
Ooh iya, aku ini SMA kelas 10. Beda 1 tahun sama John yang kelas 11. Sementara Marlon dan Aniel itu SMP kelas 8 dan 7. Jarak kedua sekolah kami itu tidak lumayan jauh dari rumah. Dan hari ini adalah hari pertama sekolah. Aduuhhh hari pertama belajar di sekolah baru, deg - degan banget.
Setelah lama jalan jalan di sekitar sekolah aku mengecek jam 07.45 lebih baik aku cepat kembali ke aula tadi, supaya tidak terlambat untuk upacara penerimaan siswa baru nya.
Jam 08.00 siswa baru berkumpul di aula untuk pembagian kelas. Aku selalu berharap kehidupan di SMA ini menjadi lebih menyenangkan. Tapi, dengan lingkungan yang sama apakah SMA ini bisa berbeda ya ? Karena, sekolahnya sama sama ternama, muridnya juga banyak yang kuingat. Sepertinya, kehidupan sekolahku tidak bisa berbeda dari yang sebelumnya. Hmm, kata John sih bisa berbeda " Kalau lingkungan tidak bisa diubah, kau saja yang berubah. Pasti sekelilingmu juga akan berubah, tergantung kamu " Lebih baik aku percaya saja kata John ya, siapa tau benar kan bisa berubah. Baiklah kalau begitu, aku harus memulai dengan awalan yang bagus.
Pak guru sudah menaiki panggung, sepertinya itu kepala sekolah. Ketika pak kepsek baru memulai kata sambutannya, ku perhatikan sekeliling. Tidak ada yang ingin mendengarkannya.
" Selamat pagi anak-anak. Saya Oliver Mallory, kepala sekolah disini. Saya ucapkan selamat datang di sekolah ini. Saya harap kalian bisa senang di sekolah ini. Karena, harapan saya membuat sekolah ini disenangi oleh para murid, dan dapat menghasilkan murid yang berprestasi. Semoga kalian juga bisa sukses ya. Tapi, untuk saat ini kalian harus rajin ya, jangan lupa happy happy disini ya. Baiklah, bapak rasa tidak perlu banyak bicara lagi, kalian pasti bosan mendengar bapak ya. Kalau begitu, bapak serahkan saja selanjutnya kepada ketua OSIS saja "
Pak Oliver akhirnya turun dari podium. Sayang sekali mereka tidak mendengar kata sambutan dari pak guru tadi. Padahal itu lumayan menyenangkan untuk didengar dan tidak membosankan.
Tapi, mereka pasti menggila sekarang. Lihat saja John akan naik podium setelah ini. Semua pasti mendengarkan, dasar cewek penyuka tampang.
Siswa yang sibuk berbisik itu seketika senyap. Ternyata John sudah naik ke podium. Ku perhatikan semua orang di sekitarku terpesona melihatnya. Aku akui memang John terlihat berbeda, dia lebih keren dari biasanya. Uhh walau sering melihatnya di rumah, harus berapa kali lagi aku takjub melihat kakakku ini.
Penampilannya yang terlihat lebih rapi dari tadi pagi, dan suasananya juga. Dia terlihat lebih berwibawa juga, hebat sekali semua perhatian orang tertuju padanya. Siapa yang tidak mau melihat karakter sempurna yang hanya ada di dunia game ataupun komik ada di depan mata kita. Ini sudah jauh dari perkiraanku. Kau memang seperti itu kan John, selalu melebihi ekspektasi orang.
" Selamat pagi semuanya. Seperti yang dikatakan Pak Oliver tadi, saya John Ervin White sebagai ketua OSIS akan mengucapkan beberapa patah kata pada kalian semua. Selamat datang di sekolah ini !! Saya sebagai perwakilan siswa disini menyambut kalian dengan bahagia. Semoga kalian bisa menikmati kehidupan SMA yang dikatakan juga paling seru. Kalo boleh jujur sih ini saat menikmati masa muda terakhir kalian. Bukankah saat kuliah kita menjadi dewasa. Selagi masih anak-anak kalian bisa menikmatinya. Saya harap kalian juga lulus di sekolah ini. Walau saya berkata seperti ini, kalian juga tidak boleh bermalas-malasan. Kalian pasti memiliki bakat masing-masing kan, kembangkanlah disini. Jika, tidak memiliki bakat pun, kami bisa bantu menemukan bakat kalian. Jadi, saya harap kita bersama-sama bisa meningkatkan sekolah ini. Apakah kalian sudah siap ?? "
" Siap !!! " Teriak semua murid baru
" Do Your Best, No Regrets !!! " Teriak semua orang disana
Gedung itu dipenuhi suara teriakan dan diramaikan dengan riuh tepuk tangan. Yang berdiri diatas podium itu apa benar seorang John yang selalu bersamaku ? Aku tidak ingin jarak kita semakin lebar. Cepatlah diriku kejar John. Dia masih kakakku, berarti aku masih bisa berdiri disampingnya. Kau harus berjuang keras, semangat Auriel !!
