Istri Yang Tergadaikan

Istri Yang Tergadaikan
Sadar


"Tidak dokter, dia bukan suaminya!" cegah Mike cepat dan segera menarik bahu Hendri


Dokter yang bingung, menatap wajah keduanya bergantian


"Siapa tadi yang membawa pasien kesini?"


"Saya dokter" kembali Mike menjawab cepat


"Anda masuk!"


Mike langsung menerobos masuk dan langsung berlari kearah Linda yang terbujur kaku


"Linda....?" ucapnya terus menunduk memegang wajah Linda yang tampak biru lebam


"Bagaimana keadaannya dokter?"


"Kakinya remuk, kemungkinan dia akan cacat seumur hidupnya"


Mike langsung menggeleng dan menutup wajahnya dengan frustasi


"Please dokter lakukan yang terbaik untuknya, selamatkan dia dokter, saya mohon"


Dokter berjalan kearah meja lalu memberikan hasil ct scan pada Mike


"Tulang betisnya remuk, kemungkinan dia untuk normal kembali sangat tipis, dan sampai sekarang pasien masih belum sadarkan diri"


Mike yang melihat hasil ct scan langsung meneteskan air matanya


"Apa tidak ada cara lain dokter?, tolong... please"


Dokter tersebut menggeleng


"Tidak bisa tuan, kita berharap semoga tulangnya yang remuk tidak membusuk"


Mike kembali menggeleng mendengar kalimat terakhir dokter


"No, doctor. Linda will be fine, I believe it"


Dokter tersebut bangkit dan menepuk pundak Mike yang masih memandang hasil ct scan dengan kalut


Dokter kembali berjalan kearah Linda memeriksa selang yang terpasang di tubuhnya dan melihat layar komputer yang merekam detak jantungnya


"Kita bisa keluar tuan?, biarkan pasien istirahat"


Mike mengangkat kepalanya kemudian menggeleng


"Tidak dokter, aku masih ingin disini"


Dokter kembali menghampiri Mike, kembali menepuk pundaknya dan menggelengkan kepalanya


"Berdoalah semoga pasien bisa melewati masa kritisnya, ayo..." dokter menuntun tubuh Mike berdiri lalu Mike yang telah berdiri, berjalan kearah Linda yang masih terpejam


"Apologize me, Linda....." lirihnya sambil menunduk dan mendaratkan kecupan di kening Linda yang terasa panas


"Dia demam dokter?"


Dokter mengangguk


"Berdoalah semoga pasien cepat sadar dan bisa melewati masa kritisnya"


Mike kembali menyentuh tangan Linda, lalu tubuhnya kembali dituntun oleh dokter yang akhirnya membuatnya menuruti perintah dokter, segera keluar dari dalam ruang icu


Melihat Mike dan dokter keluar, Hendri yang masih menunggu diluar segera bangkit


"Bagaimana keadaannya dokter?"


Mike kembali memandang Hendri dengan tatapan marah. Kertas hasil ct scan yang ada di tangannya di berikannya ke dada Hendri dengan kasar


"Read it!"


Hendri mengambil kertas yang didorong kan Mike ke dadanya, melihat kertas tersebut lalu menatap dokter dengan bingung


"Tulang betis pasien remuk, dan kemungkinan terburuknya adalah pasien selamanya akan mengalami kelumpuhan"


Dada Hendri langsung sesak, nafasnya tersengal dan kembali tubuhnya limbung


Dokter hanya menarik nafas panjang melihat Hendri yang shock, sedangkan Mike kembali mendengus kesal dengan wajah menatap sinis kearah Hendri


"Tidak, tidak mungkin dokter, Linda tidak mungkin akan lumpuh" gumamnya tak jelas


Bodyguard yang sejak tadi duduk di dekatnya juga tampak shock dan menarik nafas panjang


"Saya bisa menemuinya dokter?, tolong dokter, saya suaminya"


Mike yang sejak tadi menahan marah, langsung menarik kerah baju Hendri


"What you say?, you said that you are her husband, right?"


