Why I Am Alone ?

Why I Am Alone ?
John Help Me !!


Aku terbangun pagi pagi sekali. Pada akhirnya aku ketiduran tanpa terpikir satu cara apapun untuk menghadapi Emilie. Ya sudah aku hadapi saja. Tapi aku sudah berpikir kemarin, tetap saja aku masih takut. Bagaimana jadinya hariku ini ?


Aku dengan cepat bersiap siap dan pergi walau lebih pagi aku jalan jalan dulu baru ke sekolah. Baru saja aku keluar kamar


" Aniel kau sudah bangun ya ? "


" Kak Auriel mau berangkat ? "


" Iya aku berangkat lebih pagi "


" Cepatlah selesaikan masalah mu bukannya John berpengaruh di sekolah itu, cerita lah pada nya kak "


" Hmm nanti akan aku coba Aniel aku harus melihat keadaan dulu. Lebih baik kau memikirkan dirimu saja ya. Masalah seperti ini sudah biasa kami lewati, kalo begitu aku berangkat dulu "


" Iya hati hati kak !! "  (Apanya yang biasa kak Auriel tidak pernah melihatkan dirinya dalam keadaan sulit)


" Hmm baiklah aku kemana dulu ? Oo iya kenapa tidak ke rumah Yuli saja disana aku bisa berangkat bersama mereka, biasanya ada Yuli ada Alex "


Aku berjalan santai ke rumah Yuli. Jalan ke rumah Yuli pagi pagi begini emang sepi banget ya, lebih baik aku cepat berjalan kesana. Akhirnya aku sampai


" Auriel apa yang kau lakukan kesini pagi pagi sekali ? "


" Alex aku mau berangkat bersama kalian saja "


" Hmm kalo begitu masuklah ke rumah Yuli paling dia belum siap siap sabar aja ya dia emang agak lambat "


" Hahah kalian memang sangat dekat ya. Teman sejak kecil seperti itu ya "


" Permisi !!!! "


Yuli membuka pintu rumahnya terkejut melihat ku


" Iya ?? Wah Auriel pagi sekali kau sudah siap begini "


" Yuli kau harus lebih rapi di depan tamu !! "


" Wahhh Alex jangan melihatku seperti itu lebih baik kau masuk saja ke rumahmu !! "


" Baiklah aku masuk dulu "


" Sudahlah Auriel jangan dengarkan kata katanya ya ayo masuk tunggu aku ya. Baru saja mau mandi "


" Sudah jam segini kau baru mandi !! Dasar seberapa malas kau ?? "


" Aku tidak malas hanya saja aku tak terbiasa bangun pagi pagi "


Yuli itu mempunyai 2 adik yang lebih kecil dari adikku. Kelihatannya mereka lebih sulit diurus. Mungkin karena tidur kemalaman Yuli selalu bangun telat. Karena kedua orang tua mereka juga jarang dirumah seperti orang tua ku jadi Yuli harus mengurus adiknya. Aku paham perasaan itu karena nasib kami sama. Tapi hidup Yuli lebih menyenangkan daripada hidupku. Kadang aku iri orang tua Yuli itu masih peduli sama anak anak nya. Tidak jarang aku melihat kebahagiaan di keluarga mereka yang lengkap. Sedangkan di keluargaku hanya ada kami berempat, jika ayah atau bunda pulang bukannya bahagia suasana rumah jadi lebih mencekam. Aku juga lupa kapan terakhir kami bahagia seperti keluarga umumnya. Kami berempat bahagia dengan cara sendiri, sebagian besar John yang membantu dan melindungi kami layaknya pengganti orang tua. Aku sudah lupa bagaimana rasanya jika ayah dan bunda hidup diantara kami.


