
Saat ini Marru dan beberapa temannya mencoba menelusuri kota lagi , kali ini ada cord yang akan menemani mereka, Harris juga ikut sebab kali ini ia akan menjadi pemandu jalan , mereka semua akan mencari orang yang masih selamat dari dampak Blue Hole Raksasa ,
Harris mengarahkan mereka kesebuah distrik yang biasanya para anak muda berkumpul , di sana mereka akan sering melakukan atraksi dan kebolehan melakukan hal yang mereka sukai , berbagai macam organisasi yang mereka bentuk agar dapat bersosialisasi sebab daerah Harris selalu membuat acara bagi kawula muda untuk unjuk kebolehan , pemenangnya akan mendapatkan hadiah dari pihak pemerintah ,
" Disini tempat biasa kami berkumpul " kata Harris yang menunjukkan arah jalan tempat mereka biasa berkumpul ,
Tempat itu masih sepi dan sangat sunyi sekali , seperti tidak ada satu orang pun yang masih hidup , lengang tanpa suara ,
Mereka berenam terus berjalan menyusuri setiap gang dan lorong , tempat itu masih tidak menimbulkan suara atau hal yang mencurigakan ,
Cord terdiam ia berdiri mematung dari tempatnya , Swie dan Barru ikutan berhenti sebab pada saat ini mereka berada dibelakang cord ,
" Ada apa cord , apakah kamu dapat mendeteksi sesuatu " Swie yang merasa aneh dengan sikap cord ia pun bertanya kepadanya ,
" Swie , bukan kamu memiliki eye shadow" kata Cord yang mengetahui salah satu kekuatan milik Swie , eye shadow adalah kekuatan mata yang dapat menerawang jauh , ia dapat melihat benda apapun yang ia ingin ketahui ,
" Tapi , disini tidak berfungsi " kata Swie menjawab pertanyaan dari Cord ,
" Oh , pantas saja kamu tidak merasakan keberadaannya yang cukup jauh itu " kembali cord berkata ia sendiri baru mengetahui bahwa kekuatan Swie itu tidak sepenuhnya dapat ia gunakan , hal itu juga kendala bagi mereka dalam mengetahui situasi yang saat ini terjadi ,
" Memang kenapa cord , kamu bisa langsung jelaskan agar kami dapat segera memahami situasi ini " mendengar ucapan dari Barru yang begitu keras , Marru , Rais dan Harris menghentikan langkahnya , mereka berbalik melihat kearah ketiga temannya yang sudah tertinggal di belakang ,
Namun cord membungkam mulut Barru , Barru yang mendapatkan perlakuan sedemikian dari Cord tentu saja ia berontak dan ingin melawan ,
" Suuttt …. Jangan berisik mereka kalau terdeteksi tidak begitu jauh , dibawah kita " kata Cord dengan suara yang ia tahan agar tidak menimbulkan kegaduhan , Harris mendekati mereka bertiga , setelah mendengar ucapan Cord yang terakhir , Harris dapat mengerti maksud Cord ,
" Dibawah ini masih ada ruang untuk latihan , kita bisa turun melalui tangga dibawah " kata Harris , lagi-lagi cord memerintahkan agar Harris bersuara pelan ,
" Suuttt … mereka ada dibawah kita , tempat disini " kata Cord yang menunjukkan kearah bawah kakinya , Harris curiga dengan sikap cord begitu juga Marru dan yang lainnya , ia akhirnya mencoba mendeteksi sesuatu yang dikatakan oleh cord ,
Setelah Marru mengeluarkan energi miliknya , ia pun sangat terkejut ,
" Tidak mungkin , banyak sekali " kata Marru yang sangat kaget , ia dapat merasakan energi tersebut ,
" Apa … apa maksudnya " Swie yang merasakan ada hal yang tidak beres ia pun mencoba bertanya , sebelum ia mendapatkan jawaban ia mencoba mengeluarkan energi miliknya , ia sudah menjelajahi ruang bawah tanah yang dimaksud oleh cord , hampir saja Swie terjerembab jatuh ke atas lantai jalan ,
" Tidak mungkin , mengapa begini " katanya yang juga terkejut seperti Marru ,
