
Setelah pertempuran itu Marru dan Barru terduduk di atas trotoar ,
Kekuatan yang mereka miliki menyerap semua energi didalam tubuh mereka ,
Rais dan kedua temannya buru-buru berlari ke arah Marru dan Barru , sebelum Barru tergeletak di atas lantai trotoar Sena lebih dulu menangkap tubuhnya yang sudah kehabisan energi ,
" Rais … bagaimana ini " tanya sena yang saat ini sedang membantu Barru agar dirinya tidak sampai tertidur di atas trotoar , lain halnya dengan Rais yang membantu Marru yang masih dalam kondisi sadar ,
" Kita cari tempat berlindung yang aman , setelah kondisi keduanya stabil maka kita akan melanjutkan perjalanan " kata Rais yang memerintahkan kepada kedua temannya , mereka berlima akhirnya meninggal tempat tersebut menuju stasiun bawah tanah ,
Sesampainya mereka didalam ruangan tersebut , kembali Rais memerintahkan agar Barru dibaringkan dekat dengan Marru ,
Namun sedetik kemudian tubuh Marru dan Barru mengeluarkan cahaya jingga beraroma khas tumbuhan herbal , dari kedua tubuh itu mengeluarkan asap yang berwarna jingga juga ,
" Rais … lihat " kata langhe yang terperanjat kaget , ia buru-buru menjauh dari tubuh kedua lain halnya dengan Rais ia begitu penasaran dengan tubuh keduanya , ia mencoba meraba asap jingga itu , namun ia tidak merasakan apapun ,
" Jangan takut ini tidak ada apa-apanya" kata Rais yang mencoba memberitahukan kepada kedua temannya ,
Sena dan Langhe mendekat kembali kearah Marru dan Barru ,
" Iyah , ini tidak apa " katanya yang juga meraba asap berwarna jingga itu ,
Hitungan detik telah dimulai , tubuh Barru mulai bergerak kembali , ia bersandar pada dinding ruangan ,
" Ka… kalian siapa " tanya Barru yang baru sadar dari pingsan ,
" Aku , Rais ini Sena dan Langhe , kamu teman seangkatan sam " kata Rais yang menjelaskan pada Barru , sebab tentu saja Barru belum mengenali dirinya ,
" Oh , jadi kalian teman kakakku " kata Barru yang baru saja pulih dari kehabisan energi itu ,
" Barru , apa yang barusan terjadi pada tubuhmu dan Marru " tanya Rais yang memang penasaran dengan asap jingga itu ,
" Itu energi pemulihan bagi seorang pahlawan , aku mode prajurit dia komandan satu yaitu pangeran menara bintang , dia lah pimpinan kami " kata Barru menjelaskan perihal siapa Marru bagi makhluk seperti dirinya ,
" Apa , Marru seorang pangeran …. Haaaa …. Pasti Hellin sangat senang sekali mendengar penjelasan darimu " kata Rais dengan seringai lucunya , sambil tertawa keras ia menutupi sebagian mukanya ,
Sedangkan Sena dan Langhe hanya tertawa kecil mengikuti gelak tawa Rais ,
Marru yang melihat ekspresi Rais hanya tersenyum saja ,
" Napa Rais , kamu cemburu " tanya Marru yang membuat Rais menghentikan tawanya ,
" Ohoo … tentu tidak , aku malah sangat senang bisa berkenalan dengan seorang pangeran Dunia lain " kata Rais yang sudah mulai seperti semula ,
" Baguslah , jika kita memenangkan pertempuran ini akan aku traktir Ramen isi daging " kata Marru yang membuat Rais ingin tertawa ,
" Oke …. " Kata Rais sambil menunjukkan jempolnya ,
Setelah beberapa jam kemudian tubuh Marru dan Barru sudah pulih , mereka pun melanjutkan perjalanan menuju market dimana mereka akan membawa beberapa perbekalannya makanan dan sebagainya ,
Kali ini mereka berjumpa empat orang ,
Ke empat pemuda itu terus berjalan menuju market , tidak lama kemudian mereka tiba di market tersebut , segera mereka mencari bahan makanan dan obat-obatan , setelah tas mereka penuh terisi mereka segera kembali ke gedung sekolah lagi ,
Kembali mereka melanjutkan perjalanan , kali ini blue hole raksasa itu tidak terbuka , keempat pemuda itu merasa sedikit lega , mereka tidak mengetahui kapan blue hole raksasa itu akan terbuka lagi , yang mereka ketahui pada saat ini suasana sudah aman tanpa rasa takut ,
Entah apa yang direncanakan oleh pemimpin blue hole raksasa itu , yang jelas mereka ingin memusnahkan seluruh umat manusia dimuka bumi ini ,
Persediaan bahan pangan dan obat-obatan sudah mereka masuk kedalam tas ransel , setibanya mereka didepan pintu gerbang Hellin menghampiri mereka yang baru datang , melihat Barru yang saat ini berada di samping mereka ia merasa sangat senang ,
" Syukurlah kalian pulang , aku cemas menunggu kalian , e … e…. Ini kan Barru yang mendadak pergi itu , dia sudah kembali ?.... " Tanya Hellin pada mereka yang saat ini berada di depan gedung sekolah ,
