Why I Am Alone ?

Why I Am Alone ?
Home


Semuanya mulai meninggalkan ruangan osis. Aku sempat melihat Alex di rapat tadi. Dia menjadi ketua kelas lagi. Ketika ku ingin mengejarnya, John menghalangiku.


" Tunggu dulu Auriel !! "


" John ?? "


" Kau mau langsung pulang kan ?? Jangan kemana-mana !! "


" Oke John tenang saja. Lebih baik kau kembali, bukankah masih ada yang dilakukan oleh OSIS "


" Dingin sekali Aurielku ini "


" Maaf John, aku buru-buru. Tadi aku melihat orang yang ku kenal. Jadi, aku mau menyapa nya "


" Jangan-jangan laki ya ?? Kau jangan tertarik hal seperti itu. Berbahaya !! "


" Tenang John, aku tidak mau pacaran. Dia hanya teman ku dulu oke. Mana mungkin aku meninggalkan kalian untuk pacaran "


" Hmm, baiklah aku percaya untuk saat ini. Lebih baik langsung pulang jangan ke rumah orang lain dulu. Kalo gitu aku mau kembali dulu. Hati-hati pulangnya ya Auriel sayang "


" Waa.. Apa yang ??!! Kau ini ya, dasar John. Lebih baik aku mengejar Alex, mungkin dia masih di parkiran. Biasanya kan ke sekolah naik sepeda "


Aku mempercepat langkahku ke parkiran. Untunglah Alex masih disana, aku segera menghampirinya.


" Alex !! "


" Siapa ya ?? "


" Ini aku Alex, masih ingat kan ?? "


" Ohh Auriel, tentu aku ingat. Siapa yang tidak mengingat orang paling pintar di sekolah "


" Walaupun begitu, rumor jelek tentangku banyak kan "


" Iya itu benar "


" Alex tadi di ruang OSIS kau tidak mengenaliku ya ?? "


" Ehh iya aku tidak memperhatikan orang disana. Hanya mengingat kakakmu saja. Dari dulu memang tetap idola ku "


" Ternyata fans John bukan hanya perempuan saja "


" Tentu karena siapapun pasti mau menjadi seperti itu. Sosok yang hampir sempurna. Perkiraanku hanya kau yang mengetahui kelemahannya "


" Tidak juga. Bahkan kami di rumah tidak tau kelemahannya. Mungkin hanya ayah dan bunda yang tau. Ehh kok kita malah diam disini. Pulang yuk "


" Oke, mau bareng ?? "


" Ayo !! Jalan kaki aja ya jangan naik sepeda "


" Kalau begitu kita lanjut bicara aja. Aku antar sampai rumah ya "


" Iya, keadaan Alex sekarang gimana ?? "


" Baik banget. Aku di sekolah ini pakai beasiswa lho. Dan setelah lulus SMP dapat kerjaan baru juga. Gajinya lumayan, jadi cukup untuk kehidupan sehari-hari. Plus, aku baru tau kalo ibu masih punya kakak. Awalnya sih ibu itu tidak mau bicara tentang keluarganya. Tapi setelah keluarganya datang, aku tidak perlu memikirkan biaya rumah sakit ibu, karena sudah ada om yang tanggung. Jadi aku cukup senang lah sekarang "


" Ehh tunggu dulu. Kalo kau tidak di rumah, siapa orang yang jaga adik-adikmu ?? "


" Ohh biasa sih ke rumah Yuli, karena umur mereka tidak terlalu jauh. Biasanya juga mereka main bareng. Kebetulan juga ada pembantu di rumah itu "


" Hmm nasib mereka sama ya, orang tua tidak ada di rumah "


" Orang seperti Auriel sudah biasa ?? "


" Maksudnya ?? "


" Keluargamu kan salah satu keturunan leluhur yang menyelamatkan negara ini dikala masa sulitnya "


" Ohh itu maksudmu. Kalo masalah itu aku tidak terlalu tau karena selain keluargaku aku hanya kenal keluarga black. Tapi, memang kondisi kami mirip. Hanya John yang mengetahui itu "


" Waahh, kalo ngomong sama Auriel, John tidak pernah lepas ya. Selalu kau bahas "


" Itu kan karena topik yang kau bicarakan pasti berhubungan dengan John "


" Ahahahha... Sorry Auriel, wajar saja Kak John menjadi topik pembicaraan murid di hari pertama ini. Bukankah dia paling mencolok. Apalagi lihat penyambutan tadi pagi. Fans nya makin banyak "


" Oo iya tadi pagi kan aku yang perwakilan murid baru, tapi kamu kok baru ingat aku tadi sih ?? "


