Duda Luar Biasa

Duda Luar Biasa
Masih Gadis


Kegagalan pada pernikahan pertama yang ia mimpi-mimpikan menjadi sebuah pernikahan sekali seumur hidup yang penuh kebahagiaan menjadikan trauma terbesar dalam hidup Amber.


Laki-laki yang ia sangka mampu membahagiakannya dan melindunginya setelah ia kehilangan orang tua nyatanya hanya menambah beban derita dan luka.


Amber hampir mendapatkan kekerasan fisik setiap hari. Wanita itu di tampar. di tendang, bahkan di cambuk oleh sang suami setelah kurang dari satu bulan resmi menjadi seorang istri.


Meskipun dengan perlakuan kejam suaminya, Amber berharap dengan kesabaran dan kasih sayang maka laki-laki itu bisa berubah. Terlebih, Amber tidak lagi memiliki siapapun untuk berbagi.


Nyatanya, selang beberapa bulan setelah pernikahan, Amber di hadapkan pada kenyataan pahit dan memporak porandakan hatinya.


Laki-laki yang mati-matian ia rebut hatinya, membawa pulang seorang wanita yang ternyata adalah kekasih dari suaminya.


Melayangkan berbagai protes dan kemarahan pun tidak berguna. Sang suami bahkan secara terang-terangan berhubungan badan dengan kekasihnya di rumah tempat Amber tinggal di sana.


Dengan keadaan sadar, Amber telah di campakkan seolah-olah ia hanya patung tanpa jiwa dan perasaan. Wanita itu hanya di anggap angin lalu, bagaikan sampah tak berguna.


Tidak hanya sekali atau dua kali, Amber bahkan hampir mati rasa setiap kali mendengar jeritan manja serta desah kenikmatan dari kamar tempat sang suami dan wanita itu memadu kasih.


Sebuah pengalaman yang pahit dan menyakitkan. Itulah yang membuat Amber menghindari sebuah hubungan. Tidak peduli sebanyak apapun laki-laki yang mendekatinya dan sebaik apapun laki-laki itu, Amber tidak bisa menghilangkan rasa trauma dan mimpi buruknya.


"Kau memang baik, bahkan laki-laki itu dulunya juga baik. Berbeda denganmu, dia bahkan tidak pernah menyentuhku. Aku pikir karena dia ingin melihatku tetap murni dan suci. nyatanya dia memang tidak tertarik padaku," ujar Amber.


"Jadi, kau ...." Arion mengernyitkan dahi. Menangkap sebuah kenyataan tentang wanita di hadapannya.


"Benar, aku seorang janda namun tidak pernah sekalipun merasakan hubungan bersamanya. Dia bahkan tidak sudi menyentuhku. Tapi aku bersyukur akan hal itu," terang Amber.


Arion tercengang. Jika sampai ia tidak bisa menahan diri, maka ia akan merasa bersalah telah merebut keperawanan wanita itu secara paksa.


Arion terdiam dan berpikir. Betapa bodoh laki-laki itu sampai menyia-nyiakan wanita secantik Amber? Amber tidak hanya cantik dalam hal penampilan, wanita itu juga memiliki kecantikan hati yang patut di puji.


Janda hanyalah sebuah status bagi Amber, namun wanita itu masih seorang gadis.


"Aku akan sangat merasa bersalah jika memasuki tubuhmu secara paksa. Aku pikir karena kita sama-sama pernah menikah, maka kau juga merindukan hal yang sama dan merasakan desakan yang sama seperti apa yang aku rasakan," jelas Arion.


Amber tertawa kecil. "Jadi, kau pikir aku menolakmu karena aku tidak menginginkannya? Aku pun penasaran bagaimana rasanya."


"Kalau begitu aku bisa mengajarimu cara memulainya. lalu kita bisa mencobanya bersama."


Amber menatap laki-laki itu. Arion bahkan sudah menghabiskan sebotol anggur di tangannya.


Amber bangkit, mendekati laki-laki yang berdiri menyandarkan tubuhnya di rak kaca.


Tangan wanita itu terulur, membelai lembut wajah Arion. Semakin berani, Amber menurunkan tangannya dan mengusap dada laki-laki itu.


"Rasakan bagaimana aku sudah terlalu lama menahan diri," bisik Arion. Ia menggiring tangan Amber agar semakin turun, hingga menempel pada bagian yang telah menonjol dengan keras.


"Kau tidak tertarik untuk mencicipinya?"


"Kau tidak ingin tahu seberapa kuat desakannya?"


"Apa kau tidak keberatan untuk membantuku melepaskannya?"


...🖤🖤🖤...