
Tanpa sadar mataku terpejam dan aku mulai bermimpi , aku bermimpi melihat Marru berdiri di depan mataku sambil tersenyum ,
" Hellin … maaf aku meninggalkan mu dan tidak dapat menepati janjiku " katanya ,
" Marru , apakah kamu marru " kataku yang tanpa sadar sudah menangis , orang yang berada di hadapanku itu hanya menganggukkan kepalanya saja , aku pun yang sudah mendapatkan jawaban dari dirinya seketika berhambur memeluknya ,
" Marru … marru jangan tinggalkan aku lagi , aku takut sendirian " kataku yang semakin menangis ,
Marru tersenyum sambil membalas pelukanku ,
" Maaf hellin ... aku tidak bisa , saat ini ada hal penting yang harus aku selesaikan " katanya yang saat ini sudah melonggarkan pelukannya , aku yang merasakan tubuh marru secara perlahan mulai memudar seperti tertiup angin , aku pun berteriak sekencangnya,
" Marru …. Jangan tinggalkan aku " sambil menangis aku menggapai tubuh marru yang mulai menghilang , aku pun terbangun dari tidurku dan mencoba menelusuri seisi ruangan market tersebut ,
Aku baru sadar bahwa Rais sudah tidak ada di sampingku , aku pun berdiri mencoba mencari keberadaan Rais , sambil memanggil namanya ,
" Rais … Rais " teriakku memanggil namanya ,
Dari sebelah ruangan aku mendengar suara gaduh , seperti Seseorang sedang bertarung , aku mencoba mencari keberadaan suara tersebut ,
Ternyata yang aku lihat membuat aku sangat kaget ,
" Marru … Rais , " teriakku keras , membuat kedua orang yang saat ini sedang bertarung menghentikan pertikaiannya ,
" Hellin …." Hampir serentak keduanya menyebutkan namaku ,
" Iya … apa yang kalian berdua lakukan , mengapa kalian bertarung " tanyaku kepada keduanya ,
" Hellin , dia siapa " keduanya saling menunjuk kearah keduanya ,
" Dia marru dan ini Rais " aku menjelaskan kepada keduanya siapa mereka berdua ,
" Tapi mengapa kami memiliki wajah yang sama " kembali kedua berbicara serentak , aku yang melihat reaksi kedua pemuda tampan itu hanya dapat menahan tawa ,
" Heee… " tawaku yang hampir meledak ,
" Apa yang lucu Hellin" tanya marru yang merasa heran dengan sikap ku ,
" Tidak … tidak ada , hanya saja kalian terlihat sangat lucu , hemm … iya kembar , seperti kembar " kataku yang mengulangi ucapan ku ,
" Oh … benarkah , justru itu membuat ku sangat curiga " kata Rais dengan sedikit nada tinggi ,
" Tidak - tidak Rais dia marru kekasihku , tidak mungkin dia akan berbuat jahat terlebih lagi terhadapku " kataku lagi yang membela marru kekasihku itu ,
" Oh … begitu , ok … baik aku percaya padamu tapi tidak dengan dirinya " kata Rais yang masih belum percaya dengan Marru kekasihku itu ,
" Iyah … baiklah terserah kamu saja " kataku , sedangkan Marru hanya terdiam , ia masih memandang wajah Rais yang memang sangat mirip dengan dirinya , hal itu lah yang membuat marru tidak dapat menyela perkataan dari Rais mau pun diriku , sebab semua pasti akan merasa curiga dengan keadaan saat ini terlebih dengan situasi kebetulan wajah yang mirip bagai kembaran ,
" Yah sudah ayo kita kembali ketempat market itu , disana banyak sekali makanan , jadi kita tidak akan kelaparan untuk sementara waktu " kata Rais menyarankan kepada kami , aku dan marru hanya menganggukkan kepala saja , tanda setuju akan ide Rais tersebut ,
Ditengah perjalanan menuju market , marru bercerita bahwa dirinya sangat kesulitan mencari bahan makan , sampai tanpa sadar sudah meninggalkan hellin sendirian ,
Hellin yang mendengar penjelasan
dari marru akhirnya dapat memahami , hampir saja ia menangis oleh cerita marru , sebab ia sangat takut ditinggal sendirian ,
" Kau membuat ku sangat takut marru , bahkan ketika aku melihat Rais yang tiba-tiba tidak berada ditempatnya " kataku dengan ekspresi wajah manyun , Rais dan marru hampir bersamaan tertawa oleh sikapku itu dan pada akhirnya kami bertiga tertawa bersama ,
Sampailah kami di ruangan market , marru yang juga merasa lapar tidak membuang waktu lagi ia pun segera mencari sesuatu yang dapat ia makan , aku dan Rais hanya tersenyum melihat tingkah marru , sejenak Rais melupakan kecurigaannya terhadap marru ,
" Rais … apa kamu masih mencurigai marru ku " kata ku pelan sambil melihat ke arah Rais yang masih menyimpan senyuman ,
" Hem … apa , untuk saat ini tidak " katanya yang masih lekat melihat tingkah marru yang saat ini sedang asik memakan sesuatu ,
Kamipun akhirnya mencari tempat duduk yang nyaman , sedangkan Marru yang sudah menyelesaikan aksi makannya iapun menghampiri kami berdua ,
" Sepertinya kalian sudah selesai makan " kata marru kepada kami berdua ,
" Iya … sebab aku yang menemukan tempat ini dan membawa hellin yang putus asa itu , ia terlihat sangat kelaparan " kata Rais yang menjawab pertanyaan dari marru sambil menjelaskan kepadanya ,
" Yah .. sudah aku tidur dulu , kamu berjaga yah …. Auh , ngantuk sekali " disela-sela perkataannya marru menguap dan akhirnya membaringkan tubuhnya di atas lantai market yang dingin ,
" Yah sudah kalian berdua tidur , aku yang menggantikan kalian berjaga " kataku yang membuat marru terbangun dari tempatnya tidur ,
" Tidak mungkin kami membiarkan mu berjaga " kata marru yang tiba-tiba terbangun , begitu juga dengan Rais yang hampir sama mengeluarkan ekspresi wajahnya yang sama ,
" Benar … " kata Rais sambil mengangguk kepalanya ,
" Tidak apa , kalian berdua sudah berjaga saat ini , gantian aku yang akan menjaga kalian dan lagi hari sudah pagi , kalian berdua jangan kawatir , jika ada hal yang tidak diinginkan aku akan bangunkan kalian berdua " kataku menjelaskan kepada keduanya ,
" Yah sudah kalau begitu kami akan beristirahat dulu " kata marru yang sudah menguap dan akhirnya tidur lagi ....
