
Hampir seluruh gedung mereka jelajahi , sampai sudut ruangan mereka teliti ,
Bahkan berbagai macam evolusi yang mereka jumpai ,
Tim Marru dan yang lainnya saat ini berada di luar gedung tersebut , sepertinya mereka telah berhasil mengalahkan para monster ,
Kemungkinan besar mereka akan menetapkan di kota ini untuk sementara waktu ,
Swie segera berteleport dan mencari keberadaan Hellin dan teman-temannya ,
Setelah ia tiba di depan badan Mini Bus Swie segera masuk kedalamnya ,
" Salam tuan putri , sebaiknya kita segera menuju kota , misi kita telah berhasil mengalahkan para monster dan beberapa makhluk yang bermutasi berpihak pada kita " kata Swie yang langsung melaporkan kepada Hellin ,
" Syukurlah , baik Swie segera kita berangkat " katanya yang langsung memberi komando kepada Langhe dan Sena ,
Mini Bus itu segera bergerak meninggalkan tempat tersebut , Swie bertugas memberi arahan kepada Sena yang saat ini sedang mengemudikan Badan Mini Bus ,
" Kearah sana , Sena " kata Swie yang sedang menunjukkan arah jalan ,
Sedangkan Marru dan teman-temannya saat ini berada di sebuah Cafe dekat Minimarket ,
Mereka semua sedang melepas panat dan lelah ,
" Akhirnya kita menang " kata Baru yang saat ini sedang menikmati sekaleng air soda ,
" Haaaa " tawa Maddu yang saat ini sedang bercanda dengan Garro dan monster yang sudah bermutasi ,
Ketiga makhluk itu begitu akrab , terlebih lagi sifat Maddu yang sangat akrab dengan Garro yang sudah lama menemaninya ,
Sedangkan Cord ia melihat kearah dinding kaca sambil mengamati sekelilingnya ,
Marru duduk sambil melihat reaksi Barru dan beberapa teman yang lainnya termasuk Rais ,
Ia terus tersenyum dan beberapa kali menenggak minumannya ,
Mereka seperti menikmati kemenangan yang saat ini mereka dapatkan ,
Beberapa jam kemudian , suasana sudah mulai tenang , sebagaian dari mereka tertidur , termasuk Maddu dan teman makhluknya ,
Sedangkan Barru dan Rais ia asik rebahan dan tiduran ,
Cord keluar dari dalam ruangan tersebut , Marru yang melihat ia pun menegurnya ,
" Mau kemana Cord " Cord berpaling ke arahnya sambil menunjuk arah luar ,
" Aku akan mengamati seluruh kota , sambil patroli " katanya dengan secepat kilat ia pun langsung melesat pergi dari dalam ruangan tersebut ,
Marru hanya menghela nafas panjang , ia tahu sifat Cord yang dulu masih menjadi salah satu Panglima kerajaan Virgo ,
Yang ia inginkan bahwa keamanan dan keselamatan Pangeran adalah prioritas utamanya ,
Cord berlari menjauh meninggalkan tempat Marru berada , bayangannya hilang dari pandangan Marru ,
Pada saat ini Mini Bus itu bergerak melalui jalan yang bergaris ,
Sesampainya di gerbang masuk kota , mobil di jalan itu hampir menutupi jalan raya ,
Swie yang saat ini berada di samping Sena ia tetap memberi komando kepadanya ,
" Sena kamu kearah sana " kata Swie menunjuk jalan yang tidak begitu banyak kendaraan berhenti , sebab tempat itu adalah arus kendaraan bermotor dan pejalan kaki ,
Sena pun melalui ruas jalan tersebut , sambil berbelok sedikit mereka pun akhirnya dapat melalui jalan tersebut , Hellin melihat kondisi orang yang mereka selamatkan ,
Hanya tersisa satu orang yang hampir mirip terkena dampak Blue Hole Raksasa ,
Ia masih mengerang menahan rasa sakit ditubuhnya ,
Sedangkan saat ini misssel dan Sanders sedang bermain dengan bayi kecil yang mereka selamat juga , terdengar suara tawa riang dari bibir bocah kecil itu , menghilangkan suasana yang selama ini dirasakan oleh penghuni Mini Bus ,
" Kak dedek kecil tertawa " kata Misssel yang saat ini sedang mengajak bicara bayi mungil itu ,
Damin ikut tersenyum melihat kedua bocah itu sedang bercanda ,
Hellin pun tak luput melihat reaksi bocah kecil itu yang sedang tertawa sambil bercanda ,
" Oh Tuhan , dalam keadaan seperti ini kamu masih dapat tersenyum , melihat anak-anak itu tanpa beban membuat hatiku tidak merasakan bahwa saat ini kami sedang berjuang hidup " kata Hello lirih , Langhe yang berada didekat Hellin juga mengiyakan ucapannya ,