Begitu juga Barru ia melakukan hal yang sama seperti Swie , hampir saja Barru berteriak kencang , namun cord membungkam mulutnya agar dia tidak berteriak keras ,
" Bagaimana ini " kata Barru yang sudah menyadari akan situasinya ,
" Hubungi Hellin , suruh Sena mengevakuasi semuanya , dan jangan lupa segera mereka bersiap-siap di perbatasan , setelah kita menyelesaikan tugas ini kita akan melanjutkan perjalanan " kata Marru yang diangguki oleh Swie , Barru yang sedikit ragu ia kembali berkata ,
" Tapi kita belum menyelidiki semua kota dan lagi bagaimana dengan Harris ia tidak mungkin melawan monster itu " kata Barru yang membuat Marru menyadari Bahwa Harris berada bersama mereka ,
" Swie , evakuasi Harris kita akan pergi terlebih dahulu " kata Marru , Swie dengan segera menyeret tubuh Harris , Harris yang merasa bahwa dirinya sangat ingin ikut bertarung itu tidak dapat melepaskan diri dari Swie , sebab Swie sudah mengeluarkan energinya , Swie ingin berteleport menuju kamar Hotel dimana Hellin berada ,
Sesampainya ia di kamar Hotel , Swie segera memerintahkan Sena dan yang lainnya segera meninggalkan Hotel tersebut ,
" Pangeran ingin tuan Putri bersiap -siap meninggal Hotel ini , sena evakuasi semuanya jangan lupa isi perbekalan , kalian tunggu kami di gerbang perbatasan kota , secepatnya kita akan menyusul setelah urusan ini selesai " Kata Swie yang secepat kilat meninggal semuanya , Sena dan Langhe segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Swie , mereka semua bersiap -siap meninggal Hotel tersebut ,
Setelah mengisi perbekalan dan bahan bakar mereka pergi meninggalkan kota H ,
Harris merasa tidak tenang , ingin sekali ia bertarung bersama Marru juga teman-temannya , namun setelah melihat ekspresi Swie yang cemas dan kawatir itu , ia memberi kesimpulan bahwa pada saat ini mereka dalam masalah yang sangat darurat , mungkin saja dirinya akan jadi penghalang bagi mereka untuk bertarung dan pasti saat ini mereka sedang melawan monster yang sangat mengerikan ,
Mini Bus itu terus melaju kencang , ia tidak perduli dengan debu yang berterbangan menghalangi jalan mereka ,
Sedangkan Marru dan teman-temannya pada saat ini sedang menuruni tangga bawah tanah , baru saja mereka pada anak tangga ketiga Swie sudah berada di belakang mereka ,
" Iya , ini aku " jawab Swie , suasana masih sunyi , dari dalam mulai terdengar suara Geraman dari monster tersebut , semakin mereka dekat dengan lantai dasar semakin mereka dapat merasakan energi yang begitu banyak sekali ,
Entah makhluk apa yang begitu banyak , tidak mungkin semua penduduk kota H sudah menjadi korban dari kekuatan Blue Hole Raksasa ,
Marru dan yang lainnya terus berjalan menyusuri lorong bawah tanah , tempat itu memang mirip basecamp yang dibagi menjadi beberapa ruangan ,
Masing-masing ruangan terdapat pintu besi ,
Terdengar suara raungan yang sangat keras , sampai dinding bawah tanah ini bergetar oleh raungan tersebut ,
" Marru , bagaimana " Cord mencoba bertanya apa yang mesti mereka lakukan ,
" Terus berjalan , kita periksa satu demi satu ruangan " kata Marru yang terus bergerak maju ,
Rais tetap siaga dengan senjata ciptaan Swie ia terus mengikuti langkah Marru ,
Barru berjalan mendahului Marru ia tidak ingin Marru mendapatkan serangan fisik ,
Barru membuka pintu yang terbuat dari besi , suara deritnya terdengar sedikit nyaring , membuat monster yang berkeliaran itu seketika melihat ke arahnya , jumlah monster tersebut tidak terbilang jumlahnya , namun tubuh mereka hanya sebesar induk kucing ,
