Why I Am Alone ?

Why I Am Alone ?
I'm Sorry


Setelah Marlon dan Aniel pergi. Auriel segera berjalan ke kelasnya. Hari ini aku menghindari John saja. Aku tidak ingin menjadi anak yang seperti dikatakan Marlon.


" Untung saja aku dan John tidak berangkat bersama, aku berterimakasih sekali pada Marlon. Ahh, lebih baik langsung ke kelas. Kalau berlama-lama diluar, bisa bertemu dengan John "


Aku diam saja di kelas. Walaupun Yuli tetap mengajak ku bicara. Dan ribut bertanya. Aku hanya diam saja. Sampai pelajaran dimulai, aku berusaha fokus, walaupun tidak 100 persen. Waktu istirahat tiba.


" Auriel kau tidak boleh diam di kelas saja. Ayo ikut aku !! "


" Yull kita mau kemana ? "


" Pergi makan sekalian ketemu Alex "


" Hmm " jawab Auriel terlihat tidak semangat.


" Kenapa kau tidak semangat Auriell ? Hei jawab aku !! Apa perlu kupanggil John sekarang juga ? "


" Yuli !!! Tolong jangan, aku sedang tidak ingin menemuinya "


" Auriel kau kenapa ?? Maafkan aku "


" Sekarang aku tidak ingin membicarakannya. Kau makan berdua saja dengan Alex "


" Nanti aku bawakan makanan ke kelas ya "


" Terserah kau saja "


Aku berlari meninggalkan Yuli. Aku berlari sekuat tenaga ke halaman belakang. Aku harus cepat ke tempat yang paling sepi di sekolah ini, agar aku tidak bertemu dengan siapapun, dan mendapatkan ketenangan.


" John maafkan aku John maafkan aku. Aku tidak bermaksud tapi, aku harus melakukan nya. Aku tidak ingin memulai konflik di sekolah ini. Aku bukan anak bermasalah "


Ketika aku sudah lebih tenang. Aku bergegas ke kelas sebelum bel berbunyi. Aku mengambil jalan yang sepi ke kelas. Aku tidak ingin bertemu siapa siapa. Tapi ternyata aku salah. Disana aku melihat John termenung memandang langit. Baru saja aku mau pergi. Tapi, John sudah berlari dan menggenggam tanganku dengan erat.


" Auriel tunggu dulu !!! "


" John lepaskan aku "


" Auriel apa salahku ? "


" Sudahlah John "


" Auriel maafkan aku "


" John tolong !!! " Aku melepaskan tangan John dan berlari sekuat tenaga


" Auriel !!! "


( Auriel, siapa yang mencari masalah denganmu ? Apakah masalah itu karena aku ? Tapi, kalau memang karena aku, memang wajar Auriel menjauhiku. Dari dulu, kenapa kau tidak pernah berpikir panjang. Selalu melakukan hal yang memberatkan dirimu )


Ketika aku sampai ke kelas. Yuli menatapku dengan aneh karena datang dengan terengah-engah dan berusaha mengambil nafas


" Auriel kau kenapa ? Ohh iya tadi John mencarimu "


" Yuli udahlah "


" Oke aku diam. Maafkan aku Riel "


" Sudahlah aku mau duduk "


" Auriel ini aku bawakan roti "


" Makasih Yul "


" Auriel walau masalahmu besar, setidaknya makan roti ini sedikit "


Auriel menghela nafas panjang.


" Tenang saja Yul, nanti akan aku makan rotinya kok. Sekarang kita bersiap untuk pelajaran selanjutnya saja ya ! "  


Tidak lama kemudian. Guru datang dan memulai pelajaran. Aku berusaha fokus, walau aku tidak bisa. Saat pelajaran terakhir akan dimulai. Aku berpikir bagaimana caranya pulang ke rumah tanpa bertemu dengan John.


Bel pulang berbunyi. Aku tidak sadar ternyata jam pelajaran sudah habis karena lama memikirkan cara terbaik untuk pulang.


" Auriel !! Mau pulang bareng nggak ? "


" Hmm Yul gimana ya, aku sebenarnya mau. Tapi kan kau pasti tau apa yang terjadi jika kita pulang bareng "


" Bener juga. Nanti kamu ketahuan ya. Oke lah kamu pulang hati hati ya, aku mau ke kelas Alex dulu "


" Tenang saja aku tutup mulut "


Yuli sudah pulang duluan bersama dengan Alex. Aku pulang sendiri lewat gerbang belakang. Memang tempatnya lebih sepi. Biasanya yang pulang lewat sini sedikit. Jadi harusnya aku tidak akan bertemu dengan John.


" Yess !! Keluar sekolah aman, tidak ada seorangpun yang melihat ku. Tapi, aku tidak bisa senang dulu. Jalan pulang ke rumah, ambil jalan memutar aja. Jadi kemungkinan bertemu dengan John kecil "


Aku baru setengah jalan menuju ke rumah. Tapi, belum sampai rumah aku malah mendapatkan masalah.


" Hei !!! "


" Iya ada apa ?? "


" Kau cewek sialan !! " Teriak perempuan itu, dan menampar Auriel dengan keras.


