
Pintu portal teleportasi telah terbuka , Swie buru-buru membawa orang tersebut keluar dari dalam ruangan itu menuju tempat Hellin berada ,
Setelah ia masuk kedalam portal teleportasi Swie celingukan melihat ke arah mana mobil mini Bus itu berada , ia mencoba mencari keseluruhan area sekitarnya , sampai matanya tertuju pada sosok terikat diantara rimbunan pohon yang banyak di tumbuhi tanaman semak belukar ,
" Apa yang sudah terjadi , apa gerangan yang berada di balik semak belukar itu " Swie bergumam sendiri , ia sadar tidak ada satu orang pun disampingnya ,
Ia segera mendekati sesuatu yang menurutnya mencurigakan ,
" Ahk … " ia terkejut melihat sesosok tubuh terikat dalam kondisi yang sangat memprihatinkan ,
" Itu , apa yang sudah terjadi ! Sepertinya ia belum berubah , namun itu bukan perubahan menjadi monster , tetap berwujudan yang seperti ? …. " Swie yang masih mengamatinya ia terus berkata - kata sendiri sambil menebak apa gerangan yang sudah terjadi , namun dari arah lain ia di kejutkan seseorang yang tiba-tiba membuyarkan jalan pikirannya ,
" Siapa " Swie yang terkejut melihat kearah belakang , dilihatnya sosok Sena yang mendekati dirinya ,
" Sena " ia pun memanggil nama salah satu temannya , yang ternyata adalah Sena ,
Sena yang berjalan mendekati Swie ia sangat penasaran dengan orang yang saat ini sedang di bopong olehnya , ia pun memberikan pertanyaan kepada Swie siapakah gerangan orang tersebut ,
" Swie , siapakah dia " Sena bertanya sambil menunjuk kearah seseorang yang saat ini di bopong oleh Swie ,
" Dia adalah salah satu korban , namun tidak sama dengan yang lainnya , ia seperti kami Pahlawan dari Dunia Lain " kata Swie yang akhirnya menjelaskan siapa orang yang saat ini bersamanya , ia adalah salah satu Pahlawan dari Dunia Lain ,
" Lantas apa yang sudah terjadi kepada orang itu " kali ini Swie balik bertanya kepada Sena , apa yang sudah terjadi kepada orang yang saat ini terikat itu ,
" iaaa ... , kami takut orang itu akan mengalami perubahan yang sama seperti Damin , namun yang anehnya tubuhnya berbeda dengan kondisi Damin kala itu " kata Sena memberitahukan kepada Swie yang masih berdiri sambil membopong tubuh yang ia bawa ,
" aku rasa , ia tidak akan berubah seperti teman-temannya Damin , dan menurut aku perubahannya menyerupai tubuh Maddu dan Garro , kemungkinan besar ia berasal dari negeri Maddu dan Garro " kata Swie yang akhirnya menjelaskan , Sena akhirnya dapat mengetahui apa yang sudah terjadi kepada orang tersebut , ia pun berinisiatif untuk melepaskannya ,
" Oh , jadi begitu " Sena segera melepas orang yang selama ini mereka curigai , sebab Swie juga sudah menjelaskan kepada Sena bahwa orang tersebut tidaklah berbahaya , ia memiliki perubahan fisik seperti mereka , namun ada yang berbeda dari cara Swie dan teman-temannya ,
Setelah itu Sena memanggil Langhe dan beberapa teman pria yang lainnya ,
" Langhe kesini " dari arah rimbunan semak belukar yang menutupi badan Mini Bus Langhe dan yang lainnya keluar , mereka segera menolong Swie dan orang yang telah ia bawa ,
‘’Sena ‘’ Langhe memanggil nama Sena , namun ia tidak dapat melanjutkan ucapannya , ia pun terdiam sambil terus berjalan , begitu juga dengan Sena yang tidak mengerti akan maksud Langhe ia pun hanya terdiam , setelah melepaskan ikatannya orang tersebut , Langhe segera membawah orang itu kedalam badan Mini Bus ,
Selang waktu beberapa jam kemudian , pintu portal teleportasi terbuka , Swie segera memasuki portal tersebut ,
Di dalam ruangan yang lainnya , Marru dan kedua temannya yaitu Rais dan Cord sedang bertarung melawan monster , sedangkan Maddu dan Garro serta Barru yang mengikutinya bertarung tak jauh dari mereka bertiga ,
" Pangeran , Cord , Rais " Swie memanggil nama Pangeran Marru dan kedua temannya , saat ini mereka sedang sibuk bertarung melawan para monster ,