" Ohh itu, sebelum Kak John selesai. Aku sudah keluar dari aula itu "


" Pantes aja, reaksi mu tadi seperti tidak kenal aku "


" Hahahaha, kecewa ya ? "


" Tidak, untuk apa kecewa ke kamu ? Aku sudah senang dipuji sama John "


" Lagi-lagi kak John, kau sudah seperti fans fanatiknya "


" Ahh.. Bukan begitu, itu karena dipuji John itu sangat langka bagi kami sebagai adiknya "


" Sampai seperti itu ? "


" Iya, turunan ayah kali. Sifat mereka yang itu mirip "


" Aahh sudah sampai di rumahmu. Kalau begitu sampai jumpa besok Auriel !! "


" Kalau begitu aku masuk dulu ya Sampai jumpa !! "


" Sebenarnya aku senang satu sekolah dengan Auriel. Tapi, susah sekali mendapatkan hatinya. Pikirannya selalu dipenuhi oleh kak John. Aku kan tidak mungkin bisa dibandingkan dengan kak John. Apa mendapatkan hati Auriel itu mustahil ? Sudahlah lebih baik aku pergi kerja dulu "


Aku masuk ke rumah. Membuka sepatu dan segera naik ke kamar.


" Kak, kok tidak sapa adiknya dulu ?? "


" Aniel kau tidak tidur ? Ini kan jam istirahatmu "


" Kak Auriel, aku lagi asyik baca novel nih. Jadi malas tidur "


" Hahh terserah mu lah, Marlon dimana ?? "


" Marlon ada di kamar "


" Baiklah, kalian sudah makan kan ? "


" Sudah kak. Kakak tidak perlu terlalu khawatir, Aniel sudah SMP sekarang "


" Tapi kan Aniel, dengar penjelasanku dulu "


" Kenapa kak Auriel tidak seperti kak John dia tidak pernah menganggap ku anak kecil lagi "


" Bukannya aku menganggap Aniel itu anak kecil, aku cuma khawatir aja "


" Kalo gitu jangan khawatir berlebihan. Aku sudah bisa jaga diri. Sudahlah kak aku naik ke kamar saja "


" Aniel tunggu "


Baru pulang ke rumah sudah begini. Nanti aku tanya John saja. Apa salah ya khawatir dengan Aniel ?? Ahh sudahlah lebih baik aku ganti baju dulu.


Setelah ganti baju. Karena tidak ada tugas sekolah dan belajarnya bisa nanti malam. Lebih baik aku main piano biar bisa tenang daripada mikir masalah yang tadi. Aku melewati kamar Marlon dan Aniel. Mereka ribut didalam, sepertinya mereka bertengkar lagi. Aku membiarkan mereka bertengkar dan segera masuk ke ruangan favoritku.


Waktu tidak terasa saat bermain piano. Aku sempat melihat jam, karena belum sore. Aku lanjut main biola aja.


Tidak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka.


" Aku pulang !! Lho kok rumah sepi ?? Auriel pasti keasyikan deh main biolanya. Tapi, Marlon sama Aniel mana ya ? "


" Marlon !!! "


Terdengar teriakan Aniel dari kamarnya. Diikuti Marlon yang bergegas turun.


" Hai kak John, aku mau kabur dulu ya dari Aniel, oohh selamat datang. Bye !! "


" Marlon tunggu aku !! "


" Aniel sudah jangan dikejar, kau tidak akan bisa mengejar Marlon. Lebih baik diam saja ya "


" Kak John aku harus membalas perbuatannya "


" Sudahlah kalian melakukannya setiap hari, tidak bosan apa ?? "


" Uhh maaf "


" Oke, kalo gitu kakak ke kamar dulu ya mau ganti baju "


" Baik kak "


" Hufft hari ini melelahkan. Kenapa kerjaan sudah banyak di hari pertama. Mengerikan sekali. Oo iya Auriel sudah makan belum ya, habis ganti baju aku ajak makan aja "


Setelah keributan kecil itu berakhir. John segera masuk ke kamar dan Aniel kembali lagi ke kamarnya. Aku hanya tertawa kecil mendengar pertengkaran mereka. Pada akhirnya Marlon kabur lagi. Lebih baik aku selesai saja ya main biolanya. Terdengar suara pintu terbuka.


