Why I Am Alone ?

Why I Am Alone ?
A Normal Day ??


" Akhirnya jam istirahat juga, aku lelah banget !! Auriel kita ke kantin terus jalan jalan yuk, aku mau refreshing "


" Oke Yul aku juga butuh refreshing nih. Lelah dari pagi kau tau kan "


" Hahaha aku paham Auriel. Tapi kan kau masih punya pelindung setia. Enak ya, aku belum pernah merasakan seperti itu "


" Kalo dibilang enak sih iya.. Tapi, kadang melelahkan juga tau "


Yuli tertawa mendengar kata-kataku. Kami terus berbincang dan tanpa sadar sudah sampai di kantin. Alex melambaikan tangannya. Dan Yuli segera menarikku duduk di meja itu.


" Alex kamu tidak menunggu aku, main tinggal aja "


" Kalo aku nunggu kelamaan tau. Kalian itu ngomong aja jalannya lama banget, jadi aku tidak mau nunggu "


" Jahat banget sih !! "


" Kalian ini dekat banget ya. Jangan-jangan kalian bukan teman masa kecil lagi malah udah pacaran ya.. "


" Hahh itu tidak mungkin " Jawab Yuli dan Alex bersamaan


" Hahah tuh kan kalian pasangan serasi. Kenapa tidak pacaran aja sih "


" Ahh ngomong-ngomong Alex udah pesan makan belum ? "


" Pasti sudah bagian kalian juga ada kok. Tenang aja "


" Waahhh Alex perhatian banget ke Yuli, Hahahah kalian lucu banget "


" Auriel kami bukan pasangan kekasih. Hanya teman masa kecil aja "


" Baik baik aku ngalah deh. Kalian temenan aja, selain itu aku mau makan saja. Makanan sudah datang "


Kami makan dengan lahap. Aku melihat Yuli dan Alex sudah seperti pasangan suami-istri saja. Kadang saling rebut makanan, hampir seperti menyuapi tuh. Sampai mengelap sisa makanan. Hahaha, Yuli sih jelas suka sama Alex. Tapi, Alex sepertinya tidak peka deh, aku harus membantu Yuli nih biar mereka beneran pacaran. Aku pasti senang sekali. Tapi, jadi iri. Gimana ya rasanya ? Aahh aku mikirin apaan sih. Jadi pengen ketemu John, aku mampir aja kali ya ke ruang OSIS.


" Auriel ?? Auriel ??!!! "


" Kenapa Yul ? "


" Kau dari tadi kami panggil kok diam aja ? Kepikiran apa nih ?? "


" Kalian ya aku mau berpikir tenang aja tidak bisa. Ya udah ini uangku aku mau cari John dulu lah, ada hal penting. Kalian lanjut aja mesranya. Bye, nanti ketemu di kelas ya !! "


" Auriel kami tidak bermesraan !! "


Aku tetap berjalan tanpa menghiraukan teriakan Yuli di belakang, mukanya pasti merah deh. Tapi, aku lebih baik cepat. Entah kenapa, rasanya ingin cepat melihat John.


Aku mempercepat langkah ke ruang OSIS. Setelah masuk, ternyata tidak ada orang. Ke ruang guru juga tidak ada. Setelah itu, aku bingung mau kemana. Jadi ke taman aja jalan jalan. Ternyata John disana tertidur di bawah pohon. Aku jalan perlahan agar John tidak terbangun


" Kenapa kau kesini ? "


" Aku membangunkanmu ya. Maafkan aku "


" Hmm dari awal aku tidak tidur. Bagaimana mungkin aku tidur di tempat seperti ini, aku hanya istirahat sebentar. Jadi kau mencari aku kenapa ? Tidak biasanya, karena ini sekolah kau kan menghindari aku "


