
Saat ini Marru , Barru dan Rais sedang menuju gedung lantai paling atas , mereka akan menghadapi monster jelmaan dari ayahnya gadis kecil yang bernama Missel ,
Sedangkan Swie saat ini telah menyusul Marru dan yang lainnya ,
Ia dengan serta merta telah tiba di belakang Rais yang saat ini sedang mengejar Barru dan Marru ,
" Swie , bagaimana Missel " Rais langsung saja bertanya kepada Swie yang saat itu sudah kembali pada wujudnya ,
" Tenang saja , ada Tuan Putri dan saat ini Missel sedang bermain dengan Sandres " kata Swie menjelaskan kepada Rais yang tentunya didengar oleh Marru dan Barru ,
" Ya sudah , kita fokus dengan masalah saat ini , didepan sana pintu keluar sudah terlihat " kata Marru yang saat ini berada di depan mereka bertiga , keempat pemuda itu terus berlari , sampai pada akhirnya mereka tiba di depan pintu keluar atap tersebut ,
Barru segera membuka pintu itu , terlihat wajah sangar dari makhluk itu yang saat ini sedang ingin menerkam mereka berempat ,
Keempat pemuda itu langsung saja menghindari serangan dari monster itu ,
Mereka berempat terus bertarung melawan monster tersebut , ternyata sang monster terlalu cerdik , ia begitu mengetahui serangan dari musuh-musuhnya ,
Marru dan Barru begitu kuwalahan menghadapinya ,
Peluh dan keringat sudah membanjiri sekujur tubuh mereka , sudah berjam-jam pertarungan itu berlangsung , entah mengapa sulit sekali menggores luka pada tubuh monster tersebut ,
Keempat pemuda itu terus berusaha keras melakukan pertarungan ,
Rais juga berkata kepada teman-temannya ,
" Marru bagaimana ini , kita tidak dapat menggores tubuh monster tersebut ‘’Rais terengah-engah setelah beberapa kali menghindari serangan dari monters itu ,
" Sepertinya ada yang berbeda dengan monster itu " kali ini Barru yang berkata , sambil ia melancarkan serangannya ,
" Iyah , itu betul seperti ada yang berbeda , dia sedikit gesit dan sangat kuat sekali " kata Marru menambahkan ucapan dari Barru ,
" Apakah makhluk itu dapat berevolusi atau menjadi setingkat lebih kuat seperti memiliki level " Swie menambahkan ucapan dari ketiga temannya ,
" Menurutku itu bisa jadi benar adanya " kata Marru lagi menjawab perkataan dari Swie ,
" Baiklah , aku akan mencoba menganalisa tubuh dan energi yang dimiliki oleh monster itu " kata Swie yang menghentikan serangannya ,
Ia kemudian fokus akan energi yang ia miliki , sejurus kemudian ia mencoba membuat asap deteksi agar makhluk itu lebih ia kenali ,
Sedangkan Marru , Rais dan Barru membuat serangan agar makhluk itu dapat ia alihkan , mereka tidak ingin Swie terkena serangan dari monster tersebut ,
Pertarungan terus berlanjut , ketiganya masih tidak dapat melukai makhluk itu ,
Sedangkan Swie pada saat ini ia baru menyimpan asap deteksi kedalam tubuhnya ,
Swie masih terdiam , ia tidak bergeming dari tempatnya , namun dari bibirnya ia menyungging senyum sinis nya ,
" Yang mulia , dia cord " kata Swie yang membuat Marru dan Barru menghentikan gerakannya untuk menyerang monster tersebut ,
Sedangkan Rais yang sudah lebih dulu menyerah ia terpental dan membentur dinding gedung ,
" Apa , dia cord kamu tidak salah kira Swie " Marru yang tidak mempercayai apa yang dikatakan Swie kembali bertanya kepadanya ,
" Iya yang mulia Pangeran , namun ada sedikit masalah membuat dirinya tidak sempurna , " kata Swie lagi yang ingin lebih detail menjelaskannya ,
" Apa itu , cepat katakan atau kamu juga ingin merasakan benda ditanganku ini " kata Barru yang kesal dengan ekspresi wajah Swie yang masih menyeringai ,
