
Pada saat ini Langhe dan Sena sudah berada di dalam Mini Bus , sesekali ia melihat kearah salah satu korban yang mereka ikat , tidak ada tanda - tanda bahwa ia akan menjadi monster , tubuhnya hanya bergerak dikarenakan rasa sakit ,
" Sepertinya dia belum berubah wujud " kata Langhe , yang ternyata di dengar oleh Harris dan beberapa temannya , Hellin juga memperhatikan orang tersebut dari dalam mobil Mini Bus itu ,
Kita kembali melihat keadaan Marru dan teman-temannya ,
Pada saat ini mereka masih bertarung melawan para monster yang mengelilingi mereka , semakin lama Monster tersebut semakin banyak jumlahnya , apakah mungkin sebagian dari orang yang mendiami gedung tersebut telah menjadi monster Blue Hole Raksasa ,
Sesekali mereka melihat asap hitam yang memiliki energi , asap tersebut seperti virus yang mengifeksi para Manusia yang tidak tertarik oleh kekuatan Blue Hole Raksasa ,
Kemungkinan mereka sengaja membiarkan para manusia tersebut menjadi Monster agar dapat membuat penduduk Bumi semakin menjadi kacau ,
" Rais , awas " teriakan dari Swie membuat Rais seketika beralih arah menuju Cord yang saat ini tengah menikam salah satu monster itu sampai tumbang tak bernyawa ,
Semakin banyaknya para monster yang mereka bunuh semakin banyak jumlahnya yang berdatangan ,
Mereka seperti ternak yang tidak ada habisnya ,
" Cord " Rais memanggil nama Cord , Cord yang dipanggil namanya hanya berpaling sejenak lalu kemudian ia kembali bertarung melawan para monster ganas tersebut ,
Berbeda dengan kondisi Garro Dan Maddu yang bertarung melawan monster yang lebih besar dan ganas ,
Pertarungan yang sengit tidak terelakkan , walaupun beberapa kali Garro menyerang sang monster , tetap saja monster itu dapat mengetahui gerakan dari Garro , sedangkan Maddu yang tidak ingin dikalahkan oleh monster itu , ia berusaha mencari celah untuk menyerang monster yang sangat berbahaya itu
" Garro , ayo kita selesaikan secepatnya " kata Maddu yang tidak sabar untuk menumbangkan monster tersebut ,
" Raugggk " suara Garro mengganas , dengan gerakan secepat kilat ia menyerang tubuh monster yang sudah menjadi targetnya , ia tidak ingin dikalahkan oleh sang Monster ,
Terlihat bayangan Maddu yang berkelebat seperti bayangan , tubuhnya secepat kilat seperti terbang dan menghilang ,
Di detik mana Maddu telah mengalihkan sang Monster , dengan begitu Garro telah melakukan serangan berantai mengenai tubuh Monster itu ,
Suara raungan yang keras seakan-akan menggetarkan seluruh gedung ,
Marru dan teman-temannya sempat mendengar suara Raungan dari monster tersebut ,
" Sepertinya , Maddu dan Garro telah mengenai monster itu " kata Barru yang juga mendengar suara Raungan dari sang Monster ,
‘’Sepertinya begitu ‘’ Jawab Marru yang berada dekat dengan Barru ,
" Yoss , baiklah ayo kita serang lagi monster itu " katanya sambil menerjang ke arah monster yang lebih dekat dengan dirinya , Cord yang bertarung seperti kesetanan itu tidak ada habis-habisnya membantai dan menerjang para monster , baginya tidak ada ampun untuk musuh yang menghalangi jalannya ,
" Barru apakah kamu kehilangan EG " Cord yang sekilas melihat serangan Barru yang tidak begitu kuat mengenai tubuh sang Monster , ia sengaja memancing Barru agar menambahkan kekuatan energinya ,
" Apa maksudmu Cord , apa monster didepanmu tidak cukup kuat membuat dirimu memperhatikan seranganku " jawab Barru sambil menyerang monster itu lagi ,
" Sepertinya kamu memang kehilangan EG " kata Cord yang sengaja memancing Barru , Swie yang mendengar ucapan dari Cord ia dapat memahami arti EG yang dimaksudkan oleh Cord , setiap pertempuran seseorang harus meningkatkan EG pada tangan dan kakinya , agar setiap serangan yang dilancarkan akan berkali-kali lipat energinya , bukan pada energi senjata ataupun energi yang memegang senjata tersebut ,
Jika senjata itu telah hancur mereka tidak dapat membuat senjata lagi , maka mereka akan bertarung mengunakan energi tangan dan kaki saja ,
" Aku mengerti " jawab Swie yang langsung mengunakan cara yang dilakukan oleh Cord ,