" Kebetulan kau istirahat. Aku hanya ingin menghabiskan waktu denganmu. Mungkin karena kejadian tadi pagi, aku jadi ingin bersamamu hari ini. Aku juga tidak akan menghindarimu lagi di sekolah, maaf ya "


" Kenapa kau minta maaf saja. Tapi, mendengar kata-katamu itu, kemana Adikku yang selalu bersikap tegar ya, hahah "


" John aku juga kan masih ingin diperlakukan adik lagi "


" Hmm, Hahahah. Aurielku ternyata masih bisa manja ya. Aku kira karena masuk SMA kau ingin berubah sampai bersikap dewasa di depanku. Tapi, kau selalu menjadi adikku yang manis "


" Jangan keterlaluan lah. Nanti dilihat orang lain kan malu "


" Tenang saja, aku kan tidak pernah membuat keluargaku malu. Baiklah kita harus kembali karena sebentar lagi bel  masuk kelas berbunyi mau kuantar tidak ? "


" Iya, aku mau !! "


John berjalan disampingku. Kami bicara banyak hal, pekerjaan John. Kegiatan kami di sekolah, aku juga tidak niat masuk ekskul, apa aku ikut OSIS saja ya. Aku jadi bisa mengerti juga kan tentang John. Tidak terasa kami sudah sampai di kelasku.


" Kita sudah sampai, Auriel nanti pulang sekolah aku ada rapat jadi kau bisa pulang duluan ya "


" Tidak, aku akan menunggu !! "


" Kenapa kau menunggu ? Bukannya kau selalu memikirkan rumah ya ? "


" Aku sudah tenang karena ada Aniel, dia juga sudah bisa mengurus rumah. Dan dia paling senang berada di rumah. Dan aku juga ingin ada perubahan dalam kehidupanku biasanya "


" Baiklah Auriel terserah kau saja, jangan memaksakan diri ya. Aku harus cepat ke kelas " Menepuk kepala Auriel dan berlari ke kelasnya.


Tidak lama John pergi, bel masuk berbunyi. Aku masih bisa melihat John yang berlari ke kelasnya. Di perjalanan saja dia masih sempat disapa banyak orang. Aku cepat duduk di kursi dan menunggu guru datang. Sambil melihat Yuli dan Alex yang beradu mulut lagi, karena bosan melihat mereka, aku melihat kelas John, ternyata dia baru sampai di kelasnya. Alex cepat cepat kembali ke kelasnya di sebelah, karena gurunya mau datang. Dan pelajaran kami pun dimulai. Selesai pelajaran, sudah waktunya pulang.


" Auriel kau mau langsung pulang tidak ? " Tanya Yuli


" Hmm aku tidak pulang, aku mau menunggu John saja setelah itu kami pulang bersama "


" Kenapa kau menunggu John ? Biasanya kamu langsung pulang "


" Yah itu karena aku hanya ingin merubah diri "


" Kalau begitu kenapa kau tidak ikut OSIS saja, dengan begitu kau juga tidak dikenal pendiam lagi, ditambah kau bisa bersama kakak kesayanganmu "


" Apa ?! OSIS ?? " Alex tiba tiba datang  dan memotong kata kata Yuli


" Heii kau bisa tidak main potong saja, kan aku belum selesai bicara "


" Kau ini kalo di dengar tidak bisa berhenti jadi aku potong saja, karena aku mau bicara juga "


" Sudahlah kalian. Kenapa kau terkejut Alex ? "


" Oo itu, kebetulan aku juga akan ikut OSIS, aku tidak menduga kalo Auriel juga akan ikut "


" Kenapa kau ikut OSIS Alex, kerjaanmu gimana ?? " Tanya Yuli


" Tenang saja, aku sudah dapat pekerjaan yang baru dan gajinya lumayan, ditambah aku tidak perlu setiap hari kerja. Jadi aku ingin merasakan bagaimana jadi OSIS kan sudah SMA jadi tidak ada lagi kesempatan selanjutnya "


