Why I Am Alone ?

Why I Am Alone ?
A Brand New Day


Pagi ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur yang sangat panjang. Kami akan berusaha lebih baik di tahun ajaran baru ini.


" Hooam sudah jam 5 "


Lebih baik aku mandi dan cepat siapkan sarapan. Sampai di dapur, untuk sarapan hari ini lebih baik buat salad, telur goreng, dan steak. Seperti biasa memasak itu membutuhkan waktu yang lama. Sekarang sudah jam 6, sebentar lagi John pasti turun. Benar saja, saat telur dan steak nya jadi.


   " Auriel !! Sarapan hari ini apa ? " 


   " Waaa... John, jangan mengejutkanku. Kenapa kau harus melakukannya setiap pagi sih ? "


   " Apa yang kau katakan bukankah ini rutinitas ku setiap hari "


   " Tapi kan, sudah kubilang jangan diulang lagi. Bisa - bisa kena serangan jantung aku "


  " Itu kan salahmu Auriel, karena belum terbiasa "


" John, tolong jangan ganggu aku lagi "


" Oke, aku minta maaf Auriel sayang. Sini aku bantu "


  John mengambil nasi dan merapikan meja makan. Setelah itu dia hanya duduk santai - santai. Aku baru saja selesai menyiapkan salad dan bekal untuk sekolah nanti dan meletakkan semua lauknya di meja makan. Melihat John sesantai ini jarang sekali. Yahh, itu karena dirinya sehari - hari tidak seperti ini.


" John, apakah Marlon dan Aniel harus ku bangunkan ? "


" Auriel, untuk apa bangunkan mereka. Biarlah mereka bangun sendiri, kan bukan anak kecil lagi "


" Tapi kan... "


" Sssttttt... Sudahlah bentar lagi juga muncul " Sambil mengelus kepala Auriel


  Memang kebanyakan yang dikatakan John pasti benar. Marlon dan Aniel dengan cepat turun setelah mereka sangat rapi. Bergegas ke meja makan, Marlon berlari dengan riangnya, sementara Aniel seperti biasa tidak pernah semangat di pagi hari " Selamat pagi Kakkk... " Sapaan yang setiap pagi selalu kudengar, tidak pernah membuatku bosan. Seakan ucapan itu sering membuatku semangat. Kami dengan cepat menghabiskan sarapan dan aku akan membereskan semuanya.


"Kakak kami berangkat dulu ya !! "


"Hari ini kalian pakai apa berangkatnya ? "


"Aniel hari ini kita pakai sepeda aja ya, karena hari pertama ke sekolah bagimu kan "


" Baik Marlon aku ikut saja keinginanmu "


" Heii pagi - pagi jangan malas dong. Kamu harus lebih semangat !! "


" Sudahlah kalian berdua cepat berangkat, sekolah kalian lebih jauh daripada kami "


" Baik kak John. Kakak jaga adiknya baik baik disana ya !! "


" Kau tidak perlu mengingatkan ku, lebih baik kau ingatkan dirimu !! Sudah sana cepat pergi !! "


" Tenang saja kak, Aniel aman di tanganku. Selamat tinggal kak, aku sayang kak Auriel !! "


" Apa ???!! Dasar adik sialan "


Marlon menarik tangan Aniel berlari ke garasi dan mengambil sepedanya, mereka sudah berangkat.


" Pagi - pagi Marlon sudah seperti itu. Auriel kapan kau selesai supaya kita cepat berangkat juga "


" Sabar John, sebentar lagi aku selesai kok. Kita pasti tidak telat "


" Sudahlah ayo kita berangkat !! "


Marlon dan Aniel selalu berangkat duluan, seharusnya John ikut. Tapi, dia selalu menungguku menyelesaikan pekerjaan rumah sedikit. Nanti juga dilanjut sama bibi. Kami selalu berangkat jam 06.35, tidak seperti adik kami yang berangkat jam 06.20. Walaupun itu diantar sama supir sih. Kadang, Marlon lebih memilih pakai sepeda nya untuk berangkat sekolah. Dia dari dulu lebih suka seperti itu.


  Dan aku selalu berangkat bersama John mau diantar atau berjalan bersama. Kadang dia berangkat sendiri tanpa menunggu ku juga. Tapi berjalan bersama di pagi hari itu sangat menyenangkan. Walau pemandangan nya memang tidak terlalu indah sih, menghabiskan waktu bersama ke sekolah itulah yang membuatnya menyenangkan. Seperti sekarang ini,


" John aku sudah siap, ayo kita berangkat !! "


" Baik, ayo berangkat. Kita jalan saja ya "


" Hmm, ok sudah lama aku tidak jalan berdua dengan kakakku "


" Kau ini bicara apa sih ? Sesenang itu kah kau berjalan bersama "


" Pastinya, karena aku bisa bergandeng tangan dengan John, melihat pemandangan. Lihat sungai yang disana kalo masih pagi terlihat indah kan "


" Hahaha kau ceria sekali Auriel, jangan jangan kau gugup ya ? Ini kan hari pertama sekolah "


" Tidak kok, aku malah senang karena ini hari pertama aku di SMA "


" Kau tidak bisa membohongiku, kalau sudah terlalu senang kaya gini pasti karena menyembunyikan kegugupanmu. Dan kalau kau takut juga kau akan berani supaya tidak ketahuan takut. Dan kau memasang muka bahagia sekali agar tidak ada yang tau kau sedih. Bukankah dari dulu kau tidak bisa memperlihatkan perasaan aslimu. Hebat karena lain muka lain hati begitu kan ? "


" John jangan berkata begitu lagi, aku beneran malu nih. Karena kau mengatakan semua itu, aku ngalah deh. Memang aku tidak bisa lari dari kakak yang tau segalanya tentangku "


" Tentunya, kan aku sudah merawatmu sejak kecil. Jadi, tidak mungkin aku tidak tau segalanya tentangmu. Mungkin ada satu hal yang tidak aku ketahui "


" Apa itu ? "


" Kehidupan percintaanmu aku belum ketahui, itupun karena kau tidak cukup umur "


" John !!! Aku memang tidak ingin dulu, tapi aku sudah cukup umur kok, karena aku sudah SMA, temanku juga ada yang pacaran sewaktu SMP. Berarti aku sudah lebih dari cukup !! "


" Hahahah... Kau kok polos banget ya, seharusnya kau hanya perlu meniru aku, sudah kelas 2 SMA tidak pacaran tuh. Karena bagi keluarga kita, Tuan besar itu terlalu ambisius, kalo ada kesalahan sedikit saja dia pasti sudah menghukumku "


" Maksudnya Ayah kan, aku berpikir sejak dulu kenapa John memanggil ayah itu tuan besar, sama seperti orang yang lain. Dan John juga berhenti memanggil bunda. Malah jadi nyonya sekarang. Kenapa ?? "


" Ahh itu, kalian tetap memanggil ayah dan bunda kan. Panggilan itu hanya berlaku bagiku dalam keluarga ini. Aku harus bisa memenuhi ekspektasi mereka dulu baru akan dianggap anak lagi "


" Apa benar ayah dan bunda begitu ? Aku rasa mereka tidak seperti itu "


" Memang tidak, ini hanyalah keinginanku. Karena, semakin banyak rintangan yang ku hadapi maka semakin besar juga keinginan ku untuk menyelesaikan semuanya. Pasti hasil yang memuaskan akan menunggu jika aku berusaha keras. Begitulah menurutku "


" Sudah kuduga, ini hanya keputusanmu sepihak saja. Kau memang seperti itu sejak dulu. Bahkan aku masih ingat wajah ayah yang bingung melihat anak pertamanya berkelakuan seperti itu "


" Yang mana ??? Aku tidak ingat pun "


" Itu lho pada saat kau memperlakukan ayah sebagai bos bukan ayahmu. Aku masih ingat jelas, sorotan matamu yang ketakutan, dan ayah yang bingung. Kata bunda sih Sebelum ayah pergi keluar kota kalian sempat bertengkar. Untung saja setelah itu ayah berbaikan denganmu "


John menampakkan muka yang sedih setelah mendengarkan aku. Apa dia punya masalah lagi ya dengan ayah ?


" Maaf John, apa aku salah ngomong ya ?? "


" Tidak Auriel sayang, aku hanya mengingat kejadian pahit saja, ini bukan salahmu kok "


Aku melihat John hanya diam saja memandangi sungai, kami terus berjalan dalam diam dan akhirnya sampai di sekolah. John melambaikan tangan dan cepat berlari setelah menunjukkan aula tempat murid baru berkumpul nanti. Katanya sih dia mau mengurus OSIS dulu. Mungkin nanti pada saat berkumpul kami akan bertemu lagi. Karena belum waktunya, aku berjalan jalan dulu di sekitar sekolah, untuk mengurangi rasa gugup ku. Ihh kenapa ya setiap hari pertama itu rasa gugup ini selalu ada. Padahal aku ingin terbiasa.