangan menghantam tubuh Barru dengan kuat kearah Rais , Barru sempat terkejut mendapati Rais yang saat ini berada disampingnya , sebab posisi mereka berada di samping meja yang menjadi persembunyian Rais ,
" Rais , kau membuatku terkejut " kata Barru yang saat ini bangun berdiri lagi ,
" Iya , tapi kenapa ditempat ini ada makhluk seperti itu " Rais bertanya kepada Barru ,
" Itulah wujud manusia yang terkena racun Blue hole raksasa , tubuhnya akan dikendalikan oleh Barnet Raja Bintang gelap " kata Barru yang langsung menyerang makhluk tersebut , Rais hampir meloncat kaget mendengar penjelasan dari Barru ,
" Jadi , dia adalah salah satu dari teman kita … " Rais tertunduk lesu , sebab dia sendiri tidak mengetahui siapa temannya yang saat ini berubah menjadi Monster ,
Barru terus bertarung mengalahkan makhluk jadi-jadian itu ,
Rais yang shock akan kenyataan itu hanya terdiam tanpa berbuat apa-apa , ia masih tajam menyaksikan pertarungan sengit Barru melawan monster itu ,
Pada saat ini Marru dan Hellin sampai ditempat pertama kali mereka berjumpa , Marru membimbing Hellin untuk melihat arah yang pernah ia pandangi ,
" Hellin , lihat kearah sana fokuskan pada titik itu sebut nama Swei " kata Marru , Hellin merasa bingung namun ia menuruti perintah dari Barru , ia memfokuskan pada titik yang ditujuk oleh Marru dan menyebut nama Swie berulang-ulang ,
" Swie … Swie … Swie " dari arah titik bulan muncul asap putih , semakin tebal asap itu menggumpal , akhirnya asap tersebut mendekati Hellin dalam bentuk asap ,
Ternyata Swie belum mendapatkan wadah logam , yaitu tubuh yang cocok untuk dirinya ,
" Salam tuan putri " Swie menjawab panggilan Hellin , ia mengucapkan kata salam kepada Hellin ,
" Salammu aku terima Swie , tapi Swie … mengapa kamu berwujud asap " Hellin yang belum mengerti situasi Swie ia pun bertanya kepadanya ,
" Maaf tuan putri , saya belum mendapatkan wadah logam untuk tubuh saya " kata Swie yang akhirnya menjelaskan kepada Hellin dan Marru ,
" Oh .. jadi begitu , Swie Marru ingin berbicara denganmu " kata Hellin yang masih berbicara dengan Swie ,
" Siapa Marru tuan putri " Swie yang tidak mengenal Marru ia pun menanyakan siapa Marru yang di maksud oleh tuan putrinya ,
" Swie , apakah kamu tidak mengenal kekasihku " Hellin balik bertanya kepada Swie , namun sebelum Swie mengatakan sesuatu Marru menyelanya ,
" Swie ini aku , Marru di dalam dunia ini " kata Marru menyapa Swie ,
Swie terdiam ia mencoba mengenali suara atau apapun yang dapat ia deteksi ,
" Pangeran … pantas saja saya tidak mengenal anda , Pangeran dari bintang Virgo " kata Swie yang akhirnya dapat mengetahui siapa gerangan Marru itu ,
" Untung saja kamu dapat mendeteksi siapa diriku , jika tidak akan aku hancurkan tubuh asapmu ini " kata Marru yang mencoba bercanda dengan Swie ,
" Hee… jangan Pangeran maafkan hamba yang tidak mengetahui itu pangeran " kata Swie sambil cengengesan dan sedikit rasa takut kalau pangeran bintang Virgo itu benar-benar marah kepadanya ,
" Swie ada tugas untukmu " kata Marru yang langsung serius dengan arah bicaranya ,
" Tapi Pangeran bagaimana dengan tubuh saya , apakah saya akan bekerja lebih baik dengan kondisi tubuh seperti ini " Swie yang tidak ingin menjadi beban menginginkan agar dirinya mendapat wadah logam atau tubuh manusia yang dapat ia tempati ,
" Jangan kawatir tentang hal itu , nanti kita akan mencarikan solusi untukmu " kata Marru yang menjanjikan wadah logam untuk Swie ,
" Baiklah yang mulia " akhirnya Swie mengikuti perintah dari Marru Seorang Pangeran dari Dunia lain itu ,
Mereka bertiga akhirnya kembali ke gedung sekolahan , dimana semua teman -teman mereka sedang menunggu kehadiran mereka ,
Sesampainya mereka didepan gedung ternyata Barru masih terlibat pertarungan , kedua makhluk itu sama-sama kuat , walaupun Barru memiliki kekuatan yang dapat melenyapkan Blue hole raksasa , namun ia tidak memiliki senjata yang biasanya digunakan untuk bertempur ,
" Tuan , sepertinya ada makhluk lain yang sudah berevolusi menjadi monster penjaga " kata Swie yang saat ini dapat mendeteksi keberadaan makhluk tersebut ,
" Sepertinya begitu , ayo kita bantu dia " kata Marru yang langsung melesat menujunya area pertempuran ,