BUGHHH!!!


Kembali sebuah pukulan mendarat di wajah Hendri


"You not her husband, you are a devil!" teriak Mike


Hendri yang terhuyung segera mengusap wajahnya yang terasa sakit akibat pukulan keras Mike, sedangkan bodyguard yang semula duduk dan tampak shock langsung berdiri dan mendorong kasar pasien


"Tolong kalian berdua jangan ribut di sini!"


Mike yang masih tampak kesal segera memilih pergi dari sana sedangkan Hendri masih terduduk kaku


...----------------...


Tiga hari selanjutnya


Aku mengerang kesakitan dan sangat sulit membuka mataku.


"Tolong....." lirihku


"Linda?, kamu sudah sadar?"


Aku mengenali suara itu, walau baru sebentar mengenalnya tapi aku tahu jika itu suara Mike


"Mike..... help me...."


Kurasakan Mike memegang tanganku lalu terdengar suara orang lain selain Mike


Lalu aku pun merasakan ada sebuah benda yang menempel di dadaku dan tampak berpindah pindah tempat


"Syukurlah akhirnya anda sadar"


Aku kembali berusaha membuka mataku walau hanya terbuka sedikit


"Jangan dipaksa, buka saja matanya pelan-pelan"


Aku melirik kearah sumber suara, yang ternyata suara dokter


Aku menggerakkan bibirku memaksa senyum kearahnya


"Aku belum mati dokter?"


Mike semakin mengeratkan genggamannya pada jariku dan kulihat dokter tersenyum


"Anda akan baik-baik saja"


Lalu aku menoleh kearah Mike yang wajahnya sangat menyiratkan kekhawatiran


"Kamu tidak apa-apa Mike, are you okay?" lirihku


"I am okay Linda, thank you untuk pertolongan kamu"


Aku kembali tersenyum. Lalu Mike melepaskan genggamannya pada jariku ketika dokter kembali memeriksa keadaanku dengan intensif


"Kita pindahkan keruang perawatan"


"Di lantai bawah penuh semua dokter, lantai atas yang masih ada kamar kosong"


"Siapkan kamar itu!"


"Baik dokter"


Sementara dokter terus memeriksa keadaanku, perawat tadi keluar. Dan Mike masih setia berdiri di bawah kakiku, terus menatap ke arahku dengan ekspresi khawatir


Hendri kembali bangkit dari kursi ketika melihat perawat keluar dari ruang icu


"Bagaimana keadaan istri saya suster?"


"Syukurlah pasien sudah sadar dan sekarang sedang ditangani oleh dokter"


Hendri mengusap wajahnya dengan lega lalu segera berjalan cepat kearah pintu ruang icu dan langsung mendorong pintu tersebut


"Hendri...." ucapku tercekat


Mike segera menghadang langkah Hendri dengan memegang keras dadanya


"Keluar kamu, jangan buat Linda drop lagi"


Aku memandang takut pada dokter dengan menggelengkan kepalaku


"Aku suaminya, aku jauh lebih berhak dari kamu" bentak Hendri


Aku memejamkan mataku, berusaha menenangkan debar jantungku yang berdegup kencang


Sementara Hendri dan Mike masih terlihat adu argumentasi


"Please Mike, lepaskan dia"


Mike menoleh ke arahku dan kembali memegang jariku


"Please Mike, tinggalkan aku berdua dengan Hendri"


Mike menggeleng


"Yang dikatakan dia benar, dia suamiku...."


Mike melepaskan genggamannya pada jariku, menatap tak percaya padaku dengan menggeleng-gelengkan kepalanya


"You lie me Linda. His not your husband"


Aku memandang sedih kearah Mike


"Tolong dokter, bisa tinggalkan kami berdua?"