Dari arah lainnya terlihat sekelebat bayangan , ternyata Maddu dan Garro sudah berada di dalam ruangan tersebut , mereka berdua belum menjelajah ke arah ruangan yang lainnya , mereka berdua mendengar suara Cord dan yang lainnya tengah bertarung sengit ,
Akhirnya Maddu dan Garro mendekati lokasi tempat Marru dan teman-temannya bertarung , kali ini pertarungan bertambah sengit , dengan adanya bantuan dari Maddu dan Garro , kelima pemuda itu semakin bersemangat , terlebih kekompakan keduanya yang begitu mengisi celah pada serangannya , membuat para Monster yang terkena serangan oleh Maddu dan Garro tidak ada yang dapat bertahan hidup ,
Saat ini monster yang berada di dalam ruangan pertarungan tersisa beberapa saja , sisa dari pertarungan Maddu dan Garro telah menyelesaikannya ,
" Akhirnya kita menang " kata Rais yang sudah ngos-ngosan ,
Swie dan Barru hanya tersenyum , sedangkan Cord dan Marru bernafas lega , pada akhirnya mereka telah menghabisi seluruh monster yang berada di dalam ruangan ini ,
" Sebaiknya kita cepat menyelesaikannya , jika tidak hari akan gelap " kata Maddu dan Garro yang langsung berlari kearah Side Effect yang memberitahukan keberadaan dari Monster yang lainnya ,
" Baiklah " kata Barru yang langsung melesat mengejar Maddu dan Garro , begitu juga dengan yang lainnya , cord , Swie dan Marru yang berlari di samping Rais ,
Sesampainya mereka diruangan berikutnya ternyata Maddu dan Garro sudah menghabiskan monster yang tidak ada apa-apanya baginya ,
Namun setelah mereka sampai diruangan yang berbeda mereka mendengar suara pertarungan ,
Dengan segera mereka menuju ruangan tersebut , dan ternyata ada seorang pemuda yang sedang bertarung melawan monster tersebut ,
Marru dan teman-temannya merasa asing dengan orang itu , sekujur tubuhnya sudah banyak luka dan darah yang mengalir ,
" Swie kita harus segera menolongnya " perintah Marru sang Pangeran dari Bintang Virgo itu ,
" Baik yang mulia " Swie yang sejenak celingukan mencari keberadaan Barru yang lebih dulu berlari bersama Maddu dan Garro , apakah mereka telah berpisah , namun samar-samar telinganya mendengar suara pertarungan dan Raungan suara Monster ,
Swie mendekati orang yang terluka cukup parah itu , ia tidak menyangka ada orang yang berani bertarung melawan monster yang sangat berbahaya tersebut ,
Sejenak orang itu memalingkan wajahnya setelah melihat ada manusia yang lainnya menghampiri dirinya , dengan tubuh yang sudah lemah akhirnya ia tergeletak di atas lantai ruangan itu , darah yang sudah memenuhi sekujur tubuhnya membuat dirinya tidak dapat menahan kondisinya pada saat ini
" Tuan apakah kamu baik-baik saja " orang yang ditanya perlahan-lahan menutup kedua kelopak matanya , Swie segera mencoba menolong orang tersebut ,
Namun sepertinya ia tidak tertolong lagi , dari darah dan energi yang dimilikinya sudah hampir diambang batas ,
Swie yang melihat orang tersebut sudah tidak dapat tertolong lagi ia pun tertegun , sedangkan Marru dan Cord bertarung melawan monster yang saat ini berada di ruangan tersebut ,
Rais juga ikut andil dalam penyerangan , walaupun ia tidak sekuat Cord dan Marru , namun Rais sangat tangguh dalam serangan ,
" Pangeran , orang ini sudah tidak dapat tertolong lagi " kata Swie sekuat tenaga berteriak agar Marru dapat mendengar suaranya ,
" Apa , mengapa begitu " Sambil bertarung Marru yang mendengar ucapan dari Swie menjawabnya ,
" Kemungkinan besar ia kehilangan EG dan darah yang cukup banyak " jawab Swie dengan suara keras , Marru mundur beberapa langkah , segera ia menuju tempat Swie ia mencoba melihat ke adaan yang sebenarnya ,
" Oh tidak , ia benar-benar kehilangan banyak EG " kata Marru yang saat ini sudah berada di dekat Swie ,
" Sebaiknya kita akan menguburkannya setelah tugas kita selesai , tapi jauh lebih baik kamu bawah dia kepada Hellin " kata Marru kepada Swie yang saat ini sedang ingin membopong orang tersebut ,
Swie dengan segera membuka pintu portal teleportasi , dengan segera ia pergi meninggalkan ruangan tersebut menuju tempat Hellin berada ,