Why I Am Alone ?

Why I Am Alone ?
First Test Start !!


Sekarang hari kedua sekolah. Aku sedang berjalan ke sekolah bersama John


" Uhh tidak boleh mengeluh, aku harus semangat !! "


" Pagi-pagi begini sudah semangat aja "


" Iya dong John !! "


" Tapi, semangatnya bohong-bohongan aja kan ?? "


" Tidak kok !! aku beneran semangat "


" Udahlah kau tidak bisa membohongiku " Jawab John sambil memandangiku


" Baiklah aku jujur saja. Sebenarnya aku kepikiran tentang sekolah "


" Kau memikirkan hari pertama belajar di SMA ? "


" Iya, aku khawatir nanti terjadi sesuatu lagi "


" Tenang saja Auriel, jalani saja seperti biasa. Bukankah Aurielku ini cerdas, dengan begitu semua lancar. Dan tenang saja ada aku juga kan "


" Aku pasti bisa melewatinya karena cerdas. Tapi, kalau tentang John sepertinya berbahaya "


" Kenapa aku bisa berbahaya ?? " Tanya John dengan nada bingung


" Itu karena kalau ada John. Kita pasti dibanding-bandingkan dan aku tidak menyukainya. Lebih baik aku dipandang secara langsung, tidak dipandang sebelah mata. Dan hanya bersembunyi di belakang nama keluarga dan kakaknya. Itu yang paling tidak aku inginkan " Kataku menjelaskan pada John


" Kalau begitu kita buat kesepakatan. Bagaimana kalau selama di sekolah kita jangan terlalu dekat, dan aku memperlakukanmu juga seperti murid yang lain. Bagaimana ?? "


" Boleh juga !! Dengan begitu aku tidak perlu memikirkan masalah itu, aku juga bisa bilang ke semua orang aku bukanlah orang yang spesial walau orang tua ku terkenal atau kakakku seorang ketua OSIS disini bukan begitu ? "


" Kau benar sekali Auriel, sekarang kau tinggal fokus saja. Siap kan ?? "


" Siap John !! "


" Baiklah, kita sudah sampai di sekolah. Kau segera ke kelas !! Aku juga ada urusan. Tunggu aku saat pulang sekolah, kita pulang bareng oke ?? "


" Baik John !! "


Aku juga berjalan santai ke kelas. Kalau saja tidak ada perjanjian itu. John pasti mengantarku sampai kelas, baru dia pergi. Senang sih, karena sepertinya akan lancar. Aku berusaha saja lah. Semangat Auriel !!


" Pagi-pagi gini sudah semangat aja Riel, kenapa ?? " Tanya Yuli yang baru saja datang sambil menepuk pundakku.


" Ehh Yuli, aku sudah menemukan cara baru untuk menjalani kehidupan di sekolah "


" Hahahaha !!! Kau lucu sekali Riel, memang selama ini kehidupanmu kenapa ?? "


" Ehm Yuli tau kan saat SMP aku gimana ?? "


" Ohh, kau bosan dengan kehidupan monoton mu ?? " Tanya Yuli


" Itu salah satunya, tapi tujuan utamaku lain lagi "


" Ya sudah, terserah kau saja "


" Makasih Yul, tapi aku penasaran. Dari tadi, aku merasa kita jadi pusat perhatian "


" Itu karena topik terhangat sejak kemarin ya kamu dan John "


" Ohh aku baru ingat, Alex juga berkata seperti itu kemarin "


" Kau sudah ketemu Alex ternyata, baru saja aku mau mempertemukan kalian "


" Ya maaf, kau sudah telat. Dan untuk apa juga mempertemukan kami ?? "


" Itu karena, aku ingin kalian dekat lagi "


" Kukira apa, bukannya kau merasa terganggu kalo aku terlalu dekat dengan Alex ? "


" Tidak kok, aku kan senang saja kalian bisa dekat "


" Tenang saja, aku sudah sibuk dengan kehidupan ini. Jadi, Yuli harus semangat mengejarnya ya "


" Kau benar sih Riel, baik mulai sekarang aku harus lebih semangat !! "


Kami sampai ke kelas. Karena hari pertama jadi kami hanya menunggu guru datang. Belum ada acara pagi. 1 jam berlalu dan guru datang.


" Anak - anak selamat pagi !! "


" Pagi pak !! "


" Perkenalkan nama bapak Afraharu, guru bahasa Inggris kalian "


" Yes sir !! "


" Good.. Ternyata kalian cepat mengerti ya. "


" First meeting we can introduce each other. "


" Yes sir !! "


Kami memperkenalkan diri masing - masing dari belakang dan terus ke depan. Saat Yuli memperkenalkan diri, aku sangat ingin tertawa. Dan, tiba saat ku memperkenalkan diri.


