Marru Pahlawan Dunia Lain

Marru Pahlawan Dunia Lain
episode 27


Hampir seluruh gedung mereka jelajahi , sampai sudut ruangan mereka teliti ,


Bahkan berbagai macam evolusi yang mereka jumpai ,


Tim Marru dan yang lainnya saat ini berada di luar gedung tersebut , sepertinya mereka telah berhasil mengalahkan para monster ,


Kemungkinan besar mereka akan menetapkan di kota ini untuk sementara waktu ,


Swie segera berteleport dan mencari keberadaan Hellin dan teman-temannya ,


Setelah ia tiba di depan badan Mini Bus Swie segera masuk kedalamnya ,


" Salam tuan putri , sebaiknya kita segera menuju kota , misi kita telah berhasil mengalahkan para monster dan beberapa makhluk yang bermutasi berpihak pada kita " kata Swie yang langsung melaporkan kepada Hellin ,


" Syukurlah , baik Swie segera kita berangkat " katanya yang langsung memberi komando kepada Langhe dan Sena ,


Mini Bus itu segera bergerak meninggalkan tempat tersebut , Swie bertugas memberi arahan kepada Sena yang saat ini sedang mengemudikan Badan Mini Bus ,


" Kearah sana , Sena " kata Swie yang sedang menunjukkan arah jalan ,


Sedangkan Marru dan teman-temannya saat ini berada di sebuah Cafe dekat Minimarket ,


Mereka semua sedang melepas panat dan lelah ,


" Akhirnya kita menang " kata Baru yang saat ini sedang menikmati sekaleng air soda ,


" Haaaa " tawa Maddu yang saat ini sedang bercanda dengan Garro dan monster yang sudah bermutasi ,


Ketiga makhluk itu begitu akrab , terlebih lagi sifat Maddu yang sangat akrab dengan Garro yang sudah lama menemaninya ,


Sedangkan Cord ia melihat kearah dinding kaca sambil mengamati sekelilingnya ,


Marru duduk sambil melihat reaksi Barru dan beberapa teman yang lainnya termasuk Rais ,


Ia terus tersenyum dan beberapa kali menenggak minumannya ,


Mereka seperti menikmati kemenangan yang saat ini mereka dapatkan ,


Beberapa jam kemudian , suasana sudah mulai tenang , sebagaian dari mereka tertidur , termasuk Maddu dan teman makhluknya ,


Sedangkan Barru dan Rais ia asik rebahan dan tiduran ,


Cord keluar dari dalam ruangan tersebut , Marru yang melihat ia pun menegurnya ,


" Mau kemana Cord " Cord berpaling ke arahnya sambil menunjuk arah luar ,


" Aku akan mengamati seluruh kota , sambil patroli " katanya dengan secepat kilat ia pun langsung melesat pergi dari dalam ruangan tersebut ,


Marru hanya menghela nafas panjang , ia tahu sifat Cord yang dulu masih menjadi salah satu Panglima kerajaan Virgo ,


Yang ia inginkan bahwa keamanan dan keselamatan Pangeran adalah prioritas utamanya ,


Cord berlari menjauh meninggalkan tempat Marru berada , bayangannya hilang dari pandangan Marru ,


Pada saat ini Mini Bus itu bergerak melalui jalan yang bergaris ,


Sesampainya di gerbang masuk kota , mobil di jalan itu hampir menutupi jalan raya ,


Swie yang saat ini berada di samping Sena ia tetap memberi komando kepadanya ,


" Sena kamu kearah sana " kata Swie menunjuk jalan yang tidak begitu banyak kendaraan berhenti , sebab tempat itu adalah arus kendaraan bermotor dan pejalan kaki ,


Sena pun melalui ruas jalan tersebut , sambil berbelok sedikit mereka pun akhirnya dapat melalui jalan tersebut , Hellin melihat kondisi orang yang mereka selamatkan ,


Hanya tersisa satu orang yang hampir mirip terkena dampak Blue Hole Raksasa ,


Ia masih mengerang menahan rasa sakit ditubuhnya ,


Sedangkan saat ini misssel dan Sanders sedang bermain dengan bayi kecil yang mereka selamat juga , terdengar suara tawa riang dari bibir bocah kecil itu , menghilangkan suasana yang selama ini dirasakan oleh penghuni Mini Bus ,


" Kak dedek kecil tertawa " kata Misssel yang saat ini sedang mengajak bicara bayi mungil itu ,


Damin ikut tersenyum melihat kedua bocah itu sedang bercanda ,


Hellin pun tak luput melihat reaksi bocah kecil itu yang sedang tertawa sambil bercanda ,


