
Aku terus memikirkan peristiwa tadi di sepanjang jalan ke kelas. Memangnya kenapa kalau aku memberikan makanan untuk kakak sendiri. Dia kenapa sih ?? Lamunanku buyar karena suara keras Yuli
" Auriel !! Kau mau kemana ? "
" Mau ke kelas Yul "
" Ngawur aja, kelasmu disini Riel !! "
" Ehh, sorry. Untung kamu panggil Yul, thank you !! "
" Hei !! Ada apa denganmu ? Kenapa wajahmu seperti itu ? " Tanya Yuli sambil menatapku dengan wajah bingungnya
" Aku hanya memikirkan sesuatu " Kataku sambil berjalan masuk ke kelas duluan
" Ada apa dengannya ?? "
Bel berbunyi, dan pelajaran selanjutnya dimulai. Aku tidak bisa fokus sepanjang pelajaran. Untung saja guru tidak pernah menegur atau memperhatikanku. Bahkan, saat jam pelajaran berakhir aku sama sekali tidak menyadarinya.
" Auriel, ayo pulang bareng !! Hei, apakah kau mendegarku, Auriel ?? "
" Ehh yul ada apa ?? "
" Auriel ini sudah waktunya pulang !! " Teriak Yuli
" Sudah waktunya pulang ? Kalo begitu aku pulang dulu ya Yul, sampai jumpa besok !! "
" Ehh Auriel tunggu dulu !! Malah tidak mendengarku "
Auriel berjalan cepat meninggalkan Yuli. Dan Yuli semakin bingung melihat sahabatnya yang satu itu sejak jam istirahat berakhir dia hanya diam bahkan tak mendengarkannya.
" Apakah dia punya masalah ? Dari tadi mukanya hanya bingung saja. Ya udah lebih baik aku mencari Alex aja, daripada pulang sendiri "
" Ehh Yul kebetulan ketemu disini pulang bareng yuk !! "
" Waahhh Alex aku baru saja mau cari kamu. Ayo pulang bareng !! "
" Hahahaha Yul yul kamu itu ya rumah kita kan berdekatan jadi aku akan mencarimu setiap pulang sekolah. Oke ?? "
" Oke, siap Alex !! "
Yuli dan Alex pulang berdua menggunakan sepeda Alex. Akhirnya mereka pulang, untung aku sempat melihat Alex tadi. Karena itu aku buru-buru meninggalkan Yuli, rencana ku berhasil. Pasti Yuli senang sekali, dia tersenyum lebar sekali tadi. Sementara aku, harusnya kan hari ini aku menunggu John agar kita pulang bersama. Tapi, aku tidak ingin pulang bersamanya sementara waktu. Aku pulang duluan saja, nanti kan tinggal beralasan saja. Walau mungkin akan ketahuan kalau aku bohong. Dia kan tau segalanya tentangku. Masalah itu nanti saja aku pikirkan, sekarang aku harus cepat pulang sebelum dilihat John.
Auriel berlari dengan cepat meninggalkan sekolah. Dia terus berlari sampai rumah
" Aku pulang !! Aduuhh lelah banget "
" Kak selamat datang. Kak Auriel kenapa ? " Tanya Aniel
" Kakak cuma kelelahan. Oo iya Marlon mana ? " Mencoba mengumpulkan nafas
" Biasa kak di halaman belakang "
" Kalian sudah makan kan ? "
" Tenang aja kak "
" Kalo begitu kakak langsung ke kamar ya "
" Tunggu kak !! Kakak berlarian sampai rumah kenapa ?? "
" Ada yang harus kakak lakukan "
Auriel naik dengan cepat. Aniel memandangi nya dengan aneh.
" Kak Auriel kenapa ya ? Tumben dia mau lari di siang hari seperti itu. Biasanya kak Auriel paling tidak suka lari di siang hari. Nanti tanya kak John saja lah "
Ketika masuk ke kamar, Auriel masih memikirkan hal itu. Ia menghempaskan badannya ke tempat tidur.
" Ahh aku lelah sekali lari dari sekolah ke rumah. Tapi, kalau tidak seperti itu aku akan ketahuan oleh John. Dengan cara itu, setidaknya bisa mengulur waktu sampai aku siap menghadapi John. Ehh.. Bentar, Aniel pasti sudah curiga. Dia peka banget soalnya. Aduh, harus cepat mikir alasan nih "
Auriel segera bangun dari tempat tidur. Dia ganti pakaian dan masuk ke ruang musik.
