Duda Luar Biasa

Duda Luar Biasa
Es Krim Bertiga


Jika menuruti hawa nafsu dan keinginan, mungkin sudah sejak awal Amber menyerahkan tubuhnya pada Arion. Bagaimana tidak, pesona laki-laki itu sangat sulit ditolak.


Namun, Amber tidak ingin gegabah. Meskipun sejujurnya ia ingin, namun ia tidak mau ada kesalahan yang bisa saja menjadi penyesalannya seumur hidup.


Sambil menunggu Aara keluar dari sekolah, Amber memainkan ponselnya. Ia tidak ingin memberi jawaban apapun atas pertanyaan yang Arion lontarkan padanya.


Saat melihat gerbang sekolah mulai terbuka, Amber bergegas turun dari mobil dan berdiri di dekat gerbang. Wanita itu langsung duduk berjongkok saat melihat seorang gadis kecil dengan tas punggung berlari ke arahnya.


"Mama!" teriak Aara. Ia berhambur memeluk Amber.


"Bagaimana sekolahnya hari ini, Sayang? Menyenangkan?" tanya Amber.


"Hmm." Aara mengangguk. Ia menoleh pada mobil yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"Apa itu Daddy?" tanya Aara.


"Iya, bukankah Mama Amber berjanji mengajakmu pergi ke mall membeli es krim? Ayo kita pergi!" seru Amber.


Aara melompat senang, ia bertepuk tangan dan langsung menggandeng Amber mendekati mobil Arion.


"Halo, Sayang. Bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Arion saat putrinya telah duduk di kursi belakang bersama Amber.


"Aara senang, Daddy. Apa Daddy akan ikut jalan-jalan ke mall?" tanya Aara.


"Tentu saja, Daddy yang akan traktir Aara!"


Arion melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju salah satu mall yang terletak tidak jauh dari lokasi sekolah Aara.


Setelah sampai, Arion langsung turun dan menggendong Aara, sementara Amber berjalan mengikuti mereka.


"Kau ingin berbelanja sesuatu?" tanya Arion pada Amber.


"Tidak." Amber menggeleng.


Amber mempercepat langkah kakinya, berjalan di samping Arion dengan Aara menggenggam jari telunjuknya.


Saat memasuki mall, ada banyak pasang mata mulai memperhatikan mereka.


Tentu saja, Arion selalu menarik perhatian banyak orang di manapun ia berada. Wajah tampannya sudah dikenal oleh banyak orang, terlebih ia adalah mantan istri seorang model dan aktris terkenal. Mau tidak mau, kehidupan pribadi Arion pun sudah menjadi konsumsi banyak orang sejak dulu.


Memasuki gerai es krim, mereka bertiga duduk dan membuat pesanan.


Beberapa orang yang berada di dekat mereka, mulai berbisik dan berprasangka tentang apa yang sedang mereka lihat.


Amber menjadi tidak nyaman, wanita itu khawatir jika akan timbul sebuah berita atau gosip yang bisa merugikan Arion.


"Sudah ada kau yang menemani Aara. Bagaimana jika aku menunggu kalian di mobil saja?" tanya Amber.


"Kenapa? Kau tidak suka duduk bersama kami?" tanya Arion.


"Mama Amber di sini saja," sela Aara. Suara anak itu sedikit keras, hingga terdengar oleh sebagian orang di dekat mereka.


"Bukan, bukan begitu. Banyak orang yang melihat kita, bukankah itu bisa menimbulkan fitnah?" tanya Amber.


"Aku tidak peduli pada pendapat orang lain atau berita-berita yang orang lain buat. Jangan pedulikan mereka!"


"Tapi ...."


"Kau sendiri yang berjanji menemani Aara. Jika kau merasa tidak nyaman karena keberadaanku, lebih baik aku yang kembali ke mobil," ujar Arion.


Masalah akan semakin rumit. Akhirnya Amber mengalah dan tetap duduk diam di tempatnya.


Setelah pesanan es krim datang, mereka bertiga menikmatinya dengan santai. Beberapa kali Aara meminta Amber menyuapinya. Hal itu membuat tiga orang di meja yang sama itu nampak seperti sebuah keluarga sungguhan.


...🖤🖤🖤...