" Auriel !!! "


" Waahh !! Yuli ? "


" Kau kenapa merenung saja dari tadi ? Apa karena suasana rumahku ya ? "


" Hmm tidak "


" Oo iya kamu kenapa datang sepagi ini ? Ada masalah di rumah ? Jangan jangan John ? "


" Iya sih tapi bukan karena John nya "


" Lalu ?? "


" Kau jangan bilang siapa-siapa ya Alex juga tidak "


" Ehh tapi Alex kan.. "


" Please... "


" Baiklah aku janji ayo ceritakan "


" Itu wakil ketua OSIS di sekolah tau kan ?? "


" Ooh aku tau cewek yang disukai semua guru karena berbakat kan tapi katanya dia ceroboh "


" Iya benar tapi dia juga mengerikan "


" Hahh ?? Padahal rupanya tidak seperti itu "


" Makanya aku jadi kepikiran sampai sekarang "


" Aku sempat mau ketemu John di ruangannya mau kasih roti gitu "


" Terus ?? "


" Sebelum aku sempat masuk dia keluar. Dia tidak mengizinkanku masuk katanya John lagi sibuk walau di jam istirahat "


" Kenapa dia melarangmu ? Padahal kan kau adiknya "


" Iya awalnya aku juga bingung tapi aku kan tidak mau memaksa jadi aku menitipkan roti itu "


" Awalnya dia menerima nya tapi setelah itu dia malah membuang roti itu dan menginjak-injaknya di depan ku terus marah marah "


" Kenapa bisa ??? Dia sudah kejam. Ayo cepat kita cari dia aku mau balas dendam !!! "


" Hmm ceritanya kita lanjut nanti saja ya, aku sudah tau maksud cewek sialan itu. Ayo kita berangkat !! "


" Hahh, bagaimana kau bisa paham ?? Baiklah tunggu aku !! "


Yuli dengan cepat keluar rumah dan berangkat sekolah buru-buru, dia melihat Alex sudah ada di depan rumahnya menunggu. Tapi karena marah dia berjalan dengan cepat tanpa menyapa Alex. Alex bingung menatap kami pergi.


" Yuli !!! " teriak Alex


" Ada apa Alex ?? " jawab Yuli dengan ketus


" Aku menunggumu dengan sabar tapi kenapa kau main pergi aja ??!! "


" Aku ini sedang kesal Alex jadi jangan ajak berantem dulu !! "


Yuli mempercepat langkah kakinya. Alex tetap saja marah marah. Mereka berdebat sepanjang jalan. Apa mereka melupakanku ya, aku ada disini lho.


" Kalian sudah bertengkar nya bentar lagi sampai sekolah "


" Auriel, sorry harusnya aku membantumu saja jangan pikirkan Alex ini, ayo cepat "


" Apa ?? Tunggu aku Yuli sialan !! "


Kami baru saja sampai di gerbang sekolah. Ada orang yang menghalangi kami.


" Auriel White ada waktu sebentar ? "


" Akhirnya kau datang juga tanpa perlu aku cari "


" Maksudnya apa ya ? "


" Auriel ayo kita bereskan masalah mu dengan cewek sombong bermuka 2 ini " Yuli menarikku pergi mengikuti kak Emilie


" Orang itu !! Jangan-jangan itu sumber masalah Auriel bahkan dia membuat Yuli seperti itu, aku harus membantu mereka. Tapi, aku harus bagaimana ya ? Lebih baik aku ikuti diam diam dulu "


  Alex mengikuti aku dan Yuli. Yuli menarikku dan dengan cepat mengikuti kak Emilie, memasang wajah kesal dan geram. Kak Emilie berhenti di belakang sekolah, tempat yang sepi.