" Hufftt... Bagaimana ini, aku tidak bisa berhenti memikirkan alasan yang cocok untuk dikatakan ke John " Sambil mondar-mandir. Dan jam berbunyi keras.
" Ini sudah waktunya latihan. Lebih baik aku main piano aja daripada mikirin itu mulu "
Terdengar suara piano.
" Kak Auriel main piano. Seperti biasa sangat menenangkan dan enak didengar "
Tiba-tiba Marlon masuk sambil membuka pintu dengan keras.
" Aniell, aku lelah sekali "
" Marlon diam, kak Auriel sedang bermain piano "
" Ehh... Memangnya kenapa ? " Sambil meminum airnya
" Aku ingin mendengarkan "
" Bukankah setiap hari kau sudah dengar ? "
" Iya emang bener. Tapi, permainan kak Auriel itu seperti alunan musik yang menenangkan. Walau, kudengar berkali-kali tetap saja tidak bosan "
" Hmm, sepertinya kau sangat paham dengan musik "
" Tidak juga. Hanya, kak Auriel memang sudah biasa di dunia musik. Jadi, wajar saja kita tahu sedikit kan tentang musik "
" Bagi Aniel memahami kak Auriel itu sudah wajar (Aku harap kau bisa memahami dirimu juga) "
" Bukankah Kak John juga bisa seperti itu ? "
" Kau menyakitiku Marlon bukankah kalian bertiga sangat hebat dibanding kan aku "
" Hmm.. Sejak kapan aku lebih hebat dari Aniel ?? "
" Sejak kecil kau memang lebih hebat daripada aku (Apalagi dirimu yang dulu itu sangat hebat dan keren dibandingkan siapapun) "
" Ohh.. Jadi begitu ?? " Sambil berjalan mendekati Aniel
" Tidak Marlon, jangan mendekat. Kau bau keringat. Pergi mandi dulu sana !! "
" Ahahhahah !!! Baiklah Aniel, aku mandi dulu. Bye !! "
Suara Piano Auriel berhenti
" Kenapa John belum pulang ? Apa dia mencariku ? Ahh tidak mungkin !! Tapi, bagus juga dia belum pulang. Aku akan membawa persiapan tidak keluar dari kamar ini "
Auriel membuka pintu dan berlari kecil ke dapur. Ia membuka kulkas dan lemari.
" Baiklah yang aku butuhkan untuk makan malam dan sarapan. Tapi yang simpel aja lah. Roti, susu, kopi, selai. Hmm, untuk sarapan aku besok membuat sandwich saja lah. Lalu, mesin pemanggang roti dan thermos yang sudah diisi air panas. Oke sudah semua !! Sekarang aku naik saja ke atas "
Baru saja aku akan menaiki tangga, Aniel menghentikanku.
" Tunggu dulu kak Auriel !! Kenapa kakak membawa semua ini ?? "
" Hmm, aku mau diam di ruang musik sampai besok "
" Karena ada masalah dengan kak John ? "
" Sebenarnya bukan karena John. Apa kau ingat dulu aku mengurung diri di ruangan itu karena apa ?? "
" Karena kak Auriel memiliki masalah "
" Nah itu tau kan. Setiap aku memiliki masalah aku selalu mengurung diri di ruangan itu. Itupun jadi kebiasaan "
Auriel tersenyum dan naik ke atas. Aniel hanya bisa memandanginya (Kak Auriel memiliki masalah pasti ada sangkut-pautnya dengan kak John. Aku harus bertanya nanti).
Auriel baru saja ingin masuk ruang musik, dan terdengar suara pintu.
" Tunggu dulu kak Auriel !! " Kata Marlon yang baru keluar dari kamarnya dengan rambut yang basah dan handuk di lehernya.
" Kenapa ?? "
" Apa kak Auriel akan tidur disana ? "
" Iya, untuk malam ini saja. Aku ingin menenangkan diri. Kalau begitu aku masuk dulu ya "
" Baik. Tapi, jangan pernah keluar sampai besok !! "
Begitulah kata Marlon dengan muka dinginnya, dan segera meninggalkan Auriel terdiam disana. Setelah itu, Auriel segera masuk ke ruang musik dan menguncinya.