" Maaf salah saya apa ya ? Kenapa ditampar segala ? "


" Kamu itu bisanya menyusahkan orang saja. Sini ikut aku !! "


" Aku tidak ingin !! Tolong lepaskan aku !! "


" Sudahlah diam saja !! "


Orang itu terus menarikku dengan genggamannya yang sangat keras. Kemana dia akan membawaku ? Ini sudah terlalu jauh dari rumah. Bagaimana ini ? Aku harus memikirkan caranya melepaskan diri. Aku mendorong orang itu ketika dia sedang lengah. Dan aku berlari sekuat tenaga.


" Heii tunggu !! "


" Tidakk !! "


Karena tadi tidak makan aku tidak memiliki banyak energi, aku menyesal tidak memakan roti yang Yuli berikan. Orang itu dengan cepat dapat mengejar ku. Tapi bukan menangkapku dia mendorong ku dengan keras sampai aku terjatuh. " Ooww !! "


Setelah mendorong ku dengan keras. Orang itu berlari meninggalkan ku merintih kesakitan disana. Setelah beberapa waktu, aku akhirnya bisa berdiri, dan berusaha berjalan pulang dengan kakiku yang sakit.


" Aduhh... Untung saja lukanya tidak terlalu parah. Nanti saat pulang aku bilang saja terjatuh di jalan karena melamun. Apa mereka percaya ya ? Tapi kan aku memang terjatuh. Semoga saja tidak ketahuan "


Orang itu cerdik juga, dia tidak melukaiku di tempat yang terlihat. Jadi, orang tidak mudah mengetahui aku sedang terluka. Sebenarnya siapa yang memerintahkannya. Jangan-jangan Emilie ? Hanya dia yang tidak ingin John atau keluargaku tau, dan dia yang paling membenciku sekarang.


Karena terluka aku berjalan pelan. Butuh waktu lama agar bisa sampai ke rumah, pasti akan pulang telat. Bagaimana reaksi John ya ?


Langit menjadi semakin gelap. Sementara aku baru saja sampai di rumah. Terlihat John berdiri di gerbang. Sepertinya dia menungguku pulang.


" Auriel ?? " Panggil John dengan ekspresi wajahnya yang cemas.


" John pulang telat juga ?? "


" Kenapa kau bisa seperti ini ? "


" Ohh ini, tadi aku terjatuh. Tidak apa-apa kok, aku masuk duluan ya " Kata Auriel dan berjalan masuk.


" Kau sampai pulang telat, kenapa kau sangat ingin menghindari ku ?? Aku akan menemukan orang itu. Berani sekali dia mengganggu ketenangan keluarga ini !! Kau tidak boleh begini Auriel, keadaan mu yang seperti ini akan membuat tuan besar itu murka. Tidak akan ku biarkan !! "


John kenapa tidak masuk ya ? Auriel segera melirik keluar lewat jendela. John masih berdiri di tempat yang sama dengan ekspresi wajahnya yang marah. Aduhh sepertinya John sudah tau aku berbohong, dia pasti kesal sekali sampai terlihat seperti itu. Sebelum John berpindah dari tempat itu, aku mempercepat langkah ke kamar. Aku melewati Marlon dan Aniel yang asyik menonton TV. Lebih baik aku sapa dulu sebelum ke kamar.


" Marlon, Aniel !! "


" Kak Auriel kenapa pulang telat ? " Jawab Aniel


" Kakak ada masalah apa lagi ? " Tanya Marlon


" Ada sedikit " Jawab Auriel


" Ya sudah apa kak Auriel mau makan ? Aku sudah masak kok " Tanya Aniel


" Makasih Aniel nanti saja aku ambil sendiri sekarang aku mau ke kamar dulu ya !"


" Baik kak !! " Jawab mereka serempak tanpa memalingkan wajah mereka dari TV.


Aku segera ke kamar. Aku sempat melihat Aniel berbisik bisik dengan Marlon. Apa mereka mencurigai ku? Hahaha.. Sudahlah aku mau bersih bersih dulu.


Ketika aku menutup pintu kamar. Pintu depan terbuka, John baru masuk, John pasti sengaja mengulur waktunya untuk masuk. Agar Marlon dan Aniel tidak curiga, tapi apa itu semua cukup John ? Marlon lebih cerdik sekarang. Ahh lebih baik tidak memikirkan itu, sekarang aku harus cepat menghilangkan luka lecet ini. Aku pasti bisa menahan sakit nya. Saat aku ingin berubah hidupku malah tambah sulit. Astaga Tuhan apakah ini hukuman, salahku apa ? Atau mungkin ini cobaan agar aku bisa merubah diri ?


Besok aku harus menghadapi Emilie lagi. Bagaimana caranya ya ? Melawan ular berbisa berkepala 2 itu. Apakah aku bisa mengekspos kejahatannya itu ? Aku akan berusaha sebaik mungkin. Semangat Auriel !! Karena kelelahan aku tertidur pulas di kamar.


Terdengar suara langkah kaki masuk ke kamar. John mendapati Auriel sudah tidur dengan nyenyak. Dia menatap Auriel yang terlihat seperti bermimpi buruk. John terus mengelus kepalanya, sampai raut wajah Auriel tidak takut lagi.


" Auriel kau bermimpi apa ? Sampai terlihat ketakutan ? Tenang saja Auriel, walau dalam mimpi aku akan menyelamatkanmu sampai kau siap untuk lepas dari perlindunganku. Mungkin tidak lama lagi kau sudah siap, dengan menyelesaikan masalah ini sendiri. Besok aku harus melihatnya dengan mata kepala ku sendiri ! "