" Baiklah, Auriel !! Kamu bisa kan menjauhi John, kalau tidak kau akan merasakan akibatnya !! " Berusaha mendorong Auriel


" Maaf kak !! Bisa kau lebih sopan pada temanku " Menepis tangan Emilie


" Tenanglah Yuli. Um.. Kak Emilie memangnya anda siapa ya bisa melarang saya bertemu kakak saya sendiri ? "


" Aku wakil ketua OSIS yang akan mempertahankan kinerja OSIS. Karena John pasti lebih mengutamakan kau daripada kewajibannya "


" Sepertinya kau tidak paham John ya. Tenang saja wakil ketua OSIS yang terhormat. John tidak mungkin seperti itu, aku bisa menjaminnya "


" Aku tidak bisa percaya. Setelah melihatnya dengan mata kepala sendiri. Kau hanyalah orang yang membawa dampak buruk baginya !! "


Mendorong Auriel dengan keras


" Cewek sialan !! Jangan sombong hanya jabatanmu yang tinggi. Kau juga tidak berhak mengatur Auriel, John juga bisa mengatur dirinya, kau tidak perlu ikut campur urusan mereka. Kau itu bukan siapa siapa !! "


" Emilie cukup !! "


" Memangnya kau siapa hah !! "


Kami menengok ke asal suara. Kami terkejut melihatnya, terutama Emilie.


" Kau benar benar keterlaluan ya !! Kenapa kau mengancam dan berperilaku kasar kepada murid disini ? Bukankah kau itu OSIS harusnya sebagai panutan. Tolong jangan kau ulangi lagi kesalahan yang sama, kalau tidak namamu akan hancur di sekolah ini !! " Menatap Emilie dengan tajam


" Ini tidak seperti yang kau pikirkan John. Saya hanya melakukan yang seharusnya. Ini semua demi anda dan OSIS juga !! "


" Kau !! Ini yang kau bilang harus dilakukan. Otakmu dimana, kita tidak boleh melakukan ini. Sekarang juga kau pergi, jelaskan padaku nanti. Jangan coba untuk kabur !! "


Emilie segera berlari meninggalkan tempat itu. Yuli hanya bengong melihatnya. Dan John segera membantu Auriel dan memeluknya dengan erat. Alex tiba tiba datang dan menarik Yuli pergi. Di belakang sekolah itu hanya ada kami. Walau bel masuk sudah berbunyi, aku merasa tidak ingin masuk kelas. Sepertinya John mengerti, pelukannya semakin erat.


" Auriel maafkan aku ya. Tolong maafkan aku !! "


" John tenanglah. Awalnya aku ingin menyelesaikan ini sendiri. Tapi, pada akhirnya kau datang menyelamatkan ku lagi. Sepertinya aku masih anak kecil yang dilindungi kakaknya. Terima kasih John. Kau memang kakak terbaik "


" Aku belum menjadi kakak terbaik. Karena kau sampai merasakan penderitaan ini. Maafkan aku, harusnya aku lebih bisa mengetahui sekelilingku "


" Itu berarti aku berhasil dong !! "


" Tidak !! Kau terlalu mudah dibaca, aku langsung tau kau ada masalah. Tapi, aku tidak mengira separah ini. Aku hanya mengira orang iri itu ada lagi, atau mungkin kau hanya cemburu melihatku populer "


" Aahh John hentikan itu, untuk apa aku cemburu ? Huhh "


" Siapa yang tidak cemburu kalo kakaknya lebih memperhatikan orang lain daripada adik sendiri "


" Diam saja John kau berkata begitu juga kan hanya untuk menjahiliku. Tolong hentikan kebiasaanmu itu !! "


" Tidak mungkin !! Itu kan hobiku "


" John !!! "


" Oke oke. Lebih baik kita segera masuk. Ayo aku antar supaya kau tidak di marah di kelas. Aku adalah bukti terkuat " mengulurkan tangannya


" Baiklah, aku hanya menuruti saran kakakku yang terbaik " menggenggam tangan John sambil tersenyum lebar


Kami bergandengan tangan berjalan ke kelas. Benar saja kata John dia pintar sekali berbicara dengan guru. Guru langsung mengerti. Waww kakakku memang kelewat hebat, apakah aku bisa sehebat dia ya ? Aku hanya bisa berharap saja. Setelah itu aku mengikuti pelajaran tanpa ada hambatan apa pun, dan berjalan seperti biasa. Yuli juga sangat senang melihatku.