" Iya , kamu benar " katanya sambil menghembuskan nafas panjang ,
" Mudah-mudahan kita akan mendapatkan kemenangan " kali ini Harris yang berkata di sebelahnya , Marco dan Reua berdiri , keduanya seakan ingin ikut bermain bersama Missel dan Sanders ,
Cord saat ini sedang berjalan di sekitar sebuah gedung sekolah , sepertinya gedung sekolah itu milik pengusaha elit , terlihat dari intrusturnya begitu mewah ,
Cord sejenak berhenti di depan pintu gerbang yang tertutup besi ,
Dengan sekali loncat ia sudah berada di sisi gerbang pintu masuk ,
" Sepertinya sepi , tapi aku harus pastikan tempat ini clear " katanya yang langsung berlari menuju ruang koridor depan ,
Setelah ia berada di dalam ruangan , tempat itu masih sepi , tidak ada tanda-tanda mencurigakan ,
Cord terus memasuki ruangan itu , ia menyisir sekitar area , suasana hening tanpa suara hanya terdengar suara hentakan langkah kakinya saja , akhirnya Cord sampai di koridor ruang guru , dari arah luar terlihat sunyi ,Cord mendorong pintu itu dengan membuka knop pintu ruangan ,
" Ckreekkk " suara pintu ruangan terbuka lebar ,
Cord celingukan melihat sekitar ruangan , ia pun melangkah kakinya masuk ke dalam Ruang Guru itu ,
Dengan hati-hati ia berjalan melewati meja dan kursi , bahkan satu demi satu ia membuka pintu yang masih tertutup ,
Setelah yakin bahwa ruangan itu tidak ada apa-apanya Cord kembali berjalan keluar ,
Cord melanjutkan Kesesi selanjutnya ,
Cord mencoba menaiki tangga lantai dua gedung sekolah , kembali ia menemukan ruang kelas ,
Sudah kesekian kalinya Cord membuka dan memeriksa ruangan tersebut , namun tetap saja masih tidak menemukan apapun ,
" Di sini juga tidak ada apa-apa " kembali Cord menuju ruang berikutnya ,
Cord kembali membuka ruang selanjutnya , ia pun masih berdiri di depan pintu masuk yang sudah terbuka , dari arah belakang kursi meja salah satu murid terlihat sesuatu yang bergerak-gerak sambil menggedor-gedor pintu , namun gerakannya tidak cukup kuat , hal itulah membuat Cord menaikkan kewaspadaannya ,
" Brak .. Brak .. " suara pelan pintu di gedor ,
Kembali pada Hellin dan yang lainnya , pada saat ini mereka akan tiba di lokasi tempat Marru dan yang lainnya beristirahat ,
Dari kejauhan Swie mendapatkan tanda bahwa Marru dan yang lainnya berada di tempat tersebut ,
" Itu sepertinya tempat yang dimaksud " kata Swie yang menunjukkan suatu tempat kepada Sena ,
Sena juga telah melihat tanda tersebut , dengan meningkatkan kecepatannya sedikit akhirnya Mini Bus itu sampai di depan Caffei yang Marru singgahi ,
Mobil pun berhenti tepat di parkiran , Hello segera turun dari dalam , namun ia melihat suasana masih sunyi dan sepi , sepertinya tidak ada tanda-tanda Marru dan yang lainnya berada di tempat tersebut ,
" Marru …. " Suara Hellin nyaring terdengar , ia memanggil nama kekasih itu berkali-kali ,
Namun yang di panggil tidak menyahuti , sebab Marru tidak berada di tempat tersebut , Swie segera turun dari tempat tersebut , ia juga memeriksa Caffei yang dimaksud oleh Cord ,
Ia sendiri merasa heran mengapa mereka tidak menemukan teman-temannya ,
" Ini aneh , apakah kita salah tempat , tapi sepertinya tempat ini pernah di singgahi oleh Marru " kata Swie yang melihat jejak energi milik teman-temannya ,
" Apakah ada yang menyerang mereka dan akhirnya …. " Swie tidak melanjutkan ucapannya , ia segera memerintahkan Hello untuk segera masuk ke badan Mini Bus ,
" Putri , segera masuk kedalam Bus , ada yang tidak beres " kata Swie yang seketika bersiaga ,
" Ada apa Swie " Sena yang ingin turun di cegah oleh Swie agar bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan sambil mencari tempat persembunyian yang aman ,
" Jangan turun , sebaiknya kamu bersiap-siap " kata Swie yang langsung mengeluarkan kekuatan energinya ,
Apa yang sudah terjadi kita akan ikuti episode selanjutnya ,