Hal itulah membuat Hellin dan yang lainnya merasa cemas dengan kepergian Barru adik Sam ,
" Tidak - tidak melihat Barru baik-baik saja itu sudah cukup , soalnya dia pergi begitu saja " kata Hellin setengah gugup untuk menjelaskan ,
" Oh .. itu , Barru datang membantu Marru melawan Blue hole raksasa itu sampai mereka berdua menang melawannya * kali ini Sena yang memberitahukan kepada Hellin yang terlihat panik dan cemas , namun mendengar cerita Sena tentang Barru yang melawan Blue hole raksasa bersama dengan Marru ia pun merasa senang hati , terlebih lagi mereka menang dalam pertempuran ,
" Oh benarkah , syukurlah mereka menang " kata Hellin bernafas lega ,
" Yah sudah kalian cepat masuk " kata pandu yang sudah berapa di belakang Hellin mereka semua akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam gedung sekolah ,
Kembali Sena dan Langhe bercerita pertempuran antara Barru dan Marru , terkadang Pandu merasa takjub dan tegang mendengar cerita dari Sena dan Langhe ,
Setelah mereka tiba di dalam ruangan bawah , keenam pemuda tersebut segera memberikan pertolongan lagi kepada teman-teman mereka , diantara teman mereka yang terluka tubuhnya mengeluarkan warna biru kemerahan , seolah-olah tubuh mereka habis terkena benturan yang sangat keras , teman - teman itu lah yang ikut tertarik oleh blue hole raksasa,
" Kenapa tubuh mereka seperti ini warnanya , bahkan kelima teman kita merasa sangat kesakitan " Langhe yang saat ini sedang membuka baju salah satu temannya yang ikut tertarik oleh blue hole raksasa ,
" Itu adalah Radiasi oleh kekuatan hitam , semacam racun yang disebarkan oleh Blue hole raksasa itu " kata Barru menjelaskan kepada teman-temannya ,
" Apa … benarkah itu , apakah ada kemungkinan mereka akan sembuh " tanya Lena yang terkejut mendengar penjelasan dari Barru yang mengetahui kondisi salah satu temannya itu ,
" Tidak … mereka akan tewas dan akan menjadi makhluk seperti mereka " kata Barru , Marru hanya terdiam ia sendiri tidak dapat berkata apa-apa lagi ,
" Tidakkah kalian bisa mencari solusinya , atau cara untuk menyembuhkan mereka " tanya Lena gugup mendengar pernyataan dari Barru ,
" Tidak .. " Jawab Barru singkat , lain halnya dengan Marru ia menjawab dengan jawaban yang lebih miris,
" Bisa jika kita dapat memasuki Blue hole raksasa itu , disana ada semacam penawar untuk mengobati akibat dampak Radiasi Blue hole " kata Marru menjelaskan ,
" Apa , itu sama saja dengan mengantar kematian " kata Rais dengan muka menegang ,
" Pengecualian … " kata Barru yang teringat satu hal yang dapat menyembuhkan mereka , namun hal itu juga sangat mustahil ,
" Apa itu , cepat katakan " Langhe tidak sabar dengan keterangan dari Barru , namun yang menjawab bukan Barru melainkan Marru ,
" Swie , yah Swie " kata Marru yang diangguki oleh Barru ,
" Apa maksud kalian , Swie " Rais berkata dengan nada tinggi sebab penjelasan mereka terlalu bertele-tele , membuat ia ingin sekali marah ,
" Rais , sabar lebih dulu mereka bukanlah orang yang kita kenal seperti dulu lagi , namun mereka masih mau membantu kita " kata Hellin mencoba menenangkan Rais ,
" Hais … sudahlah " kata Rais sambil mendesah kesal ,
" Swie adalah alkemis obat seperti kami , ia dapat membuat obat penawarnya , itu hanya 60% saja " kata Marru yang melihat wajah Rais yang murung ,
" Lantas dimana kita dapat mencari Swie itu " Rais memberikan pertanyaan kepada Marru yang saat ini berada di sampingnya ,
" Tenanglah Rais mereka memiliki umur yang masih lama , sekitar 2 bulan lagi , jika mereka berubah menjadi seorang anjing berekor naga maka kita akan membunuhnya , jadi dengan waktu yang sedikit lama ini kita dapat mencari keberadaan Swie " kata Barru yang dapat merasakan kecemasan dari Rais ,
" Yah sudah , apa rencana kalian selanjutnya aku akan ikut perintah " kata Rais yang diangguki oleh ketiga temannya , sebab mereka tidak dapat mendeteksi keberadaan Swie itu , Rais yakin yang dapat melakukan hanyalah Barru dan Marru ,
" Kalian tidak perlu ikut , aku dan Hellin saja yang dapat mengetahui keberadaan Swie , sebab ia adalah anak buah dari putri bintang Aries " kata Marru menjelaskan kepada mereka semua ,
" Hakk… " Rais hampir tersendat oleh ludahnya sendiri mendengar bahwa Swie adalah anak buah dari putri bintang Aries ,
" Maksudmu , siapa putri bintang Aries itu " Rais yang penasaran memberikan pertanyaan kepada Marru ,
" Itu … " Marru menunjuk kearah Hellin