" Hai , Barru aku ini bukan musuhmu " jawab Swie yang tidak senang , namun Marru menengahi keduanya ,
" Sudah-sudah jangan berdebat , cepat katakan Swie kita tidak ada waktu , energi kita juga memiliki batasan " kata Marru yang sedikit kesal dengan keduanya , mereka berdua seperti anak kecil yang berebut mainan ,
" Segel yang mulia , segel yang anda buat supaya dia sadar dari kekuatan yang saat ini sedang menguasai cord " kata Swie yang akhirnya menjelaskan juga mengapa tubuh Cord teman mereka dari Dunia lain itu dalam bentuk monster yang terkena dampak Blue Hole Raksasa ,
" Tapi senjata ku tertinggal di istana Swie " kata Marru yang saat ini melihat Rais hampir terkena serangan , ia pun secepat kilat melesat ke arah monster tersebut agar Rais terhindar dari serangan , Marru menghadang serangan itu , dua kekuatan beradu , Marru akhirnya dapat merasakan kekuatan cord ,
" Cord … " Marru berseru memanggil nama Cord ,
Namun cord tidak bereaksi sama sekali , Marru terus berpikir keras mengingat sesuatu yang mungkin dapat memulihkan Cord ,
Serangan demi serangan mereka lancarkan , Barru yang melihat cord yang tidak segan-segan terhadap junjungannya ia pun naik pitam dengan kekuatan penuh ia pun menyerang cord yang menjadi monster tersebut ,
" Hiaatt " suara Barru yang mengeram marah ia dengan kekuatan penuh ia menyerang monster itu ,
Benturan yang sangat kuat terdengar , hal itu juga sangat mengherankan , Rais yang tidak mengetahui bahwa makhluk itu jelmaan dari salah satu bawahan Marru membuat dirinya sangat kaget ,
" Wauw " kata Rais yang merasakan kedua kekuatan saling beradu ,
" Baamm" benturan kekuatan yang berbeda terjadi ,
Semua orang melihat kearah Marru dan cord alias monster itu ,
Tubuhnya terhuyung-huyung kebelakang setelah mendapatkan pukulan dari Marru ,
Sedangkan tubuh Barru terpental jauh kebelakang , Swie mendekati Marru yang saat ini bersandar pada dinding gedung ,
Rais yang sudah menjaga jarak ia hanya mundur beberapa langkah saja ,
Saat ini Marru sedang memegang dadanya , ia baru sadar Cord tidak bergeming dari tempatnya , ia masih terdiam , Marru terus mengamati tubuh cord , dari arah tengkuk cord mengeluarkan cahaya kuning keemasan, sedetik kemudian suara retak terdengar dari arah belakangnya , ternyata segel itu telah pecah , ia hancur berkeping-keping ,
Marru , Barru dan Swie sangat terkejut , mereka tidak menyangka pukulan Barru telah membuat tempat segel itu hancur ,
" Swie … " Barru berteriak sambil mengerang sakit ,
Swie mengerti maksud Barru ia terdiam sambil juga terus memperhatikan tubuh Cord ,
" Masih ada harapan " kata Swie yang bereaksi mendekati tubuh Cord ,
Marru juga berdiri , ia kembali pada posisinya , kekuatannya mulai terbentuk lagi , begitu juga dengan Barru , Swie mendekati tubuh Cord yang masih terdiam , pada saat ini tubuh cord mengeluarkan asap hitam , sedikit demi sedikit asap itu menghancurkan bulu-bulu halus yang melekat ditubuhnya ,
Sampai sepersekian detik kemudian tubuh cord benar-benar kehilangan bulu serta ekor dan tanduk ,
Cord telah kembali pada bentuk manusia , namun kesadarannya tidak memiliki cord , ia masih menjadi ayah dari missel gadis kecil yang cantik itu ,
" Cord … " suara Swie pelan memanggilnya ,
Cord tetap terdiam , ia tidak mengenali Swie juga yang lainnya , bahkan Marru saja ia tidak mengenalnya ,
Cord tetap terdiam sambil berdiri tegak tubuhnya sangat maskulin banget dengan perawakan tinggi besar ,
" Siapa kalian , mengapa kalian di tempatku " katanya yang saat ini langsung bertanya kepada mereka berempat ,
" Cord , ini aku Swie , apa kamu tidak lihat itu … dia pangeran Marru dia ada disini " kata Swie sambil menunjuk kearah Marru yang masih terdiam , cord yang masih kebingungan dengan situasinya ia juga masih berdiam diri tidak mengindahkan ucapan Swie , Barru berdiri tegak , dengan kekuatan penuh ia kembali menyerang kearahnya , Marru yang terlambat memperingatkan ia berteriak kencang ,
" Barru , jangan " suara teriakan dari Marru ,
Terdengar lagi suara dentuman yang sangat keras ,
" Baamm " suara dentuman itu membuat Marru mundur beberapa langkah ,
Swei hanya menggelengkan kepalanya saja , ia tahu Barru sangat kesal terhadap Cord ,
" Barru kau harus batasi energimu " Swie memperingatkan Barru ,
" Kenapa , memangnya aku salah jika menghukum seseorang bawahan yang menyerang majikannya " kata Barru lagi yang saat ini sedang membela diri ,
" Tapi , dia tidak mengetahui siapa dirinya " kata Swie lagi , keduanya terdiam ,
Namun cord tersenyum kearah mereka berdua , Barru yang melihat ekspresi Cord ingin sekali menghajarnya ,
" Aku baru ingat , ada sesuatu yang tertinggal " kata cord yang serta merta melesat turun kebawah gedung mengunakan kekuatannya ,
" Apa , kamu mau kemana cord " kata Barru yang menahan amarahnya ,
" Sudahlah , ayo kita kembali " kata Marru yang sudah berjalan masuk kedalam gedung , Rais yang kebingungan ia pun mengikuti Marru , Barru yang kesal ia pun mau tidak mau harus mengikuti majikannya , begitu juga dengan Swei ia pun berjalan masuk kearah gedung ,
Mereka berempat kembali ke hotel mungkin disana mereka dapat menemukan jawabannya ,
Setelah menempuh perjalanan , akhirnya keempat pemuda itu sampai didepan pintu masuk hotel , mereka pun segera memasuki hotel tersebut , sampai akhirnya mereka tiba didepan Ruangan kamar yang mereka tempati , setelah membuka pintu keempat pemuda itu tercengang melihat cord yang saat ini sedang memangku seorang gadis kecil yaitu Missel ,
" Cord , apa kau ingat gadis itu " Marru mencoba bertanya , Helin yang mendengar nama Cord seperti tidak asing lagi ,
" Cord , dia Cord Marselinus " Hellin menyebutkan nama kepanjangan dari Cord ,
" Iya , dia si bresek Cord " kata Barru yang mengeram ,
" Tunggu , apa salahku aku tidak melakukan kejahatan apapun " kata cord yang membela diri ,
" Benarkah … " tubuh Barru kembali mengeluarkan energi yang sangat besar ,
" Cukup , jangan bertarung disini " kata Hellin yang menengahi , Barru kembali menyimpan kekuatannya ,
Marru memasuk kamar hotel tempat mereka tinggal ,
" Cord , syukurlah kamu sudah sadar , tapi bagaimana kamu mengenal missel " Marru mencoba bertanya kepada Cord ,
" Bukankah gadis kecil ini putriku , cantik bukan mungkin seperti ibunya " katanya sambil tersenyum kearah Missel gadis kecil itu , Missel membalas tersenyum kearah ayahnya , ia belum menyadari siapa orang yang saat ini sedang memangku dirinya ,
"Secara logika iya dia putrimu , tapi ngomong-ngomong kapan kamu menikah dan mengawini ibunya " kali ini Swie yang berkata , Cord yang sedari tadi tersenyum kini ia kehilangan senyumannya ,
" Maksudmu … " wajah Cord berubah , matanya mengeluarkan cahaya merah darah ,
Marru yang menyaksikan ia pun kembali melerai mereka ,
" Sudah - sudah , kita harus fokus pada tujuan kita " kata Marru , keduanya kembali menyimpan kekuatannya , Marru dan Hellin dapat bernafas lega , sebab keduanya dapat berbaikan ,