
Pesawat yang membawa Hendri dan Marko landing dua jam berikutnya, dan mereka langsung masuk kedalam mobil yang telah menunggu mereka di luar bandara
Mobil mewah yang menjemput Hendri dan Marko tak lain adalah mobil pribadi Hendri yang ada di kota itu
"Langsung menuju villa" ucap Hendri dingin
Supir pribadi yang berpakaian necis itu hanya mengangguk pelan dan segera melajukan mobil dengan pelan
Satu jam berikutnya mobil telah masuk kesebuah bangunan villa mewah milik Hendri
Keluarganya tak ada yang tahu jika dia memiliki villa mewah di kota ini. Tiap mereka berlibur ke kota ini, Hendri tak pernah membawa keluarganya menginap disini
Villa ini dipakainya khusus untuk dirinya menenangkan diri, dan Marko sebagai tangan kanannya yang telah puluhan tahun bekerja pada laki-laki dingin berusia empat puluh tahun ini yakin jika tuannya sedang banyak masalah dan ingin menenangkan diri
Hendri langsung turun dari mobil dan segera masuk kedalam villa, dan hanya tersenyum sekilas ketika berpapasan dengan beberapa pekerja villa
"Makanannya sudah siap tuan"
Hendri menghentikan langkahnya dan menoleh kearah perempuan paruh baya yang membungkukkan badannya sebentar memberi hormat padanya
"Nanti bik, saya mau keatas"
Selanjutnya Hendri langsung naik keatas, menuju roof top dan langsung berdiri di pinggir balkon
Hendri akan betah berjam-jam apabila sudah berada di atas balkon ini
Pemandangan yang indah dari atas ketinggian ini membuatnya betah dan melupakan sedikit masalah pekerjaannya
Itulah sebabnya Hendri akan suka berada disini, pemandangan alam dan kesejukan udaranya membuatnya merasa memiliki energi baru lagi
Marko yang masuk tak akan berani menyusul, dia hanya memasukkan koper bosnya kedalam kamar lalu menyusun pakaiannya dalam lemari
Marko tertegun ketika dilihatnya pakaian yang dibawa Hendri sepertinya kurang cocok untuk dipakai meeting besok
Dia mendecak kesal karena dia yakin jika Nia, istri Hendri tak menyiapkan pakaian bosnya
"Aku yakin ini menjadi salah satu penyebab pusing kepala pak Hendri" gumamnya lagi sambil terus meletakkan pakaian tersebut kedalam lemari
Setelah selesai Marko keluar dari dalam kamar pribadi Hendri lalu duduk di teras
Dia segera membuka tablet dan mulai mengecek email perusahaan
Wajahnya langsung serius dan tak memperdulikan sekitarnya lagi, dan langsung bekerja karena besok akan ada meeting besar dengan kolega dan investor asing
Hendri yang masih betah di atas tak memperdulikan ketika hpnya sejak tadi berdering
Dak dia juga tak menghiraukan ketika dentang denting pesan masuk.
Satu jam selanjutnya barulah dia mengambil hpnya dan melihat begitu banyak panggilan terabaikan dari Nia
Hendri menarik nafas dalam dan membuka pesan dari sang istri
Papi kemana sih kok mami nyusul kekantor papi nggak ada
Pi, hari ini mami ada arisan berlian, transfer lagi ya uangnya, uang kemarin nggak cukup
Papi dimana sih kok nggak jawab telepon?
Hendri menarik nafas panjang kembali ketika membaca isi pesan Nia. Tanpa banyak komentar dia segera membuka Mbanking, dan mentransfer uang pada istrinya, lalu kembali meletakkan hpnya
Tak lama hpnya berdering kembali dan itu masih panggilan dari istrinya
Hendri bergeming, dia hanya melirik sekilas lalu kembali menatap ke depan
Tak lama ada pesan masuk kembali, dan Hendri hanya melihat di bilah status tanpa membuka aplikasi
Makasih banyak ya pi, I love you Pi😘😘
Hendri tersenyum segaris dan kembali berjalan dipinggir balkon menghirup udara sebanyak-banyaknya
...----------------...
Aku hanya berjalan mondar mandir di dalam kamar tanpa tahu harus melakukan apa. Untuk sekedar keluar dari dalam kamar atau berjalan-jalan di sekitar hotel aku tak berani
Kerjaku sepanjang hari sejak ditawan Hendri di hotel ini hanya tidur, melamun dan menangis
Air mataku rasanya tak habis-habis, aku selalu menangis karena teringat dengan ketiga anakku
Atau aku kabur saja ya?, toh Hendri tidak tahu jika aku kabur, kan dia nggak ada?