" Aurielku sayang !! Kau sudah makan belum ?? "


" Aku belum makan John, dan jangan mengejutkanku "


" Hmm aku tidak berniat tuh "


" Bohong, aku tau kau selalu ingin menjahiliku kan "


" Sudahlah Auriel lebih baik kita makan aja "


John menarik tanganku dan berlari ke ruang makan. Apa dia selapar itu ya ? Padahal tidak perlu juga sampai menarikku seperti ini. Tapi, lucu juga melihat tingkahnya seperti ini. Orang di sekolah pasti tidak percaya, kalo John kadang kekanak-kanakan.


" Baiklah John, biar aku yang menyiapkan makanan ya. Kau diam saja duduk tenang "


" Oke !! "


" Uhmm John selagi kita berdua begini, aku mau tanya tentang Aniel "


" Ohh akan ku jawab setelah aku makan sedikit ya "


" Kau tidak bisa sabar. Ini makanannya "


" Enak. Baiklah akan ku jawab ya. Lebih baik kau tidak terlalu mengkhawatirkan Aniel, karena perlakuan yang seperti itu, membuat Aniel berpikir kita masih menganggapnya anak kecil. Dia tidak suka itu, dan sejak dulu dia memang tidak suka dianggap lemah juga. Tapi, kau bisa khawatir sesekali. Tidak perlu ditunjukkan juga bisa "


" Ehmm John padahal aku belum bertanya, kau sudah bisa menjawab semua yang ingin ku tanyakan. Kau sudah terlalu hebat, bagaimana kau tahu ?? "


" Hahaha, itu mudah Auriel. Karena kau bilang ingin bertanya tentang Aniel "


" Apa hubungannya ?? "


" Sifat kalian itu mirip, jadi aku bisa menebak pikiran kalian apa. Dulu juga kau tidak suka kan aku khawatir berlebihan "


" Iya sih, tapi aku dan Aniel berbeda. Aniel itu kan... "


" Eittt.. Jangan bilang begitu Auriel, aku tau apa yang kau khawatirkan. Tenang saja bukankah Marlon bersamanya. Dan kalau kau belum tenang juga. Nanti saat dinner aku akan tanya hari pertama sekolah mereka bagaimana. Oke, aku mau habiskan makanan ini "


" Baiklah John "


John makan dengan lahap, benar kata John aku tidak perlu terlalu khawatir, karena aku juga tidak suka diperlakukan berlebihan seperti itu. Ternyata kami memang memiliki kesamaan. Dan aku juga harus percaya kepada mereka. Kalau begitu, masalah di rumah bisa aku anggap selesai. Apa mulai sekarang aku fokus pada sekolah ya. Jadi ketua kelas itu, sibuk nggak ya ? Akhirnya kami selesai makan.


" John !! "


" Iya Aurielku ?? "


" John kalau tidak sibuk mau habiskan waktu bersamaku ?? "


John memandangku aneh


" Hahahah... Ada apa ?? Tumben sekali kau seperti ini. Biasanya tidak mau bersamaku. Mau ngomong apa ya adikku yang manis ini. Ayo kita duduk di ruang keluarga "


" Baik John !! "


Kami berjalan ke ruang keluarga. John berbaring dengan santai di sofa, sementara aku duduk di sofa yang lain.


" Jadi, Auriel mau tanya apa ?? "


" Hmm menurut John, aku yang sekarang gimana ?? "


" Makin cantik "


" John, aku serius "


" Hahaah, baiklah. Menurutku kau sudah berubah. Walau banyak kekurangannya "


" Apa saja ?? "


" Saat rapat, kau tidak perlu terlalu takut denganku. Kelihatan jelas di wajahmu. Kau juga bisa lebih aktif, jangan takut bicara jika punya ide. Jangan hiraukan perkataan orang lain "


" Ehh. Sebanyak itu ya, terus aku harus gimana ? "


" Mudah saja, kau ingin sepertiku kan ?? "


" Iya kurang lebih seperti itu "


" Jujur aja susah. Kau pelajari dari keseharianku. Pasti kau mengerti sesuatu. Bukankah Aurielku ini hebat "


" Baik John !! Setelah itu gimana ?? "


" Setelah kau berhasil ?? "


" Iya !! "


" Aku menunggumu jadi wakil ketua OSIS !! "


" Kenapa ?? "


" Bukankah wakil ketua OSIS yang sekarang kelas 12 "


" Oohhh.. Tapi apa tidak ambil yang kelas 11 aja ?? "


" Tidak seru !! Bukankah lebih menyenangkan jika aku ketua dan wakilnya itu adikku "


" Kau sebegitu sukanya menjadi pusat perhatian ?? "


" Hmm bukan pusat perhatian sih. Hanya menyelesaikan misi untuk masa depan "


" Baiklah aku akan berusaha !! "