Mike yang frustasi segera keluar, begitupun dengan dokter yang terlebih dahulu mengusap tanganku


"Kami menunggu di luar"


Hendri mengangguk ketika dokter mengucapkan kalimat itu padanya


Aku menggigit bibirku dan menatap Hendri dengan penuh ketakutan ketika dia mendekat ke arahku dan sekarang telah duduk di sampingku


Aku tak berani menarik tanganku ketika Hendri menggenggamnya dengan erat


"Maafkan aku Linda....." lirihnya sambil membawa jariku ke wajahnya


"Jangan sakiti orang baik yang ada di sekitarku Hen, Mike tidak bersalah, akulah yang bersalah disini"


"Bawa aku pergi dari tempat ini Hen, buat aku hamil dan melahirkan anakmu, setelah itu aku mohon lepaskan aku"


Air mataku langsung mengalir ketika mengatakan kalimat tersebut


Kemudian aku menarik tanganku lalu membuang wajahku, tak mau melihatnya lagi


Dokter kembali masuk dan sekarang bersama dua orang perawat laki-laki yang langsung mendorong brankar keluar


Aku melirik kearah Mike yang langsung berdiri di sampingku dan langsung menggenggam jariku, berjalan di sebelah brankar


Brankar berhenti dan dua orang perawat yang tadi mendorongku saling toleh


"Brankar ini tidak bisa lewat tangga, jalur khusus brankar yang menuju lantai dua sedang diperbaiki"


"Aku akan menggendongnya"


Aku yang sedang menoleh kearah perawat yang sedang berkata tadi refleks menoleh kearah Mike


"Jangan sentuh istriku!"


Tangan Mike yang telah terulur langsung berhenti dan menoleh kebelakang dengan pandangan kesal, tapi Mike tak memperdulikan bentakan Hendri dia terus saja melanjutkan niatnya


"Tolong Mike, jangan buat aku kembali berada di posisi sulit" lirihku


Mike memandang wajahku dengan sedih lalu meluruskan kembali tubuhnya dan membuang mukanya ketika Hendri mengangkat tubuhku


"Aaarrrggghh....." jeritku tertahan


Hendri langsung membawaku menaiki tangga dan aku hanya diam saja tak berani bersuara


Dua perawat yang berada di belakang kami langsung membuka pintu ruangan dan Hendri langsung membawaku masuk


Meletakkan tubuhku dengan pelan, dan membetulkan selimut di tubuhku


Masih kulihat Mike berdiri di bawah kakiku, terus memandang ke arahku


"Please pergilah Mike...." lirihku


Hendri yang duduk di sampingku memandang tajam kearah Mike


"No Linda, aku tidak akan meninggalkanmu bersama devil ini!"


Aku menggeleng


"Please, go away Mike, this for my live"


"No!" Mike menggeleng kuat


Air mataku langsung mengalir


"Please Mike, nyawaku ada di tanganmu, tolong pergilah dari sini"


Kulihat Mike berjalan kearah Hendri dan melayangkan pukulan keras ke wajah Hendri


"Stop Mike!" teriakku


Dua perawat yang masih berada di ruangan ini langsung menarik bahu Mike, dan aku yang telah menangis terus terisak


"Please leave me Mike, leave me" teriakku sedih


Mike menarik bahunya yang dipegang dua perawat tadi, lalu berlari ke arahku


Berjongkok memelukku dan berusaha menenangkan ku


Rahang Hendri kembali mengeras dan berusaha mati-matian menahan emosinya ketika melihat Mike memeluk Linda


Dengan pelan aku mendorong dada Mike yang menempel di bahuku, mengusap kasar wajahku dan menatapnya dengan dalam


"Terima kasih untuk satu hari yang sangat bahagia yang kamu berikan padaku kemarin, terima kasih" ucapku yang kembali terisak


"Pergilah Mike, jangan pernah muncul lagi di hadapanku, jika aku masih bernyawa, yakinlah suatu hari nanti kita akan bertemu kembali"


Hendri mendengus kesal dan jelas sekali terdengar oleh telingaku


"Tolong mengertilah Mike, keselamatanku ada di tanganmu"


Setelah itu aku membuang wajahku tak berani melihat kearah Mike yang bingung menatapku