Barru terkaget melihat monster dengan taring tajam serta kuku yang sangat runcing , monster itu tidak membuang waktu lagi ia segera menyerang anggota Marru yang telah mengusik keberadaan mereka ,
Berbagai bentuk dan jenis monster berbeda ukuran , ada sebagian monster telah mati , sepertinya mereka telah memangsa teman sendiri , kelima orang itu sangat bersemangat sekali melawan monster tersebut , satu demi satu monster itu mereka bunuh ,
Sampai pada akhirnya mereka telah melenyapkan semua monster yang berada di dalam ruangan satu ,
Masih ada beberapa ruangan lagi , mereka semua telah keluar dari dalam ruangan tersebut ,
" Untung saja mereka kecil , tapi gerakannya sangat gesit , aku pikir mereka sangat besar dan menyeramkan " kata Rais yang baru saja merasakan pertarungannya dengan monster yang jumlahnya cukup banyak , namun monster tersebut sedikit mudah untuk di atasi ,
" Iya , mereka terlalu lemah , jadi sangat mudah untuk diatasi " kata Cord yang masih berjalan di belakang mereka ,
" Dari mana kamu bisa tahu cord , bahwa monster itu sangat kecil dan lemah " Barru bertanya kepada cord yang sepertinya ia lebih mengetahui perihal monster yang berada di bumi ,
" Apa kamu lupa bahwa kita dulu juga pernah berperang melawan bangsa sendiri , mereka mengerahkan monster yang lebih besar ukurannya dan lebih ganas dari yang tadi , bahkan perwira kita juga banyak yang tewas menghadapinya " kata Cord yang tidak ingin dirinya di curigai ,
" Oh , begitu jadi kamu pikir aku sedang menyelidikimu " kata Barru lagi , membuat cord menaikkan alis sebelah ,
" Hoh , jadi kamu pikir aku sengaja mau bertarung dengan pangeran , Barru selama ini Pangeran mempercaiku untuk melakukan tugas berat dan hasilnya selalu memuaskan " cord membela diri , walau bagaimanapun ia adalah perwira kepercayaan Pangeran dari Bintang Aries ,
" Heks , syukurlah akhirnya kamu mengerti , aku pikir kamu donggo dan pura-pura tidak tahu " jawab Barru ketus yang tidak senang jika Cord menyerang Marru lagi ,
" Aku tahu siapa yang pantas untuk aku hormati dan aku lindungi " cord berjalan mendahului Barru dan yang lainnya , Marru masih terdiam ia sendiri tidak tahu harus bagaimana , namun setelah perdebatan kecil itu , mereka berdua sama-sama terdiam , tidak ada satu komentar terlontar dari mulut keduanya ,
Sampai pada akhirnya mereka tiba di depan pintu yang kedua , Cord Secara perlahan-lahan membuat pintu tersebut ,
Derit pintu berbunyi , terlihat sekali tubuh dari monster itu yang penuh dengan bulu , mereka semua menyeringai dan sangat menyeramkan , dari sekian banyak monster , ada salah satu dari mereka yang menyeruak keluar diantara deretan monster yang mengelilingi ,
Dengan sangat cepat monster itu menyerang mereka , yang pertama terkena serangan itu adalah cord , ia dengan senjatanya tidak ingin terkena dampak serangan , dengan serta merta ia mengayunkan senjata kearah monster yang telah menyerang dirinya ,
Barru dan yang lainnya segera menyeruak masuk ke ruangan tersebut , pertarungan kembali terjadi , monster itu sama seperti monster yang mereka jumpai pada ruangan pertama ,
" Kita serang mereka dan tuntaskan " kata Rais yang sudah mengayunkan senjatanya ,
" Iya , aku tidak ingin tuan Putri menunggu lama " kata Swie yang terus mengamuk di dalam ruangan itu ,
Cord yang tidak ingin pendapat perkataan yang pedas dari Barru ia bersungguh-sungguh bertarung melawan monster tersebut ,