" Oo, keinginan lama ya, baiklah kalo begitu aku juga bisa bantu mengurus adikmu. Jadi silahkan tenang saja ya ikut OSIS nya " kata Yuli sambil menepuk bahu Alex


" Kalau begitu, Auriel kita ke ruangan OSIS saja yuk, aku denger mereka sudah merekrut lho "


" Baiklah, kami pergi dulu ya Yul "


" Baiklah aku pulang sendiri saja, kalian semangat ya "


" Baiklah tenang saja !! "


Yuli berlari keluar kelas. Aku dan Alex berjalan santai ke ruang OSIS. Kami juga sempat melihat papan pengumuman, benar saja OSIS sudah mulai merekrut. Setelah melihat itu, aku semakin yakin untuk ikut OSIS. Alex tersenyum lebar mendengar keputusanku. Dan pada akhirnya kami sampai ke ruang OSIS. Alex mengetuk pintu, dan terdengar suara John dari dalam


" Masuk !! "


Dalam ruangan itu, John terlihat duduk sendirian di mejanya sambil membaca sesuatu. Tampak juga tumpukan kertas di meja itu. Sepertinya dia memeriksa data siswa-siswi yang ingin menjadi OSIS.


" Kalian ada apa kesini ? Sudahlah bicara saja, kenapa malah saling melirik tidak jelas ? "


" Kak John, saya Alex ingin mendaftarkan diri menjadi OSIS "


" Tunggu sebentar !! Kalian belum membaca pengumumannya ? "


" Kami sudah membacanya " Jawab Auriel


" Berarti kalian terlewatkan satu informasi " John berdiri dan berjalan ke papan di sebelah kanannya. Lihatlah ! "


Kami berjalan ke depan dan membaca informasi itu kembali. Alex terkejut melihatnya, dan dengan malu menghadap John.


" Maaf kak John, saya tidak memperhatikan " Kata Alex sambil menunduk


" Sudah, kau tidak perlu menunduk seperti itu. Ketua kelas wajib mengikuti seleksi ini. Jadi kalian sudah otomatis terdaftar. Jadi, karena kalian sudah disini. Kenapa tidak aku seleksi langsung saja ? "


Alex terkejut mendengar kata-kata John, sementara aku hanya bisa tertawa kecil melihatnya.


" John, apa seleksinya memang sudah bisa ? Bukankah hari ini pertama pembukaan pendaftarannya "


" Auriel dan Alex, memang sudah ada jadwal untuk wawancara. Tapi, sejarah OSIS disini, kalian bisa diwawancara sekarang olehku. Ketua OSIS hanya turun di hari pertama, itu tergantung kalian, kalau sesuai jadwal, hanya pengurus inti yang mewawancarai "


Alex hanya menunduk mendengar semua itu, sepertinya dia berpikir sangat keras. Kalau begitu aku mulai saja dulu.


" Baiklah, saya Auriel Calya White. Siap untuk diwawancarai sekarang "


John hanya tersenyum mendengar jawabanku. Dan dia kembali duduk di kursinya.


" Kalau begitu silahkan duduk "


Auriel segera duduk di kursi seberang meja John. Ia merapikan penampilan dan menatap John dengan siap. John hanya tersenyum melihatnya.


" Oke, kita mulai ! Saya John Ervin White, sebagai ketua OSIS akan menanyakan beberapa pertanyaan terhadap saudari. Pertama, jelaskan diri anda ini siapa ? "


Alex melihat John dan Auriel tidak terlihat keluarga lagi. Uhh.. aku saja bisa merasakan ketegangan melihat Auriel diwawancarai, ohh Auriel tersenyum.


" Auriel Calya White, Umur 16 tahun, lahir tanggal 6 April, dan menjadi ketua kelas 10-2 "


" Baik cukup sampai disitu. Pertanyaan kedua, anda memang mau menjadi OSIS atau hanya ikut formalitas karena menjadi ketua kelas ? "


" Saya memang mau menjadi anggota OSIS " Jawab Auriel dengan tegas.