" Waah.. Aku tidak mengira Marlon bisa seperti itu. Selama ini, dia hanya terlihat seperti orang ceria yang tidak peka, bahkan terlihat bodoh. Sepertinya dia lebih mengerikan daripada Aniel yang sangat peka. Bagaimana ini ?? Apakah aku harus menuruti kata-katanya ? Atau.. Tidak-tidak, kata-kata Marlon benar juga. Aku lebih baik tidak keluar dari ruangan ini "
Keheningan melanda rumah itu. Auriel hanya memandang keluar jendela dari ruangannya. Aniel membaca buku dan sesekali melirik Marlon. Sedangkan, Marlon hanya duduk dengan ekspresi malasnya. Dan keheningan itu dipecahkan oleh suara gerbang yang terbuka dengan keras. Mendengar suara itu, Aniel segera menutup bukunya, dan melihat Marlon ( Marlon sudah serius, hal yang mengerikan akan terjadi. Lebih baik aku tidak ikut-ikutan) Sedangkan, Auriel memperhatikan orang yang berlari masuk ke rumah, John sudah pulang.
John akhirnya masuk ke rumah.
" Aku pulang ! Auriel !! Kenapa kau meninggalkanku dan pulang duluan ?? Bukankah kita akan pulang bersama ? " Teriak John dan bergegas naik ke lantai dua.
" Tunggu dulu !! " Teriak Marlon dan menghadang John naik
" Kenapa Marlon ?? " Tanya John dengan ekspresi bingung
" Aku ingin bicara "
" Nanti saja. Aku ingin berbicara dengan Auriel dulu !! " Menepis tangan Marlon dan berlari ke lantai dua.
Aniel terkejut melihat Marlon hampir terjatuh. Dia bergegas membantu Marlon. Tapi, Marlon juga terlihat marah dan cepat mengejar John.
" John !! " Teriak Marlon
" Apa kau tidak bisa lebih sopan padaku ? "
" Untuk apa aku sopan kepada orang yang tidak bisa menjaga perkataannya ? "
" Marlon tenang dulu " Kata Aniel dengan pelan
" Niel, tolong diam dulu !! "
Aniel hanya terdiam melihat Marlon yang masih sangat marah dengan John
" Tunggu dulu ! Apa Auriel ?? " John berlari ke ruang musik, dia baru saja ingin mengetuk pintunya.
" Jangan masuk !! " Teriak Marlon sambil menarik tangan John. Dan Aniel segera berdiri di depan pintu menghalangi John
" Kenapa kalian menghalangiku ? "
" Tidakkah kau mengerti John ? Kak Auriel butuh waktu. Jadi, kau tidak boleh masuk !! Dan, harusnya kau pikirkan kesalahanmu itu !! Jangan seperti orang yang tidak tau apa apa !! "
" Aku tau ini semua pasti salahku. Tapi, kau tidak berhak menghalangiku !! "
" John !! "
" Berhenti !!! Kalian tolong tenang dulu. Tidak ada gunanya berdebat seperti ini. Marlon tolong tenang ya, dan John cobalah mengerti keadaannya. Jujur, aku setuju dengan perkataan Marlon. Sekarang lebih baik kita kembali ke kamar saja. Ayo Marlon !! " Kata Aniel sambil menarik Marlon ke kamar.
Dalam ruang musik. Auriel masih menatap keluar jendela sambil meminum susu. " Untung aku mengikuti keinginan Marlon. Jadi tidak perlu menyaksikan perdebatan itu. Dan, aku juga tidak perlu menghadapi John. Menghadapinya hanya membuatku bingung dan serba salah. Karena aku tidak bisa mengatakan masalah ini pada John, bisa-bisa masalahnya menjadi makin runyam. Dan, aku juga tidak bisa menutupinya, John tidak akan menerima alasan apapun. Maafkan aku yang akan mengabaikanmu. Malam ini akan menjadi malam yang panjang " Auriel menghabiskan malam itu terhanyut dalam pikirannya.
Sedangkan John didalam kamarnya. " Sialan !! Aku sebagai anak tertua disini. Kewajibanku adalah melindungi mereka. Kenapa aku malah membawa masalah ke keluargaku. Aku harus tenang menghadapi semua ini. Aku tidak boleh gagal, sudah sejauh ini perjuanganku. Orang itu tidak boleh tau, bisa-bisa semua usahaku selama ini menjadi sia-sia. Aku harus menyelesaikan masalah ini dalam dua hari "