" Oh Tuhan , dalam keadaan seperti ini kamu masih dapat tersenyum , melihat anak-anak itu tanpa beban membuat hatiku tidak merasakan bahwa saat ini kami sedang berjuang hidup " kata Hello lirih , Langhe yang berada didekat Hellin juga mengiyakan ucapannya ,


" Iya , kamu benar " katanya sambil menghembuskan nafas panjang ,


" Mudah-mudahan kita akan mendapatkan kemenangan " kali ini Harris yang berkata di sebelahnya , Marco dan Reua berdiri , keduanya seakan ingin ikut bermain bersama Missel dan Sanders ,


Cord saat ini sedang berjalan di sekitar sebuah gedung sekolah , sepertinya gedung sekolah itu milik pengusaha elit , terlihat dari intrusturnya begitu mewah ,


Cord sejenak berhenti di depan pintu gerbang yang tertutup besi ,


Dengan sekali loncat ia sudah berada di sisi gerbang pintu masuk ,


" Sepertinya sepi , tapi aku harus pastikan tempat ini clear " katanya yang langsung berlari menuju ruang koridor depan ,


Setelah ia berada di dalam ruangan , tempat itu masih sepi , tidak ada tanda-tanda mencurigakan ,


Cord terus memasuki ruangan itu , ia menyisir sekitar area , suasana hening tanpa suara hanya terdengar suara hentakan langkah kakinya saja , akhirnya Cord sampai di koridor ruang guru , dari arah luar terlihat sunyi ,Cord mendorong pintu itu dengan membuka knop pintu ruangan ,


" Ckreekkk " suara pintu ruangan terbuka lebar ,


Cord celingukan melihat sekitar ruangan , ia pun melangkah kakinya masuk ke dalam Ruang Guru itu ,


Dengan hati-hati ia berjalan melewati meja dan kursi , bahkan satu demi satu ia membuka pintu yang masih tertutup ,


Setelah yakin bahwa ruangan itu tidak ada apa-apanya Cord kembali berjalan keluar ,


Cord melanjutkan Kesesi selanjutnya ,


Cord mencoba menaiki tangga lantai dua gedung sekolah , kembali ia menemukan ruang kelas ,


Sudah kesekian kalinya Cord membuka dan memeriksa ruangan tersebut , namun tetap saja masih tidak menemukan apapun ,


" Di sini juga tidak ada apa-apa " kembali Cord menuju ruang berikutnya ,


Cord kembali membuka ruang selanjutnya , ia pun masih berdiri di depan pintu masuk yang sudah terbuka , dari arah belakang kursi meja salah satu murid terlihat sesuatu yang bergerak-gerak sambil menggedor-gedor pintu , namun gerakannya tidak cukup kuat , hal itulah membuat Cord menaikkan kewaspadaannya ,


" Brak .. Brak .. " suara pelan pintu di gedor ,


Kembali pada Hellin dan yang lainnya , pada saat ini mereka akan tiba di lokasi tempat Marru dan yang lainnya beristirahat ,


Dari kejauhan Swie mendapatkan tanda bahwa Marru dan yang lainnya berada di tempat tersebut ,


" Itu sepertinya tempat yang dimaksud " kata Swie yang menunjukkan suatu tempat kepada Sena ,


Sena juga telah melihat tanda tersebut , dengan meningkatkan kecepatannya sedikit akhirnya Mini Bus itu sampai di depan Caffei yang Marru singgahi ,


Mobil pun berhenti tepat di parkiran , Hello segera turun dari dalam , namun ia melihat suasana masih sunyi dan sepi , sepertinya tidak ada tanda-tanda Marru dan yang lainnya berada di tempat tersebut ,


" Marru …. " Suara Hellin nyaring terdengar , ia memanggil nama kekasih itu berkali-kali ,


Namun yang di panggil tidak menyahuti , sebab Marru tidak berada di tempat tersebut , Swie segera turun dari tempat tersebut , ia juga memeriksa Caffei yang dimaksud oleh Cord ,


Ia sendiri merasa heran mengapa mereka tidak menemukan teman-temannya ,


" Ini aneh , apakah kita salah tempat , tapi sepertinya tempat ini pernah di singgahi oleh Marru " kata Swie yang melihat jejak energi milik teman-temannya ,


" Apakah ada yang menyerang mereka dan akhirnya …. " Swie tidak melanjutkan ucapannya , ia segera memerintahkan Hello untuk segera masuk ke badan Mini Bus ,


" Putri , segera masuk kedalam Bus , ada yang tidak beres " kata Swie yang seketika bersiaga ,


" Ada apa Swie " Sena yang ingin turun di cegah oleh Swie agar bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan sambil mencari tempat persembunyian yang aman ,


" Jangan turun , sebaiknya kamu bersiap-siap " kata Swie yang langsung mengeluarkan kekuatan energinya ,


Apa yang sudah terjadi kita akan ikuti episode selanjutnya ,