Hari semakin siang , marru dan Rais masih tertidur , aku yang saat ini sedang mencari sebuah baju masih melihat sekeliling ruangan , di balik pintu sebelah barat terdapat ruang kamar mandi , ingin sekali aku Mandi dan membersihkan diri yang sudah berhari-hari tidak tersiram oleh air ,
Pada saat ini ditangan ku sudah ada handuk , peralatan mandi dan baju ganti ,
Tidak mau buang waktu aku segera menuju ruangan tersebut , ditengah asiknya diriku yang saat ini sedang mandi , aku tidak mendengar suara teriakan dari Rais dan marru yang saat ini sedang mencariku ,
Namun dari sela-sela gemericik air yang keluar dari kran aku masih dapat mendengar teriakkan dari marru yang saat ini hampir mendekati ruang kamar mandi ,
" Hellin … kamu dimana " teriakan Suara marru terdengar keras ,
Aku yang saat ini mendengar suara marru segera menyahutinya ,
" Marru … aku disini " teriakku kencang , marru yang mendengar suaraku segera mendekati tempatku berada ,
Pada saat ini aku sedang mengenakan pakaian ganti dan sudah terlihat sangat rapi , dengan sedikit polesan wajahku terlihat sangat cantik ,
" Hellin … apa yang sedang kamu lakukan disini , wauw … kamu cantik sekali " puji marru yang saat ini sudah berada di ruangan ,
" Benarkah … " kataku lagi dengan senyum manis ku ,
Marru yang melihat senyumku semakin tersipu dan membalas dengan senyuman ,
" E… marru tidakkah kamu ingin membersihkan diri " tanyaku yang ingin mengalihkan pembicaraan ,
" Iya , itu ide bagus " katanya yang langsung bergegas keluar dari dalam ruangan dan mengambil beberapa pakaian dan peralatan , Rais yang melihat Marru sedang sibuk ia pun mendekati marru ,
" Marru , apa yang sedang kamu lakukan " tanya Rais yang saat ini sudah berada di dekatnya ,
" Oh , aku ingin mandi … iya mandi " katanya yang langsung beranjak meninggalkan tempat pakaian , Rais juga mengambil beberapa pakaian yang menurutnya layak , setelah itu ia mengikuti Marru tanpa berkata apa-apa ,
Sesampainya keduanya di dalam ruangan , Rais melihat Hellin yang terlihat sangat cantik ,
" Hellin , apakah itu kau " tanya Rais yang hampir terkejut melihat sosok bidadari cantik dihadapan marru ,
Lain halnya dengan marru ia segera masuk ke dalam ruang kamar mandi , dan terdengar bunyi air kran bergemericikan ,
Rais baru menyadari bahwa marru sudah masuk kedalam ruangan tersebut , ia pun melakukan hal yang sama seperti marru sambil terus memperhatikan Hellin yang sangat cantik menurutnya ,
Tidak lama kemudian kedua pemuda itu selesai dari aktivitas mandinya , ia pun keluar dari dalam ruangan tersebut ,
" Wah … kalian terlihat sangat segar " kata Hellin yang memuji keduanya ,
" Oh … tentu , airnya terasa segar ditubuh , terlebih lagi aroma sabun ini " Kata Rais sambil mencium lengannya sendiri ,
Setelah perbicangan itu kami keluar dari ruangan tersebut ,
" Marru , Rais apa yang akan kita rencanakan " tanyaku yang saat ini sambil berjalan ,
" Seperti rencana semula , kita akan mencari penduduk kota yang selamat , setelah itu kita akan menyusun rencana " kata marru yang saat ini masih melangkahkan kakinya ,
" Aku setuju dengan usulmu " jawab Rais yang menyetujui rencana Marru ,
" Tapi sebelum melakukan pencarian , kita harus menyiapkan perbekalan dan peralatan yang dibutuhkan " kata Hellin yang saat ini sudah mengambil sebuah tas ,
" Iya , kamu isi perbekalan dan senjata , begitu juga dengan kami " katanya yang langsung saja keduanya mengikutiku yang sudah memegang berbagai macam jenis makanan dan beberapa obat-obatan,
Sedangkan keduanya tengah mencari sebuah senjata untuk melindungi diri ,