" Oke, kalau begitu alasannya apa ? "


" Alasannya. Saya ingin merubah diri, dan sekolah saat ini memang bagus. Tapi, saya ingin mencoba meningkatkannya "


" Merubah diri ? Dan meningkatkan sekolah ya ? Tapi, saya masih kelas 11. Kalau terpilih lagi masih ada waktu untuk meningkatkan sekolah ini, kau ingin meningkatkan apa lagi ? "


John, aku tidak akan takut dengan pandanganmu itu. Kau orang yang hebat, bukan kata-kata saja, gerak gerik ku diperhatikan juga. Kalau aku terlihat ragu sedikit, bisa-bisa tidak lulus seleksi. Jadi, yang harus ku lakukan, tatap mata itu dengan berani. Jangan mundur Auriel.


" Auriel, kalau tidak ada tambahan alasan lagi. Kita lanjut ke pertanyaan selanjutnya. Kalau diterima, kamu ingin jabatan apa ? "


" Ketua OSIS !! " Semoga berhasil, walau John hebat dia memiliki kepribadian yang aneh.


John mengubah posisi duduknya dan tertawa keras.


" Hebat dan menarik ! Seseorang yang bahkan belum menjadi OSIS menginginkan posisi ketua. Kau menganggap ku apa ? Hahahah... Baiklah, kalau begitu sudah cukup. Kau diterima Auriel "


" Terima kasih banyak "


Alex mendekati Auriel dan John. Dia menatap John dengan wajahnya yang bingung.


" Alex ! Kau pasti ingin bertanya wawancara ku yang tadi "


" Iya kak John " Jawab Alex sambil menganggukkan kepalanya


" Ketua memiliki cara sendiri dalam seleksi. Aku tidak mengikuti prosedurnya, mereka yang menganggap aku lebih sulit menerima anggota baru itu salah besar. Bukankah tes ku mudah sekali "


Alex hanya menganggukkan kepalanya setelah mendengar jawaban John.


" John itu memang tampak sempurna, tapi dia tidak selalu menuruti aturan, karena dia memiliki aturan sendiri. Dan sifatnya yang unik itu " Tambah Auriel dan tertawa kecil melihat John.


Betapa pasangan saudara yang mengerikan. Mereka sudah seperti di tingkat yang berbeda. Keluarga White memang mengerikan.


" Baiklah, Alex sekarang giliranmu. Bagaimana ? Sekarang atau tidak ? " Tanya John pada Alex


" Maaf kak John apa besok bisa ? Saya masih belum sepenuhnya siap "


" Oke, bisa saja. Datang sendiri besok setelah pulang sekolah. Kalian boleh pergi "


" Terimakasih kak John. Kalau begitu saya pulang dulu " Alex tergesa-gesa meninggalkan ruang OSIS.


" John, kau membuatnya takut, padahal Alex sudah lama mengidolakan mu "


" Dia tidak takut Auriel. Dia bahagia, karena melihatku tadi. Dan dia terburu-buru itu karena ingin pulang dan mempersiapkan besok dengan matang "


" Baiklah John, aku memang tidak terlalu mengerti Alex. Aku tidak pernah mengerti orang yang menjadi fans beratmu. Kalau begitu kita pulang ? "


" Iya, ayo pulang !! "


John mengambil tasnya dan mereka bergandengan tangan pulang.


Di perjalanan,


" John, kau mungkin mau mengubah sikapmu yang seperti tadi "


" Tidak ! Bukankah itu semua menarik dan memuaskan ? "


" Terkadang aku berpikir kenapa aku bisa menyukai sifat aneh dalam dirimu "


" Itu karena kakakmu ini orang hebat "


Auriel hanya menggelengkan kepala mendengar jawaban John.