Ah benar, aku kabur saja. Apalagi ini adalah hari kedua Hendri tak menemui ku lagi. Bisa jadikan jika dia memang tidak mau menemui ku lagi atau dia sudah sadar jika aku adalah kakak iparnya, jadi tidak bisa dinikahinya
Aku menganggukkan kepalaku, dan mulai menyusun rencana untuk kabur malam nanti, aku mulai menyusun strategi agar Hendri tak bisa menemukanku
Jika kemarin aku berencana ingin membekapnya dengan bantal, tapi tidak dengan rencana kali ini, aku akan kabur dari hotel ini ketika tengah malam nanti
Tapi aku tersadar dan kembali menyusun ulang rencanaku, tak mungkin aku kabur malam ini. Aku mau kemana malam-malam?, bertemu dengan ketiga anakku juga tidak mungkin, mereka pasti berada di dalam rumah dan sudah bisa dipastikan jika mereka sudah tidur
Jadi aku putuskan jika aku akan kabur besok, sekitar jam dua belasan biasanya suasana hotel sepi, jadi aku bisa leluasa keluar dari hotel ini
Kemudian aku akan mendatangi ketiga anakku dan membawa mereka bertiga pergi dari kota ini
Aku akan membawa ketiganya ketempat dimana Agung maupun Hendri tidak bisa menemukan kami
...----------------...
Karena Marko merasa pakaian yang bosnya bawa kurang cocok, maka setiap pagi dia meminta pada supir yang kemarin menjemput mereka mengantarnya ke butik terbaik di kota ini
Setelah memilih tuxedo shaw lapel, kemeja mengkilap warna senada dengan tuxedo dan juga dasi, Marko segera pergi dari butik tersebut
Dan kembali dia meminta diantarkan ke toko sepatu, dan lagi-lagi Marko dengan cekatan memilihkan ukuran sepatu untuk bosnya
Setelah semuanya selesai barulah Marko pulang kembali ke villa
Hendri yang mengetahui jika meeting hari ini akan berlangsung siang hari, memilih bangun siang dan ketika Marco pulang dari berbelanja dia hanya tersenyum sekilas
"Apa setiap hari kamu akan berbelanja?"
Marko tersenyum, memang benar yang dikatakan Hendri, setiap hari dia berbelanja pakaian untuk Hendri pakai meeting
"Saya hanya tak ingin bos kelihatan tak pantas di depan kolega yang lain"
Hendri tersenyum segaris mendengar jawaban Marko
"Sebentar lagi tugas ini tidak perlu kamu lakukan"
Marko mengernyitkan keningnya mendengar jawaban Hendri, dan Hendri seperti tak menghiraukan keheranan Marko
Tepat jam satu siang mereka sudah berada di dalam ruang meeting ketika handphone Hendri bergetar
Hendri hanya melihat sekilas dan wajahnya berubah tegang ketika yang meneleponnya adalah anak buah yang disuruhnya mengawasi Linda selama dia tidak berada di sana
Marko dapat menangkap perubahan wajah Hendri, tapi dia berusaha tenang, karena dia khawatir jika Hendri meninggalkan ruang meeting, itu sama halnya dengan dia menghancurkan mega proyeknya sendiri
Wajah Hendri kian menegang ketika dia membuka pesan masuk. Duduknya kian gelisah dan berkali-kali dia tak fokus
Padahal saat itu meeting baru saja dimulai, dan bisa dipastikan jika meeting akan selesai menjelang malam
Berkali-kali Hendri menghembus nafas panjang dan hanya menjawab ataupun bertanya tentang presentasi dengan singkat
Marko sebagai tangan kanan Hendri yang terkenal handal segera mengambil alih semua penjelasan ketika dirasanya Hendri makin tak fokus
Dan Hendri hanya menoleh sekilas pada Marko yang lancar menjelaskan rencana mega proyek mereka kepada semua kolega, investor dan pemegang saham
Hingga akhirnya menjelang jam enam sore, barulah meeting selesai. Hendri segera menjabat hangat semua rekannya dan segera meninggalkan ruang meeting
Marko setengah berlari mengejar Hendri yang sudah masuk kedalam lift
Marko tahu pasti ada masalah genting sampai Hendri sebegini khawatir dan paniknya
Sampai di bawah, Hendri segera membuka pintu mobil dan masuk
"Ke Bandara sekarang!" ucapnya tegang
Marko hanya melirik sekilas pada Hendri, karena jadwal kepulangan mereka tiga hari lagi bukan malam ini, tapi dia tak berani bertanya selain menurut