Marru yang merasa di panggil namanya segera memundurkan tubuhnya beberapa langkah jauhnya , setelah ia berpaling melihat kearah Swie yang memanggil dirinya ,
" Swie , bagaimana " tanya Marru , Swie yang memahami maksud dari perkataan Marru , ia pun segera memberitahukan kepadanya ,
Marru hanya menganggukkan kepalanya saja , setelah itu ia bertarung kembali ,
Pertarungan sengit terjadi , tidak terasa waktu cepat berlalu , haripun sudah menjadi malam ,
" Sebaiknya kita cari tempat aman , sambil mencari bahan untuk kita makan " kata Marru yang menghentikan pertarungannya sejenak ,
" Baiklah kita cari tempat yang aman " kata Maddu yang setuju dengan pendapat Marru ,
Lain dengan Cord dia segera bergerak menuju ruangan lain yang terdapat banyak sekali bahan makanan ,
" Cord hati-hati " Marru tahu Cord akan menuju kemana , setelah Cord pergi meninggalkan tempat tersebut Marru mengikuti Maddu dan Garro ,
Ternyata mereka akan menuju Roodtoof pada gedung itu ,
" Kita disini saja , aku rasa tempat ini aman sebab Roodtoof ini memiliki satu pintu , dan pintu itu cukup satu orang saja yang berjaga , kita akan bergantian " katanya yang langsung mencari tempat yang nyaman buatnya ,
Marru segera mencari tempat yang menurutnya tepat untuknya , begitu juga dengan Rais , Barru dan Swie mengikuti dari arah belakang Marru , sudah cukup lama mereka menunggu kedatangan Cord , namun yang ditunggu belum juga terlihat batang hidungnya ,
Rais berinisiatif untuk mencari keberadaan Cord , namun Marru mencegahnya ,
‘’ Sebaiknya aku mencari keberadaan Cord ‘’ Rais segera bangkit dari tempatnya , namun Marru mencegah Rais yang akan melangkahkan kakinya ,
‘’Jangan Rais , kita tunggu dia saja ‘’ Marru mencegah Rais meninggalkan tempatnya berada , namun tidak berapa lama kemudian , sosok Cord telah muncul dari balik pintu Roodtoof gedung ,
Beberapa kantong plastik terisi beberapa makanan yang tidak tahu bentuknya ,
" Itu Cord datang " Barru berkata sambil menunjuk kearah orang yang baru memasuki pintu masuk Roodtoof gedung ,
Cord segera mendekati Marru dan teman-temannya , ia memberikan satu kantong plastik berisi makanan , begitu juga dengan Maddu yang mendapatkan jatah darinya ,
Mereka pun tidak membuang kesempatan untuk mengisi tenaga yang sudah banyak terkuras akibat pertarungan ,
Dari dalam gedung , sesekali terdengar suara raungan yang sangat keras ,
" Cord dari mana kamu mendapatkan ini semua " Barru sambil mengunyah sepotong roti ia pun menanyakan kepada Cord dari mana ia mendapat makanan tersebut ,
" Hem dari pantri dan mini market terdekat " dengan santainya ia menjawab pertanyaan dari Barru ,
" Hem , kerja bagus " Barru juga membalas ucapan dari Cord , namun Cord terdiam seribu bahasa , mulutnya yang penuh dengan makanan tidak mengindahkan perkataan dari Barru ,
" Sudahlah , jangan memulai lagi " kata Marru yang tidak ingin kedua orang kepercayaannya itu berselisih tegang hanya karena masalah sepele ,
Keduanya pun terdiam , sambil sesekali menengadah ke atas melihat bintang yang bersinar dan berkedip , seakan menambahkan keindahan bulan pada saat ini ,
Marru yang sudah menyelesaikan santapannya itu segera mengambil sebotol air mineral ,
Begitu juga dengan yang lainnya yang tanpa di sengaja mengikuti Marru mengambil sebotol air mineral ,
Malam yang semakin larut , Suara Raungan sesekali terdengar dari dalam gedung ,
Pada saat ini Cord tengah berjaga di depan pintu masuk Roodtoof ,
Cord sendiri mengajukan untuk menjaga pintu tersebut , agar jika salah satu dari monster itu menerobos masuk pintu Roodtoof ,
Waktu terus bergulir , ternyata Barru telah menggantikan Cord berjaga ,
" Sebaiknya kita cepat bergerak Pangeran , agar misi ini segera berakhir " kata Maddu yang ternyata sudah bersiap-siap ,
Marru yang melihat Maddu dan Garro sudah mau bersiap-siap ia juga berdiri dari tempatnya ,
