Duda Luar Biasa

Duda Luar Biasa
Aku Mencintaimu!


Arion menuntun Amber dengan hati-hati saat keluar dari lift. Mereka telah sampai di sebuah ballroom yang mewah dan luas dengan banyak hiasan balon dan bunga.


"Kejutan!" seru puluhan anak dengan serentak saat penutup mata Amber di buka.


Amber membulatkan mata lebar dengan bibir menganga. Ia terharu, Arion mengumpulkan hampir semua anak-anak yang mengikuti kelas tari baletnya untuk berada di ruangan ini.


"Happy wedding," ucap Renata dengan senyum lebar. Ia berbohong pada Amber jika ia tidak bisa menghadiri pesta pernikahannya, namun diam-diam Renata membantu Arion untuk mengumpulkan semua murid balet yang sudah sejak lama Amber ajar.


Semua anak-anak mulai berlarian menghampiri Amber dan memeluk wanita itu satu persatu. Setiap anak membawa setangkai bunga pilihan mereka dan memberikannya untuk Amber.


Dan yang membuat Amber lebih terkejut, Aara dan Claire bahkan masih berada di tempat ini. Aara terlihat asik bermain dengan teman-temannya. Amber menangis haru, ia tidak bisa menahan air matanya.


"Terima kasih, Renata. Membawa semua anak ini pasti merepotkan," ucap Amber. Renata memeluknya.


"Jangan berterima kasih padaku, semua ini ide suamimu," jawab Renata.


Amber berbalik, menatap Arion yang juga sibuk menerima bunga pemberian anak-anak.


Dari banyak sekali tebakan yang ada di kepala Amber, membawa semua murid baletnya ke hotel ini bukanlah salah satunya. Amber memeluk satu persatu muridnya yang telah bersedia datang di hari bahagianya, wanita itu sangat bahagia sekaligus terharu.


Tepat pukul sembilan malam, Arion segera meminta anak-anak itu untuk pulang. Karena sebagian besar murid Amber adalah anak-anak berusia kurang dari sepuluh tahun, maka tidak baik membiarkan mereka pulang terlalu malam.


"Terima kasih untuk semuanya, Sayang. Kau membuatku menjadi wanita paling beruntung di dunia ini," ucap Amber setelah semua tamu kecilnya meninggalkan ballroom dan kini hanya tinggal mereka berdua.


"Aku akan membuatmu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu atau membuatmu sedih." Arion mencium bibir Amber.


"Karena aku sudah memberimu hadiah berupa kejutan, maka aku ingin menagih hadiahku," lanjut Arion.


"Hadiah apa yang kau inginkan?" tanya Amber.


"Mau apa kita kemari?" tanya Amber saat Arion mengeluarkan sebuah kartu dari dalam sakunya. Itu adalah kartu yang digunakan untuk membuka pintu kamar.


"Meminta hadiahku," jawab Arion. Amber membulatkan mata lebar.


Klik!


Saat pintu terbuka, Arion langsung menggendong tubuh Amber masuk ke dalam kamar tanpa aba-aba. Amber berteriak karena terkejut, namun segera terpukau saat melihat kamar pengantin yang dihias dengan mewah.


"Aku ingin hadiahku," bisik Arion.


"Sekarang?" tanya Amber. Pesta mereka bahkan belum usai, namun Arion terlihat sangat tidak sabar.


"Tentu saja sekarang, Sayang."


Arion menjatuhkan tubuh Amber dengan hati-hati di atas kasur yang telah dihiasi oleh taburan kelopak bunga mawar. Laki-laki mengecup bibir Amber perlahan.


"Aku mencintaimu," bisiknya.


"Aku lebih mencintaimu," ucap Amber.


Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada mendapatkan pasangan hidup yang bisa mencintai dengan sungguh-sungguh dan menerima segala kekurangan dengan keikhlasan.


Arion memilih Amber meski wanita itu adalah seorang janda. Amber bahkan bukan berasal dari kalangan keluarga kaya. Demi wanita yang ia cintai, Arion bahkan rela mengabaikan keserakahan ibunya.


Sementara Amber, ia menerima dan mencintai Arion dengan sungguh-sungguh. Meskipun wanita itu tahu, jika menikah dengan Arion artinya ia sedang menantang dua singa lapar yang siap menerkamnya kapan saja.


...🖤🖤🖤...