" Bagus !! Sepertinya murid baru juga sudah tau tujuan sekolah ini apa. Oke kalo begitu sekian dari saya. Terimakasih atas perhatiannya. Silahkan bagi perwakilan siswa baru naik ke atas panggung, Auriel !! "
Aku sontak terkejut mendengar namaku dipanggil. Aku segera bangun dan berjalan ke podium. Di tangga podium aku melirik John. Dia hanya menggelengkan kepala. Berarti ini memang keinginan sekolah, bukan dari John. Untunglah, karena aku tidak ingin namaku dikenal hanya karena dirinya lagi. Kali ini hal yang sama tidak akan terjadi. Harus berjuang dengan kekuatan sendiri. Aku menghela napas dalam-dalam sambil menyiapkan kata - kataku. Karena ini adalah langkah pertamaku di sekolah baru ini, aku berusaha sebaik mungkin untuk ini. Kenapa aku harus bingung, bukankah aku harus mengucapkan semua yang ada di hatiku sekarang ini, hmm itu benar, baiklah ini dia.
" Selamat pagi semuanya !! Saya Auriel Calya White, sebagai perwakilan murid baru berdiri disini untuk mengucapkan terima kasih untuk semua warga sekolah yang dengan senang hati menerima kami. Saya yakin semua murid baru disini juga berterima kasih kepada Pak Oliver dan Kak John atas sambutannya yang hangat. Kami juga akan berusaha yang terbaik untuk sekolah ini juga. Untuk kedepannya mohon bantuannya. Saya rasa hanya itu yang dapat saya sampaikan sebagai perwakilan murid baru. Jika ada kata-kata yang salah atau menyinggung hati teman-teman, kakak-kakak atau guru-guru sekalian, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Sekian dari saya, terima kasih banyak atas perhatiannya "
Aku segera turun dari podium. Saat berjalan terdengar bisikan-bisikan murid lain. " Nama belakangnya sama, jadi kakak beradik kan, wihh keluarga macam apa itu ?? Kakaknya aja udah gitu. Jangan-jangan adiknya juga orang hebat. Tapi, bukannya itu curang, dengan kakaknya yang seperti itu, dia juga dapat ketenaran dari kakaknya "
Setelah itu pak kepala sekolah menutup acara penyambutan siswa baru. Dan kami semua dituntun oleh kak OSIS ke kelas masing - masing. Ketika perjalanan ke kelas, ada seseorang yang menepuk pundakku.
" Auriel !!! kita sekelas lho. Kamu senang tidak sekelas dengan ku lagi ?? "
" Yah Yul, aku udah bosan lihat kamu lagi. Kok bisa kita sekelas lagi ya. Dasar kamu adalah teman yang paling aneh tau !! "
" Hahahaha... Iya aku tau. Tapi, gara-gara aku kan hidupmu tidak membosankan "
" Baiklah, kau memang ada benarnya Yul "
" Kalau begitu, kita jadi teman sebangku lagi ya !! "
" Baiklah Yuli, pilih tempat duduk yang bagus ya. Jangan salah pilih !! "
Yuli berlari lebih cepat, dan sampai di kelas duluan. Dia sempat mengedipkan matanya dan tertawa. Jangan-jangan dia kabur lagi. Astaga, apa yang akan terjadi ya ?? Di depan kelas, keributan menghampiriku
" Auriel kau ini memang orang hebat kan ?? "
" Ehmm.. Iya "
" Auriel, kau bener kan adiknya Kak John ?? "
" Iya juga "
" Auriel, kira-kira kak John punya pacar atau tidak sih ?? "
" Kalian bisa ngomong pelan-pelan ?? Aku bingung nih "
" Baiklah, kalian semua tolong beri Auriel jalan !! Kalian tidak ada gunanya berkata seperti itu, lebih baik kalian segera duduk di tempat masing-masing. Kasihanilah kakak OSIS itu menunggu dari tadi "
Mereka semua akhirnya bubar, dan tidak menyerbuku dengan pertanyaan itu. Untunglah Yuli bisa meredam rasa penasaran mereka. Yuli segera menarikku ke bangku kedua di deretan paling kiri, dekat pintu. Hmm tempatnya lumayan bagus. " Makasih Yuli, aku bebas dari mereka, dan kamu pintar juga pilih tempat duduk " Yuli tertawa kecil mendengar kata-kataku. Kami terdiam seketika, karena mendengar suara kakak OSIS yang menjelaskan keseharian selanjutnya.