" Ayo kita berangkat " katanya sambil berdiri , Rais yang samar-samar mendengar suara Marru ia berusaha bangkit dari tidurnya , begitu juga dengan Swie yang tidak banyak bicaranya setelah ia mengantar orang yang tewas diakibatkan serangan sang monster didalam gedung ,
Mereka semua akhirnya meninggalkan Roodtoof gedung itu , segera mereka menyeruak masuk kedalam ruangan yang berada di depan , sesekali mereka memeriksa keadaan sekitarnya ,
Perjalanan menegangkan ini membuat suasana semakin mencekam ,
Sebab tidak ada satupun terdengar suara raungan dari para monster tersebut ,
Hal itu akan menambahkan kewaspadaan mereka , suasana ini sangat mencurigakan , seperti tidak lazim , padahal semalam masih ada sesekali suara Raungan terdengar sangat keras , namun hari ini seakan suara Raungan itu tertelan bumi , sunyi dan senyap
" Sudah jauh menelusuri ruangan demi ruangan , tapi tidak ada monster yang mau menyerang kita " Barru yang memang sedari tadi sudah dapat menyadari bahwa memang tidak ada satu makhluk yang menyerang mereka ,
" Mungkin para monster itu masuk lebih kedalam " Swie yang saat ini berada di dekat Barru berpendapat bahwa kemungkinan monster itu semakin masuk kedalam ruangan ,
" Mungkin " kata kali ini Barru yang menjawabnya dengan singkat , ia sendiri juga dapat merasakan aura energi yang sesekali menghilang , hal ini membuat dirinya merasa curiga dengan suasana yang sudah berbeda ,
Dari arah lain , Barru melihat sesuatu yang mencurigakan , ia pun ingin berlari kearah tersebut , namun Maddu yang juga merasakan sesuatu yang sangat mencurigakan ia pun terlebih dulu mengikutinya ,
Marru dan Cord juga yang lainnya segera membuntuti Barru yang sudah berada di belakang Maddu dan Garro ,
Ternyata setelah mereka berada tepat didepan hal yang mencurigakan itu , sesosok makhluk yang sangat aneh ,
Ternyata manusia yang sudah menjadi monster kini telah bermutasi menjadi makhluk yang memiliki kecerdasan seperti manusia , mereka tidak seperti monster yang setiap kali dihadapinya ,
Tetapi monster yang sangat berhati-hati , dalam melakukan perilakunya , bahkan dari pancaran tubuh mereka memiliki energi yang sangat besar ,
Tubuh mereka lebih menyerupai manusia setengah hewan ,
Mereka tidak memiliki taring bahkan tanduk ataupun ekor dan bulu ,
Setelah mereka berhadapan langsung dengan makhluk itu Maddu dapat mengerti bahasa yang di pergunakan oleh monster tersebut , pada saat ini Garro mencoba berbicara kepadanya ,
" Raugggk , Grauggkk " bahasa khas yang keluar dari mulut Garro disaat seseorang yang ia kenal mengajaknya berbicara ,
Setelah beberapa menit mereka berbicara , akhirnya Garro dapat memahami sebab dari apa yang sudah terjadi pada tubuh manusia yang terkena dampak Blue Hole ,
" Grauggkk , Raungkk " bahasa Garro menjelaskan kepada Maddu ,
" Apa … , pantas saja " kata Maddu menjawab ucapan dari Garro ,
" Maddu , apa yang dikatakannya " Marru yang penasaran ia pun mencoba bertanya kepada Maddu yang pada saat ini sedang berbicara dengan Garro ,
" Mereka adalah penduduk bumi yang akan dijadikan pasukan negara planet bintang zhizac " kata Maddu yang pada saat ini sambil mendengarkan penjelasan dari Garro ,
" Jadi mereka akan dijadikan pasukan " Cord yang mendengar ucapan dari Maddu ia pun memberikan pertanyaan ,
" Iya , dan setelah pasukan terbentuk , mereka akan menguasai bumi ini menjadi milik mereka , sebagian manusia yang tidak berpihak maka mereka akan dimusnahkan " kata Maddu lagi yang akhirnya menjelaskan kepada Marru rencana yang akan dibuat oleh Negara Bintang Zhizac ,
" Lantas , apa yang harus kita lakukan agar mereka meninggalkan bumi ini " Rais yang mendengarkan perbincangan antara Maddu dan Marru merasa tidak senang , ia sendiri sebagai penduduk bumi merasa terancam dengan kehadiran makhluk yang ingin menguasai bumi ,