" Good morning everyone !! I Will introduce myself. My name is Auriel Calya White... and i thinks that's all i can say


Thank you "


" Okay !! Now i Will gave you this test don't lazy guys !! "


Kami semua mengerjakan tes yang diberikan oleh pak Haru. Menurutku tes nya tidak terlalu sulit. Hanya dasar dari bahasa Inggris. Tapi, inilah dasar di SMA. Aku harus berhasil di dasar seperti ini.


Dan, pada akhirnya aku yang pertama mengumpulkan tes itu dan keluar untuk jam istirahat. Di luar aku menunggu Yuli. Yuli itu memang terpelajar dulu walaupun dia tidak menginginkannya. Ia hanya menuruti orang tuanya. Banyak temanku yang lain sudah keluar. Akhirnya Yuli juga keluar.


" Auriell !! Ayo cepat kita ke kantin. Aku sudah lapar " Sambil menarikku


" Yul, tunggu dulu !! "


Yulia menarikku ke kantin dengan kecepatan yang tinggi. Setelah kami belanja. ' Kringg ' Bel istirahat baru berbunyi. Aku ingat John pasti sibuk dan tidak sempat ke kantin. Lebih baik aku ke ruang OSIS setelah makan.


" Riel, bagaimana tes yang tadi ? "


" Hmm, lumayan mudah "


" Iya ?? Kalo Auriel pasti dapat nilai bagus "


" Belum tentu lah "


" Memang kau gimana Yul ?? "


" Kalau aku, tidak mudah sih. Untungnya aku bisa mengerjakan semuanya "


" Itu saja sudah bagus kan !! "


" Kalau Auriel bilang gitu sih, aku percaya "


Wakil ketua OSIS lewat sambil memandangiku dengan mata yang tajam. Apakah dia membenciku ? Salahku apa ya ? Aku tetap memikirkannya. Ketika kembali ke kelas.


" Yul kamu duluan saja ke kelas "


" Hah, kenapa ?? "


" Aku ada urusan penting, sampai jumpa nanti !! "


" Baiklah, hati-hati !! Dia mau kemana sambil membawa roti itu ? "


 Aku bergegas meninggalkan Yuli dan berlari ke ruang OSIS. Ketika melihat Waketosnya aku bersembunyi.


" John ?? "


" Iya ada apa ?? "


" Bolehkan aku masuk ? "


" Boleh !! "


Aku menunggu di dekat ruang OSIS sambil mendengar percakapan mereka


" Ini John, kita makan bersama, aku tau kau tidak pernah ke kantin karena banyak pekerjaan mu kan "


" Emilie, seperti biasa aku berterima kasih ya "


" Iya, tenang saja John. Lagipula aku senang melakukannya "


" Iya terserah kamu aja "


  Aku berpikir dua tiga kali untuk masuk. Dia sudah mendapatkan makanan. Tapi, roti ini akan sia - sia. Mungkin dia butuh roti ini untuk nanti sore, aku berikan saja lah. Ketika ingin membuka pintu. Kak Emilie keluar dari ruangan itu.


" Kukira ada siapa diluar, untuk apa kau kesini ? " Tanya kak Emilie dengan nada ketus


" Aahh aku mau masuk memberikan roti ini ke John "


Siapakah orang di depanku ini ? Tadi dia sangat lembut sekali terhadap John. Sekarang dia memandang ku dengan tatapan nya yang dingin.


" Oohh... Ingin memberikan roti ini ya ? "


" Iya bolehkan aku masuk ? "


" Tidak !! Siswa yang tidak punya kepentingan tidak boleh masuk "


" Kalau begitu maukah kau memberikan roti ini padanya ? "


" Oohh boleh !! "


Kak Emilie mengambil roti di tanganku dengan kasar. Tapi, bukannya memberikan roti itu pada John. Dia menginjak - injak roti itu dan membuangnya ke bak sampah.


" Apa yang kau lakukan ??!! "


" Hehh, dengar aku ya walaupun kau itu adiknya John jangan sok begitu. Ini sekolah bukan di rumah. Ingat itu !! Dan mulai sekarang kau tidak perlu memberikan apapun. Karena sudah ada aku, paham ??!! Kalau begitu silahkan pergi dari sini, jangan pernah kembali !! "


Dia masuk ke ruang OSIS lagi. Aku terkejut melihat kak Emilie seperti itu. Ternyata dia tidak sebaik yang kukira. Kau sudah salah memilih wakil ketua OSIS. Apa karena guru ?? Bisa saja, bukankah dia juga kelas 12. Lihat saja sebelum kau lulus, kau harus melihatku menjadi wakilnya John. Aku segera berlari meninggalkan ruangan itu dan kembali ke kelas.