
Sebuah restoran bintang lima dengan tema outdoor menjadi pilihan yang sangat pas untuk memberikan kejutan pada Amber malam ini.
Ada beberapa teman dekat Arion yang turut datang untuk menyaksikan si duda yang akan melamar seorang wanita. Tidak hanya itu, Arion bahkan meminta Claire untuk menyempatkan diri di sela jadwal kerjanya yang padat demi memberi dukungan untuk dirinya dan Aara.
"Bagaimanapun, kau akan melamar seorang wanita yang akan menjadi ibu baru bagi anakku. Tentu saja aku akan berusaha agar bisa menemuinya nanti dan memastikan bahwa dia memang layak untuk menjadi ibu Aara!" Begitulah jawaban Claire saat Arion memintanya datang.
Dari banyaknya jenis makan malam yang sudah sering mereka jalani bersama, hari ini Amber merasa cukup aneh.
Pasalnya, ia harus memakai gaun seanggun cinderella dan senada dengan gaun yang di pakai oleh Aara. Sementara Arion, ia tampil begitu tampan dengan kemeja biru muda dan jas berwarna abu.
"Sebenarnya, kita mau ke mana?" tanya Amber. Ia duduk di sisi kanan, bertanya pada Arion di sisi kiri, sementara Aara duduk di tengah-tengah mereka di dalam mobil.
"Mama, ini rahasia," jawab Aara sambil menempelkan jari telunjuk di depan bibirnya.
"Kenapa kita jadi main rahasia-rahasiaan?" tanya Amber penasaran.
Aara tidak menjawab, gadis kecil itu hanya tertawa kecil sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Sementara Arion, hanya tersenyum tipis melihat interaksi menggemaskan antara anak dan wanita yang sedang membuat dirinya kasmaran.
Berselang sepuluh menit, mereka telah tiba di tempat tujuan. Sopir menepikan mobilnya tepat di depan pintu utama restoran. Saat turun dari mobil, Amber dan Aara di sambut dengan beberapa orang yang membawa setangkai bunga mawar merah.
Amber menoleh, menatap Arion di sampingnya. Wanita itu memberi isyarat karena tidak mengerti. Namun Arion tidak mengatakan sepatah katapun, ia hanya memberi anggukan dan tersenyum, meminta Amber menerima semua yang orang berikan padanya.
Saat sampai di dalam, beberapa orang terdekat Arion bertepuk tangan menyambut kedatangan mereka. Amber terkejut mendapati Claire juga ada di antara orang-orang itu.
"Ada apa ini?" tanya Amber bingung.
Tanpa di duga, Arion berlutut di depan Amber sambil membuka sebuah kotak kecil berwarna putih dengan cincin berhias permata indah di dalamnya.
Amber membulatkan mata lebar, tidak menyangka jika Arion akan benar-benar melakukannya. Meskipun secara sadar ia sudah mengetahui bahwa Arion sangat mencintainya, namun Amber tidak bisa percaya jika laki-laki itu akan bertindak secepat ini dalam mengambil keputusan.
"Apa ini sungguhan?" tanya Amber memastikan.
"Tentu saja. Maukah kau menikah denganku?" tanya Arion. Kedua bola matanya berbinar, begitu pula gadis kecil yang senantiasa berdiri di samping Amber. Aara menunggu jawaban dari wanita yang telah menjadi pengasuhnya selama setahun terakhir.
Sejenak, Amber terdiam. Ia menatap Arion dengan begitu banyak cinta yang diiringi keraguan.
"Akankah hubungan kami akan berhasil?" Amber bimbang. Ia takut salah melangkah.
Arion menatap Amber penuh harap. Berharap wanita itu menerima cinta dan usahanya selama ini.
Berpikir singkat dan cepat, Amber mengangguk dan tersenyum.
Tepuk tangan serta sorak ramai terdengar meriah. Arion bangkit, menyematkan cincin berlian di jari manis Amber.
"Terima kasih, aku mencintaimu. Sungguh!" bisik Arion sambil memeluk Amber. Tidak ketinggalan, Aara pun memeluk wanita yang akan segera menjadi